Prioritas: aa, Kualitas: c

Alquran al-Karim

Dari WikiShia
(Dialihkan dari Al-Quran)
Lompat ke: navigasi, cari
Sebuah Naskah Al-Quran Pada Abad 4 atau 5, Kaligrafi Kufi di Masjid Desa Nugul, Sanandaj

Alquran adalah kitab samawi agama Islam. Menurut keyakinan kaum Muslimin, Alquran adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Mereka berpandangan bahwa kandungan dan lafaz Alquran berasal dari Allah swt; demikian juga mereka meyakini bahwa Alquran itu adalah mukjizat dan tanda kenabian Nabi Muhammad saw serta kitab samawi pamungkas. Kitab ini menegaskan sendiri kemukjizatannya dan dijadikan sebagai dalil adalah tiada seorang pun yang dapat mendatangkan hal yang serupa dengannya.

Alquran pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw di gua Hira yang terletak di gunung Tsaur. Pandangan yang masyhur adalah ayat-ayat ini diwahyukan, di samping melalui malaikat wahyu dan juga diwahyukan secara langsung tanpa perantara. Menurut kebanyakan kaum Muslimin, pewahyuan Alquran berlangsung secara gradual; namun sebagian berpendapat bahwa di samping bersifat gradual dan perlahan, Alquran juga diturunkan secara serentak di malam Qadar kepada Rasulullah saw.

Ayat-ayat Alquran pada masa Rasulullah saw ditulis secara berserakan pada kulit hewan-hewan, kayu pohon kurma, kertas dan kain. Setelah wafatnya Rasulullah saw, ayat-ayat dan surah-surah Alquran dikumpulkan oleh para sahabat; namun naskah-naskah kebanyakan yang telah tersusun dalam urutan surah-surah dan qira’ah yang berbeda-beda. Berdasarkan perintah Usman, naskah tunggal Alquran disiapkan dan naskah-naskah yang lain dihilangkan. Umat Muslim Syiah, mengikut para imam, menilai naskah ini sebagai naskah yang benar dan sempurna.

Alquran, Furqan, Alkitab dan Mushaf merupakan nama-nama yang paling masyhur Alquran. Alquran terdiri dari 114 surah, hampir 6000 ayat, 30 juz, dan 120 hizb. Dalam Alquran dibahas tentang tauhid, ma’ad, peperangan yang diikuti Rasulullah saw, kisah-kisah para nabi, amalan-amalan saleh dalam Islam, keutamaan dan keburukan akhlak, pepeperangan melawan kemusyrikan dan kemunafikan.

Hingga abad keempat Hijriah, menyebar ragam qiraat dan bacaan terhadap Alquran. Adanya naskah-naskah yang berbeda di kalangan umat Muslim, khat-khat Arab yang masih permulaan, adanya perbedaan dialek yang berbeda-beda, subyektifisme para pembaca Alquran, merupakan beberapa faktor penyebab munculnya perbedaan bacaan. Pada abad ini terdapat tujuh qiraah yang dipilih dari beberapa qiraah yang sebelumnya ada. Qiraah yang umumnya dipakai di kalangan umat Islam adalah qiraah Ashim dengan riwayat Hafsh.

Terjemahan keseluruhan Alquran dalam bahasa Persia dimulai pada abad Ke-4 Hijriah dan dalam bahasa Latin ditulis pada abad keenam Hijriah. Terjemahan Latin ini dicetak untuk pertama kalinya pada tahun 950 HQ (1543 M) di Italia. Cetakan pertamanya diinisiasi oleh kaum Muslimin pada tahun 1200 HQ di Saint Petersburg Rusia. Iran adalah Negara pertama Muslim yang mencetak Alquran pada tahun tahun-tahun 1243 HQ dan 1248 HQ. Cetakan Alquran dewasa ini dikenal dengan cetakan khat Usman Thaha yang terbit di Mesir.

Alquran telah menjadi sumber ilmu pengetahuan terbesar di kalangan umat Muslim. Tafsir dan Ulumul Quran seperti sejarah Alquran, ilmu bahasa Quran, ilmu I’rab dan Balaghah, kisah-kisah Alquran dan I’jaz Alquran adalah bagian-bagian dari pelajaran Ulumul Quran.

Alquran memiliki kedudukan yang tinggi dalam apresiasi seni dan kebudayaan kaum Muslimin. Khatam Alquran, meletakkan Alquran di atas kepala, pembacaan Alquran pada pesta pernikahan merupakan beberapa contoh dari apresiasi seni dan kebudayaan ini. Refleksi yang paling nyata Alquran dalam bidang seni dapat dijumpai pada seni-seni seperti kaligrafi, penjilidan, sastra dan arsitektur.

Kalamullah

Sesuai dengan keyakinan kaum Muslimin, Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara wahyu. [1] Kandungan dan lafaz Alquran juga bersumber dari Allah swt. [2] Pertama kali wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad di gua Hira yang terletak di gunung Nur. [3] Disebutkan bahwa ayat-ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah ayat-ayat pertama surah Al-Alaq. Surah pertama yang diturunkan secara utuh adalah Surah Al-Fatihah. [4] Menurut kaum Muslimin, Nabi Muhammad saw adalah nabi pamungkas dan Alquran adalah kitab terakhir samawi. [5]

Proses Penerimaan Wahyu

Pewahyuan Alquran kepada Nabi Muhammad saw dibagi menjadi tiga bagian: Ilham, di balik tirai dan melalui para malaikat. [6] Sebagian ulama dengan bersandar pada ayat-ayat seperti «قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّـهِ[7] Disebutkan bahwa pewahyuan kitab samawi ini terjadi dengan perantara Jibril; [8] Namun pandangan yang masyhur bahwa Alquran diwahyukan dalam bentuk-bentuk yang lain di antaranya secara langsung tanpa perantara kepada Nabi Muhammad saw. [9]

Pewahyuan Gradual dan Serentak

Berdasarkan sebagian ayat Alquran, kitab ini diturunkan di bulan Ramadhan dan malam Qadar. [10] Karena itu, di kalangan Muslimin terdapat perbedaan pendapat terkait dengan apakah Alquran diturunkan satu waktu (serentak) atau secara perlahan. [11] Sebagian berkata, “Di samping diturunkan secara serentak juga diturunkan secara perlahan; [12] Sekelompok ulama berpendapat bahwa Alquran diturunkan pada satu tahun, pada malam Qadar juga diturunkan sekali waktu; [13] Pendapat lainnya bahwa Alquran diturunkan secara perlahan dan awal diturunkan pada bulan Ramadhan pada malam Qadar. [14]

Nama-nama Alquran

Alquran memiliki banyak nama. Quran, Furqan, Alkitab, Mushaf merupakan nama-nama yang terkenal untuk Alquran. [15]

Nama Mushaf diberikan oleh Abu Bakar; adapun nama-nama lainnya disebutkan dalam Alquran;1[16] Alquran merupakan nama yang paling terkenal untuk kitab samawi ini. Kata Alquran bersumber dari bahasa Arab yang bermakna bacaan yang enak dibaca. Disertai dengan alif dan lam dinyatkan sebanyak lima puluh kali dalam Alquran dimana pada semua penggunaan itu maknanya kitab Alquran; demikian juga tanpa alif dan lam disebutkan sebanyak dua puluh kali dalam Alquran yang pada tiga belas perkara bermakna kitab Alquran. [17]

Kedudukan

Akhlak
مکارم اخلاق.jpg


Ayat-ayat Akhlak
Ayat-ayat al-IfikAyat UkhuwahAyat Istirja'Ayat Ith'amAyat Naba'Ayat Najwa


Hadis-hadis Akhlak
Hadis ''Qurb Nawafil''Hadis Makarim AkhlakHadis MikrajHadis ''junud aql'' dan ''jahl''


Keutamaan-keutamaan Akhlak
Rendah HatiKepuasanDermawanMenahan AmarahIkhlasLembutZuhud


Keburukan-keburukan Moral
CongkakTamakHasudDustaGibahGunjingkikirMendurhakai orang tuaHadis ''Nafs''Besar DiriMengupingMemutus hubungan silaturahmiPenyebaran Kekejian


Istilah-istilah Akhlak
Jihad NafsNafs LawamahNafsu AmarahJiwa yang tenangPerhitunganMuraqabahMusyaratahDosaPelajaran Akhlak


Ulama Akhlak
Mulla Mahdi NaraqiMulla Ahmad NaraqiSayid Ali QadhiSayid Ridha BahauddiniDastgheibMuhammad Taqi Bahjat


Sumber Referensi Akhlak

Al-Qur'anNahjul BalaghahMishbah al-Syari'ahMakarim al-AkhlaqAl-Mahajjah al-Baidha' Majmu'atu WaramJami' al-Sa'adatMi'raj al-Sa'adahAl-Muraqabat

Alquran adalah sumber terpenting pemikiran kaum Muslimin. Sumber lain dalam pemikiran Islam adalah hadis dan sunnah; artinya ajaran-ajaran yang diperoleh dari sumber-sumber Islam lainnya, apabila bertentangan dalam Alquran, maka tidak ada nilainya sama sekali; [18] Berdasarkan riwayat-riwayat dari Rasulullah saw dan para Imam Syiah, hadis-hadis harus disandingkan dengan Alquran. Apabila tidak sesuai maka ia harus dinilai sebagai riwayat-riwayat yang tidak muktabar dan sifatnya rekayasa. [19]

Sebagai contoh dari Rasulullah saw dilaporkan: “Ucapan apa pun yang dikutip dariku untuk kalian, apabila sejalan dengan Alquran, maka sesungguhnya aku mengatakannya dan apabila tidak sejalan dengan Alquran maka sesunggunya aku tidak mengatakannya; [20] dalam sebuah riwayat dari Imam Shadiq as juga disebutkan bahwa setiap hadis yang tidak sejalan dengan Alquran maka itu adalah dusta belaka. [21]

Sejarah Al-Quran

Penulisan dan Penyusunan

Rasulullah saw sering kali menegaskan tentang penghafalan, pembacaan serta penulisan ayat-ayat Alquran. Hal ini dilakukan mengingat masih kurangnya orang-orang yang terdidik dan minimnya fasilitas-fasilitas alat tulis pada tahun-tahun pertama bi’tsah. Demikian juga sebagai antisipasi jangan-jangan kata-kata Alquran itu dilupakan atau keliru dicatat. Karena itu diupayakan ayat-ayat Alquran dihafalkan dan dibacakan secara benar. [22]

Tatkala sebuah ayat diturunkan, Rasulullah mempelajarinya kemudian dituliskan. [23]-ayat Alquran, dalam bentuk yang berserakan, tertulis pada kulit-kulit hewan, batang kayu kurma, kain dan kertas. [24]

Rasulullah saw sendiri mengawasi penulisan wahyu. Setelah membacakan ayat-ayat bagi para penulis wahyu, ia meminta mereka untuk membacakan apa yang telah mereka tulis sehingga kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dapat diperbaiki. [25] Suyuthi menulis, “Pada masa Rasulullah saw Alquran telah ditulis namun tidak satu tempat dan urutan surah-surah juga belum jelas.” [26]

Penyusunan Alquran seperti dalam bentuknya yang sekarang tidak dilakukan pada masa Nabi Muhammad saw. Dalam buku al-Tamhid fi ‘Ulum al-Qur’an disebutkan bahwa pada masa Nabi Muhammad saw, ayat-ayat dan nama-nama surah telah jelas sesuai dengan pendapatnya; namun penyusunan terakhir Alquran dalam bentuk satu kitab dan susunan surah-surah dilakukan pasca wafatnya Nabi Muhammad dan berdasarkan pertimbangan sahabat. [27] Menurut buku ini disebtukan bahwa yang pertama kali menyusun Alquran adalah Imam Ali as. Ia mengumpulkan surah-surah Alquran berdasarkan sejarah pewahyuan dan penurunan wahyu. [28]

Penyatuan Mushaf

Pasca wafatnya Rasulullah saw, sahabat-sahabat masing-masing mengumpulkan Alquran. Banyak mushaf yang telah disusun yang berbeda satu dengan yang lain dari sisi susunan surah dan bacaannya. [29] Hal ini telah menyebabkan masing-masing dari kelompok ini menilai bahwa bacaan Alquran mereka yang benar dan bacaan kelompok lain keliru. [30]

Sesuai dengan usulan Hudzaifah kepada Usman untuk menyatukan mushaf-mushaf yang ada dan persetujuan sahabat, Usman kemudian menugaskan sekelompok sahabat untuk melakukan hal ini. [31]

Ia mengutus orang-orang ke beberapa negeri Islam dan mengumpulkan seluruh Alquran yang ada; lalu memerintahkan naskah-naskah itu untuk dilenyapkan. [32] Dalam al-Tamhid disebutkan bahwa kemungkinan besar masa penyatuan mushaf-mushaf Alquran ini terjadi pada tahun 25 H. [33]


Persetujuan Para Imam Syiah atas Mushaf Utsmani

Tulisan Asli: Mushaf Usmani Berdasarkan beberapa riwayat, para imam Syiah sepakat dengan penyatuan mushaf-mushaf dan mushaf yang diperintahkan oleh khalifah Usman untuk disusun. Suyuthi mengutip dari Imam Ali as bahwa Usman bermusyawarah dengannya terkait dengan penyatuan Alquran-alquran dan dia juga setuju dengan usulan ini. [34] Demikian juga diriwayatkan bahwa Imam Shadiq as tidak melarang seseorang yang membacakan Alquran di hadapannya yang berbeda dengan bacaan resmi. [35] ‘‘Al-Tamhid’’ menyebutkan bahwa umat Muslim Syiah menyebutkan bahwa Alquran yang ada di tangan kaum Muslimin sekarang ini adalah Alquran yang sempurna. [36]

No. Nama Surah Bahasa Arab Arti Nama Ayat Tempat Turun Urutan Pewahyuan
1 Surah Al-Fatihah الفاتحة Pembukaan 7 Mekkah 5
2 Surah Al-Baqarah البقرة Sapi Betina 286 Madinah 87
3 Surah Ali Imran آل عمران Keluarga Imran 200 Madinah 89
4 Surah Al-Nisa النّساء Wanita 176 Madinah 92
5 Surah Al-Maidah المآئدة Jamuan (hidangan makanan) 120 Madinah 112
6 Surah Al-An'am الانعام Binatang Ternak 165 Mekkah 55
7 Surah Al-A'raf الأعراف Tempat yang tertinggi 206 Mekkah 39
8 Surah Al-Anfal الأنفال Harta rampasan perang 75 Madinah 88
9 Surah Al-Taubah التوبة‎‎ Pengampunan 129 Madinah 113
10 Surah Yunus ينوس Nabi Yunus 109 Mekkah 51
11 Surah Hud هود Nabi Hud 123 Mekkah 52
12 Surah Yusuf يسوف Nabi Yusuf 111 Mekkah 53
13 Surah Al-Ra'd الرّعد Guruh (petir) 43 Madinah 96
14 Surah Ibrahim إبراهيم Nabi Ibrahim 52 Mekkah 72
15 Surah Al-Hijr الحجر Al Hijr (nama gunung) 99 Mekkah 54
16 Surah Al-Nahl النّحل Lebah 128 Mekkah 70
17 Surah Al-Isra' الإسرا Memperjalankan di waktu malam 111 Mekkah 50
18 Surah Al-Kahf الكهف Penghuni-penghuni gua 110 Mekkah 69
19 Surah Maryam مريم Maryam (Maria) 98 Mekkah 44
20 Surah Thaha طه Ta Ha 135 Mekkah 45
21 Surah Al-Anbiya الأنبياء Nabi-Nabi 112 Mekkah 73
22 Surah Al-Hajj الحجّ Haji 78 Madinah 103
23 Surah Al-Mukminun المؤمنون Orang-orang mukmin 118 Mekkah 74
24 Surah Al-Nur النّور Cahaya 64 Madinah 102
25 Surah Al-Furqan الفرقان Pembeda 77 Mekkah 42
26 Surah Al-Syu'ara الشّعراء Penyair 227 Mekkah 47
27 Surah Al-Naml النّمل Semut 93 Mekkah 48
28 Surah Al-Qashash القصص Cerita 88 Mekkah 49
29 Surah Al-Ankabut العنكبوت Laba-laba 69 Mekkah 85
30 Surah Al-Rum الرّوم Bangsa Romawi 60 Mekkah 84
31 Surah Lukman لقمان Keluarga Lukman 34 Mekkah 57
32 Surah Al-Sajdah السّجدة Sajdah 30 Mekkah 75
33 Surah Al-Ahzab الْأحزاب Golongan-Golongan yang bersekutu 73 Madinah 90
34 Surah Saba' سبا Kaum Saba' 54 Mekkah 58
35 Surah Fathir فاطر Pencipta 45 Mekkah 43
36 Surah Yasin يس Yaasiin 83 Mekkah 41
37 Surah Al-Shaffat الصّافات Barisan-barisan 182 Mekkah 56
38 Surah Shad ص Shaad 88 Mekkah 38
39 Surah Al-Zumar الزّمر Rombongan-rombongan 75 Mekkah 59
40 Surah Ghafir غافر Sang Pengampun dosa 85 Mekkah 60
41 Surah Fusshilat فصّلت Yang dijelaskan 54 Mekkah 61
42 Surah Al-Syura الشّورى Musyawarah 53 Mekkah 62
43 Surah Al-Zukhruf الزّخرف Perhiasan 89 Mekkah 63
44 Surah Al-Dukhan الدّخان Kabut 59 Mekkah 64
45 Surah Al-Jatsiyah الجاثية Yang bertekuk lutut 37 Mekkah 65
46 Surah Al-Ahqaf الَأحقاف Bukit-bukit pasir 35 Mekkah 66
47 Surah Muhammad محمّد Muhammad 38 Madinah 95
48 Surah Al-Fath الفتح Kemenangan 29 Madinah 111
49 Surah Al-Hujurat الحجرات Kamar-kamar 18 Madinah 106
50 Surah Qaf ق Qaaf 45 Mekkah 34
51 Surah Al-Dzariyat الذّاريات Angin yang menerbangkan 60 Mekkah 67
52 Surah Al-Thur الطّور Bukit 49 Mekkah 76
53 Surah Al-Najm النّجْم Bintang 62 Mekkah 23
54 Surah Al-Qamar القمر Bulan 55 Mekkah 37
55 Surah Al-Rahman الرّحْمن Yang Maha Pemurah 78 Madinah 97
56 Surah Al-Waqi'ah الواقعه Hari Kiamat 96 Mekkah 46
57 Surah Al-Hadid الحديد Besi 29 Madinah 94
58 Surah Al-Mujadilah المجادلة Wanita yang mengajukan gugatan 22 Madinah 105
59 Surah Al-Hasyr الحشْر Pengusiran 24 Madinah 101
60 Surah Al-Mumtahanah الممتحنة Wanita yang diuji 13 Madinah 91
61 Surah Al-Shaff الصّفّ Satu barisan 14 Madinah 109
62 Surah Al-Jumu'ah الجمعة Hari Jum'at 11 Madinah 110
63 Surah Al-Munafiqun المنافقون Orang-orang yang munafik 11 Madinah 104
64 Surah Al-Taghabun التّغابن Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan 18 Madinah 108
65 Surah Al-Thalaq الطّلاق Talak 12 Madinah 99
66 Surah Al-Tahrim التّحريم Mengharamkan 12 Madinah 107
67 Surah Al-Mulk الملك Kerajaan 30 Mekkah 77
68 Surah Al-Qalam القلم Pena 52 Mekkah 2
69 Surah Al-Haqqah الحآقّة Hari kiamat 52 Mekkah 78
70 Surah Al-Ma'arij المعارج Tempat naik 44 Mekkah 79
71 Surah Nuh نوح Nuh 28 Mekkah 71
72 Surah Al-Jin الجنّ Jin 28 Mekkah 40
73 Surah Al-Muzammil المزمّل Orang yang berselimut 20 Mekkah 3
74 Surah Al-Muddatsir المدشّر Orang yang berkemul 56 Mekkah 4
75 Surah Al-Qiyamah القيمة Hari Kiamat 40 Mekkah 31
76 Surah Al-Insan الْاٍنسان Manusia 31 Madinah 98
77 Surah Al-Mursalat المرسلات Malaikat-Malaikat Yang Diutus 50 Mekkah 33
78 Surah Al-Naba النّبا Berita besar 40 Mekkah 80
79 Surah Al-Nazi'at النّازعات Malaikat-Malaikat Yang Mencabut 46 Mekkah 81
80 Surah 'Abasa عبس Ia Bermuka masam 42 Mekkah 24
81 Surah Al-Takwir التّكوير Menggulung 29 Mekkah 7
82 Surah Al-Infithar الانفطار Terbelah 19 Mekkah 82
83 Surah Al-Muthaffifin المطفّفين Orang-orang yang curang 36 Mekkah 86
84 Surah Al-Insyiqaq الانشقاق Terbelah 25 Mekkah 83
85 Surah Al-Buruj البروج Gugusan bintang 22 Mekkah 27
86 Surah Al-Thariq الطّارق Yang datang di malam hari 17 Mekkah 36
87 Surah Al-A'la الْأعلى Yang paling tinggi 19 Mekkah 8
88 Surah Al-Ghasyiyah الغاشية Hari Pembalasan 26 Mekkah 68
89 Surah Al-Fajr الفجر Fajar 30 Mekkah 10
90 Surah Al-Balad البلد Negeri 20 Mekkah 35
91 Surah Al-Syams الشّمس Matahari 15 Mekkah 26
92 Surah Al-Lail الّيل Malam 21 Mekkah 9
93 Surah Al-Dhuha الضحى‎‎ Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha) 11 Mekkah 11
94 Surah Al-Insyirah الانشراح‎‎ Melapangkan 8 Mekkah 12
95 Surah Al-Tin التِّينِ Buah Tin 8 Mekkah 28
96 Surah Al-'Alaq العَلَق Segumpal Darah 19 Mekkah 1
97 Surah Al-Qadr الْقَدْرِ Kemuliaan 5 Mekkah 25
98 Surah Al-Bayyinah الْبَيِّنَةُ Pembuktian 8 Madinah 100
99 Surah Al-Zalzalah الزلزلة‎‎ Kegoncangan 8 Madinah 93
100 Surah Al-'Adiyat العاديات‎‎ Berlari kencang 11 Mekkah 14
101 Surah Al-Qari'ah القارعة‎‎ Peristiwa Menggetarkan 11 Mekkah 30
102 Surah Al-Takatsur التكاثر‎‎ Bermegah-megahan 8 Mekkah 16
103 Surah Al-'Ashr العصر Masa/Waktu 3 Mekkah 13
104 Surah Al-Humazah الهُمَزة‎‎ Pengumpat 9 Mekkah 32
105 Surah Al-Fil الْفِيلِ Gajah 5 Mekkah 19
106 Surah Quraisy قُرَيْشٍ Suku Quraisy 4 Mekkah 29
107 Surah Al-Ma'un الْمَاعُونَ Barang-barang yang berguna 7 Mekkah 17
108 Surah Al-Kautsar الكوثر Nikmat yang berlimpah 3 Mekkah 15
109 Surah Al-Kafirun الْكَافِرُونَ Orang-orang kafir 6 Mekkah 18
110 Surah Al-Nashr النصر‎‎ Pertolongan 3 Madinah 114
111 Surah Al-Masad المسد‎‎ Gejolak Api/ Sabut 5 Mekkah 6
112 Surah Al-Ikhlash الإخلاص‎‎ Ikhlas 4 Mekkah 22
113 Surah Al-Falaq الْفَلَقِ Waktu Subuh 5 Mekkah 20
114 Surah Al-Nas النَّاسِ Manusia 6 Mekkah 21

Ragam Bacaan Alquran

Hingga abad keempat Hijriah merebak bacaan yang beragam di kalangan umat Muslim. [37] Faktor terpenting adanya ragam bacaan ini karena adanya mushaf yang berbeda-beda di antara umat Muslim, khat Arab masih permulaan, tiadanya tanda baca pada huruf-huruf, tiadanya titik pada huruf-huruf, adanya dialek yang berbeda-beda dan selera pribadi para pembaca Alquran (orang-orang yang mengajarkan Alquran). [38]

Pada abad keempat Hijriah, Ibnu Mujahid guru para qari di Baghdad, memilih 7 qiraah yang terdapat di antara firkah-firkah. Para qari bacaan-bacaan ini kemudian dikenal sebagai qurra al-saba’ah. Mengingat masing-masing dari bacaan ini diriwayatkan dengan dua riwayat, karena itu terdapat 14 qira’ah Alquran yang diterima oleh umat Islam. [39]

Ahlusunnah berpandangan bahwa Alquran memiliki banyak sisi pengucapan dan orang-orang dapat membaca masing-masing sisi pengucapan itu. [40] Namun ulama Syiah berkata Alquran diturunkan dengan satu bacaan dan para Imam Syiah supaya memudahkan umat Muslim untuk membaca Alquran kemudian membolehkan adanya ragam bacaan Alquran. [41]

Bacaan yang tersebar di kalangan umat Islam adalah qira’ah Ashim berdasarkan riwayat Hafsh. Sebagian peneliti Alquran dari kalangan Syiah memandang bahwa qiraah Ashim berdasarkan riwayat Hafsh sebagai satu-satunya qiraah yang sahih dan mutawatir. Mereka berkata bahwa bacaan-bacaan lain yang diklaim berasal dari Rasulullah saw adalah bersumber dari selera pribadi para pembaca Alquran. [42]


Terjemahan Alquran

Terjemahan Alquran memiliki latar belakang sejarah yang panjang dan dapat ditelusuri hingga awal kedatangan Islam; [43] Namun terjemahan pertama Alquran ke dalam bahasa Persia dilakukan pada abad keempat Hijriah. [44] Disebutkan bahwa penerjemah pertama kali Alquran adalah Salman Farsi yang menerjemahkan ''bismillahi al-rahman al-rahim'' sebagai “Dengan nama Yazdan yang mahapemurah.”4[45]

Terjemahan Alquran ke dalam bahasa-bahasa Eropa pertama kali dilakukan oleh para pendeta dan uskup Kristen. Mereka menerjemahkan sebagaian dari Alquran untuk mengkritisi Islam dalam tema-tema teologis. [46]Terjemahan latin Alquran secara sempurna pertama kali ditulis pada abad ke-6 H (12 M). [47]

Terbitan Alquran

Alquran pertama kali pada tahun 950 H (1543 M) di terbitkan di Italia. Terbitan ini dilenyapkan atas perintah para petinggi gereja. Setelah itu, pada tahun 1104 H (1692 M) dan kemudian pada tahun 1108 H (1696 M) dicetak di Eropa. Terbitan pertama Alquran oleh kaum Muslimin pada tahun 1200 H. Maula Usman melakukan hal ini di St. Petersburgh Rusia. Negara pertama Muslim yang menerbitkan Alquran adalah Iran. Iran pada tahun-tahun 1243 dan 1248 H menerbitkan dua edisi cetakan Alquran yang sangat indah. Pada tahun-tahun berikutnya, Negara-negara Muslim lainnya seperti Turki, Mesir dan Irak menerbitkan ragam cetakan Alquran. [48]

Mesir menerbitkan Alquran pada tahun 1342 H di bawah pengawasan para dosen Al-Azhar dan berdasarkan riwayat Hafsh dari Ashim dan diterima oleh dunia Islam. Alquran yang dikenal hari ini dengan nama Usman Thaha ditulis dengan khat yang indah oleh seorang penulis kaligrafi Suriah dan diterbitkan di Mesir. Alquran ini diterbitkan di pelbagai Negara-negara Islam. Ciri khas terbitan ini adalah susunan ayat-ayat pada halamana-halaman dan urutan hizb-hizb dan 30 juz Alquran. [49]


Dewasa ini terbitan Alquran dilakukan di bawah pengawasan lembaga-lembaga terkait dan memiliki aturan-aturan tersendiri. [50] Di Iran lembaga Dar Alquran al-Karim memiliki tugas untuk mengoreksi dan mengawasi terbitan Alquran. [51]


Struktur Alquran

Alquran terdiri dari 114 surah dan enam ribu ayat. Terdapat perbedaan pendapat terkait dengan jumlah akurat ayat-ayat Alquran. Sebagian mengutip dari Imam Ali as menyebutkan bahwa Alquran terdiri dari 6236 ayat. [52] Alquran terbagi menjadi 30 juz dan 120 hizb. Al-Quran terbagi menjadi 30 juz dan 120 hizb. [53]

Surah

Bagian-bagian Alquran yang memiliki kandungan yang teratur disebut sebagai surah. [54] Surah-surah Alquran dimulai dengan bismillahi al-rahman al-rahim selain surah Al-Taubah. [55] Berdasarkan pada masa pewahyuannya terbagi menjadi dua, Makkiyah dan Madaniyah; surah-surah yang turun sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah disebut sebagai Makkiyah; surah-surah yang turun pasca hijrah ke Madinah disebut sebagai Madaniyah. [56]


Ayat

Ayat adalah kata-kata, ungkapan atau kalimat Alquran yang membentuk surah. [57] Setiap surah terdiri dari beberapa ayat tertentu. [58] Ayat-ayat Alquran dari sudut pandang isi berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Ayat 282 surah Al-Baqarah merupakan ayat terpanjang dalam Alquran. Ayat yang paling pendek seperti ayat-ayat “«مُدهامَّتان» (QS Al-Rahman:64), «والضُّحی» (QS Al-Dhuha:1), «والفَجر» (QS Al-Fajr:1) atau pembuka-pembuka surah lainnya. [59]

Ayat-ayat Alquran berdasarkan kriteria kejelasan makna terbagi menjadi muhkam dan mutasyabih. Yang dimaksud dengan ayat-ayat muhkam adalah ayat-ayat yang maknanya sedemikian jelas sehingga tidak menyisakan keraguan padanya. Ayat-ayat yang terdapat kemungkinan beberapa makna di dalamnya disebut sebagai mutsyabihat. [60] Alquran sendiri yang melakukan pembagian dan klasifikasi ini. [61]

Pembagian lain yang dijelaskan terkait dengan ayat-ayat Alquran: ayat-ayat yang menasakh hukum yang ada pada ayat lain disebut sebagai ayat nasikh dan ayat-ayat yang telah dinasakh disebut sebagai mansukh. [62]

Juz dan Hizb

Hizb dan juz adalah pembagian Alquran yang diinisiasi penggunaannya oleh kaum Muslimin. Diduga bahwa umat Muslim melakukan hal ini untuk memudahkan program bacaan atau penghafalan setiap hari Alquran. Pembagian seperti ini memiliki beragam dan ada keterlibatan personal; [63] Dikatakan pada masa Rasulullah saw, Alquran terbagi menjadi beberapa hizb dan setiap hizb mencakup beberapa surah; demikian juga pada masa-masa selanjutnya, terdapat pembagian-pembagian dua juz hingga sepuluh juz. Dewasa ini pembagian Alquran terdiri dari 30 juz dan pembagian setiap juz menjadi 4 hizb. [64]

Kandungan

Dalam Alquran disebutkan beragam tema seperti masalah-masalah akidah, akhlak, hukum-hukum syariat, kisah-kisah orang-orang terdahulu, perang melawan orang-orang munafik dan orang-orang musyrik. Sebagian kandungan penting Alquran seperti: Tauhid, ma’ad, beberapa peristiwa pada awal kedatangan Islam seperti peperangan yang diikuti Rasulullah saw, kisah-kisah Alquran, hukum-hukum ibadah, peradilan, keutamaan dan ketercelaan akhlak, larangan terhadap kemusyrikan dan kemunafikan. [65]

Alquran Tidak Mungkin Mengalami Penyimpangan

Tulisan asli: Tahrif Alquran

Tahrif yang umumnya dibahas artinya adanya penambahan terhadap kata-kata atau kalimat-kalimat Alquran atau pengurangan terhadap kata-kata atau kalimat-kalimatnya. Abul Qasim Khui menulis kaum Muslimin bersepakat bahwa tahrif dalam artian pertama tidak terjadi pada Alquran (penambahan); namun pada pengurangan kata-kata atau kalimat-kalimat Alquran terdapat perbedaan pendapat. [66]

Menurutnya, pandangan masyhur di kalangan ulama Syiah menekankan bahwa tahrif dalam artian ini juga tidak terjadi pada Alquran. [67]

Tantangan dan Kemukjizatan Alquran

Tulisan-tulisan Asli: Tahadi dan I’jaz Alquran Pada ayat-ayat Alquran disebutkan bahwa sekiranya para penentang diminta untuk mendatangkan sebuah kitab seperti Alquran apabila mereka tidak menerima Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah swt. [68] Kaum Muslimin menyebut hal ini sebagai tahaddi. Tahaddi bermakna permintaan untuk mendatangkan hal yang sama dan lontaran tantangan. Kata ini pertama kali digunakan pada buku-buku teologis dasawarsa kesepuluh yang bermakna permintaan untuk mendatangkan hal yang sama dengan Alquran. [69]

Sesuai dengan keyakinan umat Islam, tiada seorang pun yang dapat mendatangkan sebuah kitab seperti Alquran dan hal ini merupakan symbol bahwa Alquran dan kenabian Nabi Muhammad saw itu adalah mukjizat. Alquran sendiri menegaskan sisi ketuhanan Alquran (bahwa Alquran itu diturunkan dari sisi Allah swt) dan menilai mustahil ada seseorang yang mampu mendatangkan sebuah kitab seperti Alquran. [70] Kemukjizatan Alquran adalah salah satu tema yang dikaji dan dipelajari dalam Ulumul Quran. [71]

Ilmu-ilmu yang Berkaitan dengan Alquran

Alquran menjadi sumber munculnya banyak ilmu pengetahuan bagi kaum Muslimin. Tafsir dan Ulumul Quran adalah salah satu dari ilmu-ilmu ini.

Tafsir

Tulisan Asli: Tafsir Tafsir adalah pengetahuan tentang ulasan dan penjelasan ayat-ayat Alquran. [72] Tafsir Alquran dimulai pada masa Rasulullah saw dan dilakukan oleh Rasulullah saw sendiri. [73] Imam Ali as, Ibnu Abbas, Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab adalah para penafsir pertama Alquran pasca Rasulullah saw.[74] Alquran telah ditafsirkan dengan menggunakan ragam metode. Sebagian dari metode tafsir Alquran ini adalah tafsir maudhu’ui (tematis), tafsir tartibi (sistematis), tafsir Alquran bi Alquran, tafsir riwayat, tafsir ilmiah, tafsir fikih, tafsir filosofis, dan tafsir irfani. [75]

Ulumul Quran

Sekumpulan ilmu yang membahas tentang Alquran disebut sebagai Ulumul Qur’an. Sejarah Alquran, ayat-ayat ahkam, ilmu bahasa Alquran, ilmu tanda baca dan balaghah, asbab al-nuzul, qishash Alquran, ilmu Qira’ah, ilmu Makki dan Madani, ilmu muhkam dan mutasyabih, ilmu nasikh dan mansukh merupakan pembahasan-pembahasan yang dikaji dalam Ulumul Qur’an. [76] Sebagian sumber penting Ulumul Qur’an adalah:

  • Al-Tibyan (mukaddimah) Syaikh Thusi (456 H)
  • Majma’ al-Bayan (mukaddimah) ‘‘Allamah Thabarsi’’ (548)
  • Imla ma Min al-Rahman, Abu al-Baqa Akbari (616 H)
  • Al-Burhan fi Ulum al-Qur’an Zarkasyi (794 H)
  • Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an Jalaluddin Suyuthi (911 H)
  • Ala-Rahman (mukaddimah kitab) Muhammad Jawad Balaghi (1352 H)
  • Al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, Sayid Abul Qasim Khui (1371 H)
  • Qur’an dar Islam, Sayid Muhammad Husain Thabathabai (1360 H)
  • Al-Tamhid fi ‘Ulum al-Qur’an, Muhammad Hadi Ma’rifat (1385 H) [77]

Ajaran-ajaran Alquran

Alquran tampil mencolok dalam kehidupan sosial kaum Muslimin. Pertemuan-pertemuan khatam Alquran di masjid-masjid, tempat-tempat suci (haram-haram) para imam dan [keturunan imam]], dan pertemuan-pertemuan keluarga. [78] Meletakkan Alquran di atas kepala pada malam-malam Qadar sebagaimana yang dilakukan oleh umat Muslim Syiah. Dalam pelaksanaan peletakkan Alquran di atas kepala mereka bersumpah atas nama Allah swt, Alquran yang diturunkan dan para maksum supaya dosa-dosanya diampunkan. [79]

Pada kebanyakan pertemuan resmi kaum Muslimin seperti ceramah-ceramah dan ritual-ritual sosial seperti pernikahan, pembacaan ayat-ayat Alquran. [80] Salah satu budaya yang berkembang di Iran adalah memasuki rumah baru dengan Alquran. Orang-orang Iran ketika memasuki rumah baru dan hendak memindahkan perabotan rumah maka pertama kali yang mereka bawa adalah Alquran dan kemudian barulah perabotan-perabotan rumah yang diangkat. [81]

Alquran dan tradisi tahun baru orang-orang Iran memiliki hubungan yang sangat erat. Di Iran, mereka meletakkan Alquran di atas suprah haftsin (tujuh benda yang dimulai dengan huruf hijaiyyah sin). Ketika terjadi pergantian tahun mereka membaca ayat-ayat Alquran. Demikian juga pada sebagian keluarga, orang-orang yang lebih besar memberikan hadiah tahun baru melalui Alquran. Mereka memberikan uang hadiah tahun baru dalam Alquran dan anak-anak dengan membuka Alquran mereka mengambil hadiah tahun baru tersebut. [82]

Alquran dan Seni

Alquran memiliki tempat dalam seni bagi kaum Muslimin. Sisi Alquran yang menonjol pada seni pada kaligrafi, penjilidan, sastra dan arsitektur. Mengingat bahwa hafalan dan penyebaran Alquran terjadi melalui penulisan dengan huruf-huruf yang indah, seni menulis huruf mengalami kemajuan pesat di kalangan umat Islam. [83] Dan kemudian secara perlahan Alquran ditulis dalam ragam tulisan seperti naskh, kufi, tsults, nasta’liq. [84]

Ayat-ayat Alquran dalam sastra Persia dan Arab sangat banyak digunakan. Baik dalam natsr dan juga syair Persia dan Arab, banyak digunakan ungkapan-ungkapan Alquran. [85]

Seni arsitektur Islam juga banyak dipengaruhi oleh ayat-ayat Alquran. Pada kebanyakan bangunan-bangunan bersejarah kaum Muslimin, di antaranya masjid-masjid dan istana-istana banyak dijumpai ungkapan-ungkapan Alquran; demikian juga sebagian kandungan Alquran seperti sifat-sifat Alquran tentang surga dan neraka, digunakan dalam membangun gedung-gedung. [86] Ungkapan-ungkapan Alquran seperti Qubbah al-Sakhrah di Baitul Maqdis merupakan salah satu contoh yang menonjol dari penggunaan ayat-ayat Alquran pada bangunan-bangunan. Dalam tulisan-tulisan kecil bangunan ini yang pada tahun 71 H/691 M terlihat keyakinan utama kaum Muslimin dan sebagian ayat-ayat surah-surah Al-Nisa, Ali Imran dan Maryam. [87]

Pandangan Orientalis

Cendekiawan non Muslim banyak melakukan penelitian-penilitian tentang sastra, kandungan dan nilai Ilahiah Alquran. Sebagian orientalis menilai bahwa Alquran adalah sabda Nabi Muhammad saw. Katanya, “Kandunganya diambil dari sumber-sumber Yahudi dan Kristen. Syair-syairnya dari masa jahiliyah.” Sebagian lainnya meski dengan tegas tidak menyepakati bahwa Alquran itu turun dari sisi Allah, mereka menilainya lebih superior dari ucapan manusia. [88]

Richard Bale berkata, “Genre sastra Alquran banyak digunakan saj’, pengulangan dan analogi. Genre seperti ini banyak dipengaruhi oleh teks-teks Kristen dan Yahudi; sebagai bandingannya, Noldoke menilai bahwa surah-surah Aquran khususnya surah-surah Makkiyah dari sudut pandang kesustraan bernilai mukjizat dan menyerupakan ayat-ayat Alquran sebagai senandung para malaikat yang menciptakan jiwa orang-orang beriman. Maurice Bucaille, seorang orientalis Prancis memberikan penilaian terkait dengan kemukjizatan ilmiah Alquran. Ia menulis, “Sebagian ayat-ayat Alquran seiring dan sejalan dengan temuan-temuan baru ilmu modern.” Bucaille menyimplukan bahwa Alquran ini bersumber dari Tuhan.” [89]

Galery Foto

Catatan Kaki

  1. Misbah Yazdi, Qur’ān Syināsi, 1389, jld. 1, hlm. 115-122.
  2. Mir Muhammadi Zarandi, Tārikh wa ‘Ulum Qur’ān, 1363 S, hlm. 44; Misbah Yazdi, 1389 S, jld. 1, hlm. 123.
  3. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 127.
  4. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 127.
  5. Muthahhari, Majmu’e Atsar, 1389 S, jld. 3, hlm. 153.
  6. Qs. Syura:51.
  7. Qs. Al-Baqarah:97.
  8. Mir Muhammadi Zarandi, ‘‘Tārikh wa ‘Ulum Qur’ān, 1363 S, hlm. 7.
  9. Yusuf Gharawi, ‘Ulum Qur’ān, 1393 S, hlm. 46; Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 55 dan 56.
  10. Surah Al-Baqarah:185; Surah Al-Qadar:1.
  11. Iskandar Lu, ‘Ulum Qur’ān, 1379 S, hlm. 41.
  12. Misbah Yazdi, ‘‘Qur’ān Syināsi’‘, 1389, jld. 1, hlm. 139; Iskandar Lu, Ulum Qur’ān, 1379 S, hlm. 41.
  13. Iskandar Lu, Ulum Qur’ān, 1379 S, hlm. 42.
  14. Iskandar Lu, Ulum Qur’ān, 1379 S, hlm. 42 dan 49.
  15. Yusuf Gharawi, ‘‘ ‘Ulum Qur’ān’‘, 1393 S, hlm. 28.
  16. Yusuf Gharawi, ‘Ulum Qur’ān, 1393 S, hlm. 28.
  17. Misbah Yazdi, Qur’ān Syināsi, 1379 S, jld. 1, hlm. 43.
  18. Muthahhari, Majmu’e Atsār, 1390 S, jld. 26, hlm. 25 & 26.
  19. Muthahhari, Majmu’e Atsār, 1390 S, jld. 26, hlm. 26.
  20. Kulaini, Kafi , 1407 H, jld. 1, hlm. 69.
  21. Kulaini, Kafi , 1407 H, jld. 1, hlm. 69.
  22. Ramyar, Tārikh Qur’ān, 1369 S, hlm. 221 dan 222.
  23. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, ha. 280 dan 281
  24. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, ha. 280 dan 281
  25. Ramyar, Tārikh Qur’ān, 1369 S, hlm. 260.
  26. Suyuthi, al-Itqān, 1363 S, jld. 1, hlm. 202; Suyuthi, Terjemah al-Itqān, jld. 1, hlm. 201.
  27. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 272-282
  28. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 281
  29. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 334.
  30. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm.334-337.
  31. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 334-337.
  32. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 346.
  33. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 343-346.
  34. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 341.
  35. Hurr Amili, Wasāil al-Syiah, 1412, jld. 4, hlm. 821.
  36. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 342.
  37. Nashihan, Ulum al-Qur’ān dar Maktab Ahlul Bait, 1389 S, hlm. 10, 12, 16 dan 25.
  38. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 2, hlm. 10, 12, 16 dan 25.
  39. Nashihan, Ulum al-Qur’ān dar Maktab Ahlul Bait, 1389 S, hlm. 195-197.
  40. Nashihan, Ulum al-Qur’ān dar Maktab Ahlul Bait, 1389 S, hlm. 198.
  41. Nashihan, Ulum al-Qur’ān dar Maktab Ahlul Bait, 1389 S, hlm. 199.
  42. Nashihan, Ulum al-Qur’ān dar Maktab Ahlul Bait, 1389 S, hlm. 199, 200.
  43. Ramyar, Tārikh Qur’ān, 1369 S, hlm. 653.
  44. Adzarnusy, ‘‘Terjemah Quran be Farsi’‘, hlm. 79.
  45. Ramyar, ‘‘Tārikh Qur’ān’‘, 1369 S, hlm. 653.
  46. Rahmati, Terjemah Qur’ān be Zabanhāi Digar, 1382 S, hlm. 84.
  47. Rahmati, Terjemah Qur’ān be Zabanhāi Digar, 1382 S, hlm. 84.
  48. Ma’rifat Pisyine Cāb Quran Karim, Site Danesynameh Maudhu’i Qur’an
  49. Ma’rifat Pisyine Cāb Quran Karim, Site Danesynameh Maudhu’i Qur’an
  50. Nadzarat wa Wadzāyif wa Ahdāf, Site Telawat.
  51. Tarikhche wa Wadzāyif wa Ahdāf, Site Telawat.
  52. Yusufi, Gharawi, Ulum Qur’āni, 1393 S, hlm. 32.
  53. Mustafid, juz, hlm. 229 dan 230.
  54. Jawadi Amuli, 1389 S, jld. 2, hlm. 411.
  55. Kumpulan penulis, Ayat Bismillah, hlm. 120.
  56. Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, hlm. 130.
  57. Mujtahid Syabistari, ‘‘Ayat’‘, 1370 H, 276.
  58. Mujtahid Syabastari, Ayat , 1370 H, 276.
  59. Mujtahid Syabastari, Ayat, 1370 H, 276.
  60. Thabathabai, al-Mizan, 1417 H, jld. 3, hlm. 21; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 S, jld. 2, hlm. 433.
  61. Qs. Ali Imran:7.
  62. Ma’rifat, al-Tamhid, 1411 H, hlm. 294.
  63. Mustafid, Juz, hlm. 228, 229.
  64. Mustafid, Juz, hlm. 228, 229, 230.
  65. Khuramsyahi, Qur’ān Majid, hlm. 1631, hlm. 200.
  66. Khui, al-Bayān fi Tafsir al-Qur’ān, 1430 H, hlm. 200.
  67. Khui, al-Bayān fi Tafsir al-Qur’ān‘, 1430 H, hlm. 201.
  68. Qs Isra, ayat 88, Qs. Hud: 13, Qs Yunus: 38.
  69. Ma’muri, Tahadi , 1385 S, hlm. 599.
  70. Qs Thur: 34.
  71. Ma’rifat, I’jāz al-Qur’ān, 1379 S, jld. 9, hlm. 363.
  72. Abasi, Tafsir, 1382, jld. 7, hlm. 619.
  73. Ma’rifat, al-Tafsir wa al-Mufasirun, 1418 H, jld. 1, hlm. 174.
  74. Ma'rifat, al-Tafsir wa al-Mufasirun, 1418 H, jld. 1, hlm. 210 dan 211.
  75. Ma’rifat,al-Tafsir wa al-Mufasirun, 1418 H, jld. 1, hlm. 14-20, 22, 25, 343, 526.
  76. Iskandarlu, Ulumul Qur’ān, 1379 S, hlm. 12.
  77. Hasyim Zadeh, Ketāb Syenāsi Ulumul Qur’an, hlm. 395-397, 401, 408; Ma’rifat, al-Tamhid, 1412 H, jld. 1, ha. 11-19.
  78. Marasim Qur’an be Sar Giriftan, Gulistān Qur’ān, hlm. 36.
  79. Bersumpah dengan meletakkan al-Quran di kepala, Site Hauzah.
  80. Musawi Amuli, Qur’ān dar Rusume Irān, 1384; hlm. 47.
  81. Adāb Raftan be Khāne Jadid, Site Markaz Meli Pasukhdu be Soalat Syar’i’‘.
  82. Musawi Amuli, Qur’ān dar Rusume Irani, hlm. 47.
  83. Mahmud Zadeh, Hunar Khat wa Tahdzib Qurani, hlm. 3.
  84. Silahkan lihat: Jabari Rad, Nur Negaran Mu’ashir, hlm. 66.
  85. Silahkan lihat: Tajalli Qur’ān dar Adab Farsi, hlm. 56; Ja’fari, Ta’tsir Qur’an dar Syi’r Farsi.
  86. Gerabar, Hunar, Me’māri wa Qur’ān, hlm. 69.
  87. Gerabar, Hunar, Me’māri wa Qur’ān, hlm. 71 dan 72.
  88. Karimi, Mustasyriqan wa Qur’ān, hlm. 35.
  89. Karimi, Mustasyriqan wa Qur’ān, hlm. 35.