Prioritas: b, Kualitas: b

Para Nabi

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Para nabi (bahasa Arab: الانبیاء) atau anbiya adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah swt untuk mengajak manusia menuju kepada-Nya. Allah berhubungan dengan mereka melalui wahyu.

Kemaksuman, mengetahui ilmu gaib, mukjizat dan menerima wahyu termasuk diantara karakteristik-karakteristik para nabi. Alquran telah menyebutkan beberapa mukjizat para nabi seperti dinginnya api atas Ibrahim, berubahnya tongkat Nabi Musa as menjadi ular besar, hidupnya orang mati di tangan Isa as dan Alquran untuk Nabi Muhammad saw.

Di dalam Alquran ditekankan tentang keunggulan sebagain nabi atas nabi-nabi yang lain. Beberapa nabi, di samping makam kenabian, juga memiliki makam risalah dan sebagian juga memiliki makam imamah. Menurut riwayat, para nabi Ulul Azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad), mereka lebih unggul dari nabi lainnya, dan Nabi Islam lebih unggul dari mereka semua. Demikian juga, di antara para nabi, Syits, Idris, Musa, Daud, Isa dan Muhammad, memiliki kitab samawi dan para nabi Ulul Azmi diyakini sebagai pemilik syariat.

Menurut pendapat masyhur, nabi berjumlah 124 ribu orang. Dalam Alquran, disebutkan nama 25 dari mereka. Nabi pertama adalah Adam dan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad saw.

Para ulama Syiah telah menulis dalam karya mereka tentang sejarah para nabi dan menulis buku-buku independen tentang hal ini. Diantaranya Al-Nur al-Mubin fi Qishash al-Anbiya wa al-Mursalin, karya Sayid Nikmatullah Jazairi; Qashash al-Anbiya, karya al-Rawandi; Tanzih al-Anbiya karya Sayid Murtadha dan Hayat al-Qulub karya Allamah Majlisi.

Nabi

Nabi adalah orang yang memberikan kabar dari Allah tanpa perantara manusia [1] dan merupakan perantara antara Tuhan dan makhluk serta mengajak makhluk menuju kepada-Nya. [2] Menerima dan menyampaikan