Prioritas: aa, Kualitas: b

Allah

Dari Wiki Shia
Lompat ke: navigasi, cari

Allah (bahasa Arab: الله) adalah nama khusus yang dinisbatkan kepada zat Tuhan yang memiliki semua sifat kesempurnaan. Kata ini merupakan Asma Ilahi pada dasarnya berasal dari bahasa Arab dan mengandung hukum fikih yang berkaitan dengan kata ini, seperti hukum tentang tidak diperbolehkan menyentuh bentuk tertulis dari kata ini tanpa thaharah. Salah satu ciri terpenting dari kata ini adalah kata yang termaktub dalam syahadat tauhid dan ketidakbolehan memberikan nama ini kepada siapapun selain Tuhan. Allah adalah kata benda yang tepat untuk wajib al-wujud yang memiliki semua sifat-sifat kesempurnaan Tuhan. [1]

Kesetaraan dalam Bahasa Lain

Dalam Bahasa Persia kata-kata yang memiliki kesamaan dengan kata-kata ini adalah Khuda. Kata-kata itu dalam berbagai bahasa lain memiliki arti yang sama dengan:

  • Urdu: Khuda.
  • Ibrani: Al-Wahim (bentuk plural dari Ta'dhim), atau Yehuwa (YHWH)
  • India: Khida.
  • Suryani: Alaha
  • Kaldea (Irak): Ilah
  • Yunani: Theos
  • Latin: Daeus
  • Perancis dan italia: Dieu
  • Inggris: God [2]

Pengertian Kata

Akar Kata: Allah pada awalnya adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. [3] Sebagian orang menilai bahwa kata-kata itu mirip dengan kata-kata bahasa Ibrani yang berasal dari kata il dan sebagian yang lain menganggap berasal dari Syiria atau Kasdim yang berasal dari Illaha [4]. Namun sebagian orang lain lagi berkeyakinan bahwa kesamaan ini tidak cukup untuk menunjukkan bahwa kata ini tidak berasal dari bahasa Arab. [5]

Fikih Lughah

Mengenai derivasi nama ini terjadi perbedaan antara para ahli bahasa. Sebagian ahli berpendapat bahwa kata ini merupakan kata jamid (tidak dibentuk dari kata lain) namun kebanyakan ahli mengatakan bahwa kata ini adalah musytaq dan diambil dari kata lain. Para ahli yang mengatakan bahwa kata Allah mengatakan bahwa terdapat 20-30 asal kata Allah. [6] Barang kali pendapat paling benar adalah bahwa Allah berasal dari kata "Ilailah" dan berasal dari kata Ilaha ya'luhu al-wahah bermakna abad [7] namun hamzahnya terhapus karena tahfif. [8] Berdasarkan hal ini maknanya adalah ma'budi yang layak dipuji dan layak disembah. [9]

Bagian Kesusastraan

Kapanpun kata nida (panggilan) Allah terjadi, maka huruf nida-nya akan terhapus dan sebagai gantinya mim dengan tasydid akan ditambahkan pada akhir kata itu sehingga dibaca menjadi Allahumma «اللّهم». [10] Tentu saja, sebagian ulama ilmu nahwu memiliki pandangan yang lain tentang «اللّهم». [11]

Hukum Fiqih

Nama Jalal-Allah menurut sebagian hukum adalah seperti nama-nama Asma Ilahi yang lain. Pendapat masyhur fuqaha adalah bahwa menyentuh tulisan Allah tanpa taharah adalah haram. [12]

Karakteristik

Nama Allah memiliki 10 ciri terhormat di antara Asmaul Husna Ilahi:

  • Nama ini diantara nama-nama hasan Ilahi
  • Nama Ilahi yang paling terkenal.
  • Menurut perpekif Alquran kata Allah memiliki kedudukan paling tinggi.
  • Dalam doa dan permohonan kepada Allah, kata Allah memiliki kedudukan tertinggi.
  • Penghulu seluruh nama Ilahi.
  • Kata tauhid dimaksudkan secara khusus untuk kata Allah "[Note 1]
  • Syahadat diucapkan dengan nama Allah. "[Note 2]
  • Alam dan nama khusus untuk Dzat Suci Allah swt dan khusus kepada dzat yang disembah dan tidak diterapkan kepada selain Allah, baik secara hakiki maupun majazi
  • Nama ini menyiratkan esensi suci yang memiliki semua sifat jalal dan jamal ilahi .
  • Tidak digunakan untuk nama selain Allah.
  • Seluruh asma Ilahi dibaca dengan nama ini dan selainnya tidak benar. [13]

Jumlah kata Allah dalam Alquran

Menurut pendapat beberapa sumber, dengan tanpa menghitung dhamir yang kembali kepada kata Allah dan sejenisnya, kalimat Allah digunakan dalam Alquran sebanyak 2.699 kali. [14] Jika kita tambahkan lima hal terhadap katAllahumma maka jumlahnya akan menjadi 2.704 kali. Sebagian ulama dengan menghitung musytaq Allah dan Bismillah, kata Allah terulang sebanyak 2.807 kali dalam Quran. [15]

Catatan Kaki

  1. Maibadi, Kasyf al-Asrār, 1361 S, jld. 1, hal. 6; Al-Baihaqi, Al-Asma wa al-Sifat, Dar Ihya al-Tsurats al-Arabi, jld. 1, hal, 47.
  2. Al-Bastani, Dāirah al-Ma'ārif Bastani, Dar al-Ma'rifah, jld. 4, hal. 286.
  3. Fahr al-Razi, al-Tafsir al-Kabir, 1413 H, jld. 1, hal. 163.
  4. Fahr al-Razi, al-Tafsir al-Kabir, 1413 H, jld. 1; Shadiqi, al-Furqān, 1365 S, jld. 1, hal. 82-83.Muhaqiq, Asmā wa Shifat Ilahi, 1372 S, jld. 1, hal. 31; Subhani, Mafāhim al-Qur'ān, 1413 H, jld. 6, hal. 110.
  5. Firuz Abadi, al-Qamus al-Muhith, 1417 H, jld. 2, hal. 1631, "ilah"
  6. Firuz Abadi, al-Qāmus al-Muhith, 1417 H, jld. 2, hal. 1653, klausul ilah
  7. Maibadi, Kasyful Asrar, 1361 S, jld. 1, hal. 6; Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1406 H, jld. 1, hal. 90; Musthafawi, al-Tahqiq, 1374 S, jld. 1, hal. 119.
  8. al-Syarthuni, Aqrāb al-Mawārid, 1426 H, jld. 1, hal. 66; Ibnu Mandzur, Lisan al-Arab, 1408 H, jld. 1, hal. 188-190.
  9. Razi, Raudhal Jinan, jld. 1, hal. 57; Fakhru Razi, al-Tafsir al-Kabir, 1413 H, jld. 1, hal. 159; Bustani, Dairah al-Ma'arif Bustani, jld. 4, hal. 486.
  10. Ibnu Mandzur, Lisān al-Arabi, 1408 H, jld. 1, hal. 191; Razi, Raudhal Jinan, 11375 S, jld. 4, hal. 251; Qurthubi, Tafsir Qurthubi, 1417 H, jld. 4, hal. 35.
  11. Razi, Raudhal Jinān, jld. 4, hal. 251; Qurthubi, Tafsir Qurthubi, 1417 H, jld. 4, hal. 35; Thabrisi, Majma' al-Bayān, 1406 H, jld. 2, hal. 726; Fakhru Razi, al-Tafsir al-Kabir, 1413 H, jld. 8, hal. 3; Ibnu Mandzur, Lisān al-Arabi, 1408 H, jld. 1, hal. 190.
  12. Najafi, Jawāhir al-Kalām, Dar Ihya al-Tsurats al-Arabi, jld. 3, hal. 46.
  13. Al-Kaf'ami, al-Maqām al-Usna, Muasasah Qaim Ali Muhammad (Afs), hal. 25, 26.
  14. Ruhani, al-Mu'jam al-Isni, 1366 S, jld. 2, hal. 244, 252 dan 262.
  15. Asytiyani, Tafsir Surah Fatihah al-Kitāb, 1377 S, hal. 63.
  1. Bagian dari "لا اله الا الله"
  2. Bagian dari "اشهد ان لااله الا الله"

Daftar Pustaka

  • Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudhu al-Jinān wa Rauhu al- Janān fī Tafsīr al-Qur'ān. Riset Muhammad Jakfar Yahaqqi dan Muhammad Mahdi Nashih. Masyhad: Astan-e Quds-e Razawi, 1375 HS (1996).
  • Asytiyani, Jalaluddin. Tafsīr Sure-ye Fātihah al-Kitāb. Qom: Daftar-e Tablighat-e Islami. 1377 HS (1998).
  • Baihaqi, Ahman bin Husain. Al-Asmā' wa ash-Shifāt. Beirut: Daru Ihya' at-Turats al-'Arabi.
  • Buthrus al-Bustani. Ensiklopedia Al-Bustānī. Beirut: Dar al-Ma'rifah.
  • Fakhru ar-Razi. Tafsīr al-Kabīr (Mafātih al-Ghaib). Qom: Entesyarat-e Daftar-e Tablighat, 1413 H.
  • Firuz Abadi, Majduddin. Al-Qāmus al-Muhīth. Riset. Muhammad al-Mar'asyli. Beirut: Daru Ihya' at-Turats al-'Arabi, 1417 H.
  • Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukrim. Lisān al-'Arāb. Riset Ali Syiri. Beirut: Daru Ihya' at-Turats, 1408 H.
  • Kaf'ami, Taqiyuddin Ibrahim. Al-Maqām al-Asnā fī Tafsīr al-Asmā' al-Husnā. Riset: Faris al-Hasun. Muassisah Qaim Ali Muhammad afj.
  • Maibodi, Rasyiduddin. Kasyf al-Asrār wa 'iddah al-Abrār. Cet. IV. Riset Ali Ashghar Hikmat. Tehran: Amir Kabir, 1361 HS (1982).
  • Muhaqqiq, Muhammad Baqir. Asmā' wa Shifāt-e Ilāhī dar Qur'ān. Tehran: Islami, 1372 HS(1993).
  • Musthafawi, Hasan. At-Tahqīq fī Kalimāt al-Qur'ān al-Karīm. Tehran: Wezarat-e Farhang-e wa Ersyad-e Islami, 1374 HS (1995).
  • Najafi, Muhammad Hasan. Jawāhir al-Kalām fī Syarāyi' al-Islām. Cet. I. Beirut: Daru Ihya' at-Turats al-'Arabi,.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Tafsīr al-Qurthubi (al-Jāmi' li Ahkām al-Qurān). Cet. 5. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1417 H.
  • Rohani, Mahmud. Al-Mu'jam al-Ikhshāī li Alfādz al-Qur'ān al-Karīm. Masyhad: Astan-e Quds-e Razawi, 1366 HS (1987).
  • Shadiqi, Muhammad. Al-Furqān fīi Tafsīr al-Qur'ān. Cet. II. Tehran: Farhang-e Islami, 1365 HS(1986).
  • Subhani, Ja'far. Mafāhīm al-Qur'ān fī Ma'ālim al-Hukumah. Cet. IV.Riset Ja'far al-Hadi. Qom: Muassisah Imam Shadiq as, 1413 H.
  • Syartuni Lubnani. Aqrāb al-Mawārid fī Fushah al-'Arabiyyah wa asy-Syawwārid. Tehran. Dar al-Uswah, 1416 H.
  • Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayān fī Tafsīr al-Qur'ān. Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1415 H. Cetakan Offset Tehran: Nashir-e Khusru, 1406 H.