Lompat ke isi

Konsep:Lubabah binti al-Harits bin Hazn

Dari wikishia
Lubabah binti al-Harits bin Hazn
Info pribadi
Nama lengkapLubabah binti al-Harits bin Hazn bin Bujair al-Hilaliyah
JulukanUmmu al-Fadhl
LakabLubabah al-Kubra
Disebut juga denganIstri Abbas bin Abdul Muthalib, Ibu susuan Imam Husain as
Kerabat termasyhurMaimunah istri Nabi (saw) (Saudari), Asma binti Umais (Saudari seibu), Abdullah bin Abbas (Anak), Ubaidillah bin Abbas (Anak).
Muhajir/AnsharMuhajirin
Informasi Keagamaan
Memeluk IslamWanita Muslim pertama setelah Khadijah sa.
Aktivitas lainKonflik dengan Abu Lahab setelah Perang Badr dan melukainya, Memberi kabar kepada Imam Ali as tentang pemberontakan Aisyah

Lubabah binti al-Harits bin Hazn (bahasa Arab:لُبابه بنت حارِث بن حزن), istri Abbas bin Abdul Muthalib, adalah salah satu sahabat Nabi saw dan wanita terkemuka Arab. Ia dihormati oleh Nabi Muhammad saw dan beberapa sumber merujuk pada riwayat-riwayat mengenai keutamaannya. Ia juga dianggap sebagai salah satu muhaddits (ahli hadis) dan perawi hadis Nabi saw.

Lubabah dianggap sebagai wanita pertama yang memeluk Islam setelah Khadijah sa. Konfliknya dengan Abu Lahab setelah Perang Badar dan tindakannya melukai kepala Abu Lahab telah tercatat dalam sumber-sumber sejarah. Dikatakan bahwa ia adalah ibu susuan Imam Husain as. Menurut sejumlah laporan yang juga terdapat dalam sumber-sumber Ahlusunah, Lubabah bermimpi bahwa sepotong dari tubuh Nabi saw berada di rumahnya. Setelah mengetahui hal itu, Nabi saw memberitahukan kepadanya tentang kelahiran seorang anak bagi Fatimah sa yang akan dibesarkan di rumahnya, dan beliau bersabda bahwa namanya adalah Husain as.

Lubabah melahirkan 7 orang anak, yang paling penting di antaranya adalah Fadhl bin Abbas, Abdullah bin Abbas, dan Ubaidillah bin Abbas. Ia adalah saudara perempuan Maimunah istri Nabi saw dan saudara seibu dari Asma binti Umais (istri Imam Ali as) dan Salma binti Umais (istri Hamzah bin Abdul Mutthalib). Dikatakan bahwa dialah yang menyampaikan kabar pemberontakan Aisyah, Thalhah, dan Zubair kepada Imam Ali as.

Kedudukan Lubabah dalam Sejarah Islam

Lubabah binti al-Harits bin Hazn bin Bujair al-Hilaliyah[1] atau Lubabah al-Kubra[2][3] termasuk di antara sahabat Nabi saw. Ia dianggap sebagai wanita pertama yang memeluk Islam setelah Khadijah sa[4] bersamaan dengan diutusnya Nabi saw,[5] dan setelah suaminya, Abbas bin Abdul Muthalib, masuk Islam, ia berhijrah ke Madinah.[6] Lubabah dianggap sebagai salah satu perawi hadis Nabi saw dan termasuk wanita muhaddits.[7]

Lubabah dikenal sebagai wanita yang mulia,[8] agung,[9] dan wanita paling utama di zamannya.[10] Ia dianggap sebagai salah satu wanita bangsawan dan terkemuka Arab bersama wanita-wanita seperti Fatimah binti Amr (ibu Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah Nabi saw) dan Atikah binti Murrah (ibu Hasyim, Abdus Syams, dan Al-Muthalib).[11] Dalam beberapa laporan, ia disebut sebagai orang yang bertakwa dan rutin berpuasa dua hari dalam seminggu.[12] Sejumlah sumber merujuk pada sebuah syair di mana Abdullah Yazid al-Hilali memuji Ummu al-Fadhl.[13][14]

Penghormatan Nabi saw kepada Lubabah

Sumber-sumber sejarah menyebutkan tentang penghormatan Nabi saw kepada Lubabah; sedemikian rupa sehingga beliau terus mengunjunginya dan beristirahat di rumahnya.[15] Bahkan menurut laporan yang dikutip oleh Ibnu Sa'ad dalam kitab Al-Thabaqat al-Kubra dari Zaid bin Ali bin Husain, Lubabah menyisir rambut Nabi dan memakaikan celak pada mata beliau.[16]

Sebuah hadis diriwayatkan dari Nabi saw yang memperkenalkan ia dan saudara-saudara perempuannya sebagai wanita-wanita mukmin.[17] Karena alasan inilah ia dianggap sebagai salah satu dari tujuh bersaudara ahli surga.[18] Demikian pula Imam al-Baqir as selain memohonkan rahmat Ilahi untuk Lubabah, juga memperkenalkannya sebagai ahli surga.[19]

Ibu Susuan Imam Husain as

Lubabah dianggap sebagai ibu persusuan dan anaknya, Qutham, sebagai saudara susuan Imam Husain as.[20] Menurut sebuah riwayat yang tercermin secara luas dalam sumber-sumber Syiah[21] dan Ahlusunah,[22] Lubabah bermimpi dan menceritakan mimpinya kepada Nabi saw bahwa sepotong dari tubuh Nabi saw berada di rumahnya, dan ia mengungkapkan kekhawatirannya akan mimpi tersebut. Nabi menilai mimpi itu sebagai kebaikan dan kebenaran, lalu memberitahukan kepadanya tentang kelahiran seorang anak bagi Fatimah sa yang akan dibesarkan di rumahnya, dan beliau bersabda bahwa namanya adalah Husain as.[23]

Mengingat dalam beberapa kitab hadis dinukil bahwa Imam Husain as tidak menyusu dari wanita mana pun bahkan ibunya, dan hanya meminum sedikit susu dari ibu jari dan lidah Nabi saw serta fitrah beliau terbentuk dari wujud Nabi saw,[24] sebagian meyakini bahwa Lubabah menyusui Imam Hasan as dengan susu putranya, Qutham,[25] dan ia adalah ibu susuan Imam Hasan as,[26] bukan Imam Husain as.

Tindakan

Menurut sebagian laporan, setelah berita kekalahan kaum musyrik dalam Perang Badar diumumkan, Abu Rafi', budak Nabi, dipukuli oleh Abu Lahab. Lubabah memukul kepala Abu Lahab dengan tiang untuk membela Abu Rafi'.[27] Abu Lahab meninggal dunia tujuh hari kemudian. Sebagian meyakini bahwa penyebab kematian Abu Lahab adalah pukulan tersebut.[28]

Pada masa kekhalifahan Imam Ali as, melalui sebuah surat, Lubabah memberitahu Imam tentang aktivitas Thalhah, Zubair, dan Aisyah yang sedang berkonspirasi melawan Imam di Mekkah,[29] serta menginformasikan kepada beliau tentang rute pergerakan mereka[30] menuju Basrah untuk berperang.[31]

Perawi Hadis

Lubabah telah menukil banyak riwayat dari Nabi saw[32] yang terdapat dalam sumber-sumber Syiah[33] dan Ahlusunah;[34] sebagaimana hubungan dan percakapannya dengan Nabi saw juga tercermin dalam sumber-sumber Islam.[35] Dikatakan bahwa terdapat 30[36] atau 32[37] hadis darinya, di mana tiga di antaranya terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim,[38] serta kitab-kitab Kutubussittah lainnya juga merujuk pada riwayat-riwayat ini.[39]

Abdullah bin Abbas, Tamam bin Abbas, Umair bin al-Harits, Anas bin Malik, Abdullah bin al-Harits bin Naufal,[40] Qabus bin Abi al-Mukhariq, Kuraib, Syaddad Abu Ammar, Hindun binti Harits al-Khats'amiyah, dan Syarahbil telah menukil riwayat darinya.[41] Para ahli Rijal Syiah mengikuti Syekh Thusi hanya menyebutkan namanya sebagai sahabat Nabi dan tidak berkomentar mengenai ketsiqahannya; namun Abdullah Mamaqani memperkenalkannya sebagai Hasan (baik) dalam penyebutan hadis.[42]

Laporan mengenai salat terakhir Nabi saw dan pembacaan Surah Al-Mursalat dalam salat tersebut,[43] anjuran kepada anaknya untuk membaca surah tersebut dalam salat,[44] pertanyaan kepada Nabi saw di akhir hayat beliau mengenai nasib kerabat Nabi dan isyarat beliau tentang teraniayanya mereka adalah termasuk riwayat yang dinukil dalam berbagai sumber;[45] Diriwayatkan dari Lubabah bahwa ketika Imam Husain as berada di pangkuannya, Nabi masuk ke rumah dan saat melihat Imam Husain as, mata beliau penuh dengan air mata. Ketika aku bertanya alasannya kepada Nabi saw, beliau bersabda: Jibril memberitahuku bahwa umatku akan mensyahidkan anakku Husain.[46] Laporan mengenai perilaku Nabi saw terhadap pakaian yang terkena najis air kencing bayi kecil juga termasuk riwayat fikih yang dinukil darinya dalam sumber-sumber Ahlusunah.[47]

Keluarga

Lubabah berasal dari kabilah Bani Zuhrah,[48] istri Abbas bin Abdul Muthalib[49] dan termasuk sahabat[50] serta perawi hadis Nabi saw.[51] Kunyah-nya adalah Ummu al-Fadhl[52] dan ia dikenal dengan nama tersebut.[53] Nama ibunya disebutkan sebagai Hindun atau Khaulah binti Auf bin Zuhair[54] atau Hindun binti Amr.[55]

Dikatakan bahwa ia meninggal dunia pada tahun 32 H,[56] sebelum suaminya Abbas dan pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan.[57] Namun, terdapat laporan mengenai keberadaannya yang masih hidup pada tahun 36 H dan bersamaan dengan Perang Jamal.[58]

Kerabat Terkenal

Dikatakan bahwa Ummu al-Fadhl memiliki satu saudara laki-laki dan enam saudara perempuan seayah seibu[59] di mana Maimunah istri Nabi saw[60] dan Lubabah al-Shughra ibu Khalid bin Walid[61] termasuk di antara mereka; sebagaimana juga disebutkan bahwa ia memiliki sembilan saudara perempuan seibu termasuk Asma binti Umais[62] istri Imam Ali as[63] dan Salma binti Umais[64] istri Hamzah bin Abdul Mutthalib,[65] yang mana ibu dari mereka semua adalah Hindun binti Auf al-Kinaniyah.[66]

Anak-anak

Ummu al-Fadhl melahirkan tujuh orang anak untuk Abbas;[67] enam putra bernama Fadhl, Abdullah, Ma'bad, Ubaidillah, Qutham, dan Abdurrahman,[68] serta seorang putri bernama Ummu Habib.[69] Diklaim bahwa ia adalah ibu dari sebagian besar anak-anak Abbas[70] dan bahkan seluruh Bani Abbas.[71] Sebagian peneliti dalam memujinya menyebutkan bahwa ia melahirkan enam orang laki-laki bagi Abbas yang tidak pernah dilahirkan oleh wanita mana pun seperti mereka.[72]

Catatan Kaki

  1. Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1907; Husaini, al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah, 1418 H, jld. 4, hlm. 2354; Ma'maqani, Tanqih al-Maqal, jld. 3, hlm. 73.
  2. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 216; Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 299, 449; Ibnu 'Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 37, hlm. 473; A'lami Ha'iri, Tarajim A'lam al-Nisa, 1407 H, jld. 1, hlm. 296.
  3. Sebagian meyakini bahwa ia dinamakan Lubabah al-Kubra untuk membedakannya dari saudara perempuannya yang lain yang juga bernama sama. (Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239). Sebagaimana dikatakan bahwa ia dibedakan dari Lubabah binti Ubaidillah bin Abbas. (Namazi Syahrudi, Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 8, hlm. 557).
  4. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 253; Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 4, hlm. 287.
  5. Al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 4, hlm. 1.
  6. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217.
  7. Markaz e Mudiriyat e Hauzeho-ye Ilmiyeh Khoharon, Bonuwon-e Alimeh wa Atsar-e Onho, 1379 HS, hlm. 22.
  8. Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 450.
  9. Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239.
  10. Kahhalah, A'lam al-Nisa, 1404 H, jld. 4, hlm. 272.
  11. Ibnu Habib, al-Muhabbar, hlm. 455.
  12. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217.
  13. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 253; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239; Alyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 569.
  14. Isi syair Abdullah Yazid al-Hilali adalah: "Kami tidak menemukan di pegunungan maupun di gurun pasir mana pun seorang wanita bernasab baik yang melahirkan enam anak dari suaminya seperti Ummu al-Fadhl. Ummu al-Fadhl, betapa baiknya wanita itu dan juga suaminya."
  15. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217; Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1908; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 253.
  16. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217-218.
  17. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217; Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1909; Ibnu Hajar al-'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 12, hlm. 450.
  18. Syekh Shaduq, Al-Khishal, 1362 HS, jld. 2, hlm. 363.
  19. Syekh Shaduq, al-Khishal, 1362 HS, jld. 2, hlm. 363; Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 22, hlm. 195.
  20. Azizi, al-Ruwat al-Musytarakun baina al-Syi'ah wa al-Sunnah, 1430 H, jld. 2, hlm. 256.
  21. Sebagai contoh lihat: Thabari Amoli, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 179; Syekh Mufid, al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 129; Al-Arbali, Kasyf al-Ghummah, 1381 H, jld. 2, hlm. 7; Ibnu Nama al-Hilli, Mutsir al-Ahzan, 1406 H, hlm. 16; Azizi, al-Ruwat al-Musytarakun baina al-Syi'ah wa al-Sunnah, 1430 H, jld. 2, hlm. 256.
  22. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 218; Mush'ab bin Abdullah, Kitab Nasab Quraisy, 1999 M, hlm. 24; Abu Nu'aim, Ma'rifah al-Shahabah, 1422 H, jld. 3, hlm. 258; Ibnu 'Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 14, hlm. 114; Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 450.
  23. Thabari Amoli, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 179; Syekh Mufid, al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 129; Al-Arbali, Kasyf al-Ghummah, 1381 H, jld. 2; hlm. 7; Ibnu Nama al-Hilli, Mutsir al-Ahzan, 1406 H, hlm. 16.
  24. Al-Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 465; Ibnu Qulawaih, Kamil al-Ziyarat, 1356 HS, hlm. 57.
  25. Namazi Syahrudi, Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 8, hlm. 557; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 1, hlm. 488.
  26. Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 43, hlm. 242 mengutip dari kitab al-'Adad karya Ibnu Qulawaih; Amini, Ash'hab Amir al-Mu'minin, 1412 H, jld. 2, hlm. 474.
  27. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 12, Al-Alqab al-Mansubah, hlm. 215.
  28. Ibnu Syahrasyub al-Mazandarani, Manaqib Ali Abi Thalib, 1379 H, jld. 1, hlm. 75; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239.
  29. Syekh Mufid, al-Kafi'ah fi Ibthal Taubah al-Khathi'ah, 1413 H, hlm. 18.
  30. Syekh Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 716; Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 32, hlm. 69-70.
  31. Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 2, hlm. 456; Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 4, hlm. 451.
  32. Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1908.
  33. Sebagai contoh lihat: Syekh Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 385; Syekh Hurr al-Amili, Wasa'il al-Syi'ah, 1409 H, jld. 2, hlm. 449.
  34. Sebagai contoh lihat: Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 254; Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, Khamisah 1, hlm. 374; Shalihi al-Syami, Subul al-Huda, 1414 H, jld. 8, hlm. 22.
  35. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217-218.
  36. Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239.
  37. Al-Thabrani, al-Mu'jam al-Kabir, 1405 H, jld. 25, hlm. 17-28.
  38. Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239.
  39. Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 93.
  40. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 254; Husaini, al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah, 1418 H, jld. 4, hlm. 2354; Ibnu Hajar al-'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 12, hlm. 449.
  41. Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 91.
  42. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, jld. 3, hlm. 73.
  43. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 254; Alyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 569.
  44. Abu Nu'aim, Ma'rifah al-Shahabah, 1422 H, jld. 5, hlm. 302.
  45. Syekh Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 122; Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217-218.
  46. Thabari Amoli, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 179; Syekh Mufid, al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 129; Al-Arbali, Kasyf al-Ghummah, 1381 H, jld. 2; hlm. 7; Ibnu Nama al-Hilli, Mutsir al-Ahzan, 1406 H, hlm. 16.
  47. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, Khamisah 1, hlm. 374; Shalihi al-Syami, Subul al-Huda, 1414 H, jld. 8, hlm. 22.
  48. Ibnu Habib, al-Muhabbar, hlm. 409.
  49. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217; Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 299, 449; Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1908; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 483.
  50. Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495.
  51. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 52; Taqiuddin al-Hilli, al-Rijal, 1342 HS, bag. 1, hlm. 410; Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 277; Husaini, al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah, 1418 H, jld. 4, hlm. 2354.
  52. Ibnu Qutaibah, al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 137; Al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 1, hlm. 447; Mamaqani, Tanqih al-Maqal, jld. 3, hlm. 73.
  53. Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 299; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239; Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 90.
  54. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217; Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 90.
  55. Ibnu Qutaibah, al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 137.
  56. Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 90.
  57. Ibnu Hajar al-'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 12, hlm. 450.
  58. Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 2, hlm. 456; Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 4, hlm. 451; Syekh Mufid, al-Kafi'ah fi Ibthal Taubah al-Khathi'ah, 1413 H, hlm. 18; Syekh Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 716.
  59. Ibnu Hajar al-'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 12, hlm. 449-450.
  60. Ibnu Habib, al-Muhabbar, hlm. 409; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 253; Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495.
  61. Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 299; Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1909; Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495.
  62. Alyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 569.
  63. Muqaddami Bashri, al-Tarikh wa Asma al-Muhadditsin wa Kunahum, 1428 H, hlm. 188-189; Alyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 569.
  64. Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1908.
  65. Alyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 569.
  66. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 253; Ibnu Hajar al-'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 12, hlm. 449; Alyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 569.
  67. Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 5, hlm. 239.
  68. Ibnu Habib, al-Muhabbar, hlm. 409; Al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 1, hlm. 447; Ibnu Sayyid al-Nas, Uyun al-Atsar, 1414 H, jld. 2, hlm. 362; Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495.
  69. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 217.
  70. Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1908.
  71. Ahmadi Miyanji, Makatib al-A'immah, 1426 H, jld. 2, hlm. 316.
  72. Ibnu 'Abdil Barr, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1908; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 253; Al-Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 495.

Daftar Pustaka

  • Abu al-Faraj al-Isfahani, Ali bin al-Husain. Maqatil al-Thalibiyyin. riset: Sayid Ahmad Shaqr. Beirut: Dar al-Ma'rifah.
  • Abu Nu'aim, Ahmad bin Abdullah. Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1422 H.
  • A'lami Ha'iri, Muhammad Husain. Tarajim A'lam al-Nisa. Beirut: Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1407 H.
  • Ahmadi Miyanji, Ali. Makatib al-A'immah. Qom: Dar al-Hadits, 1426 H.
  • Al-Arbali, Ali bin Isa. Kasyf al-Ghummah fi Ma'rifah al-A'immah. Tabriz: Bani Hasyimi, 1381 H.
  • Al-Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansab al-Asyraf. Beirut: Dar al-Fikr, 1417 H.
  • Alyari Tabrizi, Ali bin Abdullah. Bahjah al-Amal fi Syarh Zubdah al-Maqal. Teheran: Bunyad-e Farhang-e Islami Kushanpur, cetakan kedua, 1412 H.
  • Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Ta'aruf lil-Mathbu'at, 1403 H.
  • Amini, Muhammad Hadi. Ash'hab Amir al-Mu'minin wa al-Ruwat Anhu. Beirut: Dar al-Ghadir, 1412 H.
  • Azizi, Husain. Al-Ruwat al-Musytarakun baina al-Syi'ah wa al-Sunnah. Teheran: Al-Majma' al-'Alami lil-Taqrib baina al-Madzahib al-Islamiyyah, 1430 H.
  • Dzahabi, Muhammad bin Muhammad. Tarikh al-Islam wa Wafiyat al-Masyahir wa al-A'lam. Beirut: Dar al-Kitab al-'Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
  • Gharawi Na'ini, Nahla. Muhadditsat Syiah. Teheran: Universitas Tarbiat Mudaris, 1375 HS.
  • Husaini, Muhammad bin Ali. Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah. Kairo: Maktabah al-Khanji, 1418 H.
  • Ibnu 'Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah. Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ash'hab. Beirut: Dar al-Jil, 1412 H.
  • Ibnu 'Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq. Beirut: Dar al-Fikr, 1415 H.
  • Ibnu A'tsam al-Kufi, Ahmad. Kitab al-Futuh. Beirut: Dar al-Adhwa', 1411 H.
  • Ibnu al-Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H.
  • Ibnu Habib, Muhammad bin Habib. Al-Muhabbar. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah.
  • Ibnu Hajar al-'Asqalani, Ahmad bin Ali. Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1415 H.
  • Ibnu Hajar al-'Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib al-Tahdzib. Beirut: Dar Shadir, 1325 H.
  • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Beirut: Dar al-Fikr, 1407 H.
  • Ibnu Nama al-Hilli, Ja'far bin Muhammad. Mutsir al-Ahzan. Qom: Madrasah Imam Mahdi, cetakan ke-3, 1406 H.
  • Ibnu Qulawaih, Ja'far bin Muhammad. Kamil al-Ziyarat. Najaf: Dar al-Murtadhawiyah, 1356 HS.
  • Ibnu Qutaibah, Abdullah bin Muslim. Al-Ma'arif. Kairo: Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-Ammah lil-Kitab, cetakan kedua, 1992 M.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1410 H.
  • Ibnu Sayid al-Nas, Muhammad. Uyun al-Atsar fi Funun al-Maghazi wa al-Syamail wa al-Siyar. Beirut: Dar al-Qalam, 1414 H.
  • Ibnu Syahrasyub al-Mazandarani, Muhammad bin Ali. Manaqib Ali Abi Thalib. Qom: Allamah, 1379 H.
  • Kahhalah, Umar Ridha. A'lam al-Nisa. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1404 H.
  • Al-Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407 H.
  • Al-Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li-Durar Akhbar al-A'immah al-Athhar. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi Ilm al-Rijal.
  • Muqaddami Bashri, Muhammad bin Ahmad. Al-Tarikh wa Asma al-Muhadditsin wa Kunahum. Qom: Perpustakaan umum Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1428 H.
  • Mush'ab bin Abdullah. Kitab Nasab Quraisy. Kairo: Dar al-Ma'arif, cetakan ke-4, 1999 M.
  • Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits. Teheran: 1414 H.
  • Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Tahdzib al-Asma wa al-Lughat. Damaskus: Dar al-Risalah al-'Alamiyyah, 1430 H.
  • Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah Wanita. Bonuwon-e Alimeh wa Atsar-e Onho. Qom: Hauzah Ilmiah Qom: 1379 HS.
  • Shalihi al-Syami, Muhammad bin Yusuf. Subul al-Huda wa al-Rasyad fi Sirah Khair al-Ibad. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1414 H.
  • Syubbar, Jawad. Adab al-Thaff. Beirut: Dar al-Murtadha, 1409 H.
  • Syekh Hurr al-Amili, Muhammad bin Hasan. Tafshil Wasa'il al-Syi'ah ila Tahshil Masa'il al-Syari'ah. Qom: Muassasah Alu al-Bait, 1409 H.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Irsyad fi Ma'rifah Hujajillah ala al-'Ibad. Qom: Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Kafi'ah fi Ibthal Taubah al-Khathi'ah. Qom: Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Khishal. Qom: Jami'ah Mudarrisin, 1362 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Amali. Qom: Dar al-Tsaqafah, 1414 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ke-3, 1373 HS.
  • Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom: Jama'ah al-Mudarrisin, cetakan kedua, 1410 H.
  • Taqiyuddin al-Hilli, Hasan bin Ali. Al-Rijal. Teheran: Universitas Teheran, 1342 HS.
  • Al-Thabrani, Sulaiman bin Ahmad. Al-Mu'jam al-Kabir. Kairo: Maktabah Ibnu Taimiyah, 1405 H.
  • Thabari Amoli, Muhammad bin Jarir. Dala'il al-Imamah. Qom: Bi'tsat, 1413 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Beirut: Dar al-Turats, 1387 H.
  • Zirikli, Khairuddin. Al-A'lam Qamus Tarajim. Beirut: Dar al-Ilm lil-Malayin, cetakan ke-8, 1989 M.