Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Thalaq

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Thalaq
الطّلاق
558-65.jpg
Ayat 1-5
Informasi
Arti: Talak
Nama lain: Nisa al-Sughra.
Surah ke: 65
No urut pewahyuan: 99
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 28
Statistik
Jumlah ayat: 12
Jumlah kata: 289
Jumlah huruf: 1203
Surah sebelumnya Al-Taghabun
Surah setelahnya Al-Tahrim

Surah Al-Thalaq (Bahasa Arab:الطّلاق,"Thalaq,” Talak) adalah surah ke-65 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-99 berdasarkan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini disebut sebagai surah Al-Thalaq karena sejak ayat pertama hingga kurang lebih 2/3 surah terkait dengan hukum talak, masa talak, dan wanita-wanita yang ditalak. Dari sisi isi, surah Al-Thalaq tergolong sebagai surah Al-Mufasshalat dan termasuk surah yang dimulai dengan seruan «‌یا أَیهَا النَّبِی‌». Surah ini juga disebut sebagai Nisa al-Sughra.

Identitas Surah Al-Thalaq

Surah ini disebut sebagai surah Al-Thalaq karena sejak ayat pertama hingga kurang lebih 2/3 surah terkait dengan hukum talak, masa talak, dan wanita-wanita yang ditalak. Atas dasar itu juga surah ini dinamai sebagai surah Nisa Al-Sughra (yaitu Nisa yang kecil sehingga tidak terjadi kekeliruan dengan surah ke-4 surah Al-Nisa). Surah Al-Thalaq ini terdiri dari 12 ayat sesuai dengan pendapat kebanyakan qari dan menurut qari Basrah terdiri dari 11 ayat. Di antara dua pendapat ini, pendapat pertama yang lebih masyhur. Jumlah katanya adalah 289 dan jumlah hurufnya sebanyak 1203 huruf. Surah Al-Thalaq adalah surah ke-65 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-99 berdasarkan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Madaniyah. Dari sisi isi, surah Al-Thalaq tergolong sebagai surah Al-Mufasshalat dan posisinya pada awal hizb keepat juz 28 Al-Quran. Demikian juga termasuk surah yang dimulai dengan seruan «‌یا أَیهَا النَّبِی‌».

Tema Utama

Surah ini di samping mengangkat tema hukum talak, iddah talak, wanita-wanita yang mendapatkan talak, wanita-wanita hamil dan memperoleh talak, masa penantian dan masalah nafkahnya, hukum-hukum rida’ (menyusui), anak-anak yang menyusui dan wanita yang memberikan susu serta hak-haknya, nasib yang menimpa umat dan masyarakat terdahulu. Demikian juga berbicara tentang masalah tauhid, kenabian, dan maad. Di samping itu, menganjurkan masyarakat supaya bertakwa dengan mendeskripsikan sifat-sifat orang bertakwa. [1]

Catatan Kaki

{[ref}}

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

{[akhir}}

Pranala Luar

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1256.