Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Waqi'ah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Waqi’ah
الواقعه
534-56.jpg
Ayat 1-2
Informasi
Arti: Peristiwa Kiamat
Nama lain: -
Surah ke: 56
No urut pewahyuan: 48
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 27
Statistik
Jumlah ayat: 96
Jumlah kata: 370
Jumlah huruf: 1756
Surah sebelumnya Al-Rahman
Surah setelahnya Al-Hadid

Surah Al-Waqiah (Bahasa Arab:الواقعه, Al-Wāqi'ah, "Hari Kiamat") adalah surah ke-56 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke- 48 sesuai dengan urutan pewahyuan. Surah Al-Waqiah disebut Al-Waqiah lantaran kata ini yang merupakan sifat dan nama hari kiamat disebutkan pada awal surah. Pada surah ini tercantum klasifikasi masyarakat menjadi dua bagian pada hari kiamat dan mendeskripsikan para hamba menjadi tiga kelompok, Sabiqun, Ashhab al-Yamin dan Ashahab al-Syimal. Kemudian menjelaskan kondisi merek di hari kiamat demikian juga nikmat-nikmat dan azab-azab yang mereka peroleh. Dari sisi isi, surah Al-Waqiah termasuk surah Thawal dan tergolong dalam kelompok Al-Mufasshalat. Ayat 79 surah ini menjadi sumber hukum fikih terkait dengan tidak bolehnya menyentuh Al-Quran tanpa bersuci terlebih dahulu.

Identitas Surah Al-Waqiah

Surah Al-Waqiah disebut Al-Waqiah lantaran kata ini yang merupakan sifat dan nama hari kiamat disebutkan pada awal surah. Jumlah ayatnya menurut qari Kufah adalah 96 ayat, sementara dalam pandangan qari Syam dan Hijaz terdiri dari 99 ayat. Namun sesuai pendapat qari lainnya adalah 97 ayat. Di antara semua pendapat ini, pendapat pertama yang paling masyhur. Surah Al-Waqiah terdiri dari 370 huruf dan 1756 kata. Sesuai dengan susunan mushaf, surah Al-Waqiah adalah surah ke-56 Al-Quran dan surah ke-48 berdasarkan urutan pewahyuan. Surah ini tergolong salah satu surah Makkiyah. Dari sisi isi, surah Al-Waqiah termasuk surah Thawal dalam kelompok Al-Mufasshalat. Kurang lebih berukuran setengah hizb Al-Quran.


Tema Utama

Pada ayat 79 surah Al-Waqiah ini dijelaskan sebuah hukum fikih penting yaitu bersuci dan berwudhu untuk dapat menyentuh tulisan-tulisan Al-Quran dan tidak dibenarkan (haram) menyentuh Al-Quran tanpa wudhu. Surah ini adalah surah pertama dari 7 surah yang dimulai dengan kata idza yaitu waktu (zamaniyah). Setelah mendeskripsikan kondisi-kondisi penghuni neraka (Ashab al-Syimal) dan penduduk surga (Ashab al-Yamin) surah Al-Waqiah diakhiri dengan perintah tasbih dan takzim Allah Swt (dengan maksud berlindung kepada Allah Swt, bertasbih dan memuliakan-Nya serta meminta pertolongan kepada-Nya sebagai satu-satunya yang menyelamatkan manusia dari dahsyatnya azab hari kiamat dan dunia akhirat). [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1253.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar