Lompat ke isi

Konsep:Kelahiran Nabi saw

Dari wikishia
Artikel ini membahas tentang kelahiran Nabi Muhammad. Untuk informasi mengenai perayaan dengan nama yang sama, lihat Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tempat yang dinisbatkan sebagai tempat lahir Nabi saw di Mekah.

Kelahiran Nabi saw (bahasa Arab:(مولد النبي (ص) menurut pendapat masyhur Syiah terjadi pada tanggal 17 Rabiul Awal Tahun Gajah di sebuah rumah di dekat Syi'ib Abu Thalib di Mekah. Menurut pandangan masyhur Ahlusunah, peristiwa ini terjadi pada 12 Rabiul Awal; namun sebagian besar ulama Syiah seperti Syekh Mufid, Syekh Thusi, dan Allamah Majlisi menekankan tanggal 17. Kitab-kitab ibadah Syiah juga merekomendasikan amalan-amalan seperti mandi dan doa untuk hari ini, yang menunjukkan pentingnya aspek ritual hari tersebut. Umat Islam di banyak negara merayakan hari ini dan di negara-negara tersebut hari ini dijadikan hari libur resmi. Meskipun demikian, kelompok Wahabi menganggap penyelenggaraan Perayaan Maulid Nabi sebagai Bid'ah dan Haram. Berdasarkan laporan sejarah, tempat kelahiran Nabi saw adalah sebuah rumah di dekat Syi'ib Abu Thalib, yang setelah Al-Saud berkuasa dan karena keyakinan Wahabi yang mengharamkan ngalap berkah (tabaruk) pada peninggalan para nabi, tempat tersebut dihancurkan dan akhirnya diubah menjadi perpustakaan Mekah.

Bersamaan dengan kelahiran Nabi saw, dilaporkan terjadinya peristiwa-peristiwa luar biasa yang disebut Irhash. Di antara peristiwa tersebut adalah bergetarnya Istana Kisra dan runtuhnya kongres-kongresnya, padamnya api di Kuil Api Fars setelah seribu tahun, dan keringnya Danau Saweh. Sebagian peneliti meragukan kebenarannya karena lemahnya sanad riwayat. Sebaliknya, sejumlah ulama Syiah lainnya dengan bersandar pada adanya riwayat-riwayat mutawatir, menganggap peristiwa-peristiwa tersebut memiliki bukti sejarah yang kuat.

Pengenalan

Berdasarkan pandangan Syiah, Nabi Muhammad saw lahir di sebuah rumah di Mekah dan di dekat Syi'ib Abu Thalib.[1] Dalam sumber-sumber riwayat Syiah, 17 Rabiul Awal dikenal sebagai tanggal kelahiran Nabi saw dan tanggal ini secara spesifik dinukil dalam laporan dari Imam Shadiq as dan Imam Ridha as.[2] Kitab-kitab ibadah dan doa Syiah juga menyebutkan amalan seperti mandi, doa, dan sholawatuntuk hari ini, yang menunjukkan urgensi ritualnya.[3] Umat Islam di berbagai negara merayakan hari kelahiran Nabi dengan mengadakan upacara dan perayaan.[4] Selain itu, hari kelahiran Nabi Islam di beberapa negara termasuk Indonesia, Iran,[5] India,[6] Pakistan,[7] Mesir[8] dan lainnya[9] adalah hari libur resmi. Namun, kaum Wahabi menganggap perayaan Maulid Nabi sebagai Bid'ah dan haram.[10]

Tempat Kelahiran Nabi saw

Nabi Muhammad saw lahir di sebuah rumah di dekat Syi'ib Abu Thalib.[11] Menurut Muhammad bin Umar Bahraq, ulama Syafi'i yang wafat tahun 930 H, penduduk Mekah berkumpul di tempat kelahiran beliau pada malam kelahiran Nabi untuk berzikir dan berdoa serta mencari berkah (tabaruk) kepadanya.[12] Selain itu, Allamah Majlisi menukil bahwa pada masanya terdapat sebuah tempat dengan nama ini di Mekah dan orang-orang menziarahinya.[13] Menurut sebuah laporan, rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad saw di Mekah, setelah wafatnya beliau pada tahun 11 Hijriah, awalnya tetap berada di bawah kepemilikan keluarga Aqil bin Abi Thalib (sepupu Nabi).[14] Pada abad kedua Hijriah, Khaizuran binti Atha, ibu dari khalifah Abbasiyah Hadi dan Harun, membeli properti ini saat menunaikan ibadah haji dan sekitar Tahun 171 H mengubahnya menjadi tempat Ibadah, dan dengan demikian tempat ini menjadi masjid yang dihormati dan diziarahi.[15] Tempat ini kemudian memiliki kubah dan menara, serta selama berabad-abad dijaga dan direnovasi oleh berbagai khalifah dan penguasa.[16] Menurut laporan sejarah, bangunan ini tetap ada hingga awal pemerintahan Al-Saud atas Hijaz; karena keyakinan mazhab Wahabi yang melarang ngalap berkah pada peninggalan para nabi dan orang-orang saleh, mereka menghancurkannya.[17] Akhirnya tempat itu diubah menjadi Perpustakaan Mekah Al-Mukarramah.[18]

Tanggal Kelahiran Nabi saw

Terdapat berbagai pandangan mengenai tanggal pasti kelahiran Nabi Muhammad saw.[19] Yang masyhur di kalangan ulama Syiah adalah 17 Rabiul Awal, sedangkan yang masyhur di kalangan Ahlusunah adalah 12 Rabiul Awal.[20] Jarak antara dua tanggal ini dinamakan sebagai Pekan Persatuan antara Syiah dan Sunni.[21]

Pandangan Masyhur Syiah

Di kalangan ulama Syiah, terdapat dua pandangan utama. Pandangan masyhur di kalangan ulama Syiah adalah bahwa Nabi saw lahir pada tanggal 17 Rabiul Awal.[22] Syekh Mufid (94-103 H) dalam kitab Masar al-Syi'ah dan beberapa karyanya yang lain menganggap tanggal ini sebagai hari kelahiran Nabi.[23] Muridnya, Syekh Thusi (385-460 H), juga mengikuti gurunya dengan mengemukakan tanggal ini dalam buku-bukunya seperti Mishbah al-Mutahajjid dan Al-Tahdzib.[24] Allamah Majlisi juga berpendapat bahwa mayoritas ulama Syiah sepakat pada tanggal 17 Rabiul Awal.[25] Sebagian ulama Syiah menganggap tanggal 12 Rabiul Awal sebagai tanggal kelahiran Nabi saw. Kulaini (wafat 329 H) berpendapat kelahiran Nabi terjadi pada hari Jumat, 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah.[26]

Pandangan Lain

  • 12 Rabiul Awal: Pandangan ini dianggap sebagai pandangan paling masyhur di kalangan Ahlusunah.[27] Sejarawan terkenal, Ibnu Ishaq (85-151 H) menganggap kelahiran Nabi saw terjadi pada hari Senin, 12 Rabiul Awal di "Tahun Gajah" (Am al-Fil).[28] Saat ini pun tanggal ini menjadi dasar amalan di Mekah dan Madinah.[29]
  • 12 Ramadan: Ya'qubi (wafat 284 H) menukil tanggal ini melalui Imam Ja'far Shadiq as dan Zubair bin Bakkar (wafat 256 H/870 M).[30]
  • 10 Rabiul Awal: Waqidi (130-207 H) mengemukakan teori ini dengan menukil dari Imam Baqir as.[31]
  • 2 atau 8 Rabiul Awal: Kedua tanggal ini dikemukakan oleh Muhammad bin Habib (wafat 245 H) dan Mas'udi (wafat 346 H).[32]
  • 2 atau 10 Rabiul Awal: Thabrisi dalam kitab I'lam al-Wara menukil kedua tanggal ini dari sudut pandang Ahlusunah.[33]

Irhash yang Berkaitan dengan Kelahiran Nabi saw

Berdasarkan apa yang terdapat dalam kitab Dala'il al-Nubuwwah karya Abu Nu'aim al-Isfahani dan Baihaqi,[34] bersamaan dengan kelahiran Nabi saw, terjadi beberapa peristiwa khusus yang disebut Irhash.[35] Di antara irhash tersebut dikatakan bahwa pada malam kelahiran beliau, Istana Kisra bergetar dan 14 kongres (menara kecil/balkon) nya runtuh, Kuil Api Fars padam setelah seribu tahun, Danau Saweh menjadi kering, dan para pendeta (Mobed) serta raja-raja Sassanid bermimpi aneh pada malam tersebut.[36] Ini adalah salah satu mukjizat terpenting yang disebutkan bahwa dengan kelahiran Nabi saw, api suci Zoroaster yang telah menyala selama seribu tahun menjadi padam.[37]

Selain itu, menurut Jahizh (sastrawan dan mufasir Mu'tazilah: 160-255 H), peristiwa hancurnya pasukan Abrahah oleh burung-burung pada tahun 570 Masehi, yang disebutkan dalam Al-Qur'an, adalah sebuah Mukjizat Ilahi.[38] Jahizh berargumen bahwa karena peristiwa ini terjadi pada tahun yang sama dengan kelahiran Nabi, maka Tuhan melalui peristiwa luar biasa ini telah mempersiapkan dasar bagi kemunculan beliau. Dengan kata lain, menurut Jahizh, kehancuran musuh pada tahun kelahiran tersebut adalah tanda dan bukti Ilahi yang menunjukkan bahwa Nabi masa depan akan menjadi pribadi yang istimewa.[39]

Validitas Irhash yang Dinisbatkan pada Kelahiran Nabi saw

Validitas sejarah dan hadis laporan-laporan mengenai irhash kelahiran Nabi saw diragukan oleh beberapa pemikir Muslim; karena pelapor pertamanya (Ya'qubi) tidak menyertakan dokumen (sanad), sejarawan seperti Ibnu Sa'ad tidak menyebutkannya, dan sanad riwayat ini dalam kitab-kitab hadis dinilai lemah.[40] Sebaliknya, sebagian ulama Muslim meyakini bahwa mukjizat-mukjizat terkait kelahiran Nabi saw, karena adanya ilmu hadis dan riwayat-riwayat mutawatir (riwayat yang dinukil oleh banyak orang di setiap generasi sehingga mustahil mereka bersepakat untuk berbohong), memiliki bukti sejarah yang sangat kuat dan dapat dibuktikan.[41]

Catatan Kaki

  1. Subhani, Furugh-e Abadiyat, 1380 HS, jld. 1, hlm. 151; Maqrizi, Imta' al-Asma', 1420 H, jld. 1, hlm. 6.
  2. Syu'airi, Jami' al-Akhbar, Tanpa Tahun, hlm. 81.
  3. Syu'airi, Jami' al-Akhbar, Tanpa Tahun, hlm. 81.
  4. «Keshvar-haye Arabi Milad-e Payambar (saw) ra Cheguneh Jashn Migirand?», Kantor Berita IQNA.
  5. Time.ir
  6. Holidays
  7. Public Holidays in Pakistan 2018
  8. «Eid al-Maulid al-Nabawi al-Syarif», Eid al-Maulid al-Nabawi al-Syarif.
  9. «Ruz-e Milad-e Payambar-e A'zam dar Tamami-ye Keshvar-haye Eslami be Joz Arabestan Ta'til-e Rasmi Ast», Quds Online.
  10. Al-Duwaisy, Fatawa al-Lajnah al-Da'imah, Riyadh, jld. 3, hlm. 29.
  11. Maqrizi, Imta' al-Asma', 1420 H, jld. 1, hlm. 6.
  12. Bahraq, Hada'iq al-Anwar, 1409 H, hlm. 150.
  13. Majlisi, Mir'at al-Uqul, 1404 H, jld. 5, hlm. 174.
  14. «Maulid al-Nabi (saw)», Situs Organisasi Haji dan Ziarah.
  15. «Maulid al-Nabi (saw)», Situs Organisasi Haji dan Ziarah.
  16. «Maulid al-Nabi (saw)», Situs Organisasi Haji dan Ziarah.
  17. Amili, Al-Shahih min Sirah al-Nabi, 1385 HS, jld. 2, hlm. 147.
  18. «Maulid al-Nabi (saw)», Situs Organisasi Haji dan Ziarah.
  19. Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 1, hlm. 362.
  20. Subhani, Furugh-e Abadiyat, 1380 HS, jld. 1, hlm. 151.
  21. Lihat: Imam Khomeini, Shahifah Imam, 1378 HS, jld. 15, hlm. 440 dan 455.
  22. Subhani, Furugh-e Abadiyat, 1380 HS, jld. 1, hlm. 151.
  23. Syekh Mufid, Masar al-Syi'ah, 1414 H, hlm. 51.
  24. Thusi, Mishbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 791; Thusi, Al-Tahdzib, 1401 H, jld. 6.
  25. Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 15, hlm. 248.
  26. Kulaini, Al-Kafi, 1401 H, jld. 1, hlm. 440.
  27. Subhani, Furugh-e Abadiyat, 1380 HS, jld. 1, hlm. 151.
  28. Ibnu Ishaq, Sirah Ibnu Ishaq, Maktab Dirasat al-Tarikh wa al-Ma'arif al-Islamiyah, hlm. 48.
  29. Ibnu Thawus, Al-Iqbal, 1370 HS, hlm. 599.
  30. Ya'qubi, Tarikh Ya'qubi, Dar Shadir, jld. 2, hlm. 7.
  31. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, Maktabah al-Shadiq, 1414 H, jld. 1, hlm. 80.
  32. Habib, Al-Muhabbar, 1361 H, hlm. 9; Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1384 H, jld. 2, hlm. 374.
  33. Thabrisi, I'lam al-Wara, Muassasah Al al-Bait a.s. li Ihya al-Turats - Qom, jld. 1, hlm. 42.
  34. Abu Nu'aim al-Isfahani, Dala'il al-Nubuwwah, 1412 H, jld. 1, hlm. 139, hadis 82; Baihaqi, Dala'il al-Nubuwwah, 1405 H, jld. 1, hlm. 126.
  35. Fadhil Miqdad, Al-Lawami' al-Ilahiyah, 1422 H, hlm. 284.
  36. Abu Nu'aim al-Isfahani, Dala'il al-Nubuwwah, 1412 H, jld. 1, hlm. 139, hadis 82; Baihaqi, Dala'il al-Nubuwwah, 1405 H, jld. 1, hlm. 126 dan 127; Thabrisi, I'lam al-Wara, 1417 H, jld. 1, hlm. 57; Bahrani, Mashabih al-Anwar, 1426 H, jld. 1, hlm. 35-36.
  37. Baihaqi, Dala'il al-Nubuwwah, 1412 H, jld. 1, hlm. 126 dan 127; Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, Dar al-Fikr, jld. 2, hlm. 268; Syekh Shaduq, Amali, 1376 HS, hlm. 285; Thabrisi, I'lam al-Wara, 1417 H, jld. 1, hlm. 56.
  38. Sanusi, The Birth of Prophet Muhammad, hlm. 86.
  39. Sanusi, The Birth of Prophet Muhammad, hlm. 88-89.
  40. «Aya Henggam-e Veladat-e Payambar-e Eslam (saw), Ivan-e Kasra Foru Rikht? Atashkadeh Fars Khamush Shod? Daryacheh Saweh Khoshkid?», Situs IslamQuest.
  41. https://yaqeeninstitute.org/read/paper/the-physical-miracles-of-prophet-muhammad?download=1

Daftar Pustaka

  • «Aya Henggam-e Veladat-e Payambar-e Eslam (saw), Ivan-e Kasra Foru Rikht? Atashkadeh Fars Khamush Shod? Daryacheh Saweh Khoshkid?», Situs IslamQuest, Tanggal publikasi: 27 Tir 1394 HS, Diakses: 25 Aban 1404 HS.
  • «Eid al-Maulid al-Nabawi al-Syarif», Eid al-Maulid al-Nabawi al-Syarif, Diakses: 25 Aban 1404 HS.
  • «Maulid al-Nabi (saw)», Situs Organisasi Haji dan Ziarah, Diakses: 25 Aban 1404 HS.
  • Abu Nu'aim al-Isfahani, Ahmad bin Abdullah, Dala'il al-Nubuwwah, Tahqiq Muhammad Rawwas Qal'ahji dan Abdul Barr Abbas, Beirut, Dar al-Nafa'is, 1412 H/1991 M.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad, Al-Thabaqat al-Kubra, Thaif, Maktabah al-Shadiq, 1414 H.
  • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar, Al-Bidayah wa al-Nihayah, Beirut, Maktabah al-Ma'arif.
  • Iqbal, Sayid Ibnu Thawus, Al-Iqbal, Qom, 1370 HS.
  • Imam Khomeini, Sayid Ruhullah, Shahifah Imam, Teheran, Muassasah Tanzim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, 1378 HS.
  • Bahrani, Sayid Hasyim, Mashabih al-Anwar, Qom, Dar al-Mawaddah, 1426 H.
  • Bahraq, Muhammad bin Umar, Hada'iq al-Anwar wa Mathali' al-Asrar fi Sirah al-Nabi al-Mukhtar, Tahqiq Muhammad Ghassaq Nashuh 'Azqul, Jeddah, Dar al-Minhaj, 1419 H.
  • Baihaqi, Ahmad bin Husain, Dala'il al-Nubuwwah, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1405 H.
  • Habib, Muhammad bin Habib, Al-Muhabbar, Beirut, Dar al-Afaq al-Jadidah, 1361 H.
  • Subhani, Ja'far, Furugh-e Abadiyat, Qom, Bustan Kitab, 1380 HS.
  • Sayid Ibnu Thawus, Al-Iqbal, Qom, 1370 HS.
  • Thabrisi, I'lam al-Wara, Muassasah Al al-Bait a.s. li Ihya al-Turats - Qom, Tanpa Tahun.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan, Al-Tahdzib, Beirut, Dar al-Ta'aruf, 1401 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan, Mishbah al-Mutahajjid, Beirut, Muassasah Fiqh al-Syi'ah, 1411 H.
  • Amili, Sayid Ja'far Murtadha, Al-Shahih min Sirah al-Nabi al-A'zham, Muassasah Ilmi va Farhangi Dar al-Hadits, 1385 HS/1426 H.
  • Fadhil Miqdad, Miqdad bin Abdullah, Al-Lawami' al-Ilahiyah, Qom, Daftar Tablighat Eslami Hauzah Ilmiah Qom, 1422 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, Beirut, Dar Sha'b dan Dar al-Ta'aruf, 1401 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, jld. 15, hlm. 248, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1403 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Mir'at al-Uqul fi Syarh Akhbar Al al-Rasul, Peneliti dan Korektor: Sayid Hasyim Rasuli, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan kedua, 1404 H.
  • Mas'udi, Ali bin Husain, Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jauhar, Mesir, Mathba'ah al-Sa'adah, 1384 H.
  • Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu'man, Al-Muqni'ah, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1410 H.
  • Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu'man, Masar al-Syi'ah, 1414 H, 1993 M, Dar al-Mufid, Beirut.
  • Maqrizi, Ahmad bin Ali, Imta' al-Asma' bima lil-Nabi min al-Ahwal wa al-Amwal wa al-Hafadah wa al-Mata', Tahqiq: Muhammad Abdul Hamid Numaisi, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Cetakan pertama, 1420 H.
  • Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, Dar Shadir.
  • «Ruz-e Milad-e Payambar-e A'zam dar Tamami-ye Keshvar-haye Eslami be Joz Arabestan Ta'til-e Rasmi Ast», Quds Online, Tanggal publikasi: 14 Dey 1393 HS, Diakses: 25 Aban 1404 HS.

Templat:Kiri

  • Azmi, Ahmad Sanusi, "The Birth of Prophet Muhammad in the Qur'an: A Critical Analysis of al-Jāḥiz's Thought in his Kitāb al-Hujja fi Tathbīt al-Nubuwwa", KEMANUSIAAN the Asian Journal of Humanities, Vol. 25, Supp. 1, 2018.