Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Fathir

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Fathir
فاطر
434-35.jpg
Ayat 1-3
Informasi
Arti: Sang Pencipta
Nama lain: Al-Mala'ikah (Malaikat)
Surah ke: 35
No urut pewahyuan: 43
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 22
Statistik
Jumlah ayat: 45
Jumlah kata: 780
Jumlah huruf: 3227
Surah sebelumnya Saba’
Surah setelahnya Yasin

Surah Fathir (Bahasa Arab:فاطر, Fāthir, Sang Pencipta) adalah surah ke-35 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-43 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Disebut sebagai Surah Fathir karena pada ayat pertamanya menyebutkan nama Allah Swt sebagai Fathir sehingga surah ini disebut Fathir. Nama lain dari surah ini adalah Malaikat. Dari sisi isi, surah Fathir termasuk sebagai Al-Matsani (kurang dari seratus ayat) dan berukuran satu hizb (1/4 juz Al-Quran).


Nama-nama Surah Fathir

Surah Fathir disebut sebagai Fathir karena menyebut nama Allah Swt (Fāthir) pada ayat pertama surah ini. Nama lain surah ini adalah Malaikat karena pada ayat-ayat pertama menyinggung tentang para malaikat, risalah dan penciptaan mereka. Pada ayat ini, para malaikat disebutkan sebagai makhluk yang memiliki sayap (ajniha). [1]


Identitas Surah Fathir

Surah Fathir adalah surah kelima dan surah terakhir dari lima surah yang dimulai dengan redaksi “Alhamdulillah” yaitu pujian kepada Allah Swt. Surah ini terdiri dari 45 ayat dan menurut para qari Syam dan Madinah terdiri dari 46 ayat dimana yang terkenal adalah pendapat pertama. Surah Fathir mengandung 780 kata dan 3228 huruf. Surah ini adalah surah ke-35 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-43 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah Fathir termasuk sebagai salah satu surah Makkiyah. Dari sisi isi, surah Fathir termasuk sebagai Al-Matsani (kurang dari seratus ayat) dan berukuran satu hizb (1/4 juz Al-Quran).


Tema Utama

Surah Fathir mengingatkan manusia atas tipuan dan fitnah dunia, was-was setan. Surah ini memperkenalkan manusia sebagai makhluk yang fakir dan Tuhan Mahakaya serta tidak membutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mengingkatkan manusia supaya mengenal wali nikmat dan menaruh perhatian kepada-Nya sebagai manifestasi rasa syukur atas segala nikmat Ilahi. Tema lainnya adalah masalah hari kiamat dan hari kebangkitan, demikian juga tentang sebagian kondisi kiamat, penyesalan orang-orang kafir dan harapan mereka supaya dapat kembali ke dunia untuk menebus apa yang dulunya tidak mereka lakukan. [2]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1246.
  2. Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1247.


Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar