Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah At-Tahrim

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Tahrim
التَحریم
560-66.jpg
Ayat 1-5
Informasi
Arti: Mengharamkan
Nama lain: Lima Tuharrim, Mutaharrim
Surah ke: 66
No urut pewahyuan: 108
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 28
Statistik
Jumlah ayat: 12
Jumlah kata: 254
Jumlah huruf: 1105
Surah sebelumnya Al-Thalaq
Surah setelahnya Al-Mulk

Surah Al-Tahrim (Bahasa Arab:التَحریم) adalah surah ke-66 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-107 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini disebut sebagai Al-Tahrim karena pada ayat pertama surah ini Rasulullah Saw ditanya “Hai nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah bagimu demi mengharapkan kesenangan hati istri-istrimu?” sehingga disebut surah Al-Tahrim. Dari sisi isi, surah Al-Tahrim relatif berukuran kecil dan termasuk salah satu Al-Mufasshalat Al-Qura. Surah ini merupakan surah ke-8 yang dimulai dengan ungkapan يا أَيُّهَا النَّبِيُّ.

Nama-nama Surah Al-Tahrim

Surah ini disebut sebagai Al-Tahrim karena pada ayat pertama surah ini Rasulullah Saw ditanya mengapa mengharamkan sesuatu yang halal demi menyenangkan istri-istrinya. Dalam surah ini, Allah Swt berfirman:

«يا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ ما أَحَلَّ اللهُ لَكَ تَبْتَغي‏ مَرْضاةَ أَزْواجِكَ»

“Hai nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah bagimu demi mengharapkan kesenangan hati istri-istrimu?” Dengan alasan inilah, surah ini disebut surah Al-Tahrim. Kata “تُحَرِّمُ” derivatnya diambil dar kata tahrim (pengharaman) pada ayat pertama surah ini dan menjelaskan hukum pengharaman apa yang dihalalkan Allah Swt menjadi kandungan utama surah ini. Surah ini juga disebut sebagai «‌لِمَ تُحَرِّم‌» karena dinyatakan pada ayat pertama surah ini. Demikian juga, surah ini disebut «‌مُتَحَرِّم‌» lantaran mutaharrim bermakna seseorang atau sesuatu yang sejatinya tidak haram namun ia mengharamkan untuknya tanpa dasar. Surah ini melarang Rasulullah Saw untuk melakukan hal ini dan memotivasi untuk menggunakan nikmat-nikmat halal Allah Swt.

Identitas Surah Al-Tahrim

Surah ini terdiri dari 12 ayat, 254 kata dan 1105 huruf. Tidak terdapat perbedaan pendapat di antara para qari dan mufassir terkait dengan jumlah ayatnya. Surah Al-Tahrim adalah surah ke-66 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-107 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran serta tergolong sebagai surah Madaniyah. Dari sisi isi, surah Al-Tahrim relatif berukuran kecil dan termasuk salah satu Al-Mufasshalat Al-Quran. Posisinya berada pada bagian terakhir juz 28. Surah ini merupakan surah ke-8 yang dimulai dengan ungkapan يا أَيُّهَا النَّبِيُّ.


Tema Utama

Tema-tema yang diangkat dalam surah ini antara lain:

  • Motivasi kepada para pendosa untuk bertaubat, taubat nasuha.
  • Pengaruh cahaya iman di hari kiamat.
  • Jihad melawan orang-orang kafir dan munafik serta berlaku keras terhadap mereka.
  • Menyoroti tentang istri Nuh, Luth sebagai wanita-wanita yang tidak saleh dan sebagai kebalikannya menyinggung tentang istri Fir’aun dan kedudukan tinggi Bunda Maryam binti Imran sebagai wanita-wanita saleh. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1256.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar