Prioritas: c, Kualitas: c
tanpa referensi

Ummu Kultsum binti Muhammad saw

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat
Ummu Kultsumhttp://id.wikishia.net/view/Majma_Jahani_Ahlulbait_As
Info pribadi
Nama lengkap Ummu Kultsum binti Muhammad saw
Garis keturunan Quraisy
Kerabat termasyhur Muhammad saw (ayah)• Sayidah Khadijah sa(ibu)• Sayidah Fatimah sa (saudari)
Muhajir/Anshar Muhajir
Tempat Tinggal MekahMadinah
Wafat/Syahadah Sya'ban 9 H/630
Tempat dimakamkan Pemakaman Baqi
Informasi Keagamaan
Memeluk Islam Permulaan Islam
Hijrah ke Madinah
Terkenal sebagai Putri Nabi Muhammad saw

Ummu Kultsum putri Muhammad saw (bahasa Arab: ام‌کلثوم بنت رسول الله) (meninggal pada bulan Sya'ban tahun 9 H/630), anak ketiga perempuan dari Rasulullah saw dan Khadijah sa. Dia pada tahun sebelum Nabi diutus menikah dengan ‘Utaibah putra Abu Lahab dan ketika Surah al-Masad turun yang kadungan ayat-ayatnya mencela Abu lahab dan istrinya, ‘Utaibah menceraikan Ummu Kultsum atas perintah ayahnya. Ummu Kultsum setelah Perang Badar menikah dengan Utsman. Dan dia pada akhirnya meninggal pada tahun ke 9 Hijriah dan dikuburkan di Baqi’.

Sebagian dari para ulama Syiah seperti Sayid Ja’far Murtadha Amili meyakini bahwa Ummu Kultsum, Zainab dan Ruqayyah adalah putri-putri angkat Rasulullah saw bukan putri-putri kandungnya.

Ummu Kultsum dikenang sebagai anak kedua atau ketiga perempuan Rasulullah saw dan Sayidah Khadijah sa. [1] Dia pada masa jahiliyah menikah dengan ‘Utaibah bin Abu Lahab. ketika Surah al-Masad turun yang kadungan ayat-ayatnya mencela Abu lahab dan istrinya [2], ‘Utaibah menceraikan Ummu Kultsum atas perintah para pembesar Quraisy yang diantaranya adalah ayahnya sendiri [3] dan menikah dengan putri Said bin Ash.

Menikah dengan Utsman

Ummu Kultsum pergi berhijrah bersama-sama dengan Rasulullah saw. Pada waktu Ruqayyah putri terbesar Nabi saw meninggal dunia, Ummu Kultsum dengan Utsman menikah. [4] Pernikahan mereka berlangsung setelah Perang Badar pada bulan Rabiul Awal tahun ke-3 H/624. Utsman darinya tidak memiliki anak keturunan. [5]

Menurut pandangan sebagian dari para peneliti Syiah seperti Sayid Ja’far Murtadha Amili, dia meyakini bahwa Ummu Kultsum bukan putri kandung Rasulullah saw dan Khadijah sa, akan tetapi dia adalah anak angkat perempuan Nabi Saw. [6]

Wafat

Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H/630. meninggal dunia, [7] Nabi menyalati jenazahnya. Asma binti Umais dan Shafiyah putri Abdul Mutthalib memandikannya dan Imam Ali as, Fadhl serta Usamah bin Zaid dan Abu Thalhah Anshari telah memasuki kuburannya dan menguburnya. Ummu Athiyah Anshari juga menyaksikan pemandiannya. [8] Namun dalam perkataan Ibnu Atsir, Ummu 'Athiahlah yang memandikannya. [9]

Pusara Putri-putri Nabi saw di sebeleh Pusara para Imam Baqi sebelum dihancurkan

Tempat Pusara

Tempat yang dihubungkan dengan putri-putri Nabi saw di Baqi’, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Zainab salah satu dari tempat-tempat yang berada di bagian utara kuburan para Imam Syiah dan barat daya kuburan istri-istri Nabi Muhammad saw dan dekat dengan kuburan Utsman bin Mazh'un. Sumber-sumber referensi dari penguburan Ruqayyah [10] dan Zainab [11] di Baqi’, dekat dengan kuburan Utsman bin Mazh’un kisahnya kembali pada pesan dan wejangan dari Rasulullah saw. Namun dari tempat penguburan Ummu Kultsum tidak ada keterangan Khusus tentang hal ini. Hanya para penulis kontemporer seperti Farhad Mirza [12] dan Rafat Pasya [13] yang mengisyaratkan bahwa Ummu Kultsum juga dikuburkan bersama dengan putri-putri nabi yang lainnya dan memperdulikan pada tempat yang sudah dibuat di atas kuburan-kuburan mereka. Dulu di atas kuburan-kuburan ini terdapat sebuah bangunan kuning. [14] Namun kaum Wahabi telah menghancurkan tempat tersebut.

Catatan Kaki

  1. Ibnu Abdul Bar, Isti’ab, jld.1, hlm.50; jld.4, hlm.1818; jld.4, hlm.1952.
  2. Usdu al-Ghabah, jld.6, hlm.384.
  3. Usd al-Ghabah, jld.6, hlm.384; Ibnu Abdul Bar, Isti’ab, jld.4, hlm.1952 .</
  4. Ibnu Abdul Bar, Isti’ab, jld.2, hlm.1039; jld.4, hlm.1952.
  5. Ibnu Abdul Bar, Isti’ab, jld.2, hlm.1039; jld.4, hlm.1952; Thabari, jld.11, hlm.595.
  6. Sayid Ja’far Murtadha al-Amili, jld.2, hlm.216.
  7. Al-Ishabah, jld.8, hlm.460; Tarikh Khalifah, hlm.45.
  8. Ibnu Abdul Bar, Isti’ab, jld.4, hlm.1952-1953; al-Ishabah, jld.8, hlm.460.
  9. Usd al-Ghabah, jld.6, hlm.384.
  10. Ibnu Syubbah, jld.1, hlm.103; Kulaini, jld.3, hlm.241; Ibnu Sa’d, jld.8, hlm.38.
  11. Ahmad bin Hambal, jld.1, hlm.237; Ibnu Abdul Bar, jld.3, hlm.1056; Hakim Neisyaburi, jld.3, hlm.190.
  12. Farhad Mirza, hlm.156.
  13. Rafat Pasya, hlm.478.
  14. Ja’fariyan, jld.5, hlm.241.

Daftar Pustaka

  • Ahmad bin Hambal, Musnad Ahmad, Dar Shadir, Beirut.
  • Al-Amili, Sayid Ja’far Murtadha, al-Shahih min Sirah al-Nabi al-A’zam, Dar al-Hadits, Qum, 1426H, 1318S.
  • Farhad Mirza, Qajar, Safarname Farhad Mirza, atas usaha Thabathabai, Tehran, Muassasah Mathbu’at Ilmi, 1366S.,
  • Hakim Neisyaburi, al-Mustadrak Ala al-Shahihain, dengan usaha Mar;asyi, Dar al-Ma’rifah, Beirut, 1406H.
  • Ibnu Abdul Bar, al-Isti’ab fi Ma’rifati al-Ashhab, riset: Ali Muhmamd al-Bajawi, Beirut, cetakan pertama, 1412H/1992M.
  • Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah fi Ma’rifati al-Shahabah, Dar al-Fikr, Beirut, 1409H/1989M.
  • Ibnu Hajar Asqalani, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, riset: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Muawadh, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah. Cetakan pertema, 1415H/1995M.
  • Ibnu Sa’d, al-Thabaqat al-Kubra, atas usaha Muhammad Abdul Qadir, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1418 H.
  • Ibnu Syubbah, Tarikh Al-Madinah al-Munawarah, dengan usaha Syaltut, Qum, Dar al-Fikr, 1410H.
  • Ja’fariyan, Rasul, Limapuluh Safarname Qajari, Nasyr Ilm, Tehran, 1389S.
  • Khalifah bin Khayath, Tarikh Khalifah bin Khayath, riset: Fawaz, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah. Cetakan pertema, 1415H/1995M.
  • Pasya, Rafat, Ibrahim, Miratu al-Haramain, Qum, al-Mathba’ah al-Ilmiyah, 1344H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, riset: Muhammad Abu al-fadhl Ibrahim, Dar al-Turast, cetakan kedua, Beirut, 1387H/1967M.