Prioritas: c, Kualitas: b
tanpa referensi

Abdullah bin Mas'ud

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat
Abdullah bin Mas'udhttp://id.wikishia.net/view/Majma_Jahani_Ahlulbait_As
Info pribadi
Nama lengkap Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib al-Hudzali
Julukan Abu Abdurrahman
Disebut juga dengan Ibnu Mas'ud
Garis keturunan Bani Hudzali
Lahir Mekah
Muhajir/Anshar Muhajir
Tempat Tinggal Mekah • Madinah
Wafat/Syahadah 32 H/653
Tempat dimakamkan Pemakaman Baqi'
Informasi Keagamaan
Memeluk Islam Permulaan Islam
Keikutsertaan dalam Ghazwah Perang BadarPerang Uhud • Penaklukan Syam
Hijrah ke Habasyah • Madinah
Terkenal sebagai Hafiz Alquran • Perawi hadis-hadis Nabi saw
Karya penting Mushaf Ibnu Mas'ud

Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib al-Hudzali (wafat 32 H/653), (bahasa Arab: عبدالله بن مسعود بن غافل بن حبیب الهُذَلی) yang dikenal dengan Ibn Mas'ud, termasuk salah seorang sahabat Rasulullah saw, muhaddis dan mufassir Alquran di era permulaan Islam. Menurut penuturannya, ia adalah orang keenam pertama yang memeluk Islam. Ibnu Mas'ud termasuk kelompok muhajirin pertama yang pergi ke Habasyah. Ia berhijrah dari Mekah menuju Madinah dan ikut berpartisipasi dalam pertempuran Badar dan Uhud. Setelah Rasulullah wafat, ia juga ikut serta dalam peperangan Riddah dan penaklukan Syam. Pada tahun 21 H/642, Umar bin Khattab mengutus Ibnu Mas'ud bersama Ammar untuk mengawasi Baitul Mal dan pengadilan. Ibnu Mas'ud pada masa kekhilafahan Utsman berseteru dengan Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utsman pun mengembalikannya lagi ke Madinah. Ia meninggal di Madinah, dua tahun sebelum Utsman bin Affan meninggal.

Ia termasuk orang pertama yang hafiz Alquran dan mendengar langsung sekitar 70 surah dari Rasulullah saw sendiri. Ashim mengambil riwayat Alqurannya dari Ibnu Mas'ud. Ia membacakan mushaf Alquran kepada sebagian orang dan mereka menulisnya dan ketika Utsman memerintahkan untuk mengumpulkan semua mushaf yang ada, awalnya ia menolak, namun akhirnya ia terpaksa melakukan hal tersebut. Ibnu Mas'ud termasuk kalangan sahabat yang dihormati semua kaum muslim, baik Syiah maupun Ahlusunah. Riwayat tentang jumlah para imam (berjumlah 12 orang) diriwayatkan dari dirinya.

Kelahiran, Nasab dan Latar belakang

Abdullah lahir di Mekah. Nasabnya dari Bani Hudzail, namun dikarenakan ayahnya pada masa Jahiliyyah termasuk mitra Bani Zuhrah, maka untuk selanjutnya ia juga dikenal dengan mitra Bani Zuhrah. Demikian juga dikarenakan ibunya juga dari kalangan sahabat, maka mereka memanggilnya dengan Ibnu Ummi Abd. [1] Ia juga bergelar Abu Abdurrrahman. [2] Abdullah di masa kecil sibuk mengembala kambing Uqbah bin Abi Mu'aith dan karenanya Abu Jahal melecehkannya. [3] Sebelum memeluk Islam, ia tinggal di rumah Arqam dan setelah memeluk Islam, ia diterima menjadi pembantu rumah Rasulullah saw.

Pada Masa Rasulullah saw

Ia memeluk Islam di awal dakwah Rasulullah saw dikarenakan melihat sebuah mukjizat darinya. Karenanya ia disebut sebagai orang pertama pembawa Islam dan menurut penuturannya ia adalah muslim yang keenam. [4] Demikian juga, ia termasuk kelompok Muhajirin pertama yang hijrah ke Habasyah dan referensi yang ada menuturkan tentang hijrah dua kalinya ke Habasyah. [5] Setelah hijrah Rasulullah saw, Ibnu Mas'ud pergi ke Madinah dan Rasulullah saw mempersaudarakannya dengan Muadz bin Jabal[6] atau Zubair bin Awwam. [7] Ia berpartisipasi dalam pertempuran Badar dan telah membunuh Abu Jahal. Rasulullah saw gembira atas tewasnya Abu Jahal, Nabi menghadiahkan pedangnya kepada Ibnu Mas'ud. [8] Ibnu Abbas menyebutnya sebagai sejumlah sahabat setia Rasulullah saw yang tidak meninggalkan Nabi dalam pertempuran Uhud[9] dan dikatakan, ia banyak sekali berpartisipasi dalam peperangan Rasulullah saw . Ia sering kali bersama Nabi dan melayaninya. [10]

Pasca Rasulullah

Pada Masa Abu Bakar

Tidak ada informasi mendetail tentang perincian biografi Ibnu Mas'ud pasca wafat Rasulullah saw. Dari sebuah ucapannya menunjukkan bahwa ia ikut berpartisipasi dalam pertempuran Riddah pada masa kekhilafahan Abu Bakar. [11] Thabari juga menukil riwayat dari Saif bin Umar bahwa ia mengemban penjagaan ghanimah (hasil rampasan perang) dalam pertempuran Yarmuk. [12]

Pada Masa Umar

Pada masa kekhilafahan Umar, Ibnu Mas'ud ikut berpartisipasi dalam penaklukan Syam dan menetap beberapa waktu di situ dan seolah-olah sibuk dengan pengadilan dan mengajar Alquran. [13] Demikian juga, ada sebuah riwayat yang menunjukkan kehadirannya di kota Madain dan mengajarkan fikih dan Alquran. [14]

Mengawasi Baitul Mal Kufah

Pada tahun 21 H/642, ketika ia berada di Himsh, Umar mengundangnya dan mengutus bersama Ammar agar mengawasi Baitul Mal dan pengadilan di Kufah. [15] Selang beberapa waktu Umar pun mencopot Ammar bin Yasir dan menggantikannya dengan Mughirah bin Syu'bah, dimana Baladzuri dalam sebuah riwayat menuturkan alasan kemurkaan Umar kepada Ammar adalah perseteruannya dengan Ibnu Mas'ud. [16]

Pada Masa Utsman

Setelah pembunuhan Umar, Ibnu Mas'ud datang ke Madinah dan berbaiat dengan Utsman dan kemudian kembali ke Kufah dan mengajak masyarakat untuk membaiat Utsman. [17] Dan Utsman juga masih menangguhkan jabatannya dan memberikannya sebidang tanah di Irak. [18]

Menurut riwayat Thabari dari Saif bin Umar, pada hari-hari tersebut terjadilah perseteruan antara Ibnu Mas'ud dan Sa'ad bin Abi Waqqash, gubernur Kufah, yang tidak bersedia membayar pinjamannya ke Baitul Mal dan dikarenakan berita tersebut sampai ke telinga Utsman, lantas ia mencopot Sa'ad dan ia murka terhadap Ibnu Mas'ud. [19] Namun riwayat-riwayat yang lain menunjukkan telah terjadi perseteruan antara Ibnu Mas'ud dan Walid bin Uqbah, yang menjadi gubernur Kufah. [20] Pasca bentrokan tersebut ia melayangkan pengaduan ke Utsman, yang karenanya Utsman murka kepada Ibnu Mas'ud dan mengembalikannya ke Madinah. [21]

Di Madinah, Ustman mencacinya dan dalam sebuah pendapat ia memerintahkan untuk mengusirnya dari masjid. [22]

Setelah itu, Ibnu Mas'ud berada di Madinah sampai tiga tahun dan tidak diizinkan untuk keluar dari situ[23] dan akhirnya ia meninggal dunia sekitar 2 tahun sebelum Utsman meninggal. [24] Saat Ibnu Mas'ud tinggal di Madinah, Utsman menghentikan pemberian Baitul Mal kepadanya, namun setelah kematiannya, washinya Zubair bin Awwam mengirimkan kembali dari Utsman untuk sanak kerabatnya. [25] Salah satu alasan ketidaksukaan Utsman kepada Ibnu Mas'ud adalah kehadirannya dalam penguburan dan salat jenazah Abu Dzar di Rabadzah. [26]

Akhirnya Ibnu Mas'ud meninggal dunia pada tahun 32 H/653 di Madinah dan dikebumikan di Pemakaman Baqi'. [27]

Ibnu Mas'ud dan Al-Quran

Ia termasuk orang pertama setelah Rasulullah saw yang membaca Alquran dengan suara lantang di hadapan kaum musyrikin dan mendapat penganiayaan. [28] Ibnu Mas'ud ikut hadir secara langsung dalam beberapa momen saat diturunkannya Alquran. Dan menurut penuturannya, selain mempelajari 70 surah Alquran dari lisan Rasulullah sendiri [29] , ia juga mengajar Alquran pada masa Nabi.

Menurut riwayat, Ibnu Mas'ud termasuk empat orang yang dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk mempelajari Alquran dari mereka. [30] Ia beberapa waktu sibuk mengajar Alquran di Mekah dan Kufah, pasca wafat Rasulullah saw dan bahkan sebagian sahabat terkemuka seperti Ibnu Abbas juga mempelajari Alquran darinya dan dalam beberapa hal mengikuti bacaannya. [31]

Bacaan Ibnu Mas'ud

Sejumlah Tabi'in terkemuka di Kufah seperti Aswad bin Yazid, Zar Ibn Hubaisy, Ubaid bin Qais, Abu Abdurrahman al-Sullami, Abu Amr al-Syaibani dan Zaid bin Wahb mempelajari bacaan darinya dan dalam beberapa waktu, bacaannya marak di Kufah. [32] Menurut cerita dari A’mash (148 H/765) di awal-awal dekade 2 H di Kufah, mushaf Utsmani tidak terlalu marak jika dibandingkan bacaan Ibnu Mas'ud sementara dalam sepanjang pertengahan dekade, lambat laun mengambil alih tempat bacaan Ibnu Mas'ud, sampai-sampai pada pertengahan dekade 22 H, sedikit sekali yang memiliki bacaan tersebut dalam catatannya. [33] Selanjutnya, di Kufah muncul bacaan-bacaan yang landasannya adalah mushaf Utsmani Kufah dan dalam membacanya menggunakan bacaan Ibnu Mas'ud. Sejatinya bacaan resmi Kufah, yakni Ashim, Hamzah, Kasai dan Khalaf dari para qori sepuluh, kurang lebih memiliki akar dengan bacaan Ibnu Mas'ud. [34]

Mushaf Ibnu Mas'ud

Menurut apa yang dikemukakan dalam referensi, Ibnu Mas'ud mendikte ayat-ayat Alquran dari hafalan kepada para murid dan mereka menulis bacaannya di sejumlah mushaf. [35] Terkait proses pengumpulan Alquran dan penyiapan mushaf resmi yang dilakukan oleh Utsman dan dengan bermusyawarah dengan Zaid bin Tsabit, dalam sejumlah riwayat dipaparkan tentang Mushaf Ibnu Mas'ud, yang tidak diperhatikan dan Utsman memerintahkan agar menyerahkan mushaf tersebut sehingga dihilangkan bersama mushaf-mushaf lainnya. Menurut riwayat, Ibnu Mas'ud tidak menerima perintah tersebut dan karenanya, Utsman memberikan perintah supaya dia dipukul. [36]

Namun menurut sebagian riwayat, Ibnu Mas'ud kembali dari sikapnya dan mengafirmasi mushaf Utsmani. [37]

Tafsir Ibnu Mas'ud

Ibnu Mas'ud pada masanya adalah orang yang mengerti akan makna-makna Alquran dan asbabun nuzul ayat-ayat Alquran. [38] Dan dalam periode berikutnya pandangan-pandangan tafsirnya diminati para mufassir dari pelbagai kalangan mazhab. [39] Dikatakan bahwa al-Suddi dalam tafsirnya banyak menukil riwayat-riwayat dari Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas. [40]

Hadis-hadis Ibnu Mas'ud

Ibnu Mas'ud meriwayatkan banyak hadis dari Rasulullah saw dikarenakan ia banyak menyertainya. Menurut apa yang dikemukakan oleh Imam Nawawi, hadis-hadis yang dinukil dari Ibnu Mas'ud dalam buku muktabar berjumlah 848 hadis, sementara 64 hal tersebut telah disepakati oleh Bukhari dan Muslim, sedangkan 21 hadis termasuk individual Bukhari dan 35 hadis termasuk individual Muslim. [41] Disamping mengambil dari hadis-hadis yang diriwayatkan langsung dari Rasulullah saw, dalam sebagian hal ia juga mengambil sebagian hadis dari para sahabat lainnya. [42]

Para Perawi Riwayat Ibnu Mas'ud

Di antara para perawi yang meriwayatkan darinya, adalah sejumlah kalangan sahabat seperti Ibnu Abbas, Abu Sa'id al-Khudri, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Abu Musa al-Asy'ari, Anas bin Malik, Jabir bin Abdillah al-Anshari dll. Demikian juga sejumlah para Tabi'in seperti ‘Alqamah bin Qais, Aswad bin Yazid, Zaid bin Wahb, Abdur Rahman bin Abi Laila, Abu al-Aswad Duali, Ubaidah Salmani mengambil hadis darinya. [43]

Topik-topik Hadis Ibnu Mas'ud

Ibnu Mas'ud dalam hadis-hadisnya membahas topik-topik seperti permasalahan fikih, khususnya zuhud dan akhlak, tafsir, tarikh dan ma'rifat (pengenalan) tentang sahabat.

Demikian juga, banyak terlihat topik-topik menarik dalam riwayat-riwayatnya seperti Malahim wa Fitan, sampai-sampai dapat dikatakan ia termasuk kalangan sahabat yang mana hadis-hadis Malahim wa Fitan menjadi poros mereka. [44] Termasuk hadis terpopulerTeks kecil Ibnu Mas'ud dalam hal ini adalah hadis tentang kabar gembira Al-Mahdi (ajf), yang diriwayatkan melalui banyak jalur. [45]

Fatwa-fatwa Ibnu Mas'ud

Dalam pelbagai referensi ditegaskan bahwa Ibnu Mas'ud termasuk kalangan sahabat yang memberikan fatwa dan masyarakat dalam masalah fikih merujuk kepadanya. [46] Dikatakan banyak fatwa-fatwa yang keluar darinya sehingga dapat memenuhi buku satu jilid yang besar[47] dan para muridnya menulis fatwa-fatwa tersebut dan mencatatnya. [48]

Metode Pengambilan Hukum

Banyak riwayat yang marak pada dekade pertama, yaitu Ibnu Mas'ud pada awalnya mencari hukum fikih dalam kitab Allah dan sunnah Nabawi dan saat tidak menemukan hukum di situ, lantas ia menggunakan pendapat (ra’yu) pribadinya. Dan tentunya, selain menganggap pendapatnya tidak selalu benar, dipertimbangkan juga adanya kemungkinan salah. [49] Dari sisi lain banyak riwayat yang dinukil darinya yang menganjurkan hanya mendapatkan hukum dari kitab dan sunnah saja, dan melarang penggunaan ra’yu. [50]

Efektivitas Mazhab Fikih

Sejumlah mazhab Kufah dari Ashab ra’yi dan ahli hadis dipengaruhi oleh Ibnu Mas'ud dan dalam beberapa hal berbangga akan efektivitas tersebut.

  • Syakhat mengkaji peran Ibnu Mas'ud dan para sahabatnya dalam pembentukan fikih Irak khususnya Kufah. [53]

Kedudukan Ibnu Mas'ud di Pelbagai Mazhab

Di Kalangan Ahlusunah

Ibnu Mas'ud dikenal sebagai salah seorang sahabat besar dan dalam karya-karya muhaddis besar mereka dapat ditemukan adanya banyak riwayat yang menyanjungnya di bawah kata Fadhail Abdullah bin Mas'ud. [54]

Dalam sebuah teks tidak populer tentang hadis 'Asyrah Mubasyarah, Ibnu Mas'ud termasuk dari 10 orang tersebut[55] , namun teks ini tidak dianggap serius di kalangan para ahli hadis.

Menurut Perspektif Para Teolog Ahlusunnah

Sebagian para teolog dari pelbagai mazhab dengan melontarkan masalah dipukulnya Ibnu Mas'ud oleh Utsman, maka mereka mengkritiknya, karena memiliki perilaku tidak pantas terhadap tokoh seperti Ibnu Mas'ud. Semisalnya Ibrahim al-Nazhzham dan Abu Ja'far al-Iskafi dari Mu'tazilah, Abul Qasim Kufi, Sayid Murtadha dan penulis al-Îdhâh dari Imamiyah dan Abu Ya'qub Yusuf al-Warjalani dari Ibadhiyah. [56]

Sebagian Mu’tazilah ekstrem seperti Ibrahim al-Nazhzham dan Dhirar bin Amr meragukan keamanahan Ibnu Mas'ud dalam menukil riwayat dari Rasulullah saw. Al- Nazhzham mengingkari sebagian riwayatnya dan Dhirar bin Amr menghujat mushaf dan bacaannya. [57]

Di Kalangan Syiah

Ibnu Mas'ud senantiasa dihormati kaum Syiah sebagai salah seorang sahabat besar. Hanya sejumlah para pendahulu, Fadhl bin Syadzan an-Nisyaburi mencercanya dikarenakan ia memiliki hubungan persahabatan intim dengan para khalifah , namun dalam banyak karya imamiyah, riwayat Ibnu Mas'ud juga mendapat perhatian dan khususnya hadis-hadis yang mengafirmasi keutamaan-keutamaan Ahlulbait as dan masalah-masalah terkait keimamahan, semisalnya hadis masyhur Nuqaba' Itsna 'Asyar perlu diketahui hadis tersebut sangat banyak sekali ditemukan dalam karya-karya Imamiyah dan bersandar dengannya dalam membuktikan keimamahan 12 imam as. Bahkan terkadang dalam riwayat-riwayat Imamiyah ditemukan hadis-hadis yang menunjukkan kesyiahan Ibnu Mas'ud. [58]

Mazhab yang Dinisbatkan ke Ibnu Mas'ud

Abu Abdillah Muhammad bin Mahbub dan Ibnu Salam termasuk dua ulama populer Ibadhiyah pada abad 3 H menggolongkan Ibnu Mas'ud dalam sejumlah sahabat, dimana Ibadhiyah mengambil ajaran-ajarannya dari mereka. [59] Di pertengahan pertama abad ke 2 H di utara Afrika didirikan kelompok Umariyah oleh Isa bin Umair, yang menyalahi kelompok-kelompok Ibadhiyah lainnya, yang menisbatkan mazhabnya ke Ibnu Mas'ud dan bahkan terkait Alquran menganggap mushafnya sebagai asas dan dasar. [60]

Catatan Kaki

  1. Al-Isti’ab, 1380, jild. 3, hlm. 987 dan 988.
  2. Ibid.,
  3. Al-Maghâzi, jild. 1, hlm. 89.
  4. Al-Ghadir, jild. 9, hlm. 11.
  5. Urwah bin Zubair, 105; Ibn Ishaq, 176; Ibn Sa’ad, 1 (1), hlm. 137, 3 (1), hlm. 107.
  6. Ibn Sa’ad 3 (2), hlm. 120-121; Baladzuri, Ibid, jild. 1, hlm. 271.
  7. Ibn Hisyam, jld. 1, hlm. 05; Ibn Shabh, jld. 3, hlm. 105; Baladzuri, jld. 1, hlm. 270.
  8. Urwah bin Zubair, hlm. 142-143; Ibn Hisyam, jld. 1, hlm. 635-636, 710-711; Waqidi, jld. 1, hlm. 89-91.
  9. Ibn Abil Hadid, jld. 13, hlm. 293.
  10. Ibn Shabh, jld. 1, hlm. 303.
  11. Baladzuri, Futuh, hlm. 94.
  12. Thabari, Tarikh, jld. 1, hlm. 2095.
  13. Ibid., hlm. 2392-2393.
  14. Ya’qubi, jld. 2, hlm. 129.
  15. Baladzuri, Futûh, hlm. 269; Thabari, Tarikh, jld. 1, hlm. 2637, 2645-2647.
  16. Baladzuri, Ansab, jld. 1, hlm. 168.
  17. Ibn Shabh, jld. 3, hlm. 957; Baladzuri, Ansab, jld. 5, hlm. 23.
  18. Baladzuri, Futuh, hlm. 273.
  19. Thabari, Tarikh, jld. 1, hlm. 2811-2813.
  20. Rujuk: Baladzuri, Ansab, jld. 5, hlm. 30-31; dinukil dari Abu Mukhnif; Ibn Abd Rabbah, jld. 4, hlm. 306-307.
  21. Ibn Shabh, jld. 3, hlm. 1049; Ibn ‘Abd al-Barr, jld. 3, hlm. 933; Ibn Atsir, Usud, jld. 3, hlm. 260; Ibn Hajar, al-Ishabah, jld. 4, hlm. 130.
  22. Baladzuri, Ansab, jld. 5, hlm. 36-37; Sayid Murtadha, jld. 4, hlm. 281-282.
  23. Baladzuri, Ansab, jld. 5, hlm, 37.
  24. Thabari, Tarikh, jld. 1, hlm. 2894; Ibn Asakir, jld. 39, hlm. 134-139.
  25. Baladzuri, Futuh, hlm. 461.
  26. Sayid Murtadha, jld. 4, hlm. 283; Rujuk Ibn Hisyam, jld. 2, hlm. 524; Waqidi, jld. 2, hlm. 1002; Khalifah bin Khayath, jld. 1, hlm. 177; Thabari, Tarikh, jld. 1, hlm. 2895-2896.
  27. Al-Istî’âb, 1412 H.Q, jld. 3, hlm. 994.
  28. Ibn Ishaq, hlm. 186; Baladzuri, jld. 1, hlm. 162.
  29. Bukhari, jld. 3, hlm. 228; Muslim, jld. 4, hlm. 1912; Nasa’i, jld. 8, hlm. 134.
  30. Bukhari, jld. 2, hlm. 308; Muslim, jld. 4, hlm. 1913-1914; Tirmidzi, jld. 5, hlm. 674.
  31. Ibn Abi Dawud, hlm. 55.
  32. Rujuk: Ibn Abi Dawud, hlm. 13-14; Ibn Mujahid, hlm. 66-67; Ibn Jazari, jld. 1, hlm. 458.
  33. Ibn Mujahid, hlm. 67.
  34. Rujuk: Abu ‘Amr al-Dani, hlm. 9-10; Ibn Jazari, jld. 1, hlm. 459.
  35. Rujuk: al-Basawi, jld. 2, hlm. 538; al-Mabâni, hlm. 35-36; Abu Na’im, jld. 1, hlm. 124.
  36. Rujuk: Ibn Sa’ad, 2 (2), hlm. 105; Ibn Abi Dawud, hlm. 13-18.
  37. Ibn Abi Dawud, hlm. 18; al-Mabâni, hlm. 95; Ibn Atsir, al-Kamil, jld. 3, hlm. 112.
  38. Rujuk: Muslim, jld. 4, hlm. 1913; Ibn Abi Dawud, hlm. 14.
  39. Thabari, Tafsir, pelbagai tempat; Thusi, al-Tibyan, jld. 1, hlm. 58, pelbagai tempat; Zamakhsyari, jld. 1, hlm. 38, pelbagai tempat.
  40. Ibn Katsir, jld. 1, hlm. 4.
  41. Imam Nawawi, 1 (1), hlm. 288.
  42. Rujuk: Ibn Hajar, Tahdzib, jld. 6, hlm. 27.
  43. Rujuk: Imam Nawawi, 1 (1), hlm. 288; Ibn Hajar, Tahdzib, jld. 6, hlm. 27-28.
  44. Hakim Nisyaburi, pelbagai tempat; Rujuk: Mar’asyali, 564-565; Muqaddasi, Yusuf, Fehrest.
  45. Rujuk: Abu Dawud, jld. 4, hlm. 106; Tirmidzi, jld. 4, hlm. 505; Ibn Majah, jld. 2, hlm. 1366; Ahmad bin Hanbal, hadis 1, hlm. 376, 377, 430, 448; Thabrani, jld. 10, hadis nomer 10213-10230; Thusi, al-Ghaibah, hlm. 112-113.
  46. Rujuk: Ibn Sa’ad, 2 (2), hlm. 105; Khathib, Tarikh, jld. 1, hlm. 147; Hakim Nisyaburi, jld. 3, hlm. 315; Abu Ishaq Syirazi, hlm. 43-44.
  47. Ibn Hazm, jld. 5, hlm. 89.
  48. Ibn Qayyim, jld. 1, hlm. 20.
  49. Rujuk: Ibn Qutaibah, hlm. 21; Ibn Qayyim, jld. 1, hlm. 63.
  50. Rujuk: Darumi, jld. 1, hlm. 46 ke atas.
  51. Rujuk: Kharazmi, jld. 2, hlm. 425; Muqaddasi, hlm. 127.
  52. Rujuk: al-Kharaj, hlm. 193, Fehrest.
  53. Syakhat , hlm. 231, 233.
  54. Rujuk: Bukhari, jld. 2, hlm. 307; Muslim, jld. 4, hlm. 1910-1914; Tirmidzi, jld. 54, hlm. 672-674; Ibn Majah, jld. 1, hlm. 49; Hakim Nisyaburi, jld. 3, hlm. 312-320.
  55. Hakim Naisyaburi, jld. 3, hlm. 312-320.
  56. Rujuk: Syahristani, jld. 1, hlm. 59; Iskafi, hlm. 22, pelbagai tempat; Abu al-Qasim Kufi, hlm. 61; Sayid Murtadha, jld. 4, hlm. 279-286; al-Îdhâh, hlm. 26-28; Syamakhi, jld. 1, hlm. 34, 37.
  57. Rujuk: Asy’ari, hlm. 105.
  58. Rujuk: Astarabadi, jld. 2, hlm. 610-612.
  59. Rujuk: Kindi, jld. 1, hlm. 64; Ibn Sallam, hlm. 75-76.
  60. Rujuk: Darjini, jld. 2, hlm. 47; E1 2m dibawah kata Ibadhiyyah.

Daftar Pustaka

  • Abu Amr al-Dani, Utsman, al-Taysir, riset. Otto Pretzel, Istanbul, 1930 M.
  • Abu Dawud, Sulaiman, Sunan, riset. Muhammad Muhyiddin, Abdul Hamid, Kairo, Dar Ihya al-Sunnah al-Nabawiyyah.
  • Abu Ishaq Syirazi, Ibrahim, Thabaqât al-Fuqahâ, riset. Ihsan Abbas, Beirut, 1401 H/ 1981 M.
  • Abu Naim Isfahani, Ahmad, Hilyah al-Auliya, Kairo, 1351 H/ 1932 M.
  • Abul Qasim Kufi, Ali, al-Istighatsah, Qom, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
  • Ahmad bin Hanbal, Musnad, Kairo, 1313 H.
  • Al-Basawi, Ya’qub, al-Ma’rifah wa al-Târikh, riset. Akram Dhiya Umri, Baghdad, 1975 M.
  • Al-Îdhâh, yang dinisbatkan pada Fadhl bin Syadzan, Beirut, 1402 H/ 1982 M.
  • Al-Mabani, Muqaddimatani fi Ulûm Alquran, riset. Artur Jafri, Kairo, 1954 M.
  • Arnauth, Syu’aib dan Husain Asad, marginal Sair A’lam al-Nubala Dzahabi, Beirut, 1405 H.
  • Astarabadi, Ali, Ta’wil al-Ayat al-Dzahirah, riset. Muhamamd Baqir Muwahhid Abthahi, Qom, 1366 S.
  • Asy’ari, Ali, Maqâlât al-Islamiyyîn, riset. Hellmut Ritter, Wiesbaden, 1400 H/ 1980 M.
  • Baghdadi, Abdul Qadir bin Thahir, al-Farqu baina al-Firaq, riset. Muhammad Zakir Kautsari, Kairo, 1367 H/ 1948 M.
  • Baihaqi, Ahmad, al-Sunan al-Kubra, Hyderabad Dekan, 1344 H.
  • Baladzuri, Ahmad, Ansab al-Asyraf, jild. 1, riset, Muhammad Hamidullah, Kairo, 1959 M.
  • Baladzuri, Ahmad, Ansab, jild. 5, riset. Goitein, Jerusalem, 1936 M.
  • Baladzuri, Futuh al-Buldan, riset. Dakhawiyyah, Leiden, 1866 M.
  • Bukhari, Muhammad, Shahih, Bulaq, 1315 H.
  • Darjini, Ahmad, Thabaqât al-Masyâyih bi al-Maghrib, riset. Ibrahim Thalai, Qasanthinah, 1394 H/ 1974 M.
  • Darumi, Abdullah, Sunan, Damaskus, 1349 H.
  • Dzahabi, Muhammad, Sair Alam al-Nubala, riset. Syu’aib Arnauth dan Akram Bushi, Beirut, 1404 H/ 1986 M.
  • Dzahiriyyah, Khatti (hadis).
  • Farra’, Yahya, Ma’ani Alquran, riset. Ahmad Yusuf Najati dan Muhammad Ali Najjar, Kairo, 1972 M.
  • Furat Kufi, Tafsir, Najaf, 1354 H.
  • Goldziher, I., Die Richtungen der islmischen Koranauslegung, Leiden, 1970.
  • Hakim Nisyaburi, Muhammad, al-Mustadrak ala al-Shahihain, Hyderabad Dekan, 1334 H.
  • Ibn ‘Abd al-Barr, Abu Umar Yusuf bin Abdullah bin Muhammad bin ‘Abd al-Barr (m 463), al-Istî’âb fi Ma’rifah al-Ashhâb, riset. Ali Muhammad al-Bajawi, Beirut, Dar al-Jail, cet. 1, 1412.
  • Ibn ‘Abd al-Barr, Yusuf, al-Istî’âb, riset. Ali Muhamamd Bajawi, Kairo, 1380 H/ 1960 M.
  • Ibn ‘Asakir, Ali, Tarikh Madinah Damisq, riset. Sukainah Syahabi, Damaskus, 1406 H/ 1986 M.
  • Ibn Abd Rabbah, Ahmad, al-Aqd al-Farid, riset. Ahmad Amin dll, Kairo, 1940-1953 M.
  • Ibn Abi al-Hadid, Abdul Hamid, Syarh Nahjul Balaghah, riset. Muhammad Abu al-Fadhl Ibrahim, Kairo, 1378-1384 H.
  • Ibn Abi Dawud, Abdullah, al-Masâhif, Kairo, 1355 H/ 1936 M.
  • Ibn Adam, Yahya, al-Kharaj, riset. Ahmad Muhammad Syakir, Kairo, 1347 H/1928 M.
  • Ibn Atsir, Ali, Usud al-Ghâbah, Kairo, 1280 H.
  • Ibn Atsir, al-Kamil; Ibn Ishaq, Muhammad, al-Sair wa al-Maghazi, riset. Suhail Zakar, Damaskus, 1398 H/ 1978 M.
  • Ibn Babawaih, ‘Uyun Akhbar al-Ridha, Najaf, 1390 H/ 1970 M.
  • Ibn Babawaih, Kamaluddin, riset. Ali Akbar Ghaffari, Tehran, 1390 H.
  • Ibn Babawaih, Muhammad, al-Khishâl, riset. Ali Akbar Ghaffari, Qom, 1403 H/ 1362 S.
  • Ibn Hajar al-Askalani, Ahmad, al-Ishâbah, Kairo, 1328 H.
  • Ibn Hajar al-Askalani, Tahdzîb al-Tahdzîb, Hyderabad Dakan, 1326 H.
  • Ibn Hazm, Ali, al-Ahkam fi Ushûl al-Ahkam, Beirut, 1405 H/ 1985 M.
  • Ibn Hisyam, Abdul Malik, al-Sirah al-Nabawiyyah, riset. Ibrahim Abyari dll, Kairo, 1375 H/ 1955 M.
  • Ibn Jazari, Muhammad, Ghayat al-Nihayah, riset. G. Bergstraesser, Kairo, 1351 H/ 1932 M.
  • Ibn Katsir, Ismail, Tafsir, Bulaq, 1300 H.
  • Ibn Khalawaih, Husein, Mukhtashar fi Syawadz Alquran, riset. G. Bergstraesser, Kairo, 1934 M.
  • Ibn Majah, Muhammad, Sunan, riset. Muhamad Fuad Abd al-Baqi, Kairo, 1952-1953 M.
  • Ibn Mihran, Ahmad, al-Mabsuth, riset. Syabi’ Hamzah Hakimi, Damaskus, 1407/ 1986 M.
  • Ibn Mujahid, Ahmad, al-Syu’bah fi al-Qiraat, riset. Syauqi Dhaif, Kairo, 1372 H.
  • Ibn Nadim, al-Fehrest.
  • Ibn Qayyim Jauzi, Muhammad, I’lam al-Muwaqqi’în, riset. Taha Abd al-Rauf Sa’ad, Beirut, 1973 M.
  • Ibn Qutaibah, Abdullah, Ta’wil Mukhtalif al-Hadis, riset. Muhammad Zuhri Najjar, Beirut, Dar al-Jalil.
  • Ibn Sa’ad, Muhammad, al-Thabaqât al-Kabir, riset. Zakhawi dan lain-lain, Leiden, 1904-1918 M.
  • Ibn Sallam Ibadhi, Bad’u al-Islam, riset Werner Schwartz, dan Salim bin Ya’qub, Wiesbaden, 1406 H/ 1986 M.
  • Ibn Shabh, Umar, Tarikh al-Madinah al-Munawwaroh, riset. Fahim Muhammad Syaltut, Hijaz, 1399 H/ 1979 M.
  • Isfaraini, Thahir, al-Tabshîr fi al-Dîn, riset. Yusuf Kamal al-Hut, Beirut, 1403 H/ 1983 M.
  • Iskafi, Muhammad, al-Mi’yar wa al-Muwazanah, riset. Muhammad Baqir Mahmudi, Beirut, 1402 H/ 1981 M.
  • Jaludi, Abdul Aziz, Ma Nazala min Alquran, riset. Ahmad Paktachi, Turatsuna, Qom, 1412 H, no. 24.
  • Jashshash, Ahmad, Ahkam Alquran, riset. Muhammad Shadiq Qamhawi, Beirut, 1405 H.
  • Kalbi, Hisyam, Jumharah al-Nasab, riset, Naji Hasan, Beirut, 1407 H/ 1986 M.
  • Khalifah bin Khayat, Tarikh, riset. Suhail Zakar, Damaskus, 1968 M.
  • Kharazmi, Muhammad, Jami’ Masanid Abi Hanifah, Hyderabad Dekan, 1332 H.
  • Khatib Baghdadi, Ahmad, Tarikh Baghdad, Kairo, 1349 H.
  • Khazzaz, Ali, Kifayah al-Atsar, Qin, 1401 H.
  • Khazzaz, Syaraf Ashhab al-Hadis, riset. Muhammad Said Khatib Oglu, Ankara, 1971 M.
  • Khazzaz, Taqyid al-Ilm, riset. Yusuf Isy, Dar Ihya’ al-Sunnah al-Nabawiyyah, 1974 M.
  • Kindi, Muhammad, Bayan al-Syar’i, riset. Abdul hafidz Syalbi, Musqith, 1402 H/ 1982 M.
  • Mar’asyali, Yusuf Abdur Rahman, Fehres Ahadits al-Mustadrak ala al-Shahihain, Beirut, 1406 H/ 1986 M.
  • Marghinani, Ali, al-Hidayah, Hamrah Fath al-Qadir, Kairo, 1319 H.
  • Mizzi, Yusuf, Tuhfah al-Asyraf, Mumbai, 1396 H/ 1976 M.
  • Muqaddasi, Muhammad, Ahsan al-Taqasim, riset. Dakhawiyah, Leiden 1906 M.
  • Muqaddasi, Yusuf, ‘Aqd al-Durar, riset. Abdul Fattah Muhammad Halwi, Kairo, 1399 H/ 1979 M.
  • Muslim bin Hajjaj, Shahih, riset. Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kairo, 1955 M.
  • N N ldeke, Th., Geschichte des Qorans, Leipzig, 1919; Schacht, J., the Origins of Muhammadan Juriprudence, Oxford, 1953.
  • Nasai, Ahmad, Sunan, Kairo, 1348 H.
  • Nawawi, Muhyiddin, Tahdzib al-Asmâ wa al-Lughat, Kairo, Idarah al-Thiba’ah al-Muniriyyah.
  • Nu’mani, Muhammad, al-Ghaibah, Beirut, 1403 h/ 1973 M.
  • Sarakhsi, Syamsuddin, al-Mabsuth, riset. Khalil Mis, Beirut, 1400 H/ 1980 M.
  • Sayari, Ahmad, al-Qiraat, Nuskhat Khatti Ketabkhaneh Ayatullah Mar’asyi, no. 5222.
  • Sayyid Murtadha, Ali, al-Syâfi fi al-Imâmah, riset. Abdul Zahra Huseini, Tehran, 1407 H/ 1987 M.
  • Subki, Abdul Wahhab, Thabaqât al-Syâfi’iyyah al-Kubra, riset. Abdul Fattah Muhammad Halw dan Mahmud Muhammad Thanahi, Kairo, 1385 H/ 1966 M.
  • Suyuthi, al-Itqan fi Ulum Alquran, riset. Abul Fadhl Ibrahim, Kairo, 1378 H/ 1967 M.
  • Syahristani, Muhammad, al-Milal wa al-Nikhal, riset. Muhamamd bin Fathulah Badran, Kairo, 1375 / 1956 M.
  • Syamakhi, Ahmad, al-Sair, riset. Ahmad Siya’i, Musqith, 1407 H/ 1978 M.
  • Thabari, Tafsir.
  • Thabari, Tarikh.
  • Thabrani, Sulaiman, al-Mu’jam al-Kabir, riset. Hamdi Abdul Hamid Salafi, Baghdad, Wezarat al-Auqaf.
  • Thusi, al-Ghaibah, Najaf, 1385 H.
  • Thusi, al-Tibyan, Najaf, 1376 H/ 1957 M.
  • Thusi, Muhammad, Ikhtiyar Ma’rifah al-Rijal, riset. Hasan Mustafawi, Masyhad, 1348 S.
  • Tirmidzi, Muhammad, Sunan, riset. Ibrahim ‘Athwah ‘Iwadh, Kairo, 1381 H.
  • Urwah bin Zubair, Maghazi Rasulillah Saw, riset. Muhammad Mustafa A’dzami, Riyadh, 1401 H/ 1981 M.
  • Waqidi, Muhammad, al-Maghazi, riset. Marsden Jones, London, 1966 M.
  • Ya’qubi, Ahmad, Tarikh, Najaf, 1358 H.
  • Zamakhsyari, Mahmud, al-Kasysyaf, Kairo, 1366 H/ 1947 M.