Prioritas: c, Kualitas: b

Ruqayyah binti Muhammad saw

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Ruqayyah binti Muhammad saw
Nama lengkap Ruqayyah binti Muhammad bin Abdullah
Garis keturunan putri Nabi Muhammad saw
Kerabat termasyhur Nabi Muhammad saw, Khadijah sa, Fatimah sa
Lahir Sebelum Hijrah
Tempat tinggal Mekah, Madinah
Wafat Ramadhan, 2 H
Penyebab
Wafat/Syahadah
Sakit
Tempat dimakamkan Pemakaman Baqi

Ruqayyah binti Muhammad sa (Bahasa Arab: رُقَیة بنت رسول الله) adalah putri Nabi Muhammad saw dari istrinya, Khadijah. Pertama kali ia menikah dengan 'Utbah bin Abu Lahab namun dengan turunnya surah al-Lahab ia bercerai kemudian menikah dengan Usman bin Affan. Ia ikut dalam peristiwa hijrah ke Habasyah dan Madinah. Ruqayyah wafat pada tahun 2 H dan dimakamkan di pemakaman Baqi.

Menurut pendapat sebagian para peneliti Syiah seperti Sayid Ja'far Murtadha al-Amili, Ruqayyah bukanlah putri Nabi Muhammad saw dan Khadijah melainkan putri dari Halah, saudara perempuan Khadijah. Karena ia dibesarkan di rumah Nabi Muhammad saw, maka Ruqayyah pun oleh masyarakat umum dikenal sebagai putri Nabi Muhammad saw.

Nasab

Ruqayyah putri Khadijah binti Khuwailid [1] lahir di Mekah sebelum tahun hijrah. Beragam pendapat menyebutkan, ia anak pertama, kedua bahkan ada yang berpendapat ia anak bungsu Rasulullah saw. [2]

Pernikahan dan Hijrah

Ruqayyah menikah dengan Utbah bin Abi Lahab, namun ketika turun ayat تَبَّتْ یدَا أَبِی لَهَبٍ وَتَبَّ [3] Utbah diminta oleh ayahnya untuk menceraikan Ruqayyah. [4] Selepas itu Ruqayyah menikah dengan Usman bin Affan. Bersama Usman, ia berhijrah ke Habasyah. Dengan hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekah ke Madinah, ia juga kemudian menyusul ayahnya dan berangkat dari Habasyah menuju Madinah. [5]

Literatur sejarah menyebutkan Ruqayyah memilih putra bernama Abdullah dan 'Amru hasil pernikahannya dengan Usman bin Affan, namun keduanya meninggal dunia sejak kecil. [6] Ketikah Khadijah menerima dakwah Nabi Muhammad saw dan masuk Islam, Ruqayyah juga menyatakan keimanannya. [7]

Wafat

Sewaktu Rasulullah saw dalam perjalanan menuju pertempuran Badar, Ruqayyah terserang penyakit tifus. Nabi saw memerintahkan Usman untuk tetap menetap di Madinah untuk menemani istrinya. [8] Ruqayyah meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 2 H pada hari kemenangan umat Islam dalam perang Badar. [9]

Dalam literatur Syiah, penyebab kematian Ruqayyah disebutkan karena Usman memukulinya [10] dengan alasan ia telah mengungkapkan kepada Nabi Muhammad saw mengenai tempat persembunyian Mughirah bin Abil 'Ash. [11] Disebutkan pula, sejumlah perempuan menangis di atas makam Ruqayyah termasuk Fatimah binti Rasulullah sa [12] namun Umar bin Khattab melarang dan mengancam mencambuk mereka yang menangis di atas kuburan. Nabi Muhammad saw sendiri kemudian mencegah Umar menerapkan ancaman tersebut. [13] Pada proses pemakamannya, Nabi Muhammad saw mencegah Usman untuk masuk dalam pemakaman, dengan mengatakan, "Barang siapa semalam melakukan hubungan intim dengan pasangannya, tidak boleh memasuki areal pemakaman." [14]

Nama Ruqayyah disebutkan dalam doa Ramadhan, اللهم صل علی رقیه بنت نبیک yang artinya, "Ya Allah kirimkan shalawat (kedamaian) kepada Ruqayyah putri Nabi-Mu."[15]

Pemakaman puteri-putri Nabi di Pemakaman Baqi

Pemakaman

Ruqayyah dimakamkan di Pemakaman Baqi. [16] Makam Ruqayyah terletak dalam kompleks makam putri-putri Nabi bersama dengan makam Ummu Kultsum dan Zainab, di bagian utara pemakaman Imam-imam Syiah, bagian selatannya makam istri-istri Nabi dan disisi makam Usman bin Madzh'un. Sebelumnya, makam Ruqayyah memiliki kubah dari kuningan [17] namun saat kerajaan Bani Sa'ud berkuasa, kubah-kubah di atas makam-makam dihancurkan dan diratakan dengan tanah.

Perbedaan Pandangan Sunni dan Syiah

Menurut Ahlusunnah, Ruqayyah sa adalah anak dari pasangan Nabi Muhammad saw dengan Khadijah sa, serta istri dari Usman bin Affan. [18] Menikahnya kembali Usman dengan putri Nabi saw yang lain yaitu Ummu Kultsum, Usman mendapat gelar, Dzun Nurain. [19]

Namun di kalangan ulama Syiah terdapat beragam pendapat, yang bisa dibagi dalam beberapa kelompok:

  • Ruqayyah istri Usman, namun bukan putri dari Nabi Muhammad saw melainkan putri dari Halah, saudara perempuan Khadijah. Sementara Ruqayyah putri Nabi lahir setelah Bi'tsah. [20]
  • Ruqayyah putri Khadijah, namun bukan dari Nabi Muhammad saw melainkan hasil pernikahan dengan suami sebelumnya.
  • Ruqayyah adalah putri Nabi Muhammad saw dan Khadijah.

Catatan Kaki

  1. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 4, hlm. 1139-1140.
  2. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 4, hlm. 1839.
  3. Qs. Al-Lahab: 1
  4. Baladzuri, Ansābul Asyrāf, 1417 H, jld. 1, hlm. 401.
  5. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 3, hlm. 1038 dan jld. 4, hlm. 1139-1140; Kahhallah, A'lamun Nisa, 1412 H, jld. 1, hlm. 457; Ibnu Sa'ad, al-Thabaqāt al-Kubra, 1418 H, jld. 8, hlm. 35.
  6. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqāt al-Kubra, 1418 H, jld. 8, hlm. 35; Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 4, hlm. 1840 dan jld. 3, hlm. 1037.
  7. Kahhallah, A'lamun Nisa, 1412 H, jld. 1, hlm. 457.
  8. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 3, hlm. 1038.
  9. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 3, hlm. 1038.
  10. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jld. 3, hlm. 236.
  11. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403, jld. 22, hlm. 167.
  12. Kahhallah, A'lamun Nisa, 1412 H, jld. 1, hlm. 458.
  13. Kahhallah, A'lamun Nisa, 1412 H, jld. 1, hlm. 458.
  14. Amin, A'yān al-Syiah, Dar al-Ta'arif lil Mathbu'at, jld. 3, hlm. 487.
  15. Syaikh Thusi, Tahdzhib al-Ahkam, 1365 S, jld. 3, hlm. 120.
  16. Ibnu Syubbah, Tarikh al-Madinah al-Munawarah, 1410 H, jld. 1, hlm. 103; Ibnu Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1418 H, jld. 8, hlm. 37.
  17. Ja'fariyan, Panjah Safarnameh Haj Qajari, 1389 S, jld. 5, hlm. 241.
  18. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'āb, 1412 H, jld. 4, hlm. 1839.
  19. Suyuti, Tarikh al-Khulafa, 1425 H, hlm. 119.
  20. Amili, al-Shahih min Sirah al-Nabi, 1402 H, jld. 1, hlm. 123-125.

Daftar Pustaka

  • Al-Qur'an al-Karim
  • Ibnu Sa'ad, al-Thabaqāt al-Kubra, riset: Muhammad Abdul Qadir, Beirut, Dar al-Kutub, al-'Alamiyah, 1418 H.
  • Ibnu Syabbah, Tarikh al-Madinah al-Munawarah, riset: Syaltut, Qom, Dar al-Fikr, 1410 H.
  • Ibnu Abdul Bara, Yusuf bin Abdullah, al-Isti'āb fi Ma'rifah al-Ashhāb, riset: Ali Muhammad al-Bajawi, Beirut, Dar al-Jail, cet. I, 1412 H/ 1992 M.
  • Amin, Sayid Muhdin, A'yān al-Syiah, riset: Hasan al-Amin, Dar al-Ta'arif lil Mathbu'at, Beirut, tanpa tahun.
  • Baladzuri, Ahmad bin Yahya bin Jabir, Ansābul Asyrāf, riset: Sahil Zakar dan Riyadh Zarkili, Beirut, Dar al-Fikr, 1417 H.
  • Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan, Tahdzhib al-Ahkām, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1406 H
  • Suyuti, Jalaluddin, Tarikh al-Khulafa', riset: Hamdi al-Damardasyh, tanpa tempat, Maktabah Nazar Mustafa al-Baz, 1425 H.
  • Ja'fariyan, Rasul, Panjah Safarnameh-e Haj Qajari, Tehran, Nashr 'Ilm, 1431 H.
  • Amili, Ja'far Murtadha, al-Shahih min Sirah al-Nabi al-A'zham, Qom, Intisyarat Jami'ah Mudarissin, 1402 H.
  • Kahallah, Umar Ridha,A'lamun Nisa, Beirut, Muassasah al-Risalah, cet. X, 1412 H/1991 M.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, al-Kafi, riset: Ali Akbar Ghaffari, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwār, Beirut, Muassasah Wafa, cet. II, 1403 H.