Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Lail

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Lail
اللَّيْلِ
595-91-92.jpg
Ayat 1-14
Informasi
Arti: Malam
Nama lain: -
Surah ke: 92
No urut pewahyuan: 9
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 30
Statistik
Jumlah ayat: 21
Jumlah kata: 71
Jumlah huruf: 316
Surah sebelumnya Al-Syams
Surah setelahnya Al-Dhuha

Surah Al-Lail (Bahasa Arab: اللَّيْلِ, Al-Lail, Malam) adalah surah ke-92 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-9 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah Al-Lail tergolong sebagai surah Makkiyah. Surah ini dinamai Al-Lail karena Allah Swt bersumpah pada awal surah atas malam (Lail) sehingga dinamakan sebagai surah Al-Lail. Surah Al-Lail dari sisi isi termasuk surah Al-Ausath Al-Mufasshalat dan surah ke-19 yang dimulai dengan sumpah.


Identitas Surah Al-Lail

Surah ini dinamai Al-Lail karena Allah Swt bersumpah pada awal surah atas malam (Lail) sehingga dinamakan sebagai surah Al-Lail. Allah Swt berfirman:

وَ اللَّيْلِ إِذا يَغْشى﴾‏﴿ “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang).” (QS Al-Lail [92]:1)

Surah Al-Lail terdiri dari 21 ayat, 71 kata dan 316 huruf. Berdasarkan susunan mushaf, surah Al-Lail merupakan surah ke-92 dan sesuai dengan urutan pewahyuan adalah surah ke-9. Surah Al-Lail adalah surah yang diturunkan di Mekkah (Makkiyah). Surah Al-Lail dari sisi isi termasuk surah Al-Ausath Al-Mufasshalat dan surah ke-19 yang dimulai dengan sumpah (pada ayat pertama hingga ketiga Allah Swt bersumpah pada tiga peristiwa).

Tema Utama

Surah ini menjelaskan tentang kondisi dan nasib dua kelompok:

  1. Kelompok orang-orang bertakwa; yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan menemukan jiwa yang suci dengan memberikan harta untuk meraih keridhaan Allah. Kepada mereka dijanjikan keridhaan Allah Swt dan meraih keselamatan.
  2. Kelompok yang memilih menderita; yaitu orang-orang yang bersikap bakhil dan mendustakan surga maka kepada mereka dijanjikan kebinasaan. Mereka adalah orang-orang yang menahan hartanya untuk orang lain karena kecintaan terhadap dunia dan sikap bakhil sementara harta ini sama sekali tidak akan membantu mereka di hari kiamat. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1265.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar


Matan Surah dan Terjemahan

سورة اللَّيْلِ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ ﴿١﴾ وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ ﴿٢﴾ وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ ﴿٣﴾ إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ ﴿٤﴾ فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ ﴿٥﴾ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ﴿٦﴾ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ ﴿٧﴾ وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ ﴿٨﴾ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ ﴿٩﴾ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ ﴿١٠﴾ وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ ﴿١١﴾ إِنَّ عَلَيْنَا لَلْـهُدَىٰ ﴿١٢﴾ وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ ﴿١٣﴾ فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ ﴿١٤﴾ لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى ﴿١٥﴾ الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ﴿١٦﴾ وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى ﴿١٧﴾ الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾ وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰ ﴿١٩﴾ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ ﴿٢٠﴾ وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ ﴿٢١﴾

Surah Al-Lail
Dengan Nama-Nya Yang Mahakasih dan Mahasayang

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), (1) dan siang apabila terang benderang, (2) dan penciptaan laki-laki dan perempuan, (3) sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. (4) Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,(5) dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), (6) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (7) Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, (8) serta mendustakan pahala terbaik, (9) maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (10)Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. (11) Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, (12) dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (13) Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. (14) Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, (15) yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (16) Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (17) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, (18) padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, (19) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. (20) Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. (21)