Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Mumtahanah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Mumtahanah
الممتحنة
549-60.jpg
Ayat 1-5
Informasi
Arti: Wanita yang Diuji
Nama lain: Al-Imtihān, Al-Mawaddah
Surah ke: 60
No urut pewahyuan: 91
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 28
Statistik
Jumlah ayat: 13
Jumlah kata: 325
Jumlah huruf: 1560
Surah sebelumnya Al-Hasyr
Surah setelahnya Al-Shaf

Surah Al-Mumtahanah (Bahasa Arab:الممتحنة, Al-Mumtahanah, "Wanita Yang Diuji") adalah surah ke-60 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-101 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini disebut sebagai Al-Mumtahanah (yang memiliki akar kata imtihan) karena pada ayat 10 Rasulullah Saw diperintahkan Saw untuk menguji para wanita Muhajir. Surah Al-Mumtahanah dari sisi isi adalah surah Thiwāl al-Mufasshalāt. Surah ini berbicara tentang beberapa hukum penting fikih, politik demikian juga hukum terkhusus untuk para wanita Muhajir serta meyangkut peristiwa baiat para wanita kepada Rasulullah Saw setelah Fathu Mekkah.

Identitas Surah Al-Mumtahanah

Surah ini disebut sebagai Al-Mumtahanah dan memiliki akar kata imtihan sebagaimana yang disebutkan pada ayat 10 dengan «فَامْتَحِنُوهُنَّ» maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Apabila dibaca dengan fatha ha maka ia menjadi ism maf’ul (mumtahanah=yang diuji) dan apabila dibaca dengan kasrah ha maka ia akan menjadi ism fa’il (mumtahinah=yang menguji).


Nama-nama Surah Mumtahanah

Surah ini (dapat) dibaca dengan dua tanda baca (ism fa’il dan ism maf’ul), karena pada ayat 10 Rasulullah Saw diperintahkan untuk menguji para wanita Muhajir sehingga menjadi jelas alasan mereka meninggalkan suami mereka dari Mekkah ke Medinah kemudian setelah itu diputuskan tentangnya. Karena itu, para wanita Muhajir adalah mumtahana (dibaca dengan fatha ha) yang bermakna wanita yang diuji dan Rasulullah Saw sebagai mumtahin (dibaca dengan kasrah ha) merupakah penguji. Nama kedua surah ini adalah Al-Imtihān lantaran akar kata mumtahanah (atau mumtahinah) adalah imtihān. Nama ketiga surah ini adalah Al-Mawaddah karena kata ini digunakan sebanyak 3 kali pada surah ini, dua kali pada ayat 1 yang berisikan larangan kepada kaum Muslimin untuk tidak mencintai (mawaddah) kepada para musuh Allah, dan pada ayat 7 terkait dengan ramalan hubungan mawaddah kaum Muslimin dengan para musuh Allah, dimana berita gaib ini terealisasi dengan Fathu Mekkah dan berimannya orang-orang Quraisy serta berubahnya mereka dari lawan menjadi kawan dan berteman dengan kaum Muslimin. Surah Al-Mumtahanah terdiri dari 13 ayat, 352 kata dan 1560 huruf. Sesuai dengan urutan mushaf surah ini adalah surah ke-60 dan berdasarkan susunan pewahyuan merupakan surah ke-91 surah Al-Qurann. Surah ini tergolong sebagai surah Madaniyah. Dari sisi isi surah Al-Mumtahanah termasuk sebagai salah satu surah Thiwāl al-Mufasshalāt dan ukurannya kurang lebih satu hizb (1/4) Al-Quran.


Tema Utama

Tema-tema yang diangkat dalam surah Al-Mumtahanah mencakup beberapa hukum penting fikih, politik demikian juga hukum-hukum ihwal para wanita Muhajir. Demikian juga peristiwa baiat para wanita dengan Rasulullah Saw setelah Fathu Mekkah. Dalam surah ini disebutkan bahwa kriteria pertemanan dan permusuhan haruslah berdasarkan pada Tuhan. Tema lainnya adalah tentang doa-doa dan munajat Nabi Ibrahim As serta menjelaskan tentang doa. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1255.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar