Prioritas: b, Kualitas: c
tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Surah Al-Rum

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Al-Rum
الرّوم
404-30.jpg
Ayat 1-5
Informasi
Arti: Bangsa Roma
Nama lain: -
Surah ke: 30
No urut pewahyuan: 84
Klasifikasi: Makkiyah
Juz: Juz 21
Statistik
Jumlah ayat: 60
Jumlah kata: 820
Jumlah huruf: 3472
Surah sebelumnya Al-Ankabut
Surah setelahnya Lukman

Surah Al-Rum (Bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-84 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Disebabkan oleh berita gaib sehubungan dengan kekalahan bangsa Persia dari bangsa Roma sehingga disebut sebagai surah Al-Rum. Surah Al-Rum merupakan surah yang ke-16 dari 29 surah yang dimulai dengan huruf muqattha’ah. Dari sisi isi termasuk salah satu surah Al-Matsani dan kira-kira terdiri dari satu hizb (1/4 juz) Al-Quran.

Identitas Surah Al-Rum

Alasan penamaan surah ini sebagai surah Al-Rum karena menyinggung tentang nubuat bahkan sebuah berita gaib tentang kekalahan pasukan Persia dari pasukan Roma. Kata rum digunakan pada awal surah ini (setelah huruf muqattha’ah). Surah Al-Rum merupakan surah yang ke-16 dari 29 surah yang dimulai dengan huruf muqattha’ah (Alif Lam Mim). Surah Al-Rum adalah surah ke-30 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-84 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini termasuk sebagai salah satu surah yang diturunkan di Mekkah (Makkiyah). Jumlah ayatnya, berdasarkan pendapat para qari Mekah dan Madinah adalah 59 dan pendapat qari lainnya adalah 60 ayat dimana pendapat ini yang lebih masyhur dan lebih tepat. Surah Al-Qashash terdiri dari 820 kata dan 3472 huruf. . Dari sisi isi termasuk salah satu surah Al-Matsani dan kira-kira terdiri dari satu hizb (1/4 juz) Al-Quran.


Tema Utama

Larangan untuk memakan riba, menolong orang-orang yang membutuhkan dan menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang patut dibantu merupakan salah satu hukum fikih surah ini. Ulasan dan paparan sebagian aturan dari aturan-aturan penciptaan dan sunnah Ilahi seperti masalah pernikahan, kasih sayang, rahmat, fitrah di kalangan manusia, perbedaan bangsa, budaya dan bangsa, turunnya hujan dan hidupnya bumi yang tadinya mati berkat hujan, tegaknya langit, pengaruh perbuatan manusia atas munculnya fitnah, kerusakan sebagai hukuman perbuatan, masalah ikhitilaf, pertikaian, dan perpecahan, kerugiannya dan pengaruh positifnya di tengah masyarakat dan bagi agama. Demikian juga kegembiraan setiap kelompok atas apa yang dimilikinya, merupakan tema-tema yang diangkat dalam surah ini. [1]

Catatan Kaki

  1. Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, hal. 1245.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran, Terjemahan Persia Muhammad Mahdi Fuladmand, Tehran, Dar al-Qur’an al-Karim, 1418 H/1376 S.
  • Dānesynameh Qur’ān wa Qur’ān Pazyuhi, jld. 2, disusun oleh Bahauddin Khuramsyahi, Tehran, Dustan-Nahid, 1377 S.

Pranala Luar