Prioritas: b, Kualitas: b

Iman

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Akidah Syiah
‌Ma'rifatullah
Tauhid Tauhid Dzati • Tauhid Sifat • Tauhid Af'al • Tauhid Ibadah
Furuk Tawasul • Syafa'at • Tabarruk •
Keadilan Ilahi
Kebaikan dan keburukan • Bada' • Amrun bainal Amrain •
Kenabian
Keterjagaan • Penutup Kenabian • Nabi Muhammad Saw • Ilmu Gaib • Mukjizat • Tiada penyimpangan Alquran
Imamah
Keyakinan-keyakinan Kemestian Pelantikan Imam • Ismah Para Imam • Wilayah Takwini • Ilmu Gaib Para Imam • Kegaiban Imam Zaman as • Ghaibah Sughra • Ghaibah Kubra • Penantian Imam Mahdi • Kemunculan Imam Mahdi as • Raj'ah
Para Imam
  1. Imam Ali
  2. Imam Hasan
  3. Imam Husain
  4. Imam Sajjad
  5. Imam Baqir
  6. Imam al-Shadiq
  7. Imam al-Kazhim
  8. Imam al-Ridha
  9. Imam al-Jawad
  10. Imam al-Hadi
  11. Imam al-Askari
  12. Imam al-Mahdi
Ma'ad
Alam Barzah • Ma'ad Jasmani • Kebangkitan • Shirath • Tathayur al-Kutub • Mizan • Akhirat
Permasalahan Terkemuka
Ahlulbait • Empat Belas Manusia Suci • Taqiyyah • Marja' Taklid

Iman (bahasa Arab: الإيمان) adalah keyakinan hati kepada ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw dan dua belas Imam Maksum as. Fukaha Syiah menjadikan iman sebagai syarat kelaziman untuk marja taklid, imam salat jama'ah, hakim dan pengambil zakat. Menurut mayoritas ulama Syiah, iman tidak dibolehkan untuk taklid.

Para teolog Syiah mendefinisikan iman, selain percaya pada tauhid, nubuwah Nabi Muhammad saw, keadilan Ilahi dan Ma'ad juga harus percaya pada keimamahan imam maksum setelah Nabi Muhammad saw. Sesuai dengan pondasi ajaran Alquran bahwa iman berbeda dengan Islam dan berada pada derajat yang lebih tinggi. Iman juga memiliki kemampuan untuk bertambah dan berkurang serta tidak ada yang bisa membuat seseorang beriman dengan cara mengancam dan memaksa.

Banyak ulama dari kalangan Syiah meyakini Islam lebih umum dari iman. Sehingga dengan dasar ini, mereka meyakini setiap mukmin sudah pasti muslim, namun setiap muslim belum tentu mukmin. Namun sebagian ulama Syiah seperti Khawajah Nashiruddin Thusi dan Syahid Tsani meyakini iman dan dan Islam sejatinya adalah satu, namun keduanya menempatkan Islam secara zahir berada pada posisi lebih di bawah dari iman.

Berkenaan dengan permasalahan iman ada banyak kajian dan pembahasan yang dapat dikaji, dimana yang terpenting darinya adalah yang berkenaan dengan; essensi iman, objek iman, bertambah dan berkurangnya iman, iman berdasarkan taklid, dampak-dampak dari iman dan hubungan antara iman dengan amal saleh atau maksiat.

Defenisi

Dalam riwayat dan karya-karya fukaha Syiah, iman memiliki dua defenisi, secara umum dan secara khusus. Pengertian secara umum, adalah keyakinan hati kepada semua ajaran Nabi Muhammad saw dan defenisi secara khusus selain defenisi pertama ditambah dengan kepercayaan kepada imamah dan wilayah imam dua belas. [1] Dengan pengertian secara khusus atas iman tersebut, semua Syiah 12 Imam, disebut sebagai mukmin. [2]

Iman dengan pengertian yang khusus, dibahas dalam banyak bab-bab fikih seperti ijtihad dan taklid, thaharah, salat, zakat, khumus, puasa, i'tikaf, haji, wakaf, nadzar, qadha dan kesaksian, [3] dan disebut sebagai syarat sah dan diterimanya semua amal ibadah-ibadah tersebut. [4] Demikian pula iman menjadi syarat untuk marja taklid, imam salat jamaah, pengambil zakat dan khumus, hakim, saksi dan pembagi harta yang ditetapkan oleh hakim. [5] Disebutkan banyak dari fukaha juga mempersyaratkan iman, untuk muadzin jamaah dan naib dari haji. [6]

Syekh Mufid, salah seorang ulama Imamiyah [7] mendefinisikan iman adalah ketetapan hati, pengakuan secara lisan dan pengamalan dengan perbuatan. Syafi'i dari ulama Ahlusunah juga memberikan definisi yang sama. [8]. Sebagian dari ulama Imamiyah seperti Sayid Murtadha, Syekh Thusi, Ibnu Maitsam Bahrani, Fadhil Miqdad dan Abd al-Razaq Lahaiji [9] berkeyakinan iman adalah amalan dan perbuatan hati. Dengan dasar ini iman adalah juga keyakinan hati kepada Tuhan, Nabi dan wahyu, sehingga mukmin adalah mereka yang memiliki keyakinan dalam hatinya dan tidak mengharuskan untuk mengikrarkannya dengan lisan.

Obyek-Obyek Keimanan

Dalam Alquran alkarim dijelaskan obyek-obyek dari iman diantaranya iman kepada Allah swt [10], iman kepada para nabi [11], iman kepada apa-apa yang diturunkan dari Allah swt untuk para nabi seperti kitab-kitab suci [12], iman kepada hari kiamat, [13], iman kepada para malaikat [14] dan iman kepada alam ghaib. [15]

Para teolog Syiah menyebut keharusan iman adalah percaya kepada tauhid, keadilan Ilahi, ma'ad, para nabi dan percaya pada keimamahan para imam maksum setelah Nabi Muhammad saw. [16] Sementara Mu'tazilah berkeyakinan iman adalah percaya kepada tauhid, keadilan, bersaksi kepada kenabian Nabi Muhammad saw dan perjanjian untuk bangkit melakukan amar makruf dan nahi munkar. [17] Asy'ariyah berkeyakinan kelaziman iman adalah membenarkan Nabi Muhammad saw dan yakin pada apa-apa yang dibawanya seperti keesaan Allah swt dan wajibnya salat. [18]

Pengaruh dan Karakteristik Iman

Banyak ayat Alquran yang menjelaskan mengenai pengaruh dan karakteristik iman. Disebutkan diantaranya iman berbeda dengan Islam dan berada pada kedudukan yang lebih tinggi. [19] Iman adalah kebenaran yang menyertai kecintaan yang kuat kepada Allah swt. [20] Allah swt telah mengeluarkan orang-orang mukmin dari kegelapan menuju alam cahaya. [21]

Menurut Alquran, iman memiliki kemampuan untuk meningkat dan menurun, [22] yang dengan itu hati-hati orang mukmin menjadi yakin dan tenang. [23] Demikian juga disebutkan dalam Alquran tidak seorangpun yang dapat dipaksa untuk beriman dan menjadi mukmin. [24]

Dalam ayat-ayat Alquran disebutkan orang-orang mukmin diingatkan pada kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan dosa-dosa mereka dan diminta untuk memperbaikinya. [25]

Iman secara Taklid

Populer dikalangan ulama Imamiyah, bahwa taklid dalam iman tidak cukup. [26] Mu'tazilah dan banya dari Asy'ariyah juga sependapat dalam hal ini. [27] Sebaliknya, fukaha Ahlusunah [28], al-Hasywiyyah dan al-Ta'limiyyah membenarkan keimanan melalui taklid. [29]

Hubungan Islam dan Iman

Banyak dari ulama Syiah berkeyakinan Islam dan iman adalah dua hal yang berbeda. Atas dasar ini Islam disebut lebih umum dari iman. Yaitu setiap mukmin adalah muslim namun tidak semua muslim adalah mukmin. [30] Banyak dari Asy'ariyah juga sependapat dengan pandangan ini. [31]

Namun sebaliknya, Mu'tazilah [32], mayoritas dari Khawarij, Zaidiyah, [32] Abu Hanifah dan pengikutnya [34], dan Syekh Thusi [35] tidak menerima pandangan berbedanya iman dan Islam.

Khawajah Nashiruddin Thusi teolog Syiah abad 7 H [36], Syahid Tsani, fakih besar Syiah abad 10 H, [37] dan Taftazani, teolog abad 8 H, [38] berkeyakinan iman dan Islam yang sejati adalah satu. Namun Islam lahiriyah berbeda dengan iman dan lebih umum. Atas dasar ini, barangsiapa yang menampakkan keislaman secara zahir, belum tentu adalah seorang mukmin. Akan tetapi, setiap mukmin adalah juga muslim.

Menurut pandangan Allamah Thabathabai (1281-1360 HS), filsuf dan mufassir kontemporer, iman dan Islam memiliki tingkatan-tingkatan dan setiap mencapai satu tingkatan pada Islam menjadi syarat untuk mencapai tingkatan iman selanjutnya. Oleh karena itu, tingkatan pertama dari Islam adalah penerimaan secara zahir atas perintah-perintah dan larangan-larangan Allah swt, dan setelah itu tingkatan pertama dari iman adalah keyakinan hati dan penerimaan atas isi dari dua kalimat syahadat serta mengarah pada pengerjaan dari aturan-aturan hukum dalam Islam. [39]

Catatan Kaki

Daftar Pustaka

  • Al-Dzakhirah fii Ilmi Al-Kalam, Murtadha Alamul Huda, Ali bin Husein, Tahqiq: Sayyid Ahmad Huseini, Muassasah Nasyr Islami. Qom, 1411 H.
  • Al-Iqtishad Fii Maa Yata'allaqu Bil-I'tiqad, Thusi, Muhammad bin Hasan. Berut, 1406 H.
  • Al-Kafi, Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Tashhih wa Ta'liq: Ali Akbar Ghafari, Daar Al-Kutub Al-Islamiyah, ketujuh. Teheran, 1383.
  • Al-Khishal, Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali, Tashhih wa Ta'liq: Ali Akbar Ghafari, Intisyaraat Jameah Mudarrissin. Qom, 1362 H.
  • Al-Lawami' Al-Ilahiyah fii Al-Mabahits Al-Kalamiyah, Tahqiq: Sayyid Muhammad Ali Qadhi Thabathabai, Intisyarat Daftar Tablighaat Islami. Qom, 1422 H/1380 HS.
  • Al-Milal wa Al-Nihal, Syahristani, Abdul Karim, Taqdim wa Ta'liq: Shalahuddin Al-Hawari, Maktab Al-Hilal. Berut, 1998 M.
  • Al-Mizan, Thabathabai, Muhammad Husein, A'lami. Berut, 1393 H.
  • Al-Muhashal, Fakhrur Razi, Muhammad, Taqdim wa Tahqiq: Husein Atai, Daar Al-Turats. Mesir, 1411 H.
  • Al-Munidz min Al-Taqlid, Hamshi Razi, Sadidudin Mahmud, Muassasah Nasyr Islami, Qom, 1414 H.
  • Al-Tibyan, Thusi, Muhammad bin Hasan, Maktab Al-A'la Al-Islami.
  • Aqrab Al-Mawarid, Syartuni, Said, Daar Al-Uswah Li Al-Thaba'ah wa Al-Nasyr, Teheran, 1374 HS.
  • Awail Al-Maqalaat fii Al-Madzahib wa Al-Mukhtaraat, Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad, Ta'liq wa Taqwim: Syekh Al-Islam Zanani, Intisyarat Dawari, Bita, Qom.
  • Bihar Al-Anwar, Majlisi, Muhammad Baqir, Muassasah Wafa. Berut, 1403 H
  • Buhuts Fii Al-Milal wa Al-Nihal, Subhani, Ja'far, Markaz Mudiriyat Hauzeh Elmiyah. Qom, 1370 H.S/1412 H.
  • Haq Al-Yaqin fii Ma'rifah Ushul Al-Din, Syubar, Sayyid Abdullah, A'lami. Berut, 1418 H.
  • Haqaiq Al-Iman, Amili, Zainuddin Ali, Tahqiq: Sayyid Mahdi Rajai, Maktabah Ayatullah Al-Udhma Mar'asyi Najafi. Qom, 1409 H.
  • Ihya Ulum Al-Din, Ghazali, Abu Hamid (505 M.). Tahqiq: Syekh Muhammad Dali Balthah, Al-Maktabah Al-Ashriyah. Berut, 1421 H/2000 M.
  • Irsyad Al-Thalibiin ila Nahj Al-Mustarsyidiin, Sayuri Hilli, Jamaluddin Miqdad, Tahqiq, Sayyid Mahdi Rajai, Ketab Khaneh Ayatullah Al-Udhma Mar'asyi Najafi, 1405 H.
  • Kasyf Al-Murad fii Syarhi Tajrid Al-Aqaid, Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Tashhih, Taqdim wa Ta'liq: Hasan Hasan adeh Amuli, Nasyr Islami. Qom, 1407 H.
  • Kitab Al-'Ain, Farahidi, Khalil bin Ahmad, Daar Ihya Al-Turats Al-Arabi. Berut, 1426 H
  • Kitab Al-Mawaqif, Iji, 'Adhuddin, Syarih: Sayyid Syarif Jarjani, Tahqiq wa Ta'liq: Abdurrahman Umairah, Daar Al-Jalil. Berut, 1417 H.
  • Kitab Al-Tauhid, Maturidi, Abu Manshur Muhammad, Tahqiq wa Taqwim: Fathullah Khalif, Daar Al-Masyrik, Bita. Berut.
  • Kitab Ushul Al-Din, Ghaznawi, Jamaluddin Ahmad, Tahqiq wa Ta,liq: Amr Waqiq Adda'uqi, Daar Al-Basyair Al-Islamiyah. Berut, 1419 H.
  • Lisan Al-Arab, Ibnu Mandzur, Daar Shadir. Berut, 2003 M.
  • Majma' Al-Bayan, Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Berut: Muassasah Al-A'la Lil Mathbu'aat.
  • Maqalaat Al-Islamiyyiin wa Ikhtilaf Al-Mushaliin, Asy'ari, Abul Hasan Ali bin Ismail, Tahqiq: Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, Maktabah Al-'Ashriyah. Berut, 1419 H.
  • Mu'jam Maqayis Al-Lughah, Ibnu Faris, Ahmad, Tahqiq: Abdus Salam Muhammad Harun, Maktab Al-I'lami Al-Islami. Qom, 1404 H
  • Qawaid Al-Aaid, Thusi, Nashiruddin, Tahqiq: Ali Rabbani Gulfaigani, Markaz Mudiriat Hauzah Ilmiyah Qom, 1416 H.
  • Qawaid Al-Maram fii Ilami Al-Kalam, Bahrani, Maitsam bin Ali, Tahqiq: Sayyid Ahmad Huseini, Maktabah Ayatullah Al-Udhma Mar'asyi Najafi. Qom, 1406 H.
  • Qawaid Aqaid, Ghazali, Tahqiq wa Ta'liq: Musa Muhammad Ali, Alam Al-Kitab. Berut, 1405 H.
  • Sarmyeh-e Iman, Lahiji, Abdurrazaq , Tashhih: Shadiq Larijani, Al-Zahra. Teheran, 1364 HS.
  • Shahih Muslim, Muslim bin Hajjaj Qusyairi Nisyaburi, Tahqiq: Muhammad Fuad Abdul Baqi, Daar Ihya Al-Kutub Al-Arabiyah, Bita. Berut.
  • Sunan Ibnu Majah, Qazwini, Muhammad bin Yazid, Tahqiq wa Ta'liq: Muhammad Fuad Abdul Baqi, Daar Al-Fikr Lil-Thaba'ah wa Al-Nasyr.
  • Syarh Al-Maqashid, Taftazani, Mas'ud, Tahqiq: Dr. Abdurrahman Umairah, Mansyuraat Al-Radhi. Qom, 1409 H.
  • Syarh Al-Ushul Al-Khamsah, Mu'tazili, Abdul Jabar, Ta'liq: Ahmad bin Husein bin Abu Hasyim, Tahqiq wa Taqwim: Abdul Karim Utsman, Maktabah wa Hibah. Mesir, 1408 H.
  • Syarh Tajrid Al-Aqaid, Rahli, Qusyaji, Alauddin Ali, Mansyuraat Razawi Bidar Azizi, Bita, Qom.
  • Takhrij Al-Ahadits wa Al-Atsar, Zael'i, Tahqiq: Adullah Abdurrahman As'ad, Daar Ibnu Khuzaimah. Riyadh, 1414 H.
  • Tamhid Al-Awail wa Talkhish Al-Dalail, Baqalani, Muhammad bin Thabib, Tahqiq: Imaddudin Ahmad Haidar, Muassasah Al-Kutub Al-Tsaqafiyah. Berut, 1411 H.
  • Ushul Al-Din 'Inda Al-Imam Abu Hanifah, Khumais, Muhammad Abdurrahman, Daar Al-Shami'i. Saudi Arabia, 1416 H.