Surah Al-Buruj

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Buruj
الْبُرُوجِ
590-85.jpg
Ayat 1-22
Informasi
Arti: Gugusan Bintang
Nama lain: -
Surah ke: 85
No urut pewahyuan: 27
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 30
Statistik
Jumlah ayat: 25
Jumlah kata: 109
Jumlah huruf: 468
Surah sebelumnya Al-Insyiqaq
Surah setelahnya Al-Thariq

Surah Al-Buruj (Bahasa Arab:الْبُرُوجِ, Al-Buruj, Gugusan Bintang) adalah surah ke-85 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-27 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini dinamai Al-Buruj karena diawali dengan sumpah demi langit yang memiliki gugusan bintang. Dari sisi isi, surah Al-Buruj adalah salah satu surah Al-Mufasshalat dan surah ke-14 dari 23 surah yang dimulai dengan pernyataan sumpah.

Identitas Surah Al-Buruj

Surah ini dinamai Al-Buruj karena diawali dengan sumpah demi langit yang memiliki gugusan bintang. Allah Swt berfirman:

وَ السَّماءِ ذاتِ الْبُرُوجِ﴿

“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang.” (QS Al-Buruj [85]:1)

Surah Al-Buruj terdiri dari 22 ayat, 190 kata dan 468 huruf. Tidak ada perbedaan pendapat terkait dengan jumlah ayat di antara para mufasir dan qari. Surah Al-Buruj adalah surah ke-85 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-27 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran serta tergolong sebagai surah Makkiyah. Dari sisi isi, surah Al-Buruj adalah salah satu surah Al-Mufasshalat dan terletak pada hizb kedua juz 30. Surah ini adalah surah ke-14 dari 23 surah yang dimulai dengan pernyataan sumpah (pada ayat pertama hingga ayat ke-3 menyebutkan empat persoalan penting).

Tema Utama

Surah Al-Buruj adalah dimulai dengan pernyataan sumpah demi langit dan hari kiamat serta penegasan akan kepastian terjadinya kiamat sebagai hari yang dijanjikan. Demikian juga menyinggun tentang sejarah ashab Ukhdud yang menggangu orang-orang beriman dan kemudian mereka sendiri yang binasa. Surah Al-Buruj juga mengangkat beberapa tema penting lainnya berupa nasib bahagia orang-orang beriman dan ganjaran yang mereka peroleh di hari pembalasan, menyebutkan sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah Swt, penggalan kisah Fir’aun dan kaum Tsamud, tentang ilmu Allah dan Allah Swt mengetahui perbuatan, gerak, dan niat manusia. Penghujung surah ini dijelaskan tentang keagungan Al-Quran, asal dan kedudukannya. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1262-1263.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar