Prioritas: b, Kualitas: b

Surah Al-An'am

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Surah Al-An'am
Surah Al-Ma'idah← →Surah Al-A'raf
Arti Binatang Ternak
nomor 6
Juz Juz 3 (ayat 1-91)
juz 4 (ayat 92-200)
Wahyu
No. urut pewahyuan 55
Klasifikasi Makkiyah
Informasi
Jumlah ayat 165

Surah Al-An'am (bahasa Arab:سورة الأنعام) disebut sebagai An'am, karena dalam 15 ayat pada surah An'am ini bercerita tentang hewan-hewan berkaki empat. Dari sudut pandang volume dan kuantitas, surah al-An'am termasuk salah satu dari tujuh surah yang besar (Thuwal) dan tergolong sebagai surah panjang Al-Quran. Dalam surah ini disebutkan tentang hukum-hukum fikih dan masalah-masalah akidah.

Surah Al-An'am

Sebab penamaan surah ini sebagai An'am karena dalam lima belas ayat surah ini bercerita tentang binatang berkaki empat yaitu pada ayat 136 sampai 140. Kata An'am pada surah ini melebihi surah-surah yang lain digunakan sebanyak enam kali dalam surah ini. Surah ini terdiri dari 165 ayat dan 3055 kata. Berdasarkan urutan mushaf (penyusunan) surah Al-An'am adalah surah keenam (6) dan sesuai dengan urutan pewahyuan surah Al-An'am merupakan surah ke-lima puluh lima (55) Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Makkiyah. Dari sisi isi dan kuantitas, surah Al-An'am adalah salah satu dari tujuh surah Thuwal dan salah satu surah panjang dalam Al-Quran. Surah Al-An'am ini mencakup kurang lebih satu juz Al-Quran.

Tema Utama

Hukum terpenting fikih pada surah ini adalah:

  • Keharaman daging bangkai tanpa melalui proses penyembelihan syar'i
  • Keharaman memakan darah
  • Hukum dalam kondisi darurat.

Hal terpenting yang disebutkan dalam surah ini adalah:

  • Larangan untuk mempersekutukan Tuhan
  • Masalah wahyu
  • Risalah
  • Masalah kiamat
  • Masalah masyhar
  • Kisah Nabi Ibrahim as
  • Berbuat baik kepada kedua orang tua
  • Larangan membunuh anak (karena takut miskin)
  • Larangan untuk membunuh orang
  • Larangan untuk memakan harta anak yatim
  • Berbuat baik kepada anak-anak yatim
  • Mengikuti jalan benar
  • Menjalankan keadilan
  • Setia pada janji
  • Berlaku jujur dalam membagi barang
  • Menghitung segala nikmat Ilahi yang dianugerahkan kepada manusia.[1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1237-1238.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur'an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar