Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Hasyr

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Hasyr
الحشر
545-59.jpg
Ayat 1-3
Informasi
Arti: Pengusiran
Nama lain: Bani Nadhir
Surah ke: 59
No urut pewahyuan: 101
Klasifikasi: Madaniyah
Juz: Juz 28
Statistik
Jumlah ayat: 24
Jumlah kata: 448
Jumlah huruf: 971
Surah sebelumnya Al-Mujadilah
Surah setelahnya Al-Mumtahanah

Surah Al-Hasyr (Bahasa Arab:الحشر, Al-Hasyr, "Pengusiran") adalah surah ke-59 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-101 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini adalah salah satu dari 7 surah Musabbihat yang dimulai dengan tasbih dan munajat Ilahi yaitu dengan kalimat «‌سَبَّحَ لله‌» sabbahalillah(bertasbih kepada Allah) . Tiga ayat terakhir surah ini adalah penggabung sifat Jalal dan Jamal, Asma Al-Husna dan Asma Al-Uzhma Ilahi.

Kisah Yahudi Bani Nadhir dan pengusiran mereka yang dilakukan oleh kaum Muslimin merupakan tema utama surah ini. Hukum-hukum pembagian harta dan ghanima tanpa perang yang diperoleh kaum Muslimin, kecaman terhadap orang-orang munafik dan penyebaran perbuatan orang-orang munafik serta pengkhianatan mereka kepada kaum Muslimin, pujian terhadap sikap rela berkorban kaum Muhajirin, merupakan tema-tema yang diangkat dalam surah Al-Hasyr ini.

Alasan Penamaan, Jumlah Ayat dan Pewahyuan

Surah ini disebut sebagai surah Al-Hasyr karena pada ayat kedua berbicara tentang hasyr (pengusiran) besar-besaran kaum Yahudi Bani Nadhir yang telah melanggar perjanjian dan memusuhi Islam. Atas dasar itu juga surah ini memiliki nama lain yaitu surah Bani Nadhir. [1]

Surah Al-Hasyr terdiri dari 24 ayat, 448 kata dan 971 huruf. Sesuai dengan susunan mushaf, surah Al-Hasyr adalah surah ke-59 dan berdasarkan urutan pewahyuan merupakan surah yang ke-101. Surah ini tergolong sebagai salah satu surah Madaniyah. Dari sisi isi termasuk surah Thiwal al-Mufasshalat dan ukurannya kurang lebih setengah hizb Al-Quran. [2]

Tema Utama

Tiga ayat terakhir surah ini adalah penggabung sifat Jalal dan Jamal, Asma Al-Husna dan Al-Uzhma Ilahi.

Kisah Yahudi Bani Nadhir dan pengusiran mereka yang dilakukan oleh kaum Muslimin merupakan tema utama surah ini. Hukum-hukum pembagian harta dan ghaniman tanpa perang yang diperoleh kaum Muslimin, kecaman terhadap orang-orang munafik dan penyebaran perbuatan orang-orang munafik serta pengkhianatan mereka kepada kaum Muslimin, pujian terhadap sikap rela berkorban kaum Muhajirin, merupakan tema-tema yang diangkat dalam surah Al-Hasyr ini. Awal dan akhir surah Al-Hasyr memiliki keterkaitan yang erat yaitu dimulai dengan tasbih dan penyucian Ilahi dan berakhir dengan cara yang sama. [3]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1254-1255.
  2. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1254-1255.
  3. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1254-1255.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar