Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Balad

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Balad
الْبَلَدِ
594-90.jpg
Ayat 1-20
Informasi
Arti: Negeri
Nama lain: -
Surah ke: 90
No urut pewahyuan: 35
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 30
Statistik
Jumlah ayat: 20
Jumlah kata: 82
Jumlah huruf: 343
Surah sebelumnya Al-Fajr
Surah setelahnya Al-Syams

Surah Al-Balad (Bahasa Arab: الْبَلَدِ, Al-Balad, Negeri) adalah surah ke-90 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-35 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini dinamai Al-Balad karena pada awal surah dinyatakan sumpah atas balad (negeri) dan masyhur dengan nama ini. Dari sisi isi surah Al-Balad adalah surah Al-Ausath Al-Mufasshalat. Surah ini adalah surah ke-17 yang dimulai dengan peryataan sumpah.


Identitas Surah Al-Balad

Surah ini disebut sebagai Balad karena dimulai dengan pernyataan sumpah atas negeri (Mekkah). Allah Swt berfirman:

لَا أُقْسِمُ بِهَـٰذَا الْبَلَدِ﴿ “Aku benar-benar bersumpah demi kota ini (Mekah).” (QS Al-Balad [90]:1)

Surah Al-Balad terdiri dari 20 ayat, 82 kata dan 343 huruf. Tidak terdapat perbedaan pendapat di antara mufasir dan qari terkait dengan jumlah ayat pada surah ini. Surah ini adalah surah ke-90 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-35 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran serta tergolong sebagai surah Makkiyah. Dari sisi isi surah Al-Balad adalah surah Al-Ausath Al-Mufasshalat. Surah ini adalah surah ke-17 yang dimulai dengan peryataan sumpah dan sumpah itu dinyatakan dalam 3 ayat pertama.


Tema Utama

Surah ini dimulai dengan pernyataan sumpah atas kota Mekkah mengingat keagungan dan kesucian kota ini. Kemudian menyinggung tentang penciptaan manusia yang kehidupannya disertai dengan kesulitan dan kesusahan. Perbuatan manusia yang paling sulit namun paling bernilai seperti pembebasan budak, memberikan makan dan mengulurkan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Orang-orang yang melakukan kebaikan ini disebut sebagai Ashab al-Maimanah (Ashab al-Yamin, penduduk surga) dan menyebut para pengingkar dan orang-orang jahat sebagai Ashab al-Masy’ama (Ashab al-Syimal, penghuni neraka). [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1263-1264.


Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar


Matan Surah dan Terjemahan

سورة الْبَلَدِ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لَا أُقْسِمُ بِهَـٰذَا الْبَلَدِ ﴿١﴾ وَأَنتَ حِلٌّ بِهَـٰذَا الْبَلَدِ ﴿٢﴾ وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ ﴿٣﴾ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ ﴿٤﴾ أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ ﴿٥﴾ يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًا ﴿٦﴾ أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُ أَحَدٌ ﴿٧﴾ أَلَمْ نَجْعَل لَّهُ عَيْنَيْنِ ﴿٨﴾ وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ ﴿٩﴾ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ ﴿١٠﴾ فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ﴿١١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ ﴿١٢﴾ فَكُّ رَقَبَةٍ ﴿١٣﴾ أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ﴿١٤﴾ يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ﴿١٥﴾ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ ﴿١٦﴾ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ ﴿١٧﴾ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿١٨﴾ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿١٩﴾ عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ﴿٢٠﴾

Surah Al-Balad
Dengan Nama-Nya Yang Mahakasih dan Mahasayang

Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),(1) dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, (2) dan demi bapak dan anaknya. (3)Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (4) Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya? (5) Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak". (6) Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya? (7) Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, (8) lidah dan dua buah bibir. (9) Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, (10) Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. (11) Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (12) (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, (13) atau memberi makan pada hari kelaparan, (14) (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, (15) atau kepada orang miskin yang sangat fakir. (16) Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.(17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (18) Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. (19) Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. (20)