Lompat ke isi

Konsep:Ayat Ilm al-Kitab

Dari wikishia
Ayat Ilm al-Kitab
Informasi Ayat
NamaAyat Ilm al-Kitab
SurahAr-Ra'd
Ayat43
Juz13
Informasi Konten
Tempat
Turun
Makkah
TentangPembuktian Kenabian Nabi Muhammad saw
Ayat-ayat terkaitAyat 66 Surah An-NisaAyat 17 Surah HudAyat 96 Surah Al-Isra


Ayat Ilm al-Kitab (bahasa Arab:آیه عِلم‌ُالْکِتاب) adalah ayat ke-43 dan terakhir dari Surah Ar-Ra'd. Ayat ini menganggap kesaksian Allah dan Imam Ali as atas kenabian Nabi Muhammad saw sudah cukup untuk membuktikan kenabian beliau. Kesaksian atas kenabian Nabi Muhammad saw ini diajukan sebagai reaksi atas pengingkaran terhadap beliau oleh orang-orang Kafir. Menurut Allamah Thabathaba'i, yang dimaksud dengan kesaksian Allah atas kenabian Nabi Muhammad adalah penegasan kenabian beliau dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Sebagian mufasir lain menganggap pemberian berbagai mukjizat kepada Nabi Muhammad saw sebagai kesaksian praktis Allah atas kenabian beliau.

Riwayat-riwayat Ahlulbait as menganggap ayat ini sebagai bukti atas keutamaan tertinggi Imam Ali as dan para Imam lainnya. Ayat ini memperkenalkan Ahlulbait Nabi sebagai pemilik "Ilmu Al-Kitab". Hadis-hadis ini menafsirkan ilmu terhadap Al-Kitab sebagai pengetahuan tentang kitab-kitab samawi, ilmu Para Nabi, dan Ismul A'zham (Nama Agung). Sebagian Imam Syiah dengan bersandar pada ayat ini, menganggap kedudukan Imam Ali dan para Imam lainnya lebih tinggi daripada Para Nabi Ulul Azmi.

Sebagian mufasir menganggap orang yang berilmu tentang Al-Kitab adalah orang-orang yang berilmu tentang Al-Qur'an atau orang-orang yang berilmu tentang Taurat dan Injil. Berdasarkan qiraat (bacaan) yang tidak masyhur dari ayat ini, hanya Allah yang dianggap sebagai saksi atas kenabian Nabi.

Pengenalan dan Teks Ayat

Ayat Ilm al-Kitab,[1] adalah ayat terakhir dan ke-43 dari Surah Ar-Ra'd. Dalam ayat ini dinukil ucapan orang-orang Kafir yang ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, di mana mereka mengingkari kenabian beliau.[2] Allah dalam kelanjutan ayat, menganggap kesaksian diri-Nya atas kenabian Nabi saw dan kesaksian orang atau orang-orang yang memiliki "Ilmu Al-Kitab" sudah cukup untuk membuktikan kenabian beliau.[3] Allamah Thabathaba'i (Wafat: 1360 HS) dalam Tafsir al-Mizan, menganggap maksud dari kesaksian Allah atas kenabian Nabi Muhammad saw adalah pembenaran kenabian beliau dalam sebagian ayat Al-Qur'an seperti Ayat 3 Surah Yasin yang mana Allah secara tegas memperkenalkan Muhammad saw sebagai salah satu dari Nabi-Nya.[4] Sebagian mufasir menganggap mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw sebagai kesaksian praktis Allah atas kenabian beliau.[5]

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ

"Dan orang-orang yang kafir berkata (kepada Nabi Muhammad), 'Engkau bukanlah seorang Rasul.' Katakanlah (Muhammad), 'Cukuplah Allah dan orang-orang yang menguasai ilmu Kitab (Taurat dan Injil) menjadi saksi antara aku dan kamu.'" (QS. Ar-Ra'd: 43)

Sayid Muhammad Husain Fadhlullah (W. 1389 HS), mufasir Syiah, meyakini bahwa ayat ini meminta orang-orang Kafir untuk menyingkirkan hawa nafsu dan dendam serta merujuk pada nurani mereka agar menemukan kebenaran.[6] Allamah Thabathaba'i menganggap Ayat ini di-'athaf-kan (disambungkan) pada ayat pertama surah ini yang menekankan pada turunnya Al-Qur'an dari sisi Allah dan menyatakan bahwa kebanyakan manusia enggan untuk beriman.[7]

Maksud dari Al-Kitab dan Orang yang Berilmu Tentangnya

Imam al-Baqir as:
Buridah bin Muawiyah bertanya kepada Imam al-Baqir as tentang ayat "Qul kafa billahi..." (Katakanlah: Cukuplah Allah menjadi saksi...). Beliau menjawab: "Yang dimaksud (ayat ini) adalah kami, dan Ali adalah yang pertama dari kami dan yang paling utama dari kami serta yang terbaik dari kami setelah Nabi."
(Shaffar Qumi, Basha'ir ad-Darajat, 1404, hlm.215)

Menurut qiraat yang masyhur, Allah dalam Ayat Ilm al-Kitab memperkenalkan diri-Nya dan orang yang memiliki ilmu tentang Al-Kitab sebagai saksi atas risalah Nabi Muhammad saw. Menurut riwayat-riwayat yang dinukil dari Nabi saw,[8] Imam al-Baqir as[9] dan Imam Shadiq as[10] serta berdasarkan perkataan sebagian sahabat dan Tabi'in seperti Ibnu Abbas,[11] Muhammad bin Hanafiyah[12] dan yang lainnya, maksud dari orang yang di sisinya terdapat Ilmu Al-Kitab adalah Ali bin Abi Thalib.[13]

Imam Ali as juga memperkenalkan ayat ini sebagai bukti atas keutamaannya yang paling tinggi.[14] Dalam sebagian riwayat ini, seluruh para Imam Syiah diperkenalkan sebagai misdaq (wujud nyata) dari ayat ini.[15] Dalam hadis-hadis Ahlulbait as, maksud dari Al-Kitab dalam ayat ini disebutkan sebagai Al-Qur'an dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya, Kitab-kitab Samawi, ilmu-ilmu yang diberikan kepada Para Nabi, dan Ismul A'zham.[16] Alusi, penulis tafsir Ruh al-Ma'ani yang bermazhab Ahlusunah, dalam tafsir ayat ini setelah menukil pandangan Imam al-Baqir as dan Muhammad bin Hanafiyah bahwa yang dimaksud dengan "man 'indahu ilmu al-kitab" adalah Imam Ali as, menulis: "Demi hidupku, sesungguhnya seluruh ilmu Al-Kitab ada pada Ali radhiyallahu ta'ala 'anhu, namun secara lahiriah yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah dia."[17]

Para mufasir Al-Qur'an menyebutkan misdaq-misdaq lain untuk sebutan 'orang yang berilmu pada Al-Kitab', seperti: Allah;[18] Jibril;[19] seluruh kaum muslimin;[20] seluruh orang beriman;[21] seluruh Ahli Kitab[22] atau Ahli Kitab yang telah masuk Islam seperti Abdullah bin Salam, Salman al-Farisi dan Tamim ad-Dari.[23]

Pembuktian Keutamaan Para Imam

Ahlulbait Nabi dengan bersandar pada Ayat Ilm al-Kitab, dan dalam beberapa kasus melalui perbandingannya dengan sebagian Ayat lain, membuktikan kedudukan tinggi Imam Ali as dan para Imam Syiah lainnya.[24] Hadis-hadis ini mengunggulkan para Imam Syiah di atas berbagai individu dan kelompok:

Sebagian mufasir Syiah menganggap penempatan nama Imam Ali as di samping nama Allah untuk bersaksi atas risalah Nabi Muhammad saw sebagai sebuah keutamaan baginya.[29]

Catatan Kaki

  1. Allamah Hilli, Nahj al-Haq, 1982, hlm.188.
  2. Fakhrur Razi, At-Tafsir al-Kabir, 1420, jld.19, hlm.54.
  3. Fakhrur Razi, At-Tafsir al-Kabir, 1420, jld.19, hlm.54.
  4. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.11, hlm.383-384.
  5. Syekh Thusi, At-Tibyan, 1371 HS, jld.6, hlm.268; Fakhrur Razi, At-Tafsir al-Kabir, 1420, jld.19, hlm.54.
  6. Fadhlullah, Min Wahy al-Quran, 1419, jld.13, hlm.70-71.
  7. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.11, hlm.383.
  8. Shaduq, Al-Amali, 1376 HS, hlm.565.
  9. Tsa'labi, Al-Kasyf wa al-Bayan 'an Tafsir al-Quran, 1436, jld.15, hlm.345; Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Quran, 1384, jld.9, hlm.336; Ayyashi, Tafsir al-Ayyashi, 1380, jld.2, hlm.221.
  10. Shaffar, Basha'ir ad-Darajat, 1404, hlm.215.
  11. Hasakani, Syawahid at-Tanzil, 1411, jld.1, hlm.405.
  12. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Quran, 1384, jld.9, hlm.336; Tsa'labi, Al-Kasyf wa al-Bayan, 1436, jld.15, hlm.346.
  13. Hasakani, Syawahid at-Tanzil, 1411, jld.1, hlm.404-405.
  14. Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415, jld.2, hlm.521.
  15. Ayyashi, Tafsir al-Ayyashi, 1380, jld.2, hlm.221; Shaffar, Basha'ir ad-Darajat, 1404, jld.1, hlm.214.
  16. Bahrani, Al-Burhan, 1415, jld.3, hlm.273-277.
  17. Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415, jld.13, hlm.176.
  18. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.11, hlm.383; Ibnu Arabi, Ahkam al-Quran, 1408, jld.3, hlm.1113.
  19. Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Quran, 1364 HS, jld.9, hlm.336; Suyuthi, Ad-Durr al-Mantsur, 1404, jld.4, hlm.69.
  20. Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.10, hlm.253.
  21. Ibnu Arabi, Ahkam al-Quran, jld.3, hlm.86; Situs Markaz-e Haqa'iq-e Islami Misdaq Ayat Ilm al-Kitab Fariqain
  22. Mudarrisi, Min Huda al-Quran, 1419, jld.5, hlm.363; Suyuthi, Ad-Durr al-Mantsur, 1404, jld.4, hlm.69.
  23. Syekh Thusi, At-Tibyan, 1371 HS, jld.6, hlm.267.
  24. Sebagai contoh lihat: Shaffar, Basha'ir ad-Darajat, 1404, jld.1, hlm.212-216; Hasakani, Syawahid at-Tanzil, 1411, jld.1, hlm.400-405.
  25. Astarabadi, Ta'wil al-Ayat azh-Zhahirah, 1409, hlm.243-244.
  26. Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415, jld.2, hlm.524.
  27. Thabari Amili, Nawadir al-Mu'jizat, 1427, hlm.89.
  28. Qumi, Tafsir al-Qummi, 1363 HS, jld.1, hlm.367.
  29. Astarabadi, Ta'wil al-Ayat azh-Zhahirah, 1409, hlm.245.

Daftar Pustaka

  • Alusi, Muhammad bin Abdullah. Ruh al-Ma'ani fi Tafsir al-Quran al-Azhim wa as-Sab'i al-Matsani. Riset: Ali Abdul Bari Athiyyah, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Cetakan pertama, 1415.
  • Astarabadi, Ali. Ta'wil al-Ayat azh-Zhahirah fi Fadhail al-'Itrah ath-Thahirah. Qom, Muassasah an-Nasyr al-Islami, Cetakan pertama, 1409.
  • Ayyashi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayyashi. Teheran, Al-Maktabah al-Ilmiyyah al-Islamiyyah, Jld.1, 1380.
  • Bahrani, Hasyim bin Sulaiman. Al-Burhan fi Tafsir al-Quran. Qom, Muassasah Bi'tsat, Cetakan pertama, 1415.
  • Fadhlullah, Muhammad Husain. Min Wahy al-Quran. Beirut, Dar al-Malak, Cetakan pertama, 1419.
  • Fakhrur Razi, Muhammad bin Umar. At-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib). Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, Cetakan ketiga, 1420.
  • Hasakani, Ubaidullah bin Abdullah. Syawahid at-Tanzil li-Qawa'id at-Tafdhil. Teheran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, 1411.
  • Huwaizi, Abd Ali bin Jum'ah. Tafsir Nur al-Tsaqalain. Riset: Hasyim Rasuli, Qom, Ismailiyan, Cetakan keempat, 1415.
  • Ibnu Arabi, Muhammad bin Abdullah. Ahkam al-Quran. Beirut, Dar al-Jil, Cetakan pertama, 1408.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan kesepuluh, 1371 HS.
  • Mudarrisi, Muhammad Taqi. Min Huda al-Quran. Teheran, Dar Muhibbi al-Husain, Cetakan pertama, 1419.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Qom, Dar al-Kitab, Cetakan ketiga, 1363 HS.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam al-Quran. Kairo, Dar al-Kutub al-Mishriyyah, Cetakan kedua, 1384.
  • Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Amali. Teheran, Ketabchi, Cetakan keenam, 1376 HS.
  • Shaffar, Muhammad bin Hasan. Basha'ir ad-Darajat. Qom, Maktabah Ayatullah al-Mar'asye an-Najafi, Cetakan kedua, 1404.
  • Situs Markaz-e Haqa'iq-e Islami Misdaq Ayat Ilm al-Kitab Fariqain
  • Suyuthi, Abdurrahman bin Abu Bakar. Ad-Durr al-Mantsur fi at-Tafsir bi al-Ma'tsur. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'asye, Cetakan pertama, 1404.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir al-Quran. Qom, Muassasah an-Nasyr al-Islami, 1371 HS.
  • Thabari Amili Shaghir, Muhammad bin Jarir bin Rustam. Nawadir al-Mu'jizat fi Manaqib A'immah al-Hudah. Qom, Dalil-e Ma, Cetakan pertama, 1427.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Quran. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, Cetakan kedua, 1390.
  • Tsa'labi, Ahmad Ibrahim. Al-Kasyf wa al-Bayan 'an Tafsir al-Quran. Riset: Sekelompok peneliti, Jeddah, Dar at-Tafsir, Cetakan pertama, 1436.

Pranala Luar