Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Qalam

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Qalam
القلم
564-68.jpg
Ayat 1-5
Informasi
Arti: Pena
Nama lain: Nun
Surah ke: 68
No urut pewahyuan: 2 atau 5
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 28
Statistik
Jumlah ayat: 52
Jumlah kata: 301
Jumlah huruf: 1288
Surah sebelumnya Al-Mulk
Surah setelahnya Al-Haqqah

Surah Al-Qalam (Bahasa Arab: القلم ,"Qalam", Kalam) adalah surah ke-68 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-2 atau ke-5 sesuai urutan pewahyuan. Surah ini dinamai sebagai Al-Qalam lantaran pada ayat pertama surah ini disebutkan kata Qalam. Dari sisi isi surah Al-Qalam termasuk sebagai Al-Mufasshalat dan surah ke-29 dari 29 surah yang dimulai dengan huruf muqattha’ah.

Nama-nama

Surah ini dinamai sebagai Al-Qalam lantaran pada ayat pertama surah ini disebutkan kata Qalam dan Allah Swt bersumpah dengan qalam dan apa yang ditulisnya.

«ن ۚ.وَ الْقَلَمِ وَما يَسْطُرُونَ»

“Nûn. Demi pena dan apa yang mereka tulis.” (QS Al-Qalam [68]:1)

Nama lain dari surah ini adalah Nun atau Nun wa Al-Qalam karena dimulai dengan huruf muqattha’ah Nun dan setelahnya dengan kata Al-Qalam.

Identitas Surah Al-Qalam

Surah ini terdiri dari 52 ayat, 301 kata, dan 1288 huruf. Jumlah ayat ini berdasarkan kesepakatan pendapat para qari dan mufasir. Sesuai dengan susunan mushaf surah Al-Qalam merupakan surah ke-68 dan sesuai dengan urutan pewahyuan adalah surah ke-2 atau ke-5 Al-Quran. Surah Al-Mulk ini tergolong sebagai salah satu surah Makkiyah. Dari sisi isi, termasuk sebagai surah Al-Mufasshalat dan kurang lebih berukuran setengah hizb Al-Quran. Surah Al-Qalam merupakan surah ke-29 (akhir) dari 29 surah yang dimulai dengan huruf muqattha’ah yang dimulai dengan pernyataan sumpah.

Tema Utama

Surah Al-Qalam dimulai dengan pernyataan sumpah Allah Swt demi pena dan apa yang ditulisnya. Ayat kedua menyatakan pembelaan dan pujian Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw dari tuduhan para musuh Islam yang mengganggap Sang Nabi sebagai orang gila. Pada ayat lain disebutkan masalah imhal (pemberian tangguh) kepada orang-orang kafir dan para penjahat yang pada akhirnay berujung pada kerugian mereka sendiri. Kemudian kisah para penghuni surga (para penjaga taman) dan bencana akibat perbuatan dosa, membuat kerusakan dan lalai dari mengingat Allah Swt. Penghujung surah disebutkan ayat makruf “wain yakadu” yang mentradisi sebagai penghalau sihir dan guna-guna. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynāmeh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1257.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Lihat Juga

Pranala Luar