Prioritas: b, Kualitas: b

Surah Al-Qashash

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Surah Al-Qashash
Surah Al-Naml← →Surah Al-Ankabut
Arti Kisah-kisah
nomor 28
Nama lain Musa dan Fir'aun
Juz Juz 20
Wahyu
No. urut pewahyuan 49
Klasifikasi Makkiyah
Informasi
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
muqatta'at Tha Sin Mim

Surah Al-Qashash (bahasa Arab:القصص,"Kisah-kisah") adalah surah ke-28 berdasarkan susunan mushaf Al-Quran dan surah ke-49 sesuai dengan urutan pewahyuan. Surah ini mengangkat tema tentang kisah atau qashash yang berkaitan dengan sebagian nabi. Kata qa-sha-sh disebutkan pada ayat 15 dan semenjak ayat 3 sampai 46 menjelaskan secara panjang lebar kisah kehidupan Nabi Musa as.

Identitas Surah Al-Qashash

Alasan penamaan surah ini sebagai Qashash karena mengangkat kisah-kisah yang berkaitan dengan sebagian nabi. Di antaranya adalah kisah Nabi Musa as yang dijelaskan secara panjang lebar (semenjak ayat 1 hingga ayat 46). Pada ayat 25 juga menyebut kisah ini sebagai qashash. Nama lain surah ini adalah surah Musa dan Fir'aun. Surah Al-Qashash merupakan surah ke-14 yang dimulai dengan huruf muqattha'ah. Berdasarkan susunan mushaf surah Al-Qashash ini adalah surah ke-28 dan surah ke-49 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini adalah salah satu surah yang diturunkan di Mekkah (Makkiyah). Surah Al-Qashash terdiri dari 88 ayat, dan menurut sebagian qari terdiri dari 87 ayat dimana yang masyhur dan lebih tepat adalah pendapat pertama. Surah ini memiliki 1443 kata dan 5933 huruf. Dari sisi isi, surah Al-Qashash termasuk salah satu surah berukurang sedang dan sedikit lebih dari setengah juz Al-Quran. [1]

Tema Utama

Kisah Nabi Musa as dan Fir'aun disebutkan pada awal surah dan kisah Qarun diungkap pada akhir surah. Dalam pada itu, kisah ini memberikan ketenangan kepada kaum Muslimin supaya tahu bahwa segala kekuatan berada di tangan Tuhan dan akan membantu mereka. Kekuatan Fir'aun dan harta yang banyak Qarun sama sekali tiada nilainya di hadapan Tuhan. Kisah Musa as dan Syuaib as serta peristiwa pernikahan Nabi Musa as dengan putri Syuaib, kisah Nabi Harun as saudara Musa, kementerian, kefasihan dan elokuensinya, berita gembira kepada Nabi Muhammad saw tentang penaklukan dan kemenangan serta kembalinya para penakluk ke negeri dan tempat kelahirannya masing-masing, ganjaran amalan-amalan kebaikan yang dilipat gandakan, namun hukuman atas perbuatan-perbuatan buruk sebanding dengan perbuatannya, merupakan tema-tema yang diangkat dalam surah ini. [2]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1244-1245.
  2. Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1244-1245.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand. Tehran: Dar al-Qur'an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi. Tehran: Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar