Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah At-Taubah

Dari WikiShia
(Dialihkan dari Surah Al-Taubah)
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Taubah
التوبة
187-9.jpg
Ayat 1-6
Informasi
Arti: Pengampunan
Nama lain: "Al-Bara'ah" (Berlepas Diri)
No urut pewahyuan: 114
Klasifikasi: Madaniyah
Surah ke: 9
Juz:

Juz 10 (ayat 1-93),

juz 11 (ayat 94-129)
Statistik
Jumlah ayat: 129
Jumlah kata: 2506
Jumlah huruf: 11116

Surah Al-Taubah (Bahasa Arab:التوبة, al-Taubah, "Pengampunan")) adalah salah satu surah Madaniyah dalam Al-Quran. Berdasarkan urutan penyusunan surah Al-Taubah berada pada surah ke-9 dan menurut pewahyuan pada surah ke-13. Karena pengunaan yang berulang kata taubah dengan derivasi yang beragam, hukum dan dua personifikasi penting sifat maha menerima taubat Allah Swt sehingga surah ini disebut sebagai surah Al-Taubah. Demikian juga dalam surah ini ditegaskan bara'ah (berlepas diri) Allah Swt dan Rasul-Nya dari orang-orang musyrik dan amalan-amalannya. Dengan demikian, ini berbeda dengan surah-surah lainnya, surah Bara'ah diturunkan tanpa dimulai dengan "bismillah al-rahman al-rahim." Bara'ah adalah salah satu surah yang banyak memiliki nama dan beragam nama yang dinukil untuknya.

Nama-nama

Sebab penamaan surah ini adalah karena berulangnya penggunaan kata taubat dengan ragam derivasinya (17 kali), hukum-hukum tentang taubat dan dua personifikasi penting sifat maha menerima taubat Allah Swt yang disebutkan dalam surah ini sehingga disebut sebagai Al-Taubah. Nama lain dari surah ini adalah bara'ah karena dimulai dengan kata bara'ah dan hukum bara'ah dari orang-orang musyrik serta instruksi tegas untuk memutuskan hubungan dengan mereka disebutkan dalam surah ini. Untuk menegaskan tujuan ini, yaitu penjelasan bara'ah Allah Swt dan Rasul-Nya dari orang-orang musyrik dan amalan-amalan mereka. Berbeda dengan surah-surah lainnya, surah Bara'ah diturunkan tanpa dimulai dengan "Bismillah al-rahman al-rahim." Bara'ah adalah salah satu surah yang banyak disebutkan dengan beragam nama yang dinukil untuknya. Surah Al-Taubah ini juga disebut sebagai Fadhihah yang bermakna penyingkap dan pembongkar. Terkadang surah ini dijuga dinamai sebagai Mukhziyah (yang merendahkan dan menghinakan). Nama lain dari surah ini juga adalah Al-Saif (pedang sebagai simbol pedang). Surah Al-Taubah ini adalah salah satu surah yang banyak memiliki nama dan beragam nama yang dinukil untuknya.


Identitas Surah

Surah ini adalah surah Madani dan jumlah ayatnya menurut para qari (qurra) Kufah terdiri dari 129 ayat dan menurut pembaca lainnya terdapat 139 ayat. Pendapat pertama yang masyhur dan digunakan oleh umat Muslim. Jumlah kata surah Al-Taubah ini adalah 2506 dan jumlah hurufnya adalah 11116 huruf. Berdasarkan urutan penyusunan surah Al-Taubah ada pada surah ke-9 dan menurut pewahyuan pada surah ke-13. Dari sisi isi dan panjangnya, surah Al-Taubah merupakan surah terakhir dari tujuh surah yang panjang dalam Al-Quran (Thuwal) dan salah satu surah yang relatif besar dalam al-Quran. Kurang lebih satu juz Al-Quran adalah porsi untuk surah Al-Taubah ini.


Tema Utama

Perintah tegas untuk memutuskan hubungan dengan kaum musyrik dan orang-orang munafik adalah salah satu kandungan dari surah Al-Taubah ini. Surah ini menyebut kaum musyrik dan orang-orang munafik ini sebagai najis. Meski demikian, gerbang taubat tetap terbuka untuk mereka. Surah ini menginstruksikan kepada orang-orang beriman bahwa apabila memiliki kerabat yang musyrik supaya memutuskan hubungan ini dan memerintahkan kepada nabi untuk tidak memintakan ampunan bagi mereka, sebagaimana Nabi Ibrahim As (karena tahu bahwa ayahnya tidak berada di jalan lurus dan ia berlepas diri darinya). Masjid Dhirar yang dibangun oleh orang-orang munafik juga merupakan kandungan lain dari surah ini. .[1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1238-1239.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur'an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar