Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Ibrahim

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Ibrahim
إبراهيم
255-14.jpg
Ayat 1-5
Informasi
Arti: Nabi Ibrahim
Nama lain: --
Surah ke: 14
No urut pewahyuan: 54
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 13 (ayat 1-52)
Statistik
Jumlah ayat: 52
Jumlah kata: 833
Jumlah huruf: 3541

Surah Ibrahim (Bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 Al-Quran menurut hitungan mushaf (penyusunan) dan sesuai dengan urutan pewahyuan (nuzul), surah Ibrahim ini merupakan surah ke-54. Karena dalam surah ini diceritakan tentang nama dan kisah Nabi Ibrahim sehingga disebut sebagai Surah Ibrahim. Tema utama dalam surah ini berkisar tentang masalah tauhid, deskrikspi tentang hari kiamat, perhitungan, ganjaran, kisah Nabi Ibrahim, pembangunan Kakbah dan tentang Islam sebagai agama lurus Ibrahim As.

Surah Ibrahim

Nama surah ini diambil dari nama dan kisah Nabi Ibrahim As dalam surah ini. Surah Ibrahim ini tergolong sebagai surah Makkiyah dan surah kedelapan yang dimulai dengan huruf muqatha'ah (Alif Lam Mim Ra). Sesuia dengan urutan penyusunan, surah Ibrahim adalah surah ke-14 dan berdasarkan hitungan pewahyuan (nuzul) merupakan surah ke-54 Al-Quran. Dari sisi ukuran termasuk sebagai salah satu surah matsani dan relatif berukuran kecil. Surah Ibrahim kurang lebih satu hizb Al-Quran (1/4 juz). Jumlah keseluruhan ayat pada surah ini menurut perhitungan para qari Kufah adalah 52 ayat sementara dalam penilaian para qari Hijaz terdiri dari 54 ayat dan bagi qari Syam adalah 55 ayat. Yang masyhur dan diterima adalah pendapat pertama. Jumlah kata pada surah ini adalah 833 kata dan huruf 3541 huruf.

Tema Utama

Tema utama dalam surah ini berkisar tentang beberapa hal di antaranya

  • Masalah tauhid
  • Deskrikspi tentang hari kiamat
  • Hari perhitungan
  • Ganjaran dan pahala
  • Kisah Nabi Ibrahim
  • Pembangunan Kakbah
  • Islam sebagai agama lurus Ibrahim As.
  • Kesatuan agama-agama samawi
  • Menghitung nikmat-nikmat Allah
  • Pengaruh mensyukuri nikmat dan bersikap kufur atasnya
  • Kesudahan bagi orang yang mensyukuri dan mengkufuri nikmat Allah
  • Ucapan setan kepada manusia untuk tidak menyalahkan dirinya akibat kesesatannya sendiri karena manusia sendirilah yang melakukan kemungkaran dan layak untuk disalahkan. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1240.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur'an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.