Prioritas: b, Kualitas: b
tanpa alih

Narjis

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Narjis
مدفن نرجس خاتون مادر امام زمان (عج).jpg
Makam Narjis di Haram Askariyain
Wafat 260 H/874
Tempat dimakamkan Samarra
Dikenal sebagai Ibu Imam Mahdi as


Narjis (bahasa Arab: نرجس) atau Narges (bahasa Persia:نرگس خاتون) adalab ibu Imam Zaman as, dan menurut pendapat masyhur budak perempuannya Imam Askari as. Untuknya disebutkan beberapa nama seperti Susan, Shaqil, Shaiqal, Haditsah, Malikah dan Raihanah. Tidak banyak data tentang biografi Narjis, dan yang ada dalam buku-buku kebanyakan berkaitan dengan kebangsaan dan indentitasnya, yang dalam laporan-laporan ini pun banyak terjadi perbedaan. Sebagian laporan memperkenalkan dia budak yang tumbuh besar di rumah Hakimah Khatun (bibik Imam Hasan Askari as). Laporan lain mengenalkan dia budak berkulit hitam atau budak warga Nubah. Ada hadis yang menerangkan bahwa ibu Imam Zaman as dipanggil Malikah (Malika), cucu perempuan raja Roma yang menjadi tawanan kaum Muslimin. Sisi-sisi kelemahan seperti adanya perawi mesterius dalam sanad hadis ini dan penukilannya dalam bentuk cerita membuat ulama tidak memvalidkan hadis ini. Salah satu faktor penyebab munculnya perbedaan mengenai nama dan identitas ibu Imam Zaman as adalah kelahiran Imam Zaman as yang dirahasiakan.

Dikatakan, ibu Imam Zaman as meninggal dunia sebelum kesyahidan Imam Askari as. Pada sebagian buku juga disebutkan bahwa pada detik-detik kesyahidan Imam Askari as ia hadir disamping beliau. Makam Narjis ada di haram Askariyain di sisi Imam Hadi as dan Imam Askari as di Samara.

Nama

Ibu Imam Zaman as dipanggil dengan beberapa nama: Narjis[1], Susan,[2], Shaqil, Shaiqal,[3] Raihanah,[4] Haditsah, Hakimah, Malikah dan Khamath.[5] Di sebagain laporan- yang ditolak oleh Syahid Tsani- namanya adalah Maryam binti Zaid al-Alawiyah.[6] Diantara nama-nama ini, nama Narjis lah yang paling terkenal; yaitu ada dalam data terkuno(laporan Mas'udi) [7] yang menyebutkan nama ibu Imam Zaman as.[8] Dalam riwayat Hakimah Khatun pun -riwayat yang paling terkenal[9] terkait kelahiran Imam Mahdi as- nama ibu Imam Zaman as disebutkan Narjis.[10]

Dikatakan, banyaknya nama-nama ini karena memiliki banyak nama dalam budaya Arab jaman itu menjadi hal yang umum, dan mereka lebih sering menggunakan nama-nama bunga.[11] Ada juga yang memungkinkan bahwa nama-nama yang banyak ini mengisyaratkan pada gelar-gelar yang diraih Narjis karena melahirkan Imam Mahdi as. Misalnya, nama Shaiqal atau Shaqil adalah satu sifat yang karena muncul cahaya dari Imam Zaman as atau karena wajah beliau cemerlang dan bercahaya, Narjis disifati dengannya.[12] Disaat yang sama dikatakan bahwa sebelum sebelum Imam Zaman as lahir dia pun sudah dinamai Shaiqal .[13]

Dalil Tentang Perbedaan Nama

Dikatakan, perbedaan nama ibu Imam Zaman as disebabkan oleh kelahiran Imam Zaman as yang disembunyikan. Maka, identitas ibu Imam pun tersembunyi.[14] Ada kemungkinan juga bahwa perbedaan ini disebabkan banyaknya budak perempuan Imam Hasan Askari as.[15]

Identitas dan Kebangsaan

Hampir disepakati bahwa mayoritas teks dan riwayat-riwayat yang menyebutkan ibu Imam Zaman as memandang dia seorang budak perempuan.[16] Penyifatan Imam Mahdi as dengan "Ibnu Khiyarah al-Ima'" (putra sebaik-baik budak perempuan)[17] atau "Ibnu Sayyidah al-Ima'" (putra penghulu budak perempuan)[18] menunjukkan bahwa dia seorang budak.[19] Dalam riwayat, Imam Shadiq as membatalkan dakwaan orang yang mendakwa bahwa Muhammad bin Hasan adalah Imam Mahdi as dengan poin ini bahwa al-Qaim as putra seorang hamba sahaya, sementara Muhammad bin Hasan dilahirkan dari rahim ibu yang bebas.[20] Satu-satunya riwayat yang menentang kebudakannya ibu Imam Zaman as adalah riwayat yang dinukil oleh Syahid Tsani sebagai pendapat yang lemah dan yang mengenalkan Maryam putri Zaid Alawi sebagai ibu dari Imam Zaman as.[21] Muhammad Bahrani mengatakan, Allamah Majlisi juga melemahkan riwayat ini.[22]

Laporan-laporan yang mengenalkan ibu Imam Zaman as seorang hamba sahaya, sebagiannya meyakini bahwa dia budak perempun Hakimah Khatun (bibi Imam Hasan Askari as),[23] dan sebagian yang lain mengatakan bahwa dia adalah budak perempuan yang diserahkan kepada Hakimah Khatun untuk dididik. [24] Sebagain yang lain mengatakan bahwa dia budak perempuan hitam, dikatakan: "Yang terjadi pada Imam Zaman as adalah sunah dari Nabi Yusuf as, dimana ia dilahirkan dari rahim budak hitam.[25] Dinukil juga bahwa dia budak perempuan dari Nubah (di utara Sudan). [26]

Raden Roma

Dalam sumber kuno Syi'ah ada kisah terperinci bahwa ibu Imam Zaman as putri raja Roma yang bernama Malikah (Malika) binti Yasyu', cucu perempuan kaisar Roma yang nasab ibunya menyambung kepada Syam'un, salah seorang dari sahabat setia Nabi Isa as. Dalam kisah ini, Malikah yang tinggal di istana kakeknya melihat Sayidah Maryam Sa dan Sayidah Fatimah Sa dalam mimpinya, dan Sayidah Fatimah Sa mengajaknya kepada Islam dan meyakinkannya sampai ia menjadikan dirinya sebagai tawanan laskar kaum muslimin. Kemudian dalam peperangan antara kaum muslimin dan orang-orang Roma, Malika menjadi tawanan kaum muslimin, lalu Imam Hadi as menyuruh seseorang untuk membelinya dari pasar jual-beli budak, dan akhirnya ia dinikahi oleh Imam Hasan Askari as. [27]

Cerita ini pertama kali dibawa oleh Syaikh Shaduq (305-381 H) dalam kitabnya, Kamaluddin. Muhammad Jarir Thabari dengan sanad berbeda-beda[28] menukilnya dalam kitab Dalail al-Imamah. [29] Begitu juga Syaikh Thusi dalam kitabnya, al-Ghaibah menukilnnya dengan sanad Thabari, tapi dengan satu perantara atau lebih. [30]

Kajanggalan-kejanggalan riwayat ini antara lain adalah: 1. Semua orang yang ada dalam sanad riwayat ini, selain Muhammad bin Bahr (perawi petama), adalah orang-orang tidak dikenal (majhul) atau tidak dihiraukan (muhmal). Ini membuktikan kelemahan orang-orang itu, sehingga menghasilkan lemahnya sanad hadis. 2. Muhammad bin Bahr juga dituduh ghulat. 3. Basyar bin Sulaiman yang menjadi perawi langsung cerita ini, tidak dikenal dan diketahui identitasnya (majhul). 4. Penyanjiannya dalam bentuk cerita dan ketidaksesuaiannya dengan matan riwayat mengurangi kevalidan matan ini. [31]

Wafat dan Makam

Disebutkan, ibu Imam Zaman as wafat sebelum kesyahidan Imam Askari as (260 H/874) [32]. Akan tetapi, penukilan-penukilan sejarah yang lain melaporkan bahwa pasca kesyahidan Imam pun ia masih hidup. Sebagai contoh, Syaikh Shaduq menukil, ketika Imam Askari as wafat ia berada di sisinya. [33] Najjasyi juga menulis, pasca wafatnya Imam Askari as ibu Imam Zaman as masih hidup dan tinggal di rumah Muhammad bin Ali. [34] Makam Narjis Khatun ada di haram Askariyain di Samara di samping pusara Imam Hadi as dan Imam Askari as. [35] Ibnu Masyhadi menukilkan teks ziarah baginya. Tentu saja, ini bukan dari imam Maksum. [36]

Catatan Kaki

  1. Rujuklah! Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, 1359 H, jld. 2, hlm.432; Khashibi,1411 H al-Hidayah al-Kubra, hlm.247; Syaikh Thusi, al-Ghaibah, 1411 H, hlm. 213
  2. Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, 1359 H, jld. 2, hlm. 432; Ibnu Abi Tsalj, Tarikh al-Aimmah, 1396 H, hlm. 26; Dzahabi, Sair A'lam al-Nubala, 1405 H, jld.13, hlm.121
  3. Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, jld.2, hlm.432; Ibnu Hazm, Jamharah Ashhab al-Arab, 1982 M, hlm. 61; Syaikh Thusi, al-Ghaibah, 1411 H, hlm. 272
  4. Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, jld.2, hlm. 432
  5. Khudamurad Salimiyan, Farhanghname Mahdawiyat, hlm. 371
  6. Majlisi, Bihar al-Anwar 1404 H, jld. 51, hlm. 27
  7. Rujuklah! Mas'udi, Isbat al-Washiyah, 1426 H, hlm. 258
  8. Jasim, Tarikh Siyasi Ghaibati Imam Dawaszdahum, hlm. 114
  9. Salimiyan, Darsnameh Mahdawiyat, hlm.182
  10. Rujuklah! Majlisi, Bihar al-Anwar, jld.1, hlm. 2
  11. Shadr, Mausu'ah al-Imam Mahdi, 1412 H, jld. 1, hlm. 242
  12. Alawi, al-Majdi fi Ansab al-Thalibin, hlm.131
  13. Rujuklah! Muhammadi Rai Syahri, Danisynameh Imam Zaman as, jld.2, hlm.196' Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, jld. 2, hlm.432
  14. Paketchi, Hasan Askari as, Ima, hlm. 618; Muhammadi Rai Syahri, Danisynameh Imam Mahdi as, jld.2, hlm. 194
  15. Paketchi, Hasan Askari as, Imam, hlm. 618
  16. Muhammadi Rai Syahri, Danisynameh Imam Mahdi as, jld.2, hlm.197
  17. Kulaini, al-Kafi, jld.1, hlm.322, hadis no.14; Syaikh Mufid, al-Irsyad, 1413 H, jld.2, hlm. 275; Thabrisi, I'lam al-Wara, 1417 H, jld. 2, hlm.92
  18. Shaduq, Kamal al-Din, hlm.345, 369,dan 372; Arbili, Kasyf al-Ghummah, 1401 H, jld.3, hlm.314
  19. Muhammadi Rai Syahri, Danisynameh Imam Mahdi as, jld. 2, hlm. 197
  20. Rujuklah! Nu'mani, al-Ghaibah, hlm.230
  21. Muhammadi Rai Syahri, Danisynameh Imam Mahdi as, jld.2, hlm.197
  22. Bahrani, al-Hadaiq al-Nadhirah, 1377 H, jld. 17, hlm. 440
  23. Shaduq, Kamal al-Din, hlm. 426, hadis no. 2; Fattal Nisyaburi, Raudhah al-Wa'izhin, hlm. 272
  24. Thabari Imami, Dalail al-Imamah, 1413 h,hlm. 499, hadis no. 490; Thusi, al-Ghaibah, hlm. 239, hadis no. 207
  25. Khudamuras Salimiyan, Farhangnameh Mahdawiyat,, hlm.374; Nu'mani, al-Ghaibah, hlm.163; Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, jld.1, hlm. 329
  26. Kulaini, Usul al-Kafi, jld.2, hlm. 107, hadis no. 14
  27. Untuk teks hadis, rujuklah! Syaih Shaduq, Kamal al-Din, jld.2, hlm.417, bab 41. Teks dan terjemahan hadis itu juga ada di: Muhammadi Rai Syahri, Danisynameh Imam Mahdi as, jld. 2, hlm. 179
  28. Thabari, Dalail al-Imamah, hlm.262
  29. Salimiyan, Farhangnameh Mahdawiyat, hlm. 372
  30. Syaikh Thusi, al-Ghaibah, 1411 H, hlm. 417, hadis no. 178
  31. Muhammadi Rai Syhari, Danisynameh Imam Mahdi as, jld.2, hlm. 199-201
  32. Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, hlm. 431
  33. Syaikh Shaduq, Kamal al-Din, hlm. 474
  34. Najjasyi, Rijal Najjasyi, Muassasah al-Nasyr al-Islami, hlm. 268
  35. Muqaddas, Rahnamaye Amakini Ziyarati wa Siyahati dar Iraq, hlm. 309
  36. Rujuklah! Ibnu Masyhadi, al-Mazar al-Kabir, hlm. 660

Daftar Pustaka

  • Ibnu Abi al-Tsalj, Tarikh al-Aimmah, Dar Majmu'e Nafisah, Qom, 1438 H
  • Ibnu Masyhadi, Muhammad bin Ja'far, al-Mazar al-Kabir, riset: Jawad Qayyumi, Qom, Nasyre Islami, Cetakan 1, 1419 H.
  • Arbili, Ali bin Husain, Kasyf al-Ghummah fi Ma'rifah al-Aimmah, riset: Sayid Hasyim Rasuli Mahallati, Bairut, Nasyr al-Kitab, 1401 H
  • Bahrani, Yusuf bin Ahmad, al-Hadāiq al-Nādhirah fi Ahkam al-Itrah al-Thahirah, riset: Muhammad Taqi Irawani, Najaf, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1377 H
  • Paketchi, Ahmad, "Hasan Askari as, Imam", Dairah al-Ma'arif Buzurge Islami, jld. 20, Teheran, Markaz Dairah al-Ma'arif Buzurge Islami,1433 H
  • Jasim, Husain, Tarikhe Siyasi-e Ghaibate Imam Dawazdahum, terjemahan Muhammad Taqi Ayatullahi, Teheran, Amir Kabir, 1427 H
  • Khashibi, Hasa , al-Hidayah al-Kubra, Bairut, 1411 H/1991 M
  • Dzahabi, Muhammad, Sair A'lam al-Nubala, riset: Syuaib al-Nu'uth dkk, Bairut, 1405 H
  • Sulaiman, Khudamurad, Darsname Mahdawiyat, Teheran, Bunyade Farhanggi-e Hadhrate Mahdi Mau'ud, cetakan 5, 1430 H
  • Sulaiman, Khudamurad, Farhangname Mahdawiyat, Teheran, Bjnyade Farhanggi-e Hadhrate Mahdi Mau'ud, 1388
  • Syaikh Shaduq As, Kamal al-Din wa Tamam al-Ni'mah, riset: Ali Akbar Ghaffari, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1359 H
  • Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan, al-Ghaibah, riset: Ibadullah Tehrani dan Ali Ahmad Nashih, Qom, 1411 H
  • Syaikh Mufid, al-Irsyad, riset: Muassasah Al al-Bait, Qom Muassasah Al al-Bait 1413 H
  • Shadr, Sayid Muhammad, Mausu'ah al-Imam al-Mahdi, Bairut, Dar al-Taaruf, cetakan 1, 1412 H
  • Thabrisi, Fadhl bin Hasan, I'lām al-Wara bi A'lām al-Huda, riset: Muassasah Al al-Bait, Qom, Muassasah Al al-Bait, 1417 H
  • Thabari Imami, Muhammad bin Jarir bin Rustam, Dalail al-Imamah, riset: Muassasah al-Bi'tsah, Qom, 1413 H
  • Alawi, Ali bin Muhammad, al-Majdi fi Ansāb al-Thalibin, Qom, Kitabkhane Ayatullah Marasyi, Cetakan 1, 1409 H
  • Fattal Nisyaburi, Muhammad bin Hasan, riset: Husain A'lami, Bairut, Muassasah al-A'lami, 1406 H
  • Kulaini, Muhammad bin Yaqub, al-Kafi, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1389 H
  • Majlisi, Bihar al-Anwar al-Jāmi'ah li Durar Akhbar al-Aimmah al-Athhar, Teheran, Islamiyah, 1404 H
  • Mamamadi Rai Syahri, Muhmmmad, Danesyname Imam Mahdi as, terjemahan Abdul Hadi Mas'udi, Sazmane Chab wa Nasyre Dar al-Hadits, 1404 H
  • Mas'udi, Ali bin Husain, Isbat al-Washiyah li al-Imam Ali ibni Abi Thalib, Qom, Anshariyan, 1426 H
  • Muqaddas, Ihsan, Rahnamaye Amakine Ziyarati wa Siyahati dar Iraq, Teheran, Masy'ar, 1430 H
  • Najjasyi, Ahnad bin Ali, Rijal Najjasyi, riset: Sayid Musa Syubairi Zanjani, Muassasah al-Nasyr al-Islami, tanpa th.
  • Nu'mani, Muhammad bin Ibrahim, al-Ghaibah, riset: Ali Akbar Ghaffari, Teheran, Maktabah al-Shaduq, 1397 H