Prioritas: c, Kualitas: b
tanpa foto
tanpa infobox
tanpa alih

Doa Kedua Shahifah Sajjadiyah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Doa, Munajat dan Ziarah
مسجد جامع خرمشهر.jpg

Doa Kedua Shahifah Sajjadiyah termasuk dari doa Shahifah Sajjadiyah Imam Sajjad as yang mengupas tentang doa dan salawat kepada Nabi saw dan penjelasan upaya-upaya beliau dalam menyeru masyarakat kepada kebenaran. Imam Sajjad as dalam doa ini bersyukur kepada Allah yang telah mengutus rasul yang terakhir di tengah-tengah kaum muslimin, dan beliau memohon kepada Allah kedudukan tinggi untuk Nabi Islam saw yang telah bersikeras dalam menyebarkan Islam. Doa ini juga menyifati Nabi Mohammad saw.

Doa kedua telah diberi penjelasan dalam kitab-kitab syarah Shahifah Sajjadiyah seperti Deyare Asyeqan karya Husain Anshariyan yang ditulis dalam bahasa Persia dan Riyadh al-Salikin karya Sayid Alikhan Madani yang ditulis dalam bahasa Arab.

Pelajaran-Pelajaran Doa

Tema utama doa kedua Shahifah Sajjadiyah mengenai salawat kepada Nabi Islam saw, penjelasan karakteristik-karakteristiknya dan juga memberikan isyarat kepada upaya-upaya dan ketabahan beliau menahan kesulitan-kesulitan dalam menyeru masyarakat kepada kebenaran dan agama Islam. Sebagian pelajaran-pelajaran doa ini yang keluar dari Imam Sajjad as dalam 26 untaian[1] adalah sebagai berikut:

  • Pujian kepada Allah atas anugerah yang diberikan kepada kaum muslimin dengan mengutus rasul terakhir
  • Kemampuan Allah untuk melakukan segala pekerjaan sekalipun besar, dan tidak tersembunyinya suatu apap pun sekalipun kecil dari-Nya
  • Nabi Mohammad saw adalah nabi terakhir dan Islam penutup semua agama
  • Kesaksian Imam atas semua perbuatan umat (ilmu Imam terhadap perilaku kita, kecil maupun besar)
  • Penyifatan Nabi Mohammad saw (pengemban wahyu, lebih mulia dari semua makhluk, manusia pilihan diantara para hamba, pemimpin rahmat, penghulu semua kebaikan dan kunci berokah)
  • Usaha Nabi saw dalam mengajak masyarakat kepada kebenaran dan menjalankan perintah Allah serta ketabahan menahan kesulitan-kesulitan di jalan ini (nyawanya dalam ancaman bahaya, pertikaian dengan orang-orang terdekat dan kabilahnya karena mengingkari kebenaran, mendekatkan masyarakat terjauh kepada dirinya karena menerima agama, hijrah ke tempat asing, berperang dengan musuh-musuh Allah dll....)
  • Pemohonan kedudukan yang tinggi di surga untuk Nabi saw
  • Penerimaan syafaat Nabi saw untuk Ahlulbait yang suci dan orang-orang mukmin dari umatnya
  • Kepastian janji Allah kepada orang-orang mukmin.[2]

Penjelasan-Penjelasan

Di dalam kitab-kitab syarah (penjelasan) Shahifah Sajjadiyah, doa kedua diberi penjelasan dalam beberapa pragraf. Husain Anshariyan dalam jilid kedua kitab Deyare Asyeqan menjelaskan doa ini.[3]

Doa ini juga dijelaskan dengan bahasa Persia dalam kitab Syuhud wa Syenakht karya Mohammad Hasan Mamduhi Kermanshahi,[4] Asrare Khamusyan karya Mohammad Taqi Khallaji,[5] dan beberpa kitab yang lain. Doa kedua Shahifah Sajjadiyah juga menjadi bahan kajian Mohammad Sulthan Moradi dalam kitab Simaye Peyambar A'zham dar Shahifah Sajjadiyah, dan Sayid Jawad Hasyimi Nezad dalam kitab Mohammad Raze Affarinesy.

Doa kedua Shahifah Sajjadiyah di dalam beberapa kitab seperti Fi Zhilal al-Shahifah al-Sajjadiyah karya Mohammad Jawad Moghniyah,[6] Riyadh al-Arifin karya Mohammad bin Darabi[7] Afaq al-Ruh karya Sayid Mohammad Husain Fadhlullah,[8] dan Riyadh al-Salikin fi Syarh Shahifah Sayyid al-Sajidin karya Sayid Alikhan Madani[9] dijelaskan dalam bahasa Arab. Kosakata-kosakata doa ini pun dijelaskan artinya di dalam syarah-syarah literal seperti kitab Ta'liqat ala al-Shahifah al-Sajjadiyah karya Faidh Kasyani.[10]

Teks dan Terjemahan Doa

Doa Imam Sajjad as -setelah memuji Allah- untuk memohonkan kesejahteraan kepada Rasulullah saw وكان من دعائه (عليه السلام) بعد هذا التّحميد، الصّلاة على رسوله صلّى الله عليه وآله
Dan segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan Muhammad nabi-Nya atas kami, dan tidak memberikannya kepada umat yang lewat dan generasi yang lalu, dengan kekuasaan-Nya yang tidak sesuatu pun betapa pun besar dapat melemahkannya, dan tidak sesuatu pun betapa pun lembutnya dapat menghindarkannya وَالْحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِمُحَمَّد نَبِيِّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ دُونَ الاُمَمِ الْمَاضِيَةِ وَالْقُرُونِ السَّالِفَةِ بِقُدْرَتِهِ الَّتِي لاَ تَعْجِزُ عَنْ شَيْء وَ إنْ عَظُمَ، وَ لا يَفُوتُهَا شَيءٌ وَإنْ لَطُفَ
Dengan kami Allah menutup semua yang diciptakan-Nya, dan menjadikan kami sebagai saksi terhadapat yang mengingkari kebenaran, dan memperbanyak karunia-Nya kepada kami atas mereka yang sedikit فَخَتَمَ بِنَا عَلَى جَمِيع مَنْ ذَرَأَ وَ جَعَلَنَا شُهَدَاءَ عَلَى مَنْ جَحَدَ وَكَثَّرَنا بِمَنِّهِ عَلَى مَنْ قَلَّ
Ya Allah, sampaikan salawat kepada Muhammad kepercayaan-Mu dalam menyampaikan wahyu-Mu, pemuka-Mu diantara makhluk-Mu, pilihan-Mu diantara hamba- Mu, imam kasih sayang, pemimpin kebaikan, dan kunci keberkahan اللّهمَّ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَمِينِكَ عَلَى وَحْيِكَ، وَنَجِيبِكَ مِنْ خَلْقِكَ، وَ صَفِيِّكَ مِنْ عِبَادِكَ، إمَامِ الرَّحْمَةِ وَقَائِدِ الْخَيْرِ وَ مِفْتَاحِ الْبَرَكَةِ
yang telah melelahkan dirinya untuk melaksanakan perintah-Mu كَمَا نَصَبَ لاِمْرِكَ نَفْسَهُ
menyusahkan tubuhnya demi mencapai ridho-Mu وَ عَرَّضَ فِيْكَ لِلْمَكْرُوهِ بَدَنَهُ
mengungkapkan permusuhan kepada karib kerabatnya dengan berdoa kepada-Mu وَكَاشَفَ فِي الدُّعَآءِ إلَيْكَ حَامَّتَهُ
memerangi keluarganya demi mencapai ridho-Mu وَ حَارَبَ فِي رِضَاكَ أسْرَتَهُ
bercerai dari familinya dalam menghidupkan agama-Mu وَقَطَعَ فِىْ إحْياءِ دِينِكَ رَحِمَهُ
menjauhkan yang dekat karena pembangkangannya وَاقصَى الادْنَيْنَ عَلَى جُحُودِهِمْ
mendekatkan yang jauh karena dukungannya وَقَرَّبَ الاقْصَيْنَ عَلَى اسْتِجَابَتِهِمْ لَكَ
mencintai yang paling jauh karena-Mu وَوالَى فِيكَ الابْعَدِينَ
memusuhi yang paling dekat karena-Mu وَ عَادى فِيكَ الاقْرَبِينَ
menabahkan dirinya dalam menyampaikan risalah-Mu وَأدْأبَ نَفْسَهُ فِي تَبْلِيغِ رِسَالَتِكَ
meletihkannya dalam berdakwah kepada agama-Mu وَأَتْعَبَهَا بِالدُّعآءِ إلَى مِلَّتِكَ
menyibukkan dirinya dengan menasehati penerima seruan-Mu وَ شَغَلَهَا بِالنُّصْحِ لاَِهْلِ دَعْوَتِكَ
berhjrah ke negri asing, tempat jauh dari kampung halamannya, dari tanah airnya, dari tempat tumpah darahnya, dari tanah kelahirannya, karena hendak menegakkan agama-Mu dan mencari pertolongan terhadap orang-orang kafir وَهَاجَرَ إلَى بِلاَدِ الْغُرْبَةِ وَمحَلِّ النَّأيِ عَنْ مَوْطِنِ رَحْلِهِ، وَمَوْضِعِ رِجْلِهِ وَمَسْقَطِ رَأسِهِ وَمَأنَسِ نَفْسِهِ إرَادَةً مِنْهُ لاعْزَازِ دِيْنِكَ، واسْتِنْصَاراً عَلَى أَهْلِ الْكُفْرِ بِكَ
sehingga berhasil apa yang diupayakannya terhadap musuh-musuhnya حَتّى اسْتَتَبَّ لَهُ مَا حَاوَلَ فِي أَعْدَائِكَ
dan sempurna apa yang diusahakannya pada kawan-kawannya وَاسْتَتَمَّ لَهُ مَا دَبَّرَ فِي أوْلِيآئِكَ
Ia bangkit menentang mereka memohon kemenangan melalui pertolongan-Mu, memperoleh kekuatan walaupun lemah dengan bantuan-Mu فَنَهَدَ إلَيْهِمْ مُسْتَفْتِحاً بِعَوْنِكَ وَمُتَقَوِّياً عَلَى ضَعْفِهِ بِنَصْرِكَ
Kemudian memerangi mereka di tengah perkampungan mereka فَغَزَاهُمْ فِي عُقْرِ دِيَارِهِمْ
menyerang mereka di pusat tempat tinggal mereka وَهَجَمَ عَلَيْهِمْ فِي بُحْبُوحَةِ قَرَارِهِمْ
sehingga tegak perintah-Mu dan tinggi agama-Mu "walupun benci orang-orang yang musyrik" حَتّى ظَهَر أَمْرُكَ، وَعَلَتْ كَلِمَتُكَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Ya Allah, angkatlah dia –karena perjuangannya di jalan-Mu-kepada tingkat yang paling tinggi di surga-Mu اللَهُمَّ فَارْفَعْهُ بِمَا كَدَحَ فِيكَ إلَى الدَّرَجَةِ الْعُلْيَا مِنْ جَنَّتِكَ
sehingga tidak tertandingi kedudukannya, tidak tepermanai martabatnya, tiada yang setara dengannya, baik malaikat muqarrabun maupun nabi yang diutus حَتَّى لاَ يُسَاوَى فِي مَنْزِلَة وَلا يُكَاْفَأَ فِي مَرْتَبَة وَلاَ يُوَازِيَهُ لَدَيْكَ مَلَكٌ مُقَرَّبٌ وَلا نبيٌّ مُرْسَلٌ
Ya Allah, sampaikan kepadanya mengenai seindah-indah syafaat lebih agung dari apa yang Engkau janjikan kepadanya bagi keluarganya yang suci dan umatnya yang beriman وَعَرِّفْهُ فِي أهْلِهِ الطّاهِرِينَ وَاُمَّتِهِ الْمُؤْمِنِينَ مِنْ حُسْنِ الشَّفَاعَةِ أجَلَّ مَا وَعَدْتَهُ
Wahai yang Memenuhi janji, Wahai yang Menepati janji, Wahai yang mengubah keburukan dengan kebaikan yang berlipat ganda, sesungguhnya Engkau Pemilik anugerah yang besar. يَا نَافِذَ الْعِدَةِ يَا وَافِىَ الْقَوْلِ يَا مُبَدِّلَ السّيِّئات بِأضْعَافِهَا مِنَ الْحَسَنَاتِ إنَّكَ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ الْجَوَادُ اَلْكَرِيمُ

Catatan Kaki

  1. Doa kedua Shahifah Sajjadiyah Situs Erfan
  2. Anshariyan, Deyare Asyeqan, jld. 2, hlm. 17-356; Khallaji, Asrare Khamusyan, jld. 2, hlm. 16-131
  3. Anshariyan, Deyare Asyeqan, jld. 2, hlm. 17-356
  4. Mamduhi, Syuhud wa Syenakht, jld. 1, hlm. 267-287
  5. Khallaji, Asrare Khamusyan, jld. 2, hlm. 16-131
  6. Moghniyah, Fi Zhilal al-Shahifah, hlm. 73-82
  7. Darabi, Riyadh al-Arifin, hlm. 49-64
  8. Fadhlullah, Afaq al-Ruh, jld. 1, hlm. 55-67
  9. Madani, Riyadh al-Salikin, jld. 1, hlm. 415-505
  10. Faidh Kasyani, Ta'liqat ala al-Shahifah al-Sajjdiyah, hlm. 20-22

Daftar Pustaka

  • Anshariyan, Husain. Deyare Asyeqan: Tafsir Jami' Shahifah Sajjadiyah. Teheran: Peyame Azadi, 1373 HS.
  • Darabi, Mohammad bin Mohammad. Riyadh al-Arifin fi Syarh al-Shahifah al-Sajjadiyah. Riset Husain Dargahi. Teheran: Penerbit Uswah, 1379 HS.
  • Fadhlullah, Sayid Mohammad Husain. Afaq al-Ruh. Beirut: Dar al-Malik, 1420 H.
  • Faidh Kasyani, Mohammad bij Murtadha. Ta'liqat ala al-Shahifah al-Sajjadiyah.Teheran: muassasah al-Buhuts wa al-Tahqiqat al-Tsaqafiyah, 1407 H.
  • Hashimi Nezad, Sayid Jawad. Mohammad Raze Affarinesy. Qom: penerbit Ayat Bayyinat, 1385 HS.
  • Khallaji, Mohammad Taqi. Asrare Khamusyan. Qom: Partuwe Khursyid, 1383 HS.
  • Madani Syirazi, Sayid Alikhan. Riyadh al-Salikin fi Syarh Shahifah Sayyid al-Sajidin. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1435 H.
  • Mamduhi Kermanshahi, Hasan. Syuhud wa Syenakht, Terjumeh wa Syarh Shahifah Sajjadiyah, dengan pengantar Ayatullah Jawadi Amoli. Qom: Bustan Ketab, 1388 HS.
  • Mughniyah, Mohammad Jawad. Fi Zhilal al-Shahifah al-Sajjadiyah. Qom: Dar al-Kitab al-Islami, 1428 H.
  • Sultan Moradi, Mohammad. Simaye Peyambare A'zham dar Shahifah Sajjadiyah. Qom: Penerbit Sibth al-Nabi, 1385 HS.