Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Mujadalah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Mujadilah
المجادلة
542-58.jpg
Ayat 1-6
Informasi
Arti: Wanita Yang Mengajukan Gugatan
Nama lain: Zhihār, Qad Sami’allāh
Surah ke: 58
No urut pewahyuan: 106
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 28
Statistik
Jumlah ayat: 22
Jumlah kata: 475
Jumlah huruf: 2046
Surah sebelumnya Al-Hadid
Surah setelahnya Al-Hasyr

Surah Al-Mujadilah (Bahasa Arab:المجادلة, Al-Mujādilah, "Wanita Yang Mengajukan Gugatan") adalah surah ke-58 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-150 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini dikenal sebagai surah Al-Mujadilah karena permulaan surah ini menyinggung mujadilah dan keluhan seseorang wanita kepada Rasulullah Saw atas suaminya yang melakukan zhihār terhadap dirinya. Dari sisi isi surah Al-Mujadilah termasuk Thiwāl Al-Mufasshalāt.

Identitas Surah Al-Mujadilah

Surah ini dikenal sebagai surah Al-Mujadilah karena permulaan surah ini menyinggung mujadilah dan keluhan seseorang wanita kepada Rasulullah Saw atas suaminya yang melakukan zhihār terhadap dirinya. Zhihār bermakna tindakan seorang suami yang memandang istrinya mirip dengan ibunya. Zhihār ini memiliki hukum fikih tersendiri. Atas dasar inilah surah ini disebut juga sebagai Zhihār. Nama lain surah ini adalah «‌قَدْ سَمِعَ‌» Qad Sami’ah lantaran surah ini dimulai dengan frase ini. Jumlah ayat pada surah Al-Mujadilah menurut pendapat para qari Kufah adalah 22 ayat dan berdasarkan pendapat para qari Mekkah dan Madinah terdiri dari 21 ayat. Di antara dua pendapat ini, pendapat pertama yang lebih masyhur. Surah ini terdiri dari 475 kata dan 2046 huruf. Surah Al-Mujadilah adalah surah ke-58 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-150 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Madaniyah. Dari sisi isi surah Al-Mujadilah termasuk Thiwāl Al-Mufasshalāt. Ukurannya kurang dari satu hizb Al-Quran.

Tema Utama

Tema-tema yang diangkat surah ini pada ayat 2 hingga 4 surah ini adalah hukum syar’i zhihar yang diuraikan secara rinci. Di samping itu, larangan untuk berbisik, adab-adab majelis dan memberi penghormatan terhadap orang-orang yang baru masuk ke suatu majelis, tanda-tanda hizbullah dan hizbusyaitan, deskripsi tentang ciri-ciri orang-orang beriman. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1254.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar