Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Thariq

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Thariq
الطَّارِقِ
591-86.jpg
Ayat 1-17
Informasi
Arti: Yang Datang Di Malam Hari
Nama lain: -
Surah ke: 86
No urut pewahyuan: 36
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 30
Statistik
Jumlah ayat: 17
Jumlah kata: 61
Jumlah huruf: 254
Surah sebelumnya Al-Buruj
Surah setelahnya Al-A’la

Surah Al-Thariq (Bahasa Arab: الطَّارِقِ, Al-Thāriq, Yang Datang Di Malam Hari) adalah surah ke-86 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-36 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini dinamai Al-Thariq karena pada awal surah dinyatakan sumpah atas langit dan yang datang pada malam hari (thāriq). Surah Al-Thariq adalah salah satu surah Al-Mufasshalat dan surah pertama dari 13 surah Al-Ausath. Demikian juga merupakan surah ke-10 yang dimulai dengan pernyataan sumpah (demi).

Identitas Surah Al-Thariq

Surah ini dinamai Al-Thariq karena pada awal surah dinyatakan sumpah atas langit dan yang datang pada malam hari (thāriq). Allah Swt berfirman:

وَ السَّماءِ وَ الطَّارِقِ﴿

“Demi langit dan yang datang pada malam hari.” (QS Al-Thariq [86]:1)

Surah Al-Thariq terdiri dari 17 ayat, 61 kata dan 254 huruf. Terdapat sebagian qari yang berpendapat bahwa surah ini terdiri dari 16 ayat namun yang lebih masyhur dalah pendapat pertama. Surah Al-Thariq adalah surah ke-86 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-36 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran serta tergolong sebagai surah Makkiyah. Dari sisi isi surah Al-Thariq adalah surah Al-Mufasshalat dan surah pertama dari 13 surah Al-Ausath. Demikian juga merupakan surah ke-10 yang dimulai dengan pernyataan sumpah (demi).

Tema Utama

Dalam surah ini, Allah Swt bersumpah demi langit dan yang datang di malam hari. Di samping itu mengingatkan bahwa darimanakah manusia itu diciptakan? Dalam surah ini jawaban atas pertanyaan itu dinyatakan seperti ini, “Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.” Kemudian pada kelanjutannya “Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati), pada hari dinampakkan segala rahasia.. Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil. Dan sekali-kali Al-Qur’an itu bukan senda gurau. “ [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1260.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.


Pranala Luar