Prioritas: b, Kualitas: b

Surah Al-Fatihah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Surah Al-Fatihah
Surah Al-Baqarah
Arti Pembukaan
nomor 1
Nama lain al-Hamd • Ummu al-Qur'an • as-Sab'ul Matsani • al-Kanz • al-Asas • asy-Syifa • ad-Doa • al-Kafiyah • al-Wafiyah • Ruqyah
Juz 1
Wahyu
No. urut pewahyuan 5
Klasifikasi Makkiyah
Informasi
Jumlah ayat 7
Jumlah kata 29
Jumlah huruf 143

Surah Al-Fatihah (bahasa Arab: سورة الفاتحة‎) atau Al-Hamd merupakan surah pertama dalam Alquran yang diberi lakab "Ummu al-Kitab" (Induk Alquran). Surah ini termasuk di antara surah-surah Makkiah dan menempati juz pertama Alquran. Surah ini termasuk di antara surah-surah pendek (Qishar) yang di samping pendek, sesuai dengan beberapa riwayat, juga mengandung makna besar dan asas Alquran. Surah Al-Fatihah dibaca pada salat-salat wajib dan sunnah. Kandungan utama surah ini adalah tauhid dan pujian kepada Allah swt.

Terkait keutamaan pembacaan surah ini dimuat, turunnya surah ini menyebabkan tidak turunnya azab atas umat Islam. Pembacaan surah Al-Fatihah setelah shalat-shalat wajib untuk kesembuhan orang yang sedang sakit dan disaat meletakkan mayat ke dalam kubur adalah dihukumi mustahab.

Pengenalan

  • Nama-nama Surah Al-Fatihah dan Alasan Penamaannya

Nama asli surah ini, karena merupakan surah pertama Alquran dan Alquran dibuka denganya, adalah "Fatihah al-Kitab". Surah ini adalah surah sempurna yang pertama kali turun kepada Nabi saw.[1]

Karena nilai dan signifikansi tipikal surah ini, terdapat kurang lebih 20 nama untuk surah Al-Fatihah ini dan yang paling masyhur di antaranya adalah: Hamd (Pujian), Ummu Alquran (induk Alquran), Sab'u al-Matsāni (tujuh ayat yang dibaca dua kali dalam salat), Kanz (khazanah), Asas (asas), Munājat, Syifā (menyembuhkan), Doa, Kāfiyah (yang mencukupi), Wāfiyah (yang sempurna), Raqiyah (tempat berlindung). [2]

  • Tempat Turun dan Urutannya

Surah Hamd atau Al-Fatihah diturunkan sebanyak dua kali: Sekali waktu permulaan bi'tsah di Mekkah dan sekali waktu terjadi perubahan kiblat di Madinah. Atas dasar itu, surah ini juga disebut sebagai matsāni. Namun karena secara resmi untuk pertama kalinya diturunkan di Mekkah maka surah Al-Fatihah ini tergolong sebagai surah Makkiyah. Berdasarkan urutan mushaf, surah ini adalah surah pertama dan berdasarkan urutan pewahyuan termasuk sebagai surah kelima, dan merupakan surah sempurna yang pertama kali turun.[3]

  • Jumlah Ayat dan Kata

Surah ini terdiri dari 7 ayat, 29 kata dan 143 huruf. Surah ini dari sisi lafaz dan isi tergolong sebagai surah pendek Alquran yaitu "Mufasshalat" dan dalam kategori mufasshalat termasuk sebagai surah pendek (Qishar). Berdasarkan beberapa riwayat, meski surah ini pendek, namun memiliki kandungan yang besar nan agung sehingga disebut sebagai "Ummu al-kitab" dan "Asas al-Quran". [4]

Urgensitas

Surah ini menduduki posisi sangat agung dalam kehidupan beragama dan keseharian kaum Muslimin. Karena mereka membaca surah ini pada salat-salat lima waktu sehari semalam 10 kali (sesuai dengan fikih Syiah Imamiyah) atau 17 kali (sesuai dengan fikih Sunni). [5]IMam Ridha as mayakini bahwa pembacaan surah ini di awal salat karena memiliki semua kebaikan dan hikmah dunia dan akhirat, dimana tidak ada perkataan apapun yang bisa menandingi kekomprehensipannya.[6]

Isi

Kandungan utama surah ini adalah Tauhid, pujian kepada Allah swt, ibadah, permintaan tolong dan permohonan petunjuk dari Allah.[7] Dalam surah ini dijelaskan tentang sifat-sifat Allah, sifat-sifat dan ciri-ciri hamba shaleh, penjelaskan masalah petunjuk dan jalan lurus dalam bentuk doa serta ekspresi penolakan atas penyimpangan dan penyelewengan.[8]Surah ini dapat dibagi kepada dua bagian: satu bagian berbicara soal puja dan pujian kepada Allah dan bagian lain berbicara tentang kebutuhan-kebutuhan hamba. Berdasarkan hadis Qudsi, Allah swt berfirman: "Aku membagi surah Al-Hamd di antara Aku dan hamba-Ku; separuh darinya untuk-Ku dan separuh lagi untuk hamba-Ku".[9]

Hukum-Hukum

  • Mempelajari[10] dan membaca surah al-Hamad secara benar[11] serta membacanya pada rakaat pertama dan kedua dalam salat-salat wajib dan mustahab, wajib hukumnya atas mukallaf.[12]
  • Pelaku salat pada rakaat ketiga dan keempat bebas memilih antara membaca Al-Hamd dan empat tasbih. Mengenai mana yang lebih bagus antara membaca al-Hamad atau empat tasbih terjadi kontrovesri.[13]
  • Membaca isti'adzah ( أَعُوذُ باللّه‌ِ مِنَ الشَّیطانِ الرَّجِیمِ) sebelum membaca Al-Hamd pada rakaat pertama salat adalah mustahab[14] dan membaca "Amin" di akhir Al-Hamd dalam salat hukumnya haram dan penyebab batalnya salat.[15]
  • Mencukupkan dengan membaca Al-Hamd pada salat Nafilah yang di dalamnya tidak diperintahkan umtuk membaca surah khusus hukumnya boleh.[16]
  • Membaca surah Al-Hamd pada banyak tempat seperti untuk orang sakit[17], saat meletakkan mayat ke dalam kubur[18] dan mengambil turbah dari Hair Husaini hukumnya mustahab.[19]

Membaca إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ dalam Salat Imam Zaman as

Sebagian sumber hadis menganjurkan untuk melaksanakan satu salat yang di dalamnya bacaan ayat: {[ia| إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}} diulang 100 kali. Dalam salat ini yang masyhur dengan "Salat Imam Zaman", ayat ini dibaca 100 kali dalam surah Al-Hamd pada masing-masing rakaat.[20]

Quthbuddin Rawandi dan Sayid Ibnu Thawus termasuk diantara para perawi hadis salat Imam Zaman as.[21]

Kitab-kitab Tafsir Tentang Al-Fatihah

Surah ini di samping ditafsirkan dalam kitab-kitab tasir yang mencakup seluruh Alquran juga memiliki kitab-kitab tafsir tersendiri di antaranya:

  1. Al-Urwah al-Wutsqā terkait dengan Tafsir Surah Al-Hamd, karya Syaikh Bahai. [22]
  2. I'jāz al-Bayān fi Tafsir al-Qur'ān, Karya Shadruddin Qunawi, diedit oleh Jalaluddin Asytiyani. [23]
  3. Partu az Tafsir Surah Hamd atau Lum'ah fi Tafsir Al-Hamd, karya Muhammad Kazhim (Imaduddin) Jazairi. [24]
  4. Tafsir Surah Mubarake Hamd, karya Sayid Izzuddin Husaini Zanjani. [25]
  5. Fātihah Al-Kitāb: Tafsir Surah Syarifah Hamd, karya Abdul Husain Dasteghib. [26]
  6. Tafsir Sureh Hamd, karya Imam Khumaini[27]

Membaca Al-Fatihah

Mengingat bahwa dalam hadis-hadis Nabi saw dan Ahlulbait as dianjurkan untuk membacakan Alquran bagi orang-orang yang telah meninggal dunia,[28]orang-orang yang hadir dalam acara tahlilan atau di sisi kuburan mereka membacakan sebagian surah-surah Alquran. Karena pada momen-momen seperti ini umumnya dibacakan surah Al-Fatihah, maka perbuatan ini disebut "pembacaan Al-Fatihah". Istilah "pembacaan Al-Fatihah" terkadang digunakan untuk majlis khataman Alquran untuk mayat.

Keutamaan dan Khasiat

Banyak riwayat terkait keutamaan dan urgensi surah ini. Berdasarkan sebuah riwayat, Jibril memberikan isyarat kepada Nabi saw bahwa turunnya surah ini menyebabkan tidak turunnya azab atas uma Islam.[29] Dan, dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa pembacaan surah ini dapat menyembuhkan setiap penyakit.[30] Imam Ali as meriwayatkan dari Nabi saw bahwa surah Al-Fatihah termasuk diantara harga berharga arasy Ilahi dan Allah mengkhusukan itu kepada nabi-Nya dan Ia tidak mengikutkan seorang nabi pun di dalamnya kecuali pada 'Bismillah' yang diberikan kepada nabi Sulaiman as... barangsiapa membaca surah ini dengan menyakini (wajibnya) mencintai dan mengikuti Muhammad dan keluarga sucinya niscaya akan dibalas dengan kebaikan dari setiap hurufnya, yang mana kebaikan itu lebih baik dari dunia dan seisinya.[31]

Nabi saw meyakini surah Al-Fatihah paling bagusnya surah Alquran, seraya bersabda: "Di dalam Taurat, Injil, Zabur dan Alquran tidak turun sebuah surah seperti surah Al-Fatihah". Di hadis lain dijelaskan, pahala membaca surah Al-Fatihah sepadan dengan pahala membaca dua pertiga Alquran dan pahala bersedekah kepada seluruh orang-orang yang beriman.[32] Imam Ja'far Shadiq as berkenaan dengan surah Al-Fatihah juga bersabda: "Barang siapa membacanya, niscaya Allah membuka jalan baginya menuju kebaikan dunia dan akhirat". Beliau juga bersabda, "Nama agung Allah terbagi-bagi dalam surah ini".[33]Syaikh Mufid dalam kitab al-Ikhtishash menukil sebuah hadis bahwa Nabi saw dalam menjawab pertanyaan tentang pahala pembacaan surah Al-Fatihah, bersabda, "Pahalanya sepadan dengan pahala membaca seluruh kitab-kitab langit".[34]

Matan Surah

Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَ‌بِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَ‌اطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَ‌اطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ‌ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧

Terjemahan

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 4. Yang menguasai di Hari Pembalasan. 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. 6. Tunjukilah kami jalan yang lurus, 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Catatan Kaki

  1. Ma'rifat, al-Tamhid, jld. 1, hlm. 127
  2. Khurramsyahi, Qiwamuddin, Surah Fatihah, jld. 2, 1236.
  3. Muhaqqiqiyan, Surah Hamd, hlm. 725; Ma'rifat, al-Tamhid, jld. 1, hlm. 127
  4. Khurramsyahi, Qiwamuddin, Surah Fatihah, jld. 2, 1236.
  5. Qurane Karim, Tarjumeh, Taudhihat wa Wazihnameh (Terjemahan, penjelasan dan kamus), Bahauddin Khurramsyahi, terkait dengan surah Al-Fatihah.
  6. Shaduq, Man la Yahduruhu al-Faqih, jld. 1, hlm. 310
  7. Muhaqqiqiyan, Surah Hamd, hlm. 726
  8. Khurramsyahi, Qiwamuddin, Surah Fatihah, jld. 2, 1236.
  9. Shaduq, Amali, hlm. 176; Makarim Syirazi, Tafsir Nimuneh, jld.1, hlm.7
  10. Najafi, Jawahir al-Kalam, jld.9, hlm.300
  11. Allamah Hilli, Tadzkirah al-Fuqaha, jld. 3, hlm. 135
  12. Najafi, Jawahir al-Kalam, jld.9, hlm.284-286
  13. Najafi, Jawahir al-Kalam, jld.9, hlm.319-331
  14. Imam Khumaini, Taudhih al-Masail (Muhassyi) jld.1, hlm. 559, masalah no.1017
  15. Najafi, Jawahir al-Kalam, jld.1, hlm. 2-11
  16. Thabathabai Yazdi, al-Urwah al-Wutsqa, jld.2, hlm.501
  17. Thabathabai Yazdi, al-Urwah al-Wutsqa, jld.2, hlm. 17
  18. Thabathabai Yazdi, al-Urwah al-Wutsqa, jld.2, hlm. 119
  19. Hur Amili, Wasail al-Syiah, jld. 14, hlm. 531
  20. Sayid Ibnu Thawus, Jamal al-Usbu, hlm.280; Sayid Ibnu Thawus, Mahj al-Da'awat, hlm. 294; Kaf'ami, al-Balad al-Amin, hlm.164; Quthbuddin Rawandi, al-Da'awat, hlm. 89
  21. Sayid Ibnu Thawus, Jamal al-Usbu, hlm.280; Sayid Ibnu Thawus, Mahj al-Da'awat, hlm. 294; Kaf'ami, al-Balad al-Amin, hlm.164; Quthbuddin Rawandi, al-Da'awat, hlm. 89
  22. Al-Urwah al-Wutsqa dar Tafsir Surah Hamd
  23. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/1260671
  24. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/492348
  25. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/726676
  26. http://opac.nlai.ir/opac-prod/bibliographic/535503
  27. [1]
  28. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld.99, hlm. 300
  29. Fakhru Razi, al-Tafsir al-Kabir, jld. 1, hlm. 158
  30. Bahrani, al-Burhan, jld. 1, hlm. 97
  31. Shaduq, al-Amali, hlm. 176
  32. Thabrisi, Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Quran, jld.1, hlm.88
  33. Nuri Thabrisi, Mustadrak al-Wasail, jld.4, hlm. 330
  34. Syaikh Mufid, al-Ikhtishash, hlm.39

Daftar Pustaka


  • Al-Qur'an Al-Karim. Penerjemah Persia: Muhammad Mahdi Fuladwand. Tehran: Dar al-Qur'an al-Karim, 1418 H/1376 HS.
  • Bahrani, Hasyim Sulaiman. Al-Burhan fi Tafsir al-Quran. Qom: Yayasan Bi'tsat, 1415 H.
  • Fakhru Razi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir'. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-arabi, 14120 H.
  • Hilli, Hasan bin Yusuf bin Muthahhar Asadi. Tadzkirah al-Fuqaha. Qom: Yayasan Al al-Bait, cet. I, 1414 H.
  • Hurr Amili, Muhammad bin Hasan. Tafshil Wasail al-Syi'ah ila Tahshil Masail al-Syari'ah. Qom: Yayasan Al al-Bait, cet. I, 1409 H.
  • Kaf'ami, Ibrahim bin Ali. Al-Balad al-Amin wa al-Dir'u al-Hashin. Beirut: Muassasah al-A'lami li al-Matbu'at, 1418 H.
  • Khamehgar, Muhammad. Sakhtar Surehhaye Qurane Karim. Qom: penerbit Nasyra, cet. I, 1392 HS.
  • Khurramsyahi, Bahauddin. Danesynameh Qur'an wa Qur'an Pazyuhi. Tehran: Dustan- Nahid, 1377 HS.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Diteliti oleh Sayid Ibrahim Miyanaji dan Muhammad Baqir Behbudi. Dar Ihya al-Turats, 1403 H/1983.
  • Makarim Syirazi, Nashir. TafsirNemuneh. teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, cet. I, 1374 HS.
  • Ma'rifat, Muhammad Hadi. Al-Tamhid fi Ulum al-Quran. Qom: Hauzah Ilmiah, 1410 H.
  • Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Ikhtishash. Diteliti oleh Ali Akbar Ghaffari dan Mahmud Mahrami Zarandi. Qom: Al-Mu'tamar al-Alami li Alfiah Syaikh al-Mufid, 1413 H.
  • Muhaqqiqiyan, Ridha. Surah Hamd, dar Daneshnameh Mu'ashir Qurane Karim. Qom: Intisyarat Salman Azadeh, 1396 HS.
  • Musawi Khumaini, Sayid Ruhullah. Taudhih al-Masail (Muhasysya). Diteliti oleh Sayid Muhammad Husain Bani Hasyimi Khumaini. Qom: Daftar Intisyarat Islami, cet. VIII, 1424 H.
  • Najafi,Muhammad Hasan. Jawahir al-Kalam fi Syarh Syara'i al-Islam. Diteliti oleh Abbas Quchani dan Ali Akhundi. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1404 H.
  • Nuri Thabrisi, Mirza Husain. Mustadrak al-Wasail wa Muntanbath al-Masail. Beirut: Al Al-Bait, cet. II, 1408 H.
  • Quran Karim; Terjemahan, Penjelasan dan Kamus. Bahauddin Khurramsyahi. Tehran: Jami Nilufar, 1376 HS.
  • Qutbuddin Rawandi, Said Hibatullah. Al-Da'awat (Salwat al-Hazin). Qom: Intisyarat Madrasah Imam Mahdi af, 1407 H.
  • Referensi bagian hukum-hukum fikih: Farhangge Feqhe Parsi. [2].
  • Sayid Ibnu THawus, Radhiyuddin Ali. Jamal al-Usbu bi Kamal al-'Amal al-Masyru'. Qom: Dar al-Radhi, cet. I, tanpa tahun.
  • Shaduq, Muhammad bin Ali. Man la Yahduruhu al-Faqih. Diedit oleh Ali Akbar Ghaffari. Qom: Intisyarat Ismlami, 1413 H.
  • Thabathabai Yazdi, Sayid Muhamamd Kazhim. Al-Urwah al-Wutsqa fi ma Ta'ummu bihi al-Balwa (al-Muhasysya). Qom: Daftar Intisyarat Islami, cet. I, 1419 H.
  • Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Teheran: Intisyarat Nashir Khosru, 1372 HS.

Pranala Luar