Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa foto
tanpa referensi

Abdullah bin Abbas

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat
Abdullahhttp://id.wikishia.net/view/Majma_Jahani_Ahlulbait_As
Info pribadi
Nama lengkap Abdullah bin Abbas bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdul Manaf
Julukan Abu al-Abbas
Lakab Ibnu Abbas• Hibr al-Ummah• Bahr
Garis keturunan Bani Hasyim, Quraisy
Kerabat termasyhur Imam Ali as• Abbas bin Abdul Muththalib• Qustham
Lahir 3 tahun sebelum Hijrah
Muhajir/Anshar Muhajir
Tempat Tinggal Mekkah• Madinah
Wafat/Syahadah 68 H/687
Tempat dimakamkan Thaif
Informasi Keagamaan
Hijrah ke Madinah
Terkenal sebagai Mufassir Alquran• Datuk Bani Abbasiyyah• Perawi Hadis
Peran utama Ikut serta bersama Imam Ali as dalam Perang Shiffin, Jamal dan Nahrwan
Aktivitas lain Menjadi gubernur kota Bashrah pada masa pemerintahan Imam Ali as• Sahabat Imam Hasan asSahabat Imam Husain as
Karya penting Kitab Tafsir Ibnu Abbas

Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib (bahasa Arab:عبدالله بن عباس بن عبدالمطّلب) terkenal dengan Ibnu Abbas (3 tahun sebelum Hijrah-68 H/687), putra Abbas bin Abdul Muththalib dan keponakan Nabi Muhammad saw dan Imam Ali as, merupakan seorang sahabat Nabi saw dan penolong tiga imam pertama Syiah.

Meskipun Ibnu Abbas percaya bahwa Imam Ali as berhak untuk menduduki kekhalifahan setelah Nabi saw, namun ia juga bekerjasama dengan tiga khalifah. Ia hadir di Perang Jamal, Perang Shiffin dan Perang Nahrawan sebagai orang yang berada di pihak Imam Ali as. Ia memangku jabatan sebagai gubernur Bashrah atas perintah Imam Ali as.

Banyak riwayat baik dari jalur Syiah maupun Ahlusunah yang dinukilkan dari Ibnu Abbas. Kitab Tafsir Ibnu Abbas telah berkali-kali dicetak. Ia juga termasuk nenek moyang dari Khilafah Abbasiyah.

Nasab dan Kelahiran

Abdullah bin Abas bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdul Manaf, julukan Abu al-Abbas. Ia juga dikenal dengan Hibr al-umah (paling tahunya umat) dan Bahr (lautan). [1] Abdullah adalah keponakan Nabi Muhammad saw dan Ali bin Abi Thalib as.

Ayahnya, Abbas adalah paman Nabi saw. Ia termasuk tokoh suku Quraisy yang pada zaman jahiliyah menjadi Amirul Haj selama bertahun-tahun lamanya dan takmir Masjidil Haram. Ibunya, Lubabah Kubra adalah putri Harits bin Hazn Hilali dan saudarinya, Maimunah adalah istri Nabi Muhammad saw dan memiliki julukan Ummu al-Fadhl. Ia adalah wanita pertama yang masuk Islam di Mekah setelah Sayidah Khadijah sa. Nabi Muhammad sangat menghormatinya. Ia menyusui Hasanain, oleh karena itu ia disebut untuk Qutsam [2] dan Abdullah adalah saudara sepersusuan Hasanain. Ibnu Abbas adalah keponakan Khalid bin Walid. [3]

Menurut pendapat masyhur dikatakan bahwa Ibnu Abbas lahir 3 tahun sebelum Hijrah di Syi'b Abi Thalib [4] [5]. Menurut nukilan yang lain, ia lahir 5 tahun sebelum hijriah.

Periode Kehidupan

Sahabat Rasulullah

Setelah kelahiran Ibnu Abbas, Nabi Muhammad saw menyuapi dia dengan air liurnya dan kemudian mendoakannya. [6] Dalam sejarah disebutkan bahwa usia Ibnu Abbas ketika Nabi Muhammad saw wafat antara 10 hingga 15 tahun. [7]

Periode Khilafah

Para khulafaur rasyidin sangat menghormati Ibnu Abbas. Ia selama periode khilafah, menduduki posisi Ifta (mengeluarkan fatwa). Ia termasuk orang-orang yang pendapatnya didengarkan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh khalifah ke dua dan ketiga. [8] Pada tahun 35 H/655 ketika Utsman terkepung, Ibnu Abbas menunaikan ibadah haji atas nama (niyabah) Utsman. [9]

Periode Imam Ali

Ibnu Abbas hadir dalam Perang Jamal, Shiffin dan Nahrawan. [10] Dalam Perang Shiffin, ia termasuk komandan pasukan Imam. [11] Pada peristiwa Hakamiyah, Imam Ali as mengajukan ia sebagai wakil dari pasukan Imam Ali as, namun golongan Khawarij tidak setuju. Ia diangkat oleh Imam Ali as menjadi Gubernur di Bashrah. [12] Imam Ali as menulis surat kepadanya yang tertera dalam Nahj al-Balaghah (surat 18 dan 66). [13] Berdasarkan dari laporan-laporan yang ada, di akhir pemerintahan ia tertuduh memakai uang baitul mal dan meletakkan jabatan gubernurnya dan kembali ke Mekah, [14] namun menurut sebagian orang laporan ini tidak benar. [15]

Periode Imam Hasan as dan Imam Husain as

Setelah kesyahidan Imam Ali as, Ibnu Abbas mengajak masyarakat untuk berbaiat kepada Imam Husain as. Ketika khutbah Imam Husain as berakhir, Ibnu Abbas menghadap ke masyarakat dan berkata: Wahai kalian semua, Imam Husain adalah putra Nabi dan pengganti Imam kalian, berbaiatlah kepadanya! [16]

Ketika Imam Hasan as akan dikebumikan di dekat pusara Nabi saw dan kemudian Bani Umayyah menghalanginya, Ibnu Abbas dan Marwan bin Hakam menjadi juru runding sehingga perseturuan antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim [17] dapat dicegah. [18] Ibnu Abbas juga termasuk sahabat Imam Husain as. Ia berada di Mekah ketika Imam Husain as bergerak menuju Irak dari Mekah. Ia dua kali bertemu dengan Imam Husain as. Ia memperingatkan Imam Husain as tentang perjalanannya ke Irak.

Periode Muawiyah

Ibnu Abbas pada masa Muawiyah menolak untuk berbaiat kepada Yazid. Namun setelah itu, ia memberikan baiatnya kepada Yazid. [19] tetapi ia tidak memberikan baiatnya kepada Abdullah bin Zubair. [20]

Ulama dan Perawi Hadis

Ibnu Abbas adalah seorang mufassir Alquran yang paling terkenal pada abad pertama Hijriah. Terdapat banyak riwayat darinya yang ada di kitab-kitab tafsir dan kitab-kitab hadis. Di sebagian hadis dijelaskan bahwa Nabi saw, selain mendoakan Ibnu Abbas juga memohon kepada Allah semoga Dia memberikannya ilmu takwil Alquran kepadanya. [21] Dzahabi memperkenalkan posisinya sebagai seorang pemuka dalam bidang fikih, hadis dan tafsir. [22] Menurut perkataan Dzahabi dan Zarkuli, Ibnu Abbas menukil hadis sebanyak 1.660. [23] Dari jumlah itu, Bukhari menukil 120 hadis darinya dan Muslim 9 hadis. Sebagian besar riwayat yang terkait dengan perkiraan kekhalifahan Bani Abbas disandarkan kepadanya. [24]

Ibnu Abbas meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad saw, Imam Ali as, Umar, Mu'adz bin Jabbal dan Abu Dzar. Berikut ini adalah diantara nama-nama yang meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas:

Anak-anak

  • Ali; adalah anak yang terkenal diantara anak-anak Ibnu Abbas yang lainnya. Ketika ia berbeda pendapat antara Abdul Malik bin Marwan dan Ibnu Zubair, Ibnu Abbas memberi nasehat untuk bergabung dengan Abdul Malik. [26] Ia memiliki hubungan yang dekat dengan khalifah. [27] Namun Abdul Malik pada masa-masa selanjutnya merasa terganggu dengan kehadirannya. [28] Qalid bin Abdul Malik menuntut balas atas terbunuhnya pelayannya. [29] Khalifah Abbasi berasal dari keturunannya. [30]
  • Abbas, Ibunya adalah Habibah binti Zubair[31]
  • Asma [32]
  • Fadhl
  • Ubaidillah
  • Lubabah

Karya

Dengan adanya banyak pendapat tentang tafsir Ibnu Abbas dalam penafsiran-penafsiran Alquran, terkait bahwa ia sendiri yang menulis, maka hal ini ada keraguan di dalamnya. Hal ini bisa diketahui dari sebagian murid-murid Ibnu Abbas [33] bahwa karya-karya tulisnya dihimpun setelah ia wafat. [34] Karya-karya berikut disandarkan kepadanya:

  • Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibnu Abbas: Firuz Abadi, penulis kamus, tafsir ini ditulis dalam 4 jilid yang diambil dari Tafsir Thabari yang berdasarkan riwayat-riwayat Ibnu Abbas. Kitab ini pada awalnya diterbitkan di Bombay dan kemudian dicetak di Bulaq Mesir.
  • Tafsir Ibnu Abbas: Isa bin Maimun dan Waraqa meriwayatkan dari Abu Nujaih. Dan Abu Nujaih dan Hamin bin Qais meriwayatkan dari Mujahid.
  • Tafsir Juludi: Abdul Aziz Juludi mengumpulkan tafsir ini dari riwayat-riwayat yang berasal dari Ibnu Abbas

Di antara riwayat sejarah terbentuk gaya penafsiran Alquran yang disandarkan kepada Ibnu Abbas, diantara murid-muridnya adalah:

Pandangan Orientalis

Sebagian orientalis diantaranya Ignaz Goldziher mengklaim bahwa riwayat yang dinukilkan dari Ibnu Abbas tidak dapat diterima karena riwayatnya majhul dan meragukan. [35] Kitab Khawar Syenasan wa Ibnu Abbas menjawab tuduhan mereka terhadap Ibnu Abbas. [36]

Wafat

Ibnu Abbas pada akhir kehidupannya buta. [37] Ia hidup di Mekah. Ia menyaksikan perang antara Abdullah bin Zubair dan Abdul Malik bin Marwan. Abdullah bin Zubair menginginkan baiat dari Ibnu Abbas namun ia menolaknya, sehingga mengungsikan ke Thaif. Sebagian sejarawan melaporkan bahwa Ibnu Abbas meninggal di Thaif pada tahun 68 H/687 dan ketika ia berusia 70 tahun. Muhammad bin Hanafiyah menyalatkan jenazah atasnya. Ia dikuburkan juga di sana. Sebagian sumber juga menyebutkan bahwa ia meninggal pada tahun 69 H/688. [38] Ibnu Abbas pada akhir kehidupannya buta, sehingga ia melantunkan syair ini:

Meskipun Allah mengambil penghlihatanku,
namun cahaya lisan dan telingaku melihat
Akalku sehat, lisanku menjelaskan kebenaran seperti pedang yang tajam
Ibnu Atsir, Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 190.

Catatan Kaki

  1. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 187, 18 6 ; Al-Bidāyah wa al-Nihāyah, jld. 8, hlm. 295.
  2. Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 85; Ibnu Abdul Barr, jld. 2, hlm. 811.
  3. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 186-187.
  4. Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 27.
  5. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 186-187.
  6. Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 28.
  7. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 190.
  8. Al-Muntazham, jld. 3, hlm. 72.
  9. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 190.
  10. Al-A'lām, jld. 4, hlm. 95; Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 188.
  11. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 188.
  12. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 188; Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 39; Thabari, jld. 4, hlm. 543.
  13. Nahj al-Balāghah, hlm. 498-499 (surat ke-18), hlm. 607, 608 (surat 65),
  14. Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 39.
  15. Muhammad Taqi Syusytari, Qāmus al-Rijāl, jld. 6, hlm. 441; Khui, Mu'jam al-Rijāl al-Hadis, jld. 10, 238.
  16. Mu'jam al-Rijāl al-Hadis, jld. 10, hlm. 234.
  17. Syaikh Mufid, Al-Irsyād, jld. 2, hlm. 18.
  18. Thabari, jld. 5, hlm. 303.
  19. Thabari, jld. 5, hlm. 343.
  20. Thabari, jld. 5, hlm. 384; Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 70-71; Dzahabi, jld. 3, hlm. 356-359.
  21. Muqadimatani fi Ulum Alquran, hlm. 53-54.
  22. Silahkan rujuk: Dzahabi, Ulumul Qurān, jld. 3, hlm. 331.
  23. Zarkuli, jld. 4, hlm. 95.
  24. Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 63.
  25. Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 188.
  26. Akhbār, hlm. 131, 154.
  27. Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 70.
  28. Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 101-102.
  29. Baladzuri, Jumal min Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 101-102.
  30. Ibnu Sa'ad, Thabaqāt al-Kubrā, jld. 5, hlm. 241.
  31. Ansāb al-Asyrāf, jld. 4, hlm. 70.
  32. Ibnu Sa'ad, Thabaqāt al-Kubrā, jld. 5, hlm. 241.
  33. Salqaini, hlm. 154-155.
  34. Silahkan lihat: Gulad Falad, hlm. 128.
  35. Barrasi didgah Khāwar Syenāsan darboreye Ibnu Abbas.
  36. Mirāts Maktub.
  37. Ibnu Atsir, Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 190.
  38. Ibnu Atsir, Usd al-Ghābah, jld. 3, hlm. 190.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Atsir Jazari, Ali bin Muhammad, Asad al-Ghābah fi Ma'rifah al-Sahabah, Beirut, Dar al-Fikr, 1409/1989.
  • Zirikli, Khairuddin, A'lām Qāmus Tarājum al-Asyhar al-Rijāl wa al-Nisā min al- Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin, Beirut, Dar al-Ilm lil-Malabin, cet. 8, 1989.
  • Baladzuri, Ahmad bin Yahya, Kitab Jamal min Ansāb al-Asyrāf, cet. Suhail Zakar wa Riyadh Zarkali, Beirut, 1417 H.
  • Dasyti, Muhammad, Terjemah Nahj al-Balāghah, Intisyarat Masyriqain, cet. 4, Qum, 1379 .
  • Maqrizi, Ahmad bin Ali, Imta' al-Asma' bima li Nabi min Ahwāl wa Amwāl wa al-Hafdah wa al-Mata, Riset: Muhammad Abdul Hamid al-Numaisi, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, cet. 1, 1420,1999.
  • Ibnu Abdul Barr, al-Isti'āb fi Ma'rifah al-Ashāb, cet. Ali Muhammad Bijawi, Beirut, 1422/1992.
  • Ibnu Katsir Dimasyqi, Ismail bin Umar, al-Bidāyah wa al-Nihāyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1407/1986.
  • Ibnu Jauzi, Abdul rahman bin Ali, al-Muntadham fi Tārikh al-Umam wa al-Muluk, Riset: Muhammad Abdul Qadir 'Atha wa Musthafa Abdul Qadir 'Atha, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, cet. 1, 1412/1992.
  • Khui, Abul Qasim, Mu'jam Rijāl al-Hadits, Markaz Nasyar Atsar Syiah, Qum, 1410/1369.
  • Syaikh Mufid, al-Irsyād fi Ma'rifah Hujajullah 'ala al-Ibād, Konggres Syaikh Mufid, Qum, 1413.
  • Jefri wa Shavi, Artur dan Abdullah Ismail, Muqadimatan fi Ulumul al-Qurān, Kairo, 1392/1972.
  • Salqini, Abdullah bin Muhammad, Habrul Umah Abdullah bin Abas wa Madrasah fi Tafsir, Beirut, 1407/1986.