Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Hadid

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Hadid
الحديد
537-57.jpg
Ayat 1-3
Informasi
Arti: Besi
Nama lain: -
Surah ke: 53
No urut pewahyuan: 94
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 27
Statistik
Jumlah ayat: 29
Jumlah kata: 576
Jumlah huruf: 2545
Surah sebelumnya Al-Waqi’ah
Surah setelahnya Al-Mujadilah

Surah Al-Hadid (Bahasa Arab:الحديد, Al-Hadid, "Besi")adalah surah ke-57 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-94 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Madaniyah. Dinamakan surah Al-Hadid (besi) karena pada ayat 25 disebutkan kata hadid. Surah Al-Hadid, setelah surah Al-Isra, merupakan surah ke-2 dari 7 surah Musabbihat (yang didahului dengan kata sabbaha). Dari sisi isi tergolong sebagai surah Thawal dan dalam kelompok surah Al-Mufasshalat.

Identitas Surah Al-Hadid

Surah ini dinamakan surah Al-Hadid (besi) karena pada ayat 25 disebutkan kata hadid. Surah Al-Hadid, setelah surah Al-Isra, merupakan surah ke-2 dari 7 surah Musabbihat yang diawali dengan tasbih dan munajat kepada Allah Swt, sabbaha lillah. Dari sisi isi tergolong sebagai surah Thiwal dan dalam kelompok surah Al-Mufasshalat. Jumlah ayat pada surah ini, sesuai dengan pendapat para qari Irak adalah 29 ayat dan menurut qari lainnya adalah 28 ayat. Di antara dua pendapat ini yang lebih masyhur adalah pendapat pertama. Surah Al-Hadid terdiri dari 576 kata dan 2545 huruf. Mengikut susunan mushaf, surah Al-Hadid adalah surah ke-57 sementara berdasarkan urutan pewahyuan merupakan surah ke-94 Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Madaniyah. Dari sisi isi, surah Al-Hadid termasuk surah Thiwal Al-Mufasshalat. Ukurannya kurang lebih setengah hizb Al-Quran.

Tema Utama

Surah ini dimulai dengan tasbih dan taqdis Ilahi. Demikian juga menyinggung tentang penciptaan langit-langit dan bumi selama enam hari. Pada bagian lain surah ini berisi motivasi kepada masyarakat untuk memberikan pinjaman (Qard al-hasanah) dan berinfak. Di samping itu, menafikan rahbaniyah dan menyinggung tentang karunia dan pemberian Ilahi yang tidak terbatas. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1253.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar