Amru bin Qais bin Zaidah
Abdullah atau Amru bin Qais bin Zaidah, [1], dari Bani Amir bin Lui, [2] adalah seorang sahabat, muazin tuna netranya Nabi Muhammad saw dan paman dari Khadijah. Dalam banyak kesempatan ketika Nabi saw pergi berperang, dia ditunjuk sebagai pengganti beliau di Madinah. Menurut para mufasir, ayat-ayat awal Surah 'Abasa turun berkenaan dengannya. Dia juga disebutkan sebagai salah satu orang pertama yang dikirim ke kota Yasrib (saat ini disebut dengan kota Madinah) -sebelum hijrah- atas perintah Nabi Muhammad saw untuk membimbing penduduk tersebut.
Nama, Nasab dan Kunyah
Dikatakan bahwa nama aslinya sebelum memeluk Islam adalah Hashin dan Nabi Muhammad saw memberinya nama Abdullah .[3] Ayahnya adalah paman dari Khadijah, istri Nabi saw,[4] sedangkan ibu Abdullah bernama Atikah binti Abdullah bin Ankat bin Amir bin Makhzum, dikenal dengan kunyah Umm Makthum dan Abdullah dinisbatkan kepadanya.
Kehilangan Penglihatan
Tidak ada informasi pasti mengenai tanggal lahir, masa mudanya atau bagaimana Ibnu Umm Makthum kehilangan penglihatannya. Namun, tampaknya dia kehilangan penglihatannya saat masih kecil.[5]
Ketertarikan pada Islam
Dia hadir di Makkah pada awal kenabian. Dia juga tertarik pada Islam, sehingga dia meminta kepada Nabi saw -ketika beliau sedang berbicara dengan beberapa pemimpin Quraisy seperti Walid bin Mughirah dan berharap mereka masuk Islam- untuk membacakan Al-Qur'an kepadanya.
Turunnya Ayat Mengenai Dirinya
Ayat Templat:Teks Quran turun berkenaan dengannya.[6] Tampaknya tidak lama setelah itu, dia masuk Islam.
Tanggung Jawab
Wakil Nabi saw di Madinah
Dikatakan bahwa Ibnu Umm Makthum dan Mush'ab bin Umair adalah orang-orang pertama yang dikirim atas perintah Nabi Muhammad saw untuk membimbing penduduk Yathrib -sebelum hijrah- ke kota tersebut.[7] Namun, ada yang berpendapat bahwa dia baru tiba di Madinah beberapa waktu setelah Perang Badar.[8] Dia tinggal di Suffah di Masjid Nabawi, kemudian Nabi saw menempatkannya di rumah Mukhrimah bin Nufail.[9]
Muazin Nabi saw
Ibnu Umm Makthum, seperti Bilal Al-Habasyi, adalah muazin bagi Nabi Muhammad SAW.[10] Yaqubi menyebutkan bahwa siapa pun di antara Bilal dan Ibnu Umm Makthum yang lebih dulu sampai di masjid, dia akan mengumandangkan adzan, dan yang lainnya akan mengumandangkan iqamah.[11]
Pengganti Nabi saw di Madinah
Nabi Muhammad SAW sangat percaya padanya hingga menunjuknya sebanyak 13 kali, termasuk dalam peperangan seperti Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Bani Nadheer, dan Perang Bani Qurayzah, sebagai penggantinya di Madinah.[12] Setelah Perang Tabuk, Ayat 95 Surah An-Nisa' turun, yang menegur mereka yang enggan ikut berperang dan memberikan keutamaan kepada para mujahidin dibandingkan orang yang hanya duduk. Namun, Ibnu Umm Makthum yang tuna netra dan orang-orang cacat lainnya dikecualikan: Templat:Teks QuranTemplat:Footnote[13] Meskipun demikian, setelah itu dia tetap hadir dalam peperangan dan berkata, "Berikan padaku panji perang, karena aku buta dan tidak bisa melarikan diri."[14]
Kehadiran di Perang Qadisiyah dan Wafatnya
Dikatakan bahwa Ibnu Umm Makthum hadir dalam Perang Qadisiyah dan membawa bendera hitam. Setelah itu, dia kembali ke Madinah dan meninggal di sana;[15] namun ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa dia gugur dalam perang tersebut.[16] Sebuah makam di Pemakaman Bab as-Saghir diyakini miliknya.[17]
Tautan Eksternal
• Sumber artikel: Ensiklopedia Besar Islam *Ensiklopedia Haji; Ibnu Umm Makthum
Templat:Pemakaman Bab as-Saghir
Catatan Kaki
- ↑ Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyyah, Jilid 1, hal. 390; Lihat juga: Ibnu Abdul Barr, Al-Isti'ab fi Ma'rifat Al-Ashab , Jilid 3, hal. 997-998
- ↑ Zubairi, Nasab Quraisy , hal.343; Lihat juga: Ibnu Hibban, Masyahir 'Ulama al-Amsar , hal. 16
- ↑ Zubairi, Nasab Quraisy , hal. 343; Lihat juga: Ibnu Hibban, Masyahir 'Ulama al-Amsar , hal. 16
- ↑ Ibnu Hazm, Jumharah Ansab al-'Arab , hal. 171
- ↑ Dzahabi, Siyar A'lam An-Nubala , Jilid 1, hal. 362
- ↑ Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyyah , Jilid 1, hal. 389-390; Syed Murtadha, Tanziyah An-Anbiya' , hal. 118-119; Thabarsi, Majma' al-Bayan , Jilid 9, hal. 663-664
- ↑ Ibnu Sa'ad, At-Tabaqat Al-Kubra , Jilid 1, hal. 234
- ↑ Ibnu Qutaibah, Al-Ma'arif , hal. 290
- ↑ Abu Nu'aim, Hilyatul Auliya wa Thabaqat Al-Asfiya' , Jilid 2, hal. 4
- ↑ Ibnu Sa'ad, At-Tabaqat Al-Kubra , Jilid 8, hal. 364
- ↑ Ahmad bin Yaqub, Tarikh Yaqubi , Jilid 2, hal. 42
- ↑ Khalifah bin Khayyat, Tarikh , Jilid 1, hal. 71; Waqidi, Al-Maghazi , berbagai tempat
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan , Jilid 2, hal. 96
- ↑ Dhahabi, Siyar A'lam An-Nubala , Jilid 1, hal. 364
- ↑ Ibnu Qutaibah, Al-Ma'arif , hal. 290
- ↑ Dhahabi, Al-'Ibar , hal. 15
- ↑ Qaidan, Asghar, Tempat Wisata dan Ziarah Damaskus, Perpustakaan Elektronik Anhar.</http://elib.anhar.ir/pageview.asp?ID=37647#link48
Daftar Pustaka
- Abu Nu'aim, Ahmad, Hilyat al-Awliya' wa Tabaqat al-Asfiya', Beirut, 1967.
- Ahmad Ibnu Ya'qub, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, Dar Sader, 1415 HQ.
- Dzahabi, Muhammad, Siyar A’lam al-Nubala’, be kusyesy Shu'ayb Arnaut, Beirut, 1985.
- Hamu, Al-'Ibar, be kusyesy Muhammad Sa'id Ibnu Basyuni, Zaghlul, Beirut, 1405 HQ.
- Ibnu Abdul Barr, Yusuf, Al-Isti'ab fi Ma'rifat al-Aṣḥāb, be kusyesy Ali Muhammad Bijawi, Cairo, Maktabah Nahdah Misr.
- Ibnu Hazm, Ali, Jumhurah Ansab al-'Arab, Beirut, 1983.
- Ibnu Hibban, Muhammad, Masyahir 'Ulama' al-Amsar, Cairo, 1959.
- Ibnu Hisyam, Abdul Malik, Al-Sirah al-Nabawiyyah, be kusyesy Mustafa Saqa va digaran, Beirut, Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.
- Ibnu Qutaibah, Abdullah, Al-Ma'arif, Beirut, 1960.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad, Al-Tabaqat al-Kubra, Beirut, Dar Sader.
- Sayid Murtadha, Tanzih al-Anbiya', Qom, Mansyurat al-Syarif Radi.
- Syabab, Khalifah Ibnu Khayyat, Tarikh, be kusyesy Suhail Zakkar, Cairo, 1967.
- Thabarsi, Fazl Ibnu Hasan, Majma' al-Bayan, Saida, 1935.
- Waqidi, Muhammad, Al-Maghazi, be kusyesy Marsden Jones, London, 1966.
- Zubairi, Mus'ab, Nasab Quraisy, be kusyesy Levi Provencal, Cairo, 1951.