tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Ahzab

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Ahzab
الْأحزاب
359-25.jpg
Ayat 1-2
Informasi
Arti: Golongan Yang Bersekutu
Nama lain: -
Surah ke: 33
No urut pewahyuan: 90
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 21 (ayat 1-30) & 22 (ayat 31-73)
Statistik
Jumlah ayat: 73
Jumlah kata: 1307
Jumlah huruf: 5787
Surah sebelumnya Al-Sajdah
Surah setelahnya Saba’

Surah Al-Ahzab (Bahasa Arab: الْأحزاب, Al-Ahzāb) adalah surah ke-32 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-90 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini disebut sebagai Al-Ahzab karena menyinggung koalisi orang-orang musyrik dan demikian juga karena terkait dengan ghazwa (perang) Ahzab. Dalam surah ini terdapat beberapa hukum fikih dimana bagian terpentingnya membahas secara khusus tentang Rasulullah Saw dan para istrinya.


Identitas Surah Al-Ahzab

Surah ini disebut sebagai Al-Ahzab karena menyinggung koalisi orang-orang musyrik dan demikian juga karena terkait dengan ghazwa (perang) Ahzab yaitu pada ayat 9 hingga 25. Perang Ahzab merupakan perang bersejarah kaum Muslimin melawan kabilah-kabilah dan kelompok-kelompok musuh yang dalam Al-Quran disebut sebagai Ahzab. Kata Ahzab digunakan sebanyak 2 kali dalam surah ini, yaitu pada ayat 20 dan 22. Jumlah ayat pada surah ini sesuai dengan kesepakatan pendapat para qari adalah 73 ayat. dan jumlah katanya adalah 1307 serta hurufnya adalah 5787. Surah Al-Ahzab adalah surah ke-32 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-90 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini adalah surah Madaniyah. Dari sisi isi, surah Al-Ahzab termasuk sebagai surah Al-Matsani dan relatif berukuran kecil yaitu kurang lebih dari setengah juz Al-Quran. [1]


Tema Utama

Dalam surah ini terdapat beberapa hukum fikih dimana bagian terpentingnya membahas secara khusus tentang Rasulullah Saw dan para istrinya di antaranya pada ayat 27 hingga ayat 34 dan ayat 59, pernikahan seseorang dengan istri anak angkatnya setelah cerai dibolehkan (ayat 37), tingkatan pembagian warisan (ayat 6), hukum-hukum terkait dengan talak dan iddah (ayat 49), perempuan yang dapat (mubah) dan haram dinikahi, dan hukum hijab serta pakaian untuk wanita.

Tema lain yang diangkat dalam surah ini secara global tentang perang Bani Quraizha, pertolongan-pertolongan gaib dalam menolong orang-orang beriman, kisah Zaid (anak angkat Rasulullah) yang telah menceraikan istrinya dan kemudian Rasulullah Saw menikahi istri yang telah ditalak itu serta jawaban atas kritikan orang-orang munafik atas masalah ini, ayat tathir yang menyatakan kesucian Ahlulbait Naib Saw (ayat 33), dan ayat amanah (ayat 72). [2]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1246.
  2. Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1246.


Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar