Prioritas: c, Kualitas: c
tanpa referensi

Khirrit bin Rasyid al-Naji

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Khirrit bin Rasyid al-Naji
Afiliasi agama Murtad dari Islam
Garis keturunan Kabilah Bani Najiyah
Penyebab
Wafat/Syahadah
Dibunuh oleh Nu'man bin Shahban
Aktivitas Menentang Imam Ali as


Khirrit bin Rasyid Naji (bahasa Arab: خِرِّيت بن راشيد الناجي) adalah termasuk dari sahabat dan khawarij. Dalam Perang Riddah pada masa khilafah Abu Bakar bin Abi Qahafah ia hadir secara aktif dan bahkan pada masa Usman ia pun menjadi pemimpin di sebuah daerah di Persia. Pada Perang Jamal ia berafiliasi kepada Thalhah dan Zubair. Pasca Perang Shiffin ia mengangkat bendera penentangan terhadap Imam Ali as dan kembali kepada agama kristen. Setelah beberapa kali berduel dengan utusan Imam as ia terbunuh.

Nasab

Literatur-literatur sedikit mencatat biografi Khirrit bin Rasyid. Ia berasal dari kabilah Bani Najiyah. Dalam sebagian sumber namanya dinukil secara keliru dengan Harits bin Rasyid [1] dan Harits bin Asad.[2] Bani Najiyah mengklaim diri berasal dari anak-anak keturunan Samah bin Luai bin Ghalib dari kabilah Quraisy. Oleh karena itu mereka mengaku orang Quraisy. Namun, orang-orang Quraisy menolak penisbatan mereka dan berkata bahwa ibu mereka pasca kewafatan Samah bin Luai menikah dengan seorang lelaki yang bukan Quraisy dan bani Najiyah hasil dari keturunannya.[3]

Masa Nabi saw dan Tiga Khalifah

Khirrit digolongkan kepada sahabat Nabi saw, sebab ia bersama kelompok dari Bani Samah berjumpa Nabi saw di sebuah daerah antara Mekah dan Madinah.[4] Pada perang Riddah di masa kekhilafahan Abu Bakar, kaum muslimin dengan bantuan Khirrit pemimpin bani Najiyah mampu mengalahkan Laqith bin Malik hakim pemberontak Oman.[5] Saif bin Umar menulis, pada periode Usman Khirrit atas perintah Abdullah bin Amir Kuraiz gubernur Basrah di masa Usman menjadi pemimpin sebuah daerah di Persia.[6]

Periode Imam Ali as

Perang Jamal dan Shiffin

Dalam literatur historis terdapat perbedaan mengenai perincian hubungan Khirrit dengan Imam Ali as. Berdasarkan sebagian riwayat, pada Perang Jamal ia berafiliasi kepada Thalhah dan Zubair.[7] Sementara menurut riwayat lain ia dalam perang ini bersama dengan 300 orang dari bani Najiyah bergabung dengan Imam Ali as.[8] Perbedaan riwayat-riwayat ini terkait posisi Khirrit juga terjadi pasca perang Jamal. Sebagian riwayat menegaskan bahwa Imam as sebelum pergi ke Shiffin telah mengangkat dia sebagai pemimpin di Ahwaz.[9] sementara riwayat lain menyatakan bahwa Khirrit ikut bersama Imam Ali as dalam perang Shiffin. Setelah hasil arbitrase jelas ia hadir di Kufah, dari sanalah ia berontak atas Imam as dan keluar dari Kufah.[10]

Pemberontakan atas Imam Ali as

Pasca Perang Shiffin, Khirrit bersama 30 orang dari sahabatnya pergi menemui Imam Ali as dan setelah menyatakan penentangannya kepada Imam as ia memutuskan untuk berpisah dari beliau. Imam as selain mengingatkan janji Khirrit dalam baiatnya kepada beliau, juga mencegahnya untuk melakukan perbuatan ini. [11] Mas'udi mengatakan,[12] Khirrit bin Rasyid setelah melepas baiatnya dari Imam Ali as kembali kepada agama kristen bersama 300 orang dan pada malam itu pula ia meninggalkan pasukan Imam as.

Imam Ali as untuk mematahkan pemberontakan Khirrit mengutus Ziyad bin Khasfah bersama sekelompok orang untuk membuntuti Khirrit. Khirrit dan para sahabatnya pergi ke desa Niffar di sekitar Kufah. Zadan bin Farah yang merupakan pecinta Imam Ali as dan ada kemungkinan juga ia menjabat sebagai gubernur di sana dibunuh oleh mereka. Ziyad berduel dengan Khirrit di daerah Madzdzar (di antara Wasith dan Basrah). Khirrit mengalami kekalahan dan lari ke Ahwaz bersama 200 orang pendukungnya yang baru bergabung dengannya dari Kufah. Dalam waktu ini, sekelompok orang dari kabilah-kabilah bergabung dengan Khirrit dan mereka mampu mengusir dari sana hakim Imam Ali as yang bertugas di daerah tersebut.

Karena bahaya Khirrit semakin besar, maka Imam Ali as mengutus satu pasukan dipimpin oleh Ma'qil bin Qais untuk memeranginya. Setelah Khirrit kalah dari Ma'qil ia melarikan diri ke pinggiran teluk persia dan sebagian dari kabilah tersebut termasuk sekelompok dari bani Abdul Qais berhasil dibawanya. Namun dengan diumumkan jaminan keamanan oleh Ma'qil, sejumlah orang dari pendukung Khirrit berlepas diri dari dan meninggalkannya. Akhirnya, pada perang yang terjadi antara tentara Ma'qil dan Khirrit, khirrit pun terbunuh dan para pendukungnya melarikan diri.[13]

Catatan Kaki

  1. Lihat: Ibnu Hajar Asqalani, jld.1, hlm.667
  2. Najjasyi, hlm.320
  3. Ibmu Abil Hadid,Syarhu Nahjil Balaghah, jld.3, hlm.120; Mas'udi, jld.3, hlm.159; lihat juga: Ibnu Abdil Bar, bagian 2, hlm.459
  4. Dinukil dari Ibnu Abdil Bar, jld.2, hlm.458-459); Ibnu Hajar Asqalani, jld.2, hlm.235
  5. Lihat: Ibnu Hajar Asqalani, jld.2, hlm.235, jld.3, hlm.375
  6. Lihat: Ibnu Abdil Bar, bagian 2, hlm.459; Ibnu Hajar Asqalani, jld.2, hlm.235
  7. Thabari, jld.4, hlm.505; Ibnu Abdil Bar, bagian 2, hlm. 459; Baladzuri, jld.2, hlm.296
  8. Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld.1, hlm.411
  9. Ibnu A'tsam Kufi, al-Futuh, jld.4, hlm.242
  10. Tsaqafi, al-Ghārāt, jld.1, hlm. 332; Ibnu Atsir, al-Kāmil fi al-Tārikh, jld.3, jlm.356
  11. Tsaqafi, jld.1, hlm.332-333; Thabari, jld.5, hlm.113 dan 132 yang menulis bahwa jumlah peserta Khirrit 300 orang
  12. Masudi, jld.3, hlm.159-160
  13. Tsaqafi, jld.1, hlm.334 361; Ibnu Atsir, al-Kāmil fi al-Tārikh, jld.3, jlm.365-37

Daftar Pustaka

  • Ibrahim bin Muhammad al-Tsaqafi. Al-Ghārāt. Diedit oleh Jaluddin Muhaddits Urmawi. Tehran: 1355 HS/ 1976.
  • Ibnu Atsir. Al-Kāmil fi al-Tārikh. Beirut: Dar al-Shadir, 1965.
  • Ibnu A'tsam, Ahmad. Al-Futuh. Birut: Dar al-Adhwa', 1991.
  • Ibnu Hajar al-'Ashqalani. Al-Ishābah fi tamyiz al-Shahabah. Diedit oleh Abdul Mujud dan Mu'awwadh. Beirut: 1415 H.
  • Ibnu 'Abd al-Barr. Al-Isti'āb fi Ma'rifah al-Ashāb. Diedit oleh Ali Muhammad Bajawi. Kairo, 1380 H.
  • Najasyi, Ahmad bin Ali. Fihrist Asma' Mushannifi al-Syiah (Rijal al-Najasyi). Diedit oleh Musa Syubairi Zanjani. Qom: 1407 H.
  • Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansāb al-Asyrāf. Damaskus: 1996.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tārikh al-Thabari. Beirut: Dar al-Turats, 1967.
  • Mas'udi, Ali bin Husain. Muruj al-Dzahab. Diedit oleh As'ad Daghar. Qom: Dar al-Hijrah, 1409 H