Prioritas: b, Kualitas: c

Para Nabi

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari


Para nabi (bahasa Arab: الانبیاء) atau anbiya adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah swt untuk mengajak mereka menuju kepada-Nya dan berhubungan dengan mereka melalui wahyu.

Kemaksuman, menguasai ilmu gaib, mukjizat dan menerima serta menyampaikan wahyu termasuk salah satu karakteristik para nabi. Alquran telah menyebutkan beberapa mukjizat para nabi seperti dinginnya api atas Ibrahim, berubahnya tongkat Nabi Musa as menjadi ular besar, hidupnya orang mati di tangan Isa as dan Alquran untuk Nabi Muhammad saw.

Tingkatan para nabi berbeda-beda. Beberapa nabi, di samping makam kenabian, juga memiliki makam risalah dan sebagian juga memiliki makam imamah. Menurut riwayat, para nabi Ulul Azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad), mereka lebih unggul dari nabi lainnya, dan Nabi Islam lebih unggul dari mereka semua. Demikian juga, di antara para nabi, Syits, Idris, Musa, Daud, Isa dan Muhammad, memiliki kitab samawi dan para nabi Ulul Azmi diyakini sebagai pemilik syariat.

Menurut pendapat masyhur, nabi berjumlah 124 ribu orang. Dalam Alquran, disebutkan nama 25 dari mereka. Nabi pertama adalah Adam dan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad saw.

Para ulama Syiah telah menulis dalam karya mereka tentang sejarah para nabi dan menulis buku-buku independen tentang hal ini. Diantaranya An-Nur al-Mubin fi Qashash al-Anbiya' wa al-Mursalin, karya Sayid Nikmatullah Jazairi; Qashash al-Anbiya, karya al-Rawandi; Tanzih al-Anbiya karya Sayid Murtadha dan Hayat al-Qulub karya Allamah Majlisi.

Nabi

Nabi adalah orang yang memberikan kabar dari Allah tanpa perantara manusia [1] dan merupakan perantara antara Tuhan dan makhluk serta mengajak makhluk menuju kepada-Nya. [2] Menerima dan menyampaikan wahyu, memiliki ilmu gaib[3] dan maksum[4] adalah karakteristik para nabi. Sebagian besar teolog Islam percaya bahwa para nabi dalam segala hal dan tahapan-tahapan kehidupan, terjaga dari dosa dan kesalahan [5]; Karenanya, kasus-kasus yang disebutkan dalam Alquran yang berbicara tentang istighfar para nabi dan pengampunan Allah, [6] seperti pembunuhan orang Mesir oleh Nabi Musa as [7], pengabaian misi oleh Nabi Yunus [8] dan memakan buah terlarang oleh Adam [9] ditafsirkan dengan Tarkul Aula (meninggalkan yang lebih utama). Namun sebaliknya, beberapa Teolog, menganggap kemaksuman para nabi hanya diperlukan dalam urusan kenabian dan mereka dalam kehidupan sehari-hari mengklaim pendapat Sahwun Nabi (kelalaian dan kealpaan nabi). [10]

Jumlah dan Nama-Nama

Mengenai bilangan dan jumlah para nabi terdapat banyak riwayat yang berbeda-beda. Menurut Allamah Thabathabai, riwayat masyhur menyebut mereka berjumlah 124 ribu. [11] Menurut riwayat ini, 313 dari para nabi ini adalah para nabi dan rasul, 600 orang dari para nabi Bani Israil dan empat dari mereka (Hud, Saleh, Syu'aib dan Muhammad) adalah orang Arab. [12] Dalam beberapa riwayat lainnya, jumlah nabi adalah 8 ribu[13], 320 ribu [14], dan 144 ribu orang. [15] Allamah Majlisi telah memberikan probabilitas bahwa jumlah 8 ribu berhubungan dengan para nabi besar. [16] Nabi pertama adalah Adam [17] dan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad saw. [18]

Alquran telah menyebutkan sebagian nabi [19]: Adam, Nuh, Idris, Hud, Saleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ilyasa, Dzulkifli, Ilyas, Yunus, Ishaq, Ya'qub, Yusuf, Syu'aib, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Ayyub, Zakaria, Yahya, Isa, Muhammad saw adalah nabi-nabi yang namanya disebutkan dalam Alquran. [20] Beberapa mufasir berpendapat bahwa nama Ismail bin Hizqil [Note 1] juga ada dalam Alquran. [21]

Dikatakan bahwa Alquran telah menyebutkan beberapa sifat sebagian nabi seperti Uzair, Armiya dan Samuel, tetapi tidak menyebutkan nama mereka[22]. Dalam Alquran, ada surah dinamai dengan al-Anbiya (para nabi) dan sejumlah surah bernama Yunus, Hud, Yusuf, Ibrahim, Muhammad dan Nuh.

Dalam riwayat, Syits[23], Hizqil[24], Habaquq atau Haiquq [25], Danial [26], Girgis [27], Uzair [28], Hazhalah [29], dan Armiya[30], juga disebut sebagai nabi. Ada perbedaan pendapat terkait kenabian orang-orang seperti Khidir [31], Khalid bin Sinan [32] dan Dzulqarnain. [33]

Berdasarkan ayat-ayat Alquran, beberapa nabi hidup secara bersamaan, termasuk Musa dengan Harun [34] dan Ibrahim dengan Luth. [35]

Para Nabi dalam Alquran
Nama Nabi Pengulangan Dalam Injil dan Taurat Nabi Rasul Imam Kitab Kaum Pusara Memiliki Syariat
Adam 20 Adam Najaf
Idris 2 Enoch Nabi[36] Naik ke langit [37]
Nuh 43 Noah Nabi[38] Rasul[39] Najaf Ya[40]
Hud 10 Eber Rasul[41] Ad[42] Najaf
Shaleh 10 Rasul[43] Tsamud [44] Najaf
Ibrahim 66 Abraham Nabi[45] Rasul[46] Imam[47] Suhuf[48] Hebron(Falestina) Ya[49]
Luth 27 Lot Nabi[50] Rasul[51] Falestina
Ismail 11 Ishmael Nabi[52] Masjidil Haram
Ismail(Shadiqul Wa'd) 1 Nabi[53]
Ishak 15 Isaac Nabi[54] Imam[55] Hebron(Falestina)
Yakub 18 Jacob Nabi[56] Imam[57] Hebron (Falestina)
Yusuf 22 Joseph Nabi[58] Bani Israil Hebron (Falestina)
Ayub 4 Job Nabi[59] Hauran
Syu'aib 11 Jethro, Reuel, Hobab Rasul[60] Madyan[61] Baitul Maqdis
Musa 134 Moses Nabi[62] Rasul[63] Taurat[64] Para Firaun[65] dan Bani Israil[66] Sekitar Baitul Maqdis Ya[67]
Harun 20 Aaron Nabi[68] Rasul[69] Para Firaun [70] dan Bani Israil[71] Sekitar Thur Sina
Dzulkifli 2 Ezekiel Antara Kufah dan Hillah
Daud 15 David Nabi[72] Zabur[73] Baitul Maqdis
Sulaiman 14 Solomon Nabi[74] Baitul Maqdis
Ilyas 2 Elijah (Elias) Nabi[75] Rasul[76] Naik ke langit
Ilyasa 2 Elisha Nabi[77] Damaskus
Yunus 5 Jonah Nabi[78] Rasul[79] Kufah
Zakariya 7 Zechariah Nabi[80] Baitul Maqdis
Yahya 4 John the Baptist Nabi[81] Masjid Umawi, Damaskus
Isa 23 Jesus Nabi[82] Rasul[83] Injil[84] Bani Israil[85] Naik ke langit Ya[86]
Muhammad 4 Nabi[87] Rasul[88] Alquran [89] Semua masyarakat[90] Madinah Ya[91]

Derajat dan Tingkatan

Menurut ayat tersebut, Dan sesungguhnya telah Kami lebih utamakan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain) [92] makam dan kedudukan para nabi tidaklah sama dan beberapa di antaranya lebih unggul dari yang lain. Dalam hadis, makam Nabi Muhammad saw lebih tinggi dari nabi-nabi lainnya. [93] Menurut orang Yahudi, nabi-nabi Bani Israil lebih tinggi dari nabi-nabi lain dan di antara mereka, Nabi Musa lebih tinggi dari yang lain. [94]

Ulul Azmi

Menurut Allamah Thabathabai, maksud dari 'Azm dalam surah Al-Ahqaf ayat 35 adalah syariat, dan maksud dari Ulul Azmi adalah para nabi pemilik syariat. Menurutnya, ada lima nabi yang memiliki syariat (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad) adalah para nabi Ulul Azmi. [95] Sebagian yang lain berpendapat bahwa Ulul Azmi tidak eksklusif untuk para nabi pemilik syariat semata. [96] Menurut riwayat, nabi-nabi Ulul Azmi lebih unggul dari para nabi lainnya. [97]

Makam Risalah

Menurut pendapat masyhur, nabi adalah konsepsi yang lebih umum dari rasul, setiap rasul adalah nabi, tetapi tidak semua nabi adalah rasul. [98] Menurut hadis, 313 nabi adalah juga termasuk para rasul. [99] Beberapa perbedaan antara nabi dan rasul adalah sebagai berikut:

  • Rasul mendapatkan wahyu melalui mimpi dan wahyu, tetapi nabi hanya melalui mimpi. [100]
  • Wahyu pada rasul disampaikan melalui malaikat Jibril, tetapi wahyu pada nabi diperoleh melalui malaikat lainnya atau ilham hati dan atau mimpi yang benar. [101]
  • Rasul, selain memiliki makam kenabian, juga mengemban misi itmam hujjah (argumentasi pamungkas). [102]
  • Rasul adalah orang yang memiliki syariat dan membuat hukum, tetapi nabi adalah penjaga syariat nabi lain. Syaikh Thabrasi mengaitkan pendapat ini pada Jahiz. [103] Namun, sebagian mufasir seperti Syaikh Thabrasi menganggap sinonim antara nabi dan rasul. [104]

Makam Imamah

Menurut ayat Ibtila Ibrahim, beberapa nabi juga memiliki makam Imamah. [105] Dalam beberapa riwayat, makam imamah dianggap lebih tinggi daripada makam kenabian, karena makam ini diberikan di akhir umur Nabi Ibrahim dan setelah kenabiannya. [106] Dalam surah Al-Anbiya, Nabi Ibrahim, Ishak, Ya'qub dan Luth diperkenalkan sebagai Imam. [107] Dalam hadis dari Imam Shadiq as, semua nabi Ulul Azmi memiliki makam ismah (keterjagaan). [108]

Superioritas atas Malaikat

Menurut Syaikh Mufid, Imamiyah dan kelompok Ahli Hadis menganggap makam para nabi lebih tinggi dari para malaikat, tetapi sebagian besar Mu'tazilah menganggap malaikat lebih superior daripada para nabi. [109] Dalam beberapa hadis, makam Rasulullah saw dan dua belas Imam as lebih tinggi dari para malaikat. [110]

Kitab dan Syariat

Beberapa nabi memiliki kitab samawi; menurut ayat-ayat Alquran, Zabur adalah kitab Nabi Daud[111], Taurat adalah kitab Nabi Musa [Note 2] Injil adalah kitab Nabi Isa [112] dan Alquran adalah kitab Nabi Muhammad saw. [113] Alquran tidak menyebutkan sebuah buku untuk Nabi Ibrahim dan menggunakan istilah "Shuhuf" untuknya. [114] Demikian juga, berdasarkan hadis, Allah mengirimkan 50 shuhuf kepada Nabi Syits, 30 shuhuf kepada Nabi Idris dan 20 shuhuf kepada Ibrahim. [115]

Para mufasir dengan bersandar pada ayat Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa [116], menganggap Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad adalah pembawa/pemilik syariat. [117] Dalam sebagian riwayat, sebab diperkenalkannya para nabi tersebut sebagai Ulul Azmi juga dikarenakan memiliki syariat. [118]

Allamah Thabathabai mengatakan bahwa masing-masing nabi Ulul Azmi memiliki kitab dan syariat. [119] Ia percaya bahwa kepemilikan kitab para nabi selain Ulul Azmi seperti Nabi Daud [120], Syits, dan Idris [121], tidak bertentangan dengan pengkhususan syariat kepada para nabi Ulul Azmi, karena kitab-kitab para nabi selain Ulul Azmi tidak mencakup hukum dan syariat. [122]

Mukjizat

Mukjizat termasuk salah satu cara untuk mengetahui para nabi dari para pengklaim palsu. Mukjizat adalah hal luar biasa yang dilakukan oleh para nabi dari Allah dan disertai dengan klaim kenabian dan tantangan. [123]

Alquran menyebutkan beberapa mukjizat para nabi; unta Nabi Saleh[124], dinginnya api untuk Ibrahim[125], menghidupkan empat ekor unggas oleh Ibrahim [126], sembilan mukjizat untuk Musa, seperti berubahnya tongkat menjadi naga [127], mengalirnya dua belas mata air untuk suku-suku Israil [128], terbelahnya laut dan terbukanya jalan keselamatan bagi bani Israil [129], yad baidha (tangan putih bercahaya) [130], mukjizat Nabi Isa seperti menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, merubah lempung menjadi burung [131] dan mukjizat Nabi Muhammad saw seperti Alquran [132], dan membelah rembulan [133] termasuk mukjizat tersohor para nabi, yang telah diisyaratkan dalam Alquran. Ibnu Jauzi berbicara tentang sumber-sumber yang menukilkan 1.000 mukjizat Rasulullah saw. [134]

Perbedaan mukjizat dikarenakan perbedaan dalam informasi dan kebutuhan masyarakat, pada waktu yang berbeda. Kebijaksanaan Ilahi menuntut mukjizat setiap nabi, selaras dengan kebutuhan audiennya. Sebagai contoh, pada zaman Nabi Musa, sihir adalah hal yang lazim dan marak, Allah membuat mukjizat Musa dengan tongkat sehingga para penyihir tidak akan dapat menirunya dan menjadi hujjah bagi orang lain. [135]

Irhashat (Pertanda)

Peristiwa yang terjadi sebelum pengutusan para nabi dan dengan tujuan mempersiapkan masyarakat untuk menerima klaim mereka [136], dalam istilah para Teolog disebut dengan irhashat. Selamatnya Nabi Musa dari sungai Nil, berbicaranya Nabi Isa saat masih dalam buaian [137], mengeringnya danau Saveh, bergetarnya dinding istana dan retak serta runtuhnya empat belas menara Dewan Kekaisaran, padamnya api yang disembah penganut agama Majusi secara tiba-tiba dan peristiwa-peristiwa lain yang terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad saw [138] termasuk irhazat (pertanda) dari para nabi.

Bibliografi

Para ahli hadis, mufasir dan Teolog Islam telah menulis dalam karya-karya mereka tentang para nabi. Allamah Majlisi telah mendedikasikan empat jilid buku Bihar al-Anwar dengan riwayat yang berkaitan dengan para nabi [139] dan sembilan jilid untuk sejarah Nabi Muhammad saw. [140] Demikian juga telah ditulis buku-buku tentang para nabi secara independen, yang sebagian besar diterbitkan dengan tema "Qashash al-Anbiya/kisah-kisah para nabi". Dalam karya-karya ini, mayoritas mengupas biografi para nabi dan terkadang juga pembahasan-pembahasan keyakinan terkait dengan mereka, beberapa di antaranya adalah:

  • Al-Nur al-Mubin-fi Qashash al-Anbiya wa al-Mursalin: Buku ini ditulis oleh Sayid Nimatullah Jazairi (1050-1112 H). Buku ini berisi beografi para nabi yang namanya disebutkan dalam riwayat-riwayat Syiah. Dalam pendahuluan, penulis telah membahas isu-isu seperti jumlah nabi, persamaan mereka, para nabi Ulul Azmi, dan juga perbedaan antara nabi dan Imam. Buku ini ditulis dalam bahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Farsi dengan tema “Dastane Payambaran ya Qessehha-e Quran az Adam ta Khatam”.
  • Qashash al-Anbiya Rawandi; karya Quthbuddin ar-Rawandi. Penulis dalam buku ini membawa sejarah para nabi sesuai dengan urutan zaman.
  • Tanzih al-Anbiya wa al-Aimmah: Sayid Murtadha (355-436 H/966-1044) menuliskannya dalam membuktikan kemakshuman para nabi dan dalam bahasa Arab. Penulis buku ini menganggap para nabi terjaga dari segala jenis kesalahan, dosa-dosa kecil dan dosa besar. [141]
  • Waqa'i al-Sunan wa al-A'wam: Buku ini karya Sayid Abdul Husain Khatun Abadi (meninggal 1105 H). Buku ini memiliki tiga bagian. Bagian pertama berhubungan dengan sejarah para nabi, penulis dalam bagian ini menyebutkan nama, usia dan beberapa kondisi dari sejumlah para nabi dan dua bagian lainnya mengupas peristiwa yang berhubungan dengan zaman Nabi Muhammad saw. Waqa'i al-Sunan ditulis dalam bahasa Persia.
  • Lathaif Qashash al-Anbiya as: karya Sahl bin Abdullah at-Tustari (meninggal 238 H). Buku ini, dengan menggunakan ayat-ayat dan riwayat, membahas beberapa aspek kehidupan para nabi.
  • Hayat al-Qulub: Buku ini karya Allamah Majlisi (w.1110 H/1698), dan mengupas kisah para nabi dan para penggantinya. Allamah Majlisi dalam buku ini membahas kenabian secara umum, khilafah Imam Ali as, keharusan akan keberadaan Imam, pengangkatan dan kemaksuman.

Demikian juga, buku-buku Qashash al-Anbiya al-Musamma 'Arais al-Majalis, karya Ahmad bin Muhammad Tsa'labi, Qashash al-Anbiya, karya Ibnu Katsir dan Qashash al-Anbiya, karya Abu Ishaq Naisaburi dari para ulama Ahlusunah mengupas masalah ini.

Catatan Kaki

  1. Thuraihi, Majma' al-Bahrain, jld. 1, hlm. 375.
  2. Mustafawi, al-Tahkik fi Kalimat al-Quran al-Karim, jld. 12, 55.
  3. Syaikh Thusi, al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 2, hlm. 459.
  4. Syaikh Mufid, Adamu Sahwi an-Nabi, hlm. 29 dan 30; Sayid Murtadha, Tanzih al-Anbiya, hlm. 34.
  5. Syaikh Mufid, Adamu Sahwi an-Nabi, hlm. 29 dan 30; Sayyid Murtadha, Tanzih al-Anbiya, hlm. 34.
  6. Semisalnya lihat: QS. Al-Qashash: 16; QS. Al-Anbiya’: 87; QS. Thaha: 121.
  7. Makarem Shirazi,Tafsir Nemuneh, jld. 16, hlm. 42, 43.
  8. Allamah Thabathabai, 'al-Mizan', jld. 14, hlm. 315.
  9. Syaikh Thabrasi, Majma' al-Bayan, jld. 7, hlm. 56; Makarem Shirazi,Tafsir Nemuneh, jld. 13, hlm. 323.
  10. Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jld. 1, hlm. 360.
  11. Allamah Thabathabai, 'al-Mizan', jld. 2, hlm. 144.
  12. Untuk telaah riwayat, lihat: Syaikh Shaduq, al-Khishal, jld. 2, hlm. 524; Syaikh Shaduq, Ma’ani al-Akhbar, 1404 H, hlm. 333; Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, 1407 H, jld. 11, hlm. 32; jld. 74, hlm. 71.
  13. Syaikh Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 397; Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11, hlm. 31.
  14. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11, hlm. 60.
  15. Syaikh Mufid, al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 263; Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 16, hlm. 352.
  16. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11, hlm. 31.
  17. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11, hlm. 31.
  18. QS. Al-Ahzab: 40.
  19. QS. An-Nisa: 164.
  20. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 141.
  21. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 141.
  22. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 141.
  23. Syaikh Shaduq, al-Khishal, jld. 2, hlm. 524.
  24. Qutb Rawandi, Qashash al-Anbiya, hlm. 241-242.
  25. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 14, hlm. 163.
  26. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 14, hlm. 163.
  27. Qutb Rawandi, Qashash al-Anbiya, hlm. 238.
  28. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 13, hlm. 448.
  29. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 13, hlm. 448.
  30. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 14, hlm. 373; Qutb Rawandi, Qashash al-Anbiya, hlm. 224.
  31. Lihat: Syaikh Thusi, al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 7, hlm. 82.
  32. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 14, hlm. 448-451.
  33. Fakhr Razi, Mafatih al-Ghaib, jld. 21, hlm. 495.
  34. QS. Maryam: 53.
  35. QS. Hud: 74.
  36. (وَاذْكُرْ فِی الْكِتَابِ إِدْرِیسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّیقًا نَّبِیا.) Maryam/56
  37. Riwayat-riwayat di bawah ayat وَ رَفَعْناهُ مَكاناً عَلِيًّا (maryam/57)
  38. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  39. (إِنِّی لَكُمْ رَسُولٌ أَمِینٌ.) Al-Syuara/107
  40. Nama="42:13">(شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّینِ مَا وَصَّیٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِی أَوْحَینَا إِلَیكَ وَمَا وَصَّینَا بِهِ إِبْرَاهِیمَ وَمُوسَیٰ وَعِیسَیٰ.) Asy-Syura/۱۳
  41. (إِنِّی لَكُمْ رَسُولٌ أَمِینٌ.) Al-Syuara/125
  42. (وَإِلَیٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا.) Al-Araf/65
  43. (إِنِّی لَكُمْ رَسُولٌ أَمِینٌ.) Al-Syuara/143
  44. Alquran 7:73
  45. (وَاذْكُرْ فِی الْكِتَابِ إِبْرَاهِیمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّیقًا نَّبِیا.) Maryam/41
  46. (أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَینَاتِ.) At-Taubah/70
  47. (وَإِذِ ابْتَلَیٰ إِبْرَاهِیمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّی جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّیتِی ۖ قَالَ لاینَالُ عَهْدِی الظَّالِمِینَ.) Al-Baqarah/124
  48. (صُحُفِ إِبْرَاهِیمَ وَمُوسَیٰ.) Al-A'la/19
  49. Nama="۴۲:۱۳"(شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّینِ مَا وَصَّیٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِی أَوْحَینَا إِلَیكَ وَمَا وَصَّینَا بِهِ إِبْرَاهِیمَ وَمُوسَیٰ وَعِیسَیٰ.) Asy-Syura/۱۳
  50. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  51. (إِنِّی لَكُمْ رَسُولٌ أَمِینٌ.) Al-Syuara/162
  52. (أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ.) Al-An'am/۸۹
  53. Nama="19:45"(وَاذْكُرْ فِی الْكِتَابِ إِسْمَاعِیلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِیا.) Maryam/54
  54. Nama="19:49"(فَلَمَّا اعْتزََلهَُمْ وَ مَا یعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَ یعْقُوبَ وَ كلاًُّ جَعَلْنَا نَبِیا.) Maryam/49
  55. Nama="21:73"(وَ جَعَلْنَاهُمْ أَئمَّةً یهْدُونَ بِأَمْرِنَا.) اNabiاء/73
  56. Nama="19:49"(فَلَمَّا اعْتزََلهَُمْ وَ مَا یعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَ یعْقُوبَ وَ كلاًُّ جَعَلْنَا نَبِیا.) Maryam/۴۹
  57. Nama="21:73"(وَ جَعَلْنَاهُمْ أَئمَّةً یهْدُونَ بِأَمْرِنَا.) اNabiاء/۷۳
  58. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/۸۹
  59. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  60. (إِنی لَكُمْ رَسُولٌ أَمِین.) Al-Syuara/178
  61. (وَ إِلی مَدْینَ أَخَاهُمْ شُعَیبًا.) Al-Araf/85
  62. Nama="19:51"(وَ اذْكُرْ فی الْكِتَابِ مُوسی إِنَّهُ كاَنَ مخُْلَصًا وَ كاَنَ رَسُولًا نَّبِیا.) Surah Maryam، ayat 51.
  63. Nama="19:51">(وَ اذْكُرْ فی الْكِتَابِ مُوسی إِنَّهُ كاَنَ مخُْلَصًا وَ كاَنَ رَسُولًا نَّبِیا.) Surah Maryam، ayat 51.
  64. (إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْراةَ فیها هُدی وَ نُورٌ.) Al-Maidah/44
  65. ثُمَّ بَعَثْنَا مِن بَعْدِهِم مُّوسَیٰ وَهَارُونَ إِلَیٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ بِآیاتِنَا فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِینَ.) Yunus/75
  66. (وَ لَقَدْ أَرْسَلْنا مُوسی بِآیاتِنا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُماتِ إِلَی النُّورِ وَ ذَكِّرْهُمْ بِأَیامِ اللَّه.) Ibrahim/5
  67. Nama="42:13"(شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّینِ مَا وَصَّیٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِی أَوْحَینَا إِلَیكَ وَمَا وَصَّینَا بِهِ إِبْرَاهِیمَ وَمُوسَیٰ وَعِیسَیٰ.) Asy-Syura/13
  68. (وَ وَهَبْنا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنا أَخاهُ هارُونَ نَبِيًّا .) Maryam/53
  69. ثُمَّ أَرْسَلْنا مُوسی وَ أَخاهُ هارُونَ بِآیاتِنا وَ سُلْطانٍ مُبین.) Al-Mukminun/45
  70. ثُمَّ بَعَثْنَا مِن بَعْدِهِم مُّوسَیٰ وَهَارُونَ إِلَیٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ بِآیاتِنَا فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِینَ.) Yunus/75
  71. وَ لَقَدْ قالَ لَهُمْ هارُونُ مِنْ قَبْلُ یا قَوْمِ إِنَّما فُتِنْتُمْ بِهِ وَ إِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمنُ فَاتَّبِعُونی وَ أَطیعُوا أَمْری.)Thaha/90
  72. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  73. (وَ ءَاتَینَا دَاوُدَ زَبُورًا.) Al-Isra'/55
  74. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  75. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  76. (وَ إِنَّ إِلْیاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِین.) As-Shafaat/123
  77. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/۸۹
  78. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  79. (وَ إِنَّ یونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِین.) صافات/139
  80. Nama="6:89"(أُولَـٰئِكَ الَّذِینَ آتَینَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ). Al-An'am/89
  81. (فَنَادَتْهُ الْمَلَئكَةُ وَ هُوَ قَائمٌ یصَلی فی الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ یبَشِّرُكَ بِیحْیی مُصَدِّقَا بِكلَِمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَ سَیدًا وَ حَصُورًا وَ نَبِیا مِّنَ الصَّلِحِین.) Al Imran/39
  82. (قَالَ إِنی عَبْدُ اللَّهِ ءَاتَئنی الْكِتَابَ وَ جَعَلَنی نَبِیا.) Maryam/۳۰
  83. (إِنَّمَا الْمَسِیحُ عِیسی ابْنُ مَرْیمَ رَسُولُ اللَّهِ وَ كَلِمَتُهُ أَلْقَئهَا إِلی مَرْیم.) An-Nisa/171
  84. (وَ قَفَّینَا بِعِیسی ابْنِ مَرْیمَ وَ ءَاتَینَهُ الْانجِیلَ.) Al-Hadid/27
  85. (وَإِذْ قَالَ عِیسَی ابْنُ مَرْیمَ یا بَنِی إِسْرَائِیلَ إِنِّی رَسُولُ اللَّـهِ إِلَیكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَینَ یدَی مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ یأْتِی مِن بَعْدِی اسْمُهُ أَحْمَدُ.) As-Shaf/6
  86. Nama="42:13"(شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّینِ مَا وَصَّیٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِی أَوْحَینَا إِلَیكَ وَمَا وَصَّینَا بِهِ إِبْرَاهِیمَ وَمُوسَیٰ وَعِیسَیٰ.) Asy-Syura/13
  87. Nama="33:40"(ما كاَنَ محُمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَ لَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَ خَاتَمَ النَّبِینَ.) Al-Ahzab/44
  88. Nama="۳۳:۴۱"(ما كاَنَ محَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَ لَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَ خَاتَمَ النَّبِینَ.) Al-Ahzab/40
  89. (وَ كَذَالِكَ أَوْحَینَا إِلَیكَ قُرْءَانًا عَرَبِیا لِّتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَی وَ مَنْ حَوْلهَا.) Asy-Syura/7
  90. (وَ ما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشیراً وَ نَذیراً.) Saba/28
  91. Nama="42:13"(شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّینِ مَا وَصَّیٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِی أَوْحَینَا إِلَیكَ وَمَا وَصَّینَا بِهِ إِبْرَاهِیمَ وَمُوسَیٰ وَعِیسَیٰ.) Asy-Syura/13
  92. QS. Al-Isra: 55.
  93. Syaikh Shaduq, Kamaluddin, jld. 1, hlm. 254.
  94. Taheri Akerdi, Yahudiyyat, 1390 HS, hlm. 173.
  95. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 141.
  96. Misbah Yazdi, Rah wa Rah Shenasi, hlm. 404.
  97. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 145.
  98. Syaikh Mufid, Awail al-Maqalat, 1413 H, hlm. 45.
  99. Syaikh Shaduq, al-Khishal, jld. 2, hlm. 524; Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11, hlm. 32; jld. 74, hlm. 71.
  100. Syaikh Kulaini, 'al-Kafi', jld. 1, hlm. 176-177.
  101. Syaikh Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 176-177.
  102. Misbah Yazdi, Rah wa Rah Shenasi, hlm. 55.
  103. Syaikh Thabrasi, Majma' al-Bayan, jld. 7, hlm. 144.
  104. Syaikh Thabrasi, Majma’ al-Bayan, jld. 7, hlm. 144.
  105. QS. Al-Baqarah: 124.
  106. Bahrani, al-Burhan, jld. 1, hlm. 323.
  107. QS. AL-Anbiya: 69-73.
  108. Syaikh Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 175.
  109. Syaikh Mufid, Awail al-Maqalat, hlm. 49-50.
  110. Syaikh Shaduq, Kamaluddin, jld. 1, hlm. 254.
  111. QS. Al-Isra': 55.
  112. QS. Al-Hadid: 27.
  113. QS. Asy-Syura: 7.
  114. QS. Al-A'la: 19.
  115. Syaikh Shaduq, al-Khishal, jld. 2, hlm. 524.
  116. QS. Asy-Syura: 13.
  117. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 141.
  118. Syaikh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, jld. 2, hlm. 80.
  119. Allamah Thabathabai, al-Mizan, jld. 2, hlm. 141.
  120. QS. An-Nisa: 163.
  121. Syaikh Shaduq, al-Khishal, jld. 2, hlm. 524.
  122. Allamah Thabathabai, al-Mizan, 1417 H, jld. 2, hlm. 141.
  123. Syaikh Mufid, al-Nukat al-I’tiqadiyyah, hlm. 35.
  124. QS. Al-A'raf: 73.
  125. QS. Al-Anbiya: 69.
  126. QS. Al-Baqarah: 260.
  127. QS. Asy-Syu’ara: 32.
  128. QS. Al-Baqarah: 60.
  129. QS. Asy-Syu’ara: 63.
  130. QS. Al-A’raf: 108; Thaha: 22; Asy'syu'ara: 33; An-Naml: 12; Al-Qashash: 32.
  131. QS. Ali Imran: 49; Al-Maidah: 110.
  132. QS. At-Thur: 34.
  133. QS. Al-Qamar: 1.
  134. Ibnu Jauzi, al-Muntadzam, 1412 H, jld. 15, hlm. 129.
  135. Tayyib, Athyab al-Bayan, jld. 1, hlm. 42.
  136. Tahanawi, Mausu'ah Kasyaf Istilahat, jld. 1, hlm. 141.
  137. Ja’fari, Tafsir Kautsar, jld. 3, hlm. 300.
  138. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 2, hlm. 268; Ya’qubi, Tarikh al-Ya’qubi, jld. 2, hlm. 8.
  139. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11-15.
  140. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 11-15.
  141. Sayid Murtadha, Tanzih al-Anbiya, hlm. 34.
  1. Ismail bin Hizqil adalah salah satu nabi Bani Israil. Allamah Thabathabai berpendapat maksud Alquran dari Ismail dalam ayat Wazkur fi al-Kitab Ismail, innahu kana Shadiq al-Wa'di wa Kana Rasulan Nabiyyan (QS. Maryam: 54) adalah Ismail bin Hizqil (Allamah Thabathabai, al-Mizan, 1417 H, jild. 14, hlm. 63).
  2. Alquran tidak menegaskan penurunan kitab Taurat pada nabi Musa; namun hanya menyebut penurunan kitab Turat dari Allah (QS. Al-Maidah: 44) dan juga mengafirmasi penurunan luh-luh pada nabi Musa (QS. Al-A'raf: 154). Sebagian mufasir berpendapat bahwa luh adalah Taurat. (Allamah Thabathabai, al-Mizan, 1417 H, jld. 8, hlm. 250).

Daftar Pustaka

  • Allamah Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1403 H.
  • Allamah Thabathabai, Sayyid Muhammad Husein, al-Mizan fi Tafsir al-Quran, Qom, Daftar Intisyarat Islami Jami;ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom., 1417 H.
  • Bahrani, Sayyid Hasyim, al-Burhan fi Tafsir al-Quran, Tehran, Bunyan Bi’tsat, 1416 H.
  • Fakhr Razi, Muhammad bin Umar, Mafatih al-Ghaib, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.
  • Ibnu Jauzi, Abdurrahman bin Ali, al-Muntadszam fi Tarikh al-Umam wa al-Mulk, riset. Muhammad Abdul Qadir Atha, dan Mustafa Abdul Qadir Atha, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1412 H/ 1992 M.
  • Ja’fari, Ya’qub, Tafsir Kautsar, Qom, Hijrat, 1377 HS.
  • Makarem Shirazi, Naser,Tafsir Nemuneh, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1374 HS.
  • Mishbah Yazdi, Muhammad Taqi, Rah wa Rahnema Shenasi, review, Mustafa Karimi, Qom, Instisyarat Mu’asasah Amuzeshi wa Pazuhesyi Imam Khomeini, 1393 HS.
  • Mustafavi, Hasan, al-Tahkik fi Kalimat al-Qurn al-Karim, Tehran, Wezarat Farhangg wa Irsyad Islami, 1368 HS.
  • Qutb Rawandi, Said bin Hibatullah, Qishas al-Anbiya’, editor. Gholamreza Irfaniyan Yazdi, Masyhad, Markas Pazuheshhaye Islami, 1409 H.
  • Sayyid Murtadha Alamul Huda, Tanzih al-Anbiya wa al-Aimmah, riset. Faris Hasun Karim, Qom, Bustan Kitab, 1380 HS/ 1422 H.
  • Syaikh Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, al-Kafi, editor. Ali Akbar Ghaffari, dan Muhammad Akhundi, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407 H.
  • Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad, Adamu Sahwi al-Nabi, Qom, al-Mu’tamar al-Alami li al-Syaikh al-Mufid, 1413 H.
  • Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad, al-Ikhtishash, editor. Ali Akbar Ghaffari dan Mahmud Mahzumi Zarandi, Qom, al-Mu’tamar al-Alami li Alfiyah al-Syaikh al-Mufid, 1413 H.
  • Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad, al-Nukat al-I’tiqadiyyah, Qom, al-Mu’tamar li al-Syaikh al-Mufid, 1413 H.
  • Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad, Awail al-Maqalat fi al-Madzahib wa al-Mukhtarat. Qom, al-Mu’tamar al-Alami li al-Syaikh al-Mufid, 1413 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Uyun Akhbar al-Ridha as, Editor, Mahdi Lajurdi, Tehran, Nasyre Jahan, 1378 HS.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, al-Khishal, Editor, Ali Akbar Ghaffari, Qom, Jami’ah Mudarrisin, 1362 HS.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Kamaluddin wa Tamam al-Ni’mah, Editor, Ali Akbar Ghaffari, Tehran, Islamiyyah, 1395 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Ma’ani al-Akhbar, riset. Ali Akbar Ghaffari, Qom, Daftar Intisyarate Islmi, yang berafiliasi dengan jamiah Mudarrisin Hauzah Ilmah Qom, 1403 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Man La Yahdhuruhul Faqih, riset. Ali Akbar Ghaffari, Qom, Daftar Intisyarate Islmi, yang berafiliasi dengan jamiah Mudarrisin Hauzah Ilmah Qom, 1413 H.
  • Syaikh Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma’ al-Bayan fi Tafsir al-Quran, Tehran, Nasir Khosrow, 1372 HS.
  • Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan, al-Amali, editor. Mu’assasah al-Bi’tsah, Qom, Dar al-Tsaqafah, 1414 H.
  • Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan, al-Tibyan fi Tafsir al-Quran, riset. Ahmad Qashir Amili, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arab, Tanpa tanggal.
  • Tahanawi, Muhammad A’la bin Ali, Mausu’ah Kasyaf Istilahat al-Funun wa al-‘Ulum, riset. Ali Farid Dahruj, Beirut, Maktabah Lebanon Nasyirun, Tanpa tanggal.
  • Taheri Akerdi, Muhammad Husein, Yahudiyyat, Markas Bainal Milal Tarjumah wa Nasyr al-Mustafa saw, 1390 HS/ 1432 H.
  • Tayyib, Sayyid Abdul Husein, Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Quran, Tehran, Islam. 1378 HS.
  • Thuraihi, Fakhr al-Din bin Muhammad, Majma’ al-Bahrain, editor. Ahmad Huseini Asykuri, Tehran, Murtazavi, 1375 HS.