Prioritas: b, Kualitas: b

Surah Al-Qiyamah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Surah Al-Qiyamah
Surah Al-Muddatsir← →Surah Al-Insan
Arti Hari Kiamat
nomor 75
Nama lain La Uqsimu
Juz Juz 29
Wahyu
No. urut pewahyuan 31
Klasifikasi Makkiyah
Informasi
Jumlah ayat 40
Jumlah kata 144
Jumlah huruf 676

Surah Al-Qiyamah (bahasa Arab:سورة القيامة, "Hari Kiamat") adalah surah ke-75 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-40 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini dinamai Al-Qiyamah karena dimulai dengan sumpah Allah swt atas hari kiamat. Surah Al-Qiyamah adalah surah ke-11 dari surah yang dimulai dengan pernyataan sumpah dan dari sisi isi termasuk sebagai salah satu surah Al-Mufasshalat.

Nama-nama

Surah ini dinamai Al-Qiyamah karena dimulai dengan sumpah Allah swt atas hari kiamat. Allah swt berfirman:

«لَا أُقْسِمُ بِیوْمِ الْقِیامَةِ»

"Aku bersumpah demi hari kiamat." (QS Al-Qiyamah [75]:1) Di samping surah ini bernama Al-Qiyamah juga disebut sebagai surah La Uqsimu «‌لااُقسِم‌» karena awal surah diawali dengan frase ini.

Identitas Surah Al-Qiyamah

Surah Al-Qiyamah adalah surah ke-11 dari surah yang dimulai dengan 2 pernyataan sumpah pada ayat ke-1 dan ke-2 surah ini sebagaimana yang dinyatakan. "Aku bersumpah demi hari kiamat. Dan Aku bersumpah demi jiwa yang sadar dan mencela (dirinya lantaran bersalah bahwa hari kiamat adalah benar)." Jumlah ayat surah ini terdiri dari 40 ayat dan menurut qari lainnya sejumlah 39 ayat dimana pendapat pertama yang lebih masyhur. Jumlah katanya adalah 164 kata dan jumlah huruf terdiri dari 676 huruf. Surah Al-Qiyamah adalah surah ke-75 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-40 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran serta tergolong sebagai surah Makkiyah. Dari sisi isi termasuk sebagai salah satu surah Al-Mufasshalat dan berada pada permulaan hizb keempat juz 29 Al-Quran.

Tema Utama

Tema utama yang diangkat dalam surah ini adalah tentang kepastian terjadinya hari kiamat dan menjelaskan kondisi yang terjadi pada hari ini. Surah Al-Qiyamah ini menggambarkan bahwa manusia terbagi menjadi dua kelompok di akhirat: Kelompok dengan wajah berseri dan penuh cahaya. Kelompok kedua, dengan wajah muram dan kusam yang mengingatkan bahwa terdapat manusia yang mengambil dunia secara kontan dan melupakan akhirat kemudian menyesal pada hari itu; hal ini menunjukkan bahwa manusia mengetahui dirinya sendiri dan paham akan apa yang dilakukannya meski ia berdalih macam-macam dan mangkir dari apa yang terjadi. Di akhir ayat disampaikan kepada orang-orang yang mungkir bahwa Tuhan yang menciptakan manusia dari tiada menjadi ada dalam bentuk sperma kemudian segumpal darah, tidakkah mampu untuk menghidupkan kembali orang yang telah mati?[1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1259.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand. Tehran: Dar al-Qur'an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi. jld. 2. disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi. Tehran: Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar