Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Ankabut

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Ankabut
العنكبوت
396-29.jpg
Ayat 1-6
Informasi
Arti: Laba-laba
Nama lain: -
Surah ke: 29
No urut pewahyuan: 85
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 20 (ayat 1-44), juz 21 (45-69)
Statistik
Jumlah ayat: 69
Jumlah kata: 983
Jumlah huruf: 4321
Surah sebelumnya Al-Qashash
Surah setelahnya Al-Rum

Surah Al-Ankabut (Bahasa Arab:العنكبوت, Laba-laba) adalah surah ke-29 sesuai dengan susunan mushaf Al-Quran dan surah ke-85 berdasarkan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini menjelaskan tentang nasib yang menimpa orang-orang kafir dan para pendusta. Surah Al-Ankabut menandaskan bahwa orang-orang yang menjadikan orang-orang selain Allah swt sebagai pemimpinnya adalah laksana laba-laba yang membangun rumahnya. Sementara mereka tahu bahwa rumah yang paling lemah itu adalah rumah laba-laba. Surah ini adalah surah ke-15 dari 29 surah yang dimulai dengan huruf muqattha’ah.

Identitas Surah Al-Ankabut

Alasan penamaan ini surah ini sebagai Al-Ankabut karena penyebutan binatang ini dalam sebuah analogi pada ayat 41. Kata Ankabut (laba-laba) dua kali digunakan dalam Al-Quran yang kedua-duanya disebutkan dalam surah ini. Surah Al-Ankabut adalah surah ke-15 dari 29 surah yang dimulai dengan huruf muqattha'ah (Alif Lam Mim). Sesuai dengan susunan mushaf surah Al-Ankabut adalah surah ke-29 dan berdasarkan urutan pewahyuan adalah surah ke-85 surah Al-Quran. Diturunkan di Mekkah (Makkiyah) dan terdiri dari 69 ayat yang disepakati oleh seluruh qari. Memiliki 983 kata dan 4321 huruf. Dari sisi isi, surah Al-Ankabut adalah salah satu surah Al-Matsani dan berukuran sedang dan kurang dari satu hizb (seperempat juz Al-Quran). [1]

Tema Utama

Surah ini menjelaskan tentang nasib yang menimpa orang-orang kafir dan para pendusta. Surah Al-Ankabut menandaskan bahwa orang-orang yang menjadikan orang-orang selain Allah swt sebagai pemimpinnya laksana laba-laba yang membangun rumahnya. Sementara mereka tahu bahwa rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba. Di tempat lain membahas tentang iman dan ujian-ujian yang menghadang jalan mereka kemudian meminta supaya mereka bersabar dalam menghadapi pelbagai musibah yang menimpa. Demikian juga menyinggung tentang kisah Nabi Nuh as, Ibrahim as, Luth as, Syuaib as, Saleh as, Hud as dan menjelaskan nasib yang menimpa Qarun, Haman dan Fir'aun. Di penghujung surah memberikan berita gembira bahwa Allah swt bersama orang-orang yang berbuat kebaikan dan orang-orang yang berusaha di jalan Allah swt pasti akan dibimbing ke jalan-Nya. [2]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1245.
  2. Dānesynameh Qur'ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1245.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar