Lompat ke isi

Konsep:Ayat 79 Surah Al-Isra

Dari wikishia
Ayat 79 Surah Al-Isra
Potongan kaligrafi ayat 79 Surah Al-Isra'
Potongan kaligrafi ayat 79 Surah Al-Isra'
Informasi Ayat
SurahAl-Isra'
Ayat79
Juz15
Informasi Konten
TentangAkhlak
DeskripsiAnjuran untuk Salat Malam


Ayat 79 Surah Al-Isra menganjurkan Nabi Akram saw untuk tetap terjaga pada sebagian malam[1] dan mendirikan Salat Malam[2] agar mencapai Maqam Mahmud.[3] Ayat ini ditafsirkan sebagai kewajiban salat malam bagi Nabi Akram saw.[4]

Para mufasir memaknai kata "tahajjad" sebagai bangun dari tidur[5] atau meninggalkan tidur untuk melakukan salat.[6] Mayoritas mufasir[7] menisbatkan kata ganti (dhamir) "bihi" dalam frasa "fa-tahajjad bihi" kepada Al-Qur'an pada ayat sebelumnya, yang berdasarkan berbagai bukti, yang dimaksud dengannya adalah salat malam.[8] Sebagian lain mengembalikan kata ganti "bihi" kepada "al-layl" (malam) yang merupakan penekanan pada frasa "min al-layl" (pada sebagian malam), dan maknanya menjadi: "bangunlah pada sebagian malam".[9]

Ungkapan "nafilah" bermakna tambahan[10] yang berarti bahwa selain salat-salat wajib,[11] ini adalah suatu program tambahan bagimu (Wahai Nabi); banyak yang menganggap ungkapan ini sebagai dalil bahwa salat malam adalah wajib bagi Nabi saw.[12]

Di akhir ayat, faedah membaca salat malam disebutkan sebagai pencapaian Maqam Mahmud.[13] Menurut riwayat-riwayat Islam[14] dan kesepakatan (ijmak) para mufasir,[15] Maqam Mahmud ditafsirkan sebagai kedudukan Syafaat bagi Nabi Akram saw. Sebagian mufasir juga menganggapnya sebagai tempat di Surga di mana orang-orang memuji di sana.[16] Jika khitab (lawan bicara) ini ditujukan untuk semua manusia, Maqam Mahmud bermakna pencapaian derajat kesempurnaan.[17]

Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah "sembahyang tahajjud" padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji.


Catatan Kaki

  1. ↑ Husseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 302.
  2. ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 75.
  3. ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 6, hlm. 285.
  4. ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 224.
  5. ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 175.
  6. ↑ Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1377 HS, jld. 2, hlm. 341.
  7. ↑ Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 2, hlm. 840.
  8. ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 224.
  9. ↑ Syarif Lahiji, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 2, hlm. 840.
  10. ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 175.
  11. ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 670.
  12. ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 224.
  13. ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 6, hlm. 285.
  14. ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 225.
  15. ↑ Dakhil, Al-Wajiz, 1422 H, hlm. 380.
  16. ↑ Husseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 302.
  17. ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 6, hlm. 285.

Daftar Pustaka

  • Dakhil, Ali bin Muhammad Ali. Al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz. Beirut, Dar at-Ta'arif lil-Mathbu'at, cetakan kedua, 1422 H.
  • Husseini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Namuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran, Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
  • Syarif Lahiji, Muhammad bin Ali. Tafsir Syarif Lahiji. Tahkik: Mir Jalaluddin Husseini Urmawi (Muhaddits), Teheran, Daftar-e Nasyr-e Dad, cetakan pertama, 1373 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi, Teheran, Nashir Khusro, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Teheran, Intisharat-e Danesyqah-e Tehran, Mudiriyat-e Hauzah Ilmiah Qom, cetakan pertama, 1377 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar-e Intisharat-e Eslami, cetakan kelima, 1417 H.