Prioritas: c, Kualitas: b

Aus bin Tsabit

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat
http://id.wikishia.net/view/Majma_Jahani_Ahlulbait_As
Info pribadi
Nama lengkap Aus bin Tsabit al-Khazraji
Garis keturunan Bani Najjar, Khazraj
Kerabat termasyhur Hassan bin Tsabit (saudara Laki-laki) • Syaddad bin Aus (putra)
Muhajir/Anshar Anshar
Tempat Tinggal Madinah
Wafat/Syahadah Tahun ke-3 H
Penyebab Wafat /Syahadah Syahid dalam Perang Uhud atau menurut riwayat lain, ia wafat pada masa periode kepemimpinan Utsman bin Affan
Informasi Keagamaan
Memeluk Islam Permulaan Islam
Keikutsertaan dalam Ghazwah Perang UhudPerang Badar dan Khandaq menurut riwayat yang lain
Hijrah ke Madinah
Aktivitas lain Ikut hadir dalam Baiat Aqabah kedua

Aus bin Tsabit al-Khazraji (bahasa Arab:أوس بن ثابت الخزرجي) salah seorang sahabat Nabi Besar Islam saw dari golongan Anshar yang syahid pada Perang Uhud.

Menurut pernyataan sebagian para ahli tafsir, ayat ke-7 Surah An-Nisa yang membahas tentang masalah warisan, turun setelah kesyahidannya berkaitan dengan pembagian harta warisannya.

Mengenal Kepribadian

Aus bin Tsabit bin Mundzir, saudara laki-laki Hassan bin Tsabit –Penyair terkenal di masa Rasulullah saw-. Dia termasuk dari klan Bani Amr bin Malik, dari suku Bani Najjar dan termasuk dari Kabilah Khazraj. Aus hadir dalam Baiat Aqabah kedua [1] dengan hijrahnya Nabi ke Madinah, dia termasuk berada dalam golongan Anshar. [2] Dia di rumahnya menjadi tuan rumah untuk Utsman bin Affan. [3]

Sesuai pendapat masyhur, Aus syahid dalam Perang Uhud. [4] Riwayat lain memperkenalkannya sebagai salah satu dari para pejuang Badar, Uhud dan Khandaq. Dan diyakini bahwa ia wafat pada masa periode kepemimpinan Utsman bin Affan. [5]

Peristiwa Warisan

Para ahli tafsir Alquran Al-Karim, dalam menafsirkan ayat ketujuh Surah An-Nisa, menjelaskan tentang Aus bin Tsabit serta penurunan ayat ini setelah kesyahidannya. Atas dasar ini, tradisi Jahiliyah adalah demikian bahwa istri dan anak-anak kecilnya, tidak akan mendapat harta warisan [6] begitu pula wanita-wanita dan putri-putrinya, tidak akan mendapatkan bagian dari saham warisan tersebut. [7] Setelah kesyahidan Aus, semua harta kekayaannya dikuasai oleh para sepupunya [8] dan istri Aus yang memiliki tiga anak perempuan kecil, pergi untuk menghadap kepada Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw memerintahkan kepada para sepupu Aus untuk menahan diri supaya tidak terlebih dahulu menguasai seluruh harta kekayaan Aus sampai wahyu turun dan menentukan akan perkara ini. [9] Lalu mereka mengamalkan apa yang diperintahkan Rasul; hingga turunlah ayat ketujuh dari Surah An-Nisa. [10] dalam ayat ini dijelaskan demikian:

لِلرِّجالِ نَصیبٌ مِمَّا تَرَکَ الْوالِدانِ وَ الْأَقْرَبُونَ وَ لِلنِّساءِ نَصیبٌ مِمَّا تَرَکَ الْوالِدانِ وَ الْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ کَثُرَ نَصیباً مَفْرُوضاً؛
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian( pula )dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.[11]

Pranala Terkait

Catatan Kaki

  1. Ibnu Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyah, jld.2, hlm.101.
  2. Ibnu Katsir, al-Bidayah wan Nihayah, jld.3, hlm.203.
  3. Ibnu Sa'ad, al-Thabaqah al-Kubra, jld.3, hlm.55.
  4. Ibnu Abdul Bar, al-Isti'ab, hlm.117.
  5. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, hlm.83.
  6. Thabathabai, al-Mizan, jld.4, hlm.299-301.
  7. Thabrasi, Majma’ al-Bayan, jld.3, hlm.19; Faidh Kasyani, al-Shafi, jld.2, hlm.192.
  8. Tsa’labi, Tafsir Tsa'labi, jld.3, hlm.260.
  9. Ibnu Jauzi, Zadu al-Masir, hlm.259.
  10. Qurthubi, al-Jami' lil ahkami Al-Qu'ran, jld.6, hlm.78.
  11. Surah An-Nisa, ayat 7.

Daftar Pustaka

  • Faidh Kasyani, Muhsin, Tafsir as-Shafi, Tehran, Darul Kutub al-Islamiyah, 1419 H.
  • Ibnu Abdul Bar, Yusuf bin Abdullah, al-Iti’ab fi Ma’rifati Ashab, Beirut, Darul Jeil, 1412 H.
  • Ibnu Atsir, Izzuddin, Usdul Ghabah fi Ma’rifatis Shahabah, Beirut, Dar Ibnu Hazm, 1433 H.
  • Ibnu Hisyam, Abdul Malik, as-Sirah an-Nabawiyah, Beirut, Darul Kitab al-Arabi, 1410 H.
  • Ibnu Jauzi, Abdur Rahman bin Ali, Zadul Masir fi Ilmi Tafsir, Beirut, al-Maktab al-Islami, 1423 H.
  • Ibnu Katsir, al-Hafizh, al-Bidayah wan Nihayah, Beirut, Maktabah al-Ma’arif, 1410 H.
  • Ibnu Sa’ad, Muhammad, at-Thabaqat al-Kubra, Kairo, Maktabah al-Khaniji, 1421 H.
  • Qurthubi, Muhammad bin Ahmad, al-Jami’ Liahkamil Quran, Beirut, Muassasah al-Risalah, 1427 H.
  • Thabathabai, Muhammad bin Hasan, al-Mizan fi Tafsir al-Quran, Qom, Penerbitan Jama’ah al-Mudarrisin, 1430 H.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma’ al-Bayan fi Tafsir al-Quran, Beirut, Darul Murtadha, 1427 H.
  • Tsa’labi, Ahmad bin Muhammad, Tafsir Tsa’labi, Beirut, Dar Ihya al-Trurats al-Arabi, 1422 H.