Dzulhijjah (bahasa Arab:ذو الحِجّة) merupakan bulan terakhir dari urutan penanggalan Qamariah dan termasuk salah satu dari bulan haram dalam agama Islam. Bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam beberapa riwayat dan sejalan dengan pelbagai keutamaan ini juga diriwayatkan dalam literatur Syiah dan Ahlusunah banyak amalan pada malam dan siang hari di bulan ini. Amalan yang paling penting di bulan ini adalah mengerjakan dua rakat salat khusus antara Maghrib dan Isya demikian juga membaca doa-doa dan tahlilan-tahlilan khusus.
Mengenakan pakaian ihram bagi mereka yang melaksanakan Haji Tamattu' hanya dibolehkan di bulan ini. Dinamakan Dzulhijjah yang artinya pemilik haji dikarenakan bulan ini memiliki keterkaitan dengan amalan haji. Ritual haji dilaksanakan pada hari-hari kedelapan, kesembilan dan kesepuluh bulan ini.
Kedudukan Bulan Dzulhijjah dalam Al-Qur'an dan Riwayat
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dan mendapatkan perhatian besar kaum Muslimin. Dikarenakan manasik haji dikerjakan pada bulan ini, maka bulan ini dinamakan Dzulhijjah [1] Sepuluh hari pertama bulan ini termasuk hari-hari dikenal sepanjang tahun dan hari-hari khusus untuk penyelenggaraan haji dan ziarah ke Baitullah. Idul Adha, Idul Ghadir, peristiwa Mubahalah, dan sejumlah peristiwa penting lainnya yang berkaitan dengan hari-hari besar keagamaan dan mazhab berada dalam bulan ini.
Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa malam-malam sepuluh yang dinyatakan dengan sumpah dalam Al-Qur'an tepatnya dalam Surah Al-Fajr,«وَالفجرِ وَ لَیالٍ عَشر» “Demi Fajar dan demi malam yang sepuluh” adalah sepuluh malam pertama bulan ini. [2]Allah swt dalam Surah Al-Hajjayat 28 sembari menyebutkan kewajiban haji, menyatakan أیام مَعْلُومات (pada hari yang telah ditentukan) dimana orang-orang beriman harus mengingat Allah swt pada waktu itu. Salah satu penafsiran yang populer terkait dengan redaksi ayat أیام مَعْلُومات dalam riwayat-riwayat adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah [3] yang menunjukkan kebesaran hari-hari dan malam-malam bulan ini.
Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada yang melebihi ibadah dan kebaikan yang dikerjakan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).”[4]
Di samping sepuluh hari pertama yang disebut sebagai أیام مَعْلُومات, sebagian hari khusus bulan ini menggunakan nama-nama khusus dalam Al-Qur'an dan riwayat, di antaranya hari Tarwiyah untuk hari kedelapan, Hari Arafah dan hari Masyhud untuk hari kesembilan, Idul Qurban atau Adha atau hari Nahr untuk hari kesepuluh, أَيَّامٍ مَّعْدُوْدَاتٍ(beberapa hari yang telah ditentukan) yang merupakan obyek ayat 203 Surah Al-Baqarah, hari-hari Tasyriq dan hari-hari Mina untuk hari kesebelas hingga hari ketigabelas, hari Qar (hari istighfar bagi para haji di Mina) untuk hari kesebelas, hari 'Nafar' dan 'Nafar Awwal' untuk hari keduabelas, hari 'Nafar al-Tsani', 'Shadar' dan 'Hashbah' untuk hari ketigabelas. [5]
Amalan-amalan Bulan Dzulhijjah
Amalan-amalan Dzulhijjah
Amalan-amalan 10 Hari Pertama
Tasbih dan tahmid
Membaca dzikir الله اکبر و لااله الا الله
Berpuasa sembilan hari pertama
Menghidupkan malam dan beribadah. Berdasarkan sebagian riwayat berpuasa setiap harinya senilai dengan puasa satu tahun. Menghidupkan malam dan beribadah pada malam harinya sebanding dengan ibadah pada malam-malam Qadar.
Membaca doa berikut ini selepas salat Subuh hingga sebelum Maghrib yang dibaca semenjak hari pertama hingga waktu ashar hari Arafah:
Membaca dzikir-dzikir berikut ini yang diriwayatkan dari Imam Ali as:
لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ اللَّیالِی وَالدُّهُورِ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ أَمْواجِ...
لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ اللَّیالِی وَالدُّهُورِ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ أَمْواجِ البُحُورِ، لا إِلهَ إِلاّ الله وَرَحْمَتُهُ خَیرٌ مِمَّا یجْمَعُونَ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ الشَّوْک وَالشَّجَرِ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ الشَّعْرِ وَالوَبَرِ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ الحَجَرِ والمَدَرِ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ لَمْحِ العُیونِ، لا إِلهَ إِلاّ الله فِی اللَّیلِ إِذا عَسْعَسَ وَالصُّبْحِ إِذا تَنَفَّسَ، لا إِلهَ إِلاّ الله عَدَدَ الرِّیاحِ فِی البَرارِی وَالصُّخُورِ، لا إِلهَ إِلاّ الله مِنْ الیوْمِ إِلی یوْمِ ینْفَخُ فِی الصُّورِ
Salat sepuluh hari pertama.
Mengerjakan salat dua rakaat dari hari(malam) pertama hingga malam hari Raya Idul Qurban, waktunya antara salat Magrib dan Isya dimana nilai pahalanya setara dengan orang-orang yang tengah menunaikan ibadah haji di bulan ini. Adapun tata cara pelaksanaannya, pada rakaat pertama membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlash kemudian membaca ayat 142 Surah Al-A'raf demikian juga pada rakaat kedua. Adapun ayat 142 surah al-A'raf yang dimaksud adalah:
وَ وَاعَدْنَا مُوسَیٰ ثَلَاثِینَ لَیلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِیقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِینَ لَیلَةً وَ قَالَ مُوسَیٰ لِأَخِیهِ هَارُونَ اخْلُفْنِی فِی قَوْمِی وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِیلَ الْمُفْسِدِینَ
Mengerjakan dua rakaat salat sebelum Dhuhur. Setiap rakaat membaca sekali Surah Al-Fatihah dan masing-masing Surah Al-Ikhlash, Ayat Kursi dan Surah Al-Qadr sebanyak 10 kali.
Membaca dzikir berikut ini untuk menjauhkan kejahatan orang-orang zalim:
Mengerjakan dua rakaat salat di bawah langit (tempat terbuka) sebelum salat ashar dan sebelum membaca doa Arafah. Pada rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah dan setelah itu surah Tauhid kemudian pada rakaat kedua membaca Surah Al-Fatihah lalu Surah Al-Kafirun.
Puasa dengan syarat tidak melemahkan dalam mengerjakan amalan-amalan pada hari ini.
Membaca doa Ummu Daud yang telah disebutkan pada amalan pertengahan bulan Rajab.
Membaca tasbih yang disebutkan pahalanya tidak terhitung:
Mendirikan salat dua rakaat setelah itu melakukan sujud dan 100x mengucapkan syukur kepada Allah swt, setelah kepala diangkat dari tempat sujud membaca doa berikut: اللهم انی اسئلک بانّ لک الحمد وحدَکَ لا شریک لک diakhir doa melakukan sujud dan membaca alhamdulillah 100 X dan syukralillah 100 X.
Disebutkan, barang siapa melakukan amalan ini akan mendapatkan pahala sebagaimana orang-orang yang hadir pada hari Ghadir di sisi Rasulullah saw dan memberikan baiat untuknya.
Mendirikan salat sebelum dhuhur, yang setiap rakaatnya setelah membaca Al-Fatihah, membaca surah al-Ikhlas, ayat kursi dan surah al-Qadr sebanyak 10 X.