Doa Keselamatan Imam Zaman as

Prioritas: b, Kualitas: b
tanpa navbox
Dari wikishia
Kaligrafi doa keselamatan Imam Zaman as

Doa Allahumma Kun li Waliyika (bahasa Arab: دعا اَللّهُمَّ کُنْ لِوَلیّک ) atau disebut sebagai doa keselamatan Imam ke -12 Syiah atau Imam Mahdi as. Doa ini diawali dengan kalimat Allahumma Kun li Waliyika. Telah dinukil dari riwayat Imam Baqir as dan Imam Shadiq as dari kitab Tahdzib al-Ahkam. Doa ini dengan berbagai ibarat mendoakan keselamatan Imam Mahdi as. Doa keselamatan Imam Mahdi ini merupakan salah satu amalan dimalam Qadar yang jatuh pada 23 Ramadhan. Namun, doa ini juga dapat dibaca pada waktu yang lainnya. Sanad doa ini adalah mursal; namun dikatakan bahwa doa ini diriwayatkan dari sumber riwayat dan berbagai buku yang dapat dipercaya, maka dapat dinilai keabsahannya. Dalam sebagian sumber penyebutan Imam Mahdi dalam doa ini disebut dengan Fulan bin Fulan. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa doa ini juga diperuntukkan untuk setiap Imam pada masa periodenya dan tidak hanya dikhususkan untuk Imam Mahdi as. Sebuah buku telah ditulis oleh Muhsin Qiraati berkenaan dengan penjelasan dari doa keselamatan Imam Zaman as.

Teks Doa

Doa Allahumma Kun li waliyika diriwayatkan dengan kalimat-kalimat yang berbeda-beda. Teks doa yang dinukil dari kitab Misbah al-Mutahajjid karangan Syekh Thusi adalah: Ya Allah, jadikanlah wali-Mu Fulan bin Fulan pada saat ini dan setiap saat sebagai wali, pelindung, pemimpin, penolong, penuntun dan penjaga sampai Engkau serahkan kepadanya bumi-Mu dengan suka rela dan Engkau bahagiakan ia di dalamnya dalam waktu yang lama.[1] doa ini dinukil dalam kitab Iqbal A'mal dengan teks yang lebih panjang.[2] Dalam kitab Tahdzib al-Ahkam doa ini dinukil dari Imam Muhammad Baqir dan Imam Jakfar Shadiq as.[3] Dan dalam sebagian sumber disebutkan ibarat "al-Shalihin", dimana ibarat ini tidak mengkhususkan imam tertentu.[4]

Dari beberapa sumber-sumber yang menukil doa ini, disebutkan kata Fulan bin Fulan.[5] Sayid bin Thawus, muhadits Syiah yang hidup di abad ke- 6 dan 7 H di dalam kitab Iqbal untuk mengganti kata Fulan bin Fulan, beliau menulisnya demikian ;

اللَّهُمَ کُنْ لِوَلِیکَ الْقَائِمِ بِأَمْرِکِ الْحُجَّةِ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ الْمَهْدِی عَلَیهِ وَ عَلَی آبَائِهِ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَ السَّلَامِ

"Ya Allah jadikanlah wali-Mu Al-Qoim Al-Hujjah Muhammad bin Hasan al-Mahdi atas nya dan atas ayah-ayah nya sebaik-baiknya Sholawat dan salam."[6]

Di dalam kitab Misbah Kaf'ami juga disebutkan Muhammad bin Hasan al-Mahdi.[7] Muhammad Taqi Majlisi, Muhadits Syiah yang hidup di abad 11 H, mengatakan bahwa sebenarnya diperbolehkan sebagai pengganti kata Fulan bin Fulan dengan nama Imam Zaman as. Tentunya lebih baik jika bisa menggunakan julukan-julukan beliau.[8]

Didalam kitab Mafatih al-Jinan disebutkan bahwa Fulan bin Fulan diganti sebagai al-Hujjah ibn al-Hasan.[9] Terkadang disetiap doa ketika ada kata Fulan bin Fulan, diperkirakan doa ini untuk setiap Imam di zaman nya, bukan hanya untuk Imam Zaman afj.[10]

Waktu Membaca Doa

Sesuai dengan permulaan doa tersebut,[Catatan] doa ini supaya dibaca di setiap malam 23 Ramadhan. Akan tetapi, bisa dibaca di setiap waktu; karena dikatakan bahwa doa ini bisa dibaca setiap saat dalam keadaan apapun baik berdiri, duduk, maupun didalam sujud pada malam 23 Ramadhan.[11] Bahkan pula dapat juga dibaca setiap bulan Ramadhan di sepanjang hidup. Oleh karena itu, disebutkan bahwa mengulangi doa ini di sepanjang hari dan di saat salat diperbolehkan.[12] Begitu juga disarankan doa ini bisa dibaca setelah al-Fatihah, pujian terhadap Tuhan dan Sholawat kepada Nabi saw.[13]

Kandungan Doa

Di dalam doa tersebut, terdapat kata-kata yang berbeda yang ditujukan untuk keselamatan dan kesehatan Imam.[14] Di dalam doa ini pula terdapat 6 kata;

(«ولیاً»، «حافظاً»، «قائداً»، «ناصراً»، «دلیلاً» و «عیناً»)

Hal ini merupakan sebuah permohonan kepada Allah swt untuk menjadikan beliau sebagai wali, penjaga, pemimpin, penolong serta pembimbing.[15] Ibarat (فی هذه الساعة) mengisyaratkan kepada Lailatul Qodar yaitu malam ke-23 Ramadhan. Dan ibarat (فی کل ساعة) menjelaskan bahwa doa tersebut senantiasa ditujukkan kepada Imam Mahdi afj.[16]

Menurut Hasan bin Sulaiman Hilli yang merupakan ulama Syiah pada abad ke- 8 H, beliau berkata; Apa yang dimaksud pada ibarat (حَتَّی تُسْکِنَهُ أَرْضَکَ طَوْعاً) adalah zaman kemunculan Imam Mahdi as dan kepemimpinannya, dengan alasan bahwa pada masa keghaiban hak Imam Mahdi telah diambil dan beliau juga tidak dapat menggunakan haknya ditengah-tengah umat manusia.[17] Hasan bin Sulaiman Hilli kembali menjelaskan ibarat (تُمَتِّعَهُ فِیهَا طَوِیلًا) adalah berhubungan dengan Raj'ah dan setelah kesyahidan Imam Zaman as.[18] Menurut pendapat Muhsin Qiraati yang dimaksud dengan ibarat (تُمَتِّعَهُ فِیهَا طَوِیلًا) adalah harapan kelanggengan kepemimpinan Imam Mahdi as yang universal.[19]

Sanad dan Keabsahan Doa

Doa ini, dalam sumber doa-doa dan riwayat, hanya diriwayatkan[20] oleh Muhammad bin Isa bin Ubaid.(Catatan) Tentang ke-tsiqohannya terdapat ikhtilaf pendapat.[21] Allamah Najasyi[22] mengatakan bahwa dia tsiqah dan Syekh Thusi[23] menganggap dia lemah dalam periwayatannya. Allamah Hilli berpandangan bahwa dia (Muhammad bin Isa) memiliki pandangan yang kuat,dapat diterima dan tsiqah.[24] Allamah Majlisi berkata bahwa sanad doa tersebut Mursal[25], oleh karena itu Muhsin Qiraati berkata bahwa dalil dari kebenarannya adalah dengan adanya doa itu di kitab al-Kafi[26],Tahdzib al-Ahkam[27], dan kitab-kitab yang diakui keabsahannya, seperti; al-Marzul al-Kabir karya Ibnu Masyhadi,[28] al-Misbah karya Kaf'ami[29] dan Iqbal al-A'mal karya Sayid bin Thawus.[30] Disepakati bahwa kandungan doa ini secara aqli dan naqli serta seluruh kata dan kalimat yang terdapat di dalamnya ini seperti yang terdapat di doa-doa lainnya. Inilah yang menjadi dalil untuk keabsahan dan keshahihan doa tersebut.[31]

Mengapa harus berdoa untuk keselamatan imam zaman?

Sebagaimana yang dikatakan oleh Muhsin Qiraati bahwa imam kedua belas ini sebagaimana para maksumin lainnya yang memiliki kehidupan biasa yang bisa pula dihadapkan dengan sakit dan permasalahan-permasalahan. Oleh sebab itu,berdoa dan bersedekah untuk keselamatannya adalah hal yang dibenarkan.[32] Atau tujuan lainnya berdoa untuk keselamatan dan perlindungan Imam Zaman adalah untuk memohon perlindungan bagi dia dalam menyampaikan risalah kebenaran dan meneruskan keimamahan-baik di masa gaib ataupun kemunculannya, karena hal itu adalah perkara berat yang membutuhkan perlindungan dan pertolongan khusus dari Tuhan.[33] Disebutkan pula bahwa para maksumin didalam beberpa doa,tampak mendoakan kesehatan serta keselamatan Imam Zaman.[34]

Karya Tulis Tentang Doa Keselamatan Imam Zaman

Sebuah kitab tentang doa keselamatan Imam zaman yang telah di kumpulkan oleh Hasan Salamabadi dari karya Muhsin Qiraati. Dimana beliau telah meneliti dan menafsirkan doa keselamatan Imam Zaman as dari sisi sanad riwayat doa tersebut dan teksnya. Penulis setelah pembahasan mukadimah dan meneliti sanad doa, kemudian ia meneliti kata perkata dari teks doa tersebut.[35] Di akhir kitab juga dijelaskan berbagai manfaat membaca doa keselamatan Imam Zaman dan syarat-syarat terkabulnya doa.[36] penulis berkeyakinan bahwa masyarakat telah salah menamai doa tersebut dengan doa faraj, namun sebenarnya doa ini adalah doa keselamatan Imam Zaman as.[37]. Kitab ini dicetak oleh Bunyad-e Farhangg Hazrat-e Mahdi afj di kota Qom.

Catatan Kaki

  1. Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 2, hlm. 630 & 631; Anshariyan, Tarjume az Mafātīh al-Jinan.
  2. Sayyid bin Thawus, Iqbāl al-A'māl, jld. 1, hlm. 85.
  3. Thusi, Tahdzīb al-Ahkam, jld. 3, hlm. 102 & 103.
  4. Lihat Kulaini, al-Kāfī, jld. 4, hlm. 162; Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 2, hlm. 630 & 631; Ibn Masyhadi, al-Mazār al-Kabīr, hlm. 612.
  5. Lihat Kulaini, al-Kāfī, jld. 4, hlm. 162; Thusi, Tahdzīb al-Ahkam, jld. 3, hlm. 102 & 103; Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 2, hlm. 630 & 631; Ibn Masyhadi, al-Mazār al-Kabīr, hlm. 612; Kaf'ami, al-Balad al-Amīn, hlm. 203.
  6. Sayyid bin Thawus, Iqbāl al-A'māl, jld. 1, hlm. 85.
  7. Kaf'ami, al-Mishbāh, hlm. 586.
  8. Majlisi, Raudhah al-Muttaqīn, jld. 3, hlm. 449.
  9. Qummi, Mafātīh al-Jinān, doa ke-23 Ramadhan, hlm. 307.
  10. Lihat Qira'ati, Syarh-e Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 48.
  11. Lihat Kulaini, al-Kāfī, jld. 4, hlm. 162; Thusi, Tahdzīb al-Ahkam, jld. 3, hlm. 102 & 103; Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 2, hlm. 630; Ibn Masyhadi, al-Mazār al-Kabīr, hlm. 612; Kaf'ami, al-Balad al-Amīn, hlm. 203. Sayyid bin Thawus, Iqbāl al-A'māl, jld. 1, hlm. 85.
  12. Lihat Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 35 & 36.
  13. Lihat Kulaini, al-Kāfī, jld. 4, hlm. 162; Thusi, Tahdzīb al-Ahkam, jld. 3, hlm. 102 & 103; Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 2, hlm. 630; Ibn Masyhadi, al-Mazār al-Kabīr, hlm. 612; Kaf'ami, al-Balad al-Amīn, hlm. 203. Sayyid bin Thawus, Iqbāl al-A'māl, jld. 1, hlm. 85.
  14. Lihat Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 61.
  15. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 61.
  16. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 57.
  17. Hilli, Mukhtashar al-Bashā'ir, hlm. 460.
  18. Hilli, Mukhtashar al-Bashā'ir, hlm. 460 & 461.
  19. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 87-91.
  20. Lihat Kulaini, al-Kāfī, jld. 4, hlm. 162; Thusi, Tahdzīb al-Ahkam, jld. 3, hlm. 102 & 103; Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 2, hlm. 630; Ibn Masyhadi, al-Mazār al-Kabīr, hlm. 612; Kaf'ami, al-Balad al-Amīn, hlm. 203. Sayyid bin Thawus, Iqbāl al-A'māl, jld. 1, hlm. 85.
  21. Lihat Allamah Hilli, Rijāl 'Allāmah al-Hillī, hlm. 142.
  22. Najjasyi, Rijāl Najjāsyī, hlm. 333.
  23. Thusi, Rijāl at-Thūsī, hlm. 391.
  24. Allamah Hilli, Rijāl 'Allāmah al-Hillī, hlm. 142.
  25. Majlisi, Mirāh al-'Uqūl, jld. 16, hlm. 394; Majlisi, Malādz al-Akhyār fī Fahm Tahdzīb al-Akhbār, jld. 5, hlm. 106.
  26. Kulaini, al-Kāfī, jld. 4, hlm. 162, catatan kaki no. 4.
  27. Thusi, Tahdzīb al-Ahkam, jld. 3, hlm. 102, catatan kaki no 37.
  28. Ibn Masyhadi, al-Mazār al-Kabīr, hlm. 612.
  29. Kaf'ami, al-Mishbāh, hlm. 586.
  30. Sayyid bin Thawus, Iqbāl al-A'māl, jld. 1, hlm. 85.
  31. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 26-29.
  32. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 62.
  33. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 67.
  34. Lihat Thusi, Mishbāh al-Mutahajjid, jld. 1, hlm.409 & 413, & jld. 2, hlm. 405.
  35. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 5 & 6.
  36. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 93-103.
  37. Qira'ati, Syarh Du'a-e Salamati-e Emam Zaman (af), hlm. 7.

Daftar Pustaka

  • Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf bin Muthahhar. Rijāl al-'Allāmah al-Hillī. Riset dan sunting Muhammad Shadiq Bahrul Ulum. Najaf: Dar adz-Dzakha'ir, 1411 H.
  • Hilli, Hasan Sulaiman bin Muhammad. Mukhtashar al-Bashā'ir. Sunting dan riset Musytaq Mudzhaffar. Qom: Daftar-e Nasyr-e Eslami, 1421 H.
  • Ibn Masyhadi, Muhammad bin Ja'far. Al-Mazār al-Kabīr. Riset dan sunting Jawad Qayyumi Isfahani. Qom: Daftar-e Nasyr-e Eslami, 1409 H.
  • Kaf'ami, Ibrahim bin Ali Amili. Al-Balad al-Amīn wa ad-Dar' al-Hashīn. Beirut: Muassasah al-A'lami, 1418 H.
  • Kaf'ami, Ibrahim bin Ali Amili. al-Mishbāh. Qom: Dar ar-Radhi, 1405.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kāfī. Riset dan sunting Ali Akbar Ghaffari & Muhammad Akhundi. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Mirāh al-'Uqūl fī Syarh Akhbār Al ar-Rasūl. Riset Sayyid Hasyim Rasuli Mahallati. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1404 H.
  • Majlisi, Muhammad bin Baqir. Malādz al-Akhyār fī Fahm Tahdzīb al-Akhbār. Riset Mahdi Raja'i. Qom: Ketabkhane-e Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1406 H.
  • Majlisi, Muhammad Taqi. Raudhah al-Muttaqīn fī Syarh Man Lā Yahdhuruhū al-Faqīh. Riset dan sunting Husain Musawi Kermani & Ali Panah Estehardi. Qom: Muassese-e Farhangg-e Eslami-e Kusyanpur, 1406 H.
  • Najjasyi, Ahmad bin Ali. Rijāl Najjāsyī. Qom: Daftar-e Nasyr-e Eslami, 1365 HS/1986.
  • Qira'ati, Muhsin. Syarh-e Dua-e Salamati-e Emam Zaman (af). Hasan Selm Abadi. Qom: Bunyad-e Farhangg-e Hazrat-e Mahdi (af), 1393 HS/2014.
  • Qummi, Syekh Abbas. Mafātīh al-Jinān. Majma' Ihya' ats-Tsaqafah al-Islamiyyah.
  • Sayyid bin Thawus, Ali bin Musa. Iqbāl al-A'māl. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1419 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Mishbāh al-Mutahajjid wa Silāh al-Muta'abbid. Beirut: Muassasah Fiqh Syi'ah, 1411 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijāl at-Thūsī. Riset dan sunting Jawad Qayyumi Isfahani. Qom: Daftar-e Nasyr-e Eslami, 1373 HS/1994.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Tahdzīb al-Ahkām. Riset dan sunting Hasan Musawi Khurasan. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407 H.