tanpa navbox

Ikrimah bin Abi Jahal

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat
Ikrimahhttp://id.wikishia.net/view/Majma_Jahani_Ahlulbait_As
Info pribadi
Nama lengkap Ikrimah bin Abu Jahal
Garis keturunan Quraisy
Kerabat termasyhur Abu Jahal (ayah)
Tempat Tinggal Mekkah
Penyebab Wafat /Syahadah Terbunuh dalam perang Yarmuk
Informasi Keagamaan
Memeluk Islam Setelah Fathu Makkah
Aktivitas lain Ikut serta dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq melawan kaum Muslimin

Ikrimah bin Abi Jahal (bahasa Arab: عِکْرِمَة بن ابی‌جَهْل) salah seorang pembesar Quraisy yang awalnya memusuhi Nabi Muhammad saw namun beberapa lama setelah Fathu Makkah ia masuk Islam dan tercatat sebagai salah seorang sahabat nabi. Di masa awal Bi'tsah ia termasuk dalam golongan kelompok yang memusuhi Nabi saw dan ikut dalam perang Badar, Uhud, Khandaq dalam menghadapi pasukan Muslimin. Abu Jahal adalah ayahnya yang juga termasuk pembesar Mekkah yang memusuhi Nabi.

Pada peristiwa Fathu Makkah, Nabi Muhammad saw menjamin semua penduduk Mekkah dalam keadaan aman dan tidak diganggu, kecuali beberapa orang. Diantaranya adalah Ikrimah bin Abi Jahal. Karena itu Ikrimah mencari aman dengan melarikan diri ke Yaman. Berkat permintaan istrinya kepada Nabi Muhammad saw agar suaminya mendapat jaminan keamanan dan Nabi Muhammad saw memberikannya, sehingga Ikrimah pun kembali ke Makkah dan akhirnya menyatakan diri masuk Islam. Setelah Nabi Muhammad saw wafat, oleh Khalifah Abu Bakar, Ikrimah diangkat menjadi panglima perang pasukan Muslimin. Ikrimah terbunuh di dalam perang Yarmuk.

Keluarga dan Kepribadian

Ikrimah putra Abu Jahal berasal dari kabilah Quraisy dari suku bani Makhzum. [1] Jalur keturunan Ikrimah terputus, ketika putranya yang bernama Umar ikut terbunuh dalam perang Yarmuk. [3]

Ikrimah dikenal sebagai salah seorang pembesar kota Mekkah [4] dan saudagar kaya di masa Jahiliyah. [5]Ia juga dikenal sebagai seorang ahli perang yang disegani [6] dan pemberani. [7] Ummu Halim [8] atau Ummu Hakim binti Harits bin Hisyam adalah istrinya [9] yang meminta jaminan keamanan dari Rasulullah saw untuknya. [10]

Permusuhan kepada Nabi Muhammad saw

Sebagaimana ayahnya Abu Jahal, Ikrimah juga keras permusuhannya pada Islam dan Nabi Muhammad saw. [11] Ia hadir dalam Perang Badar sebagai pasukan musyrikin dan berhasil membunuh anggota pasukan Muslimin dari kaum Anshar. [12] Demikian pula, ia memotong tangan salah seorang pasukan muslim yang telah membunuh ayahnya. [13]

Pada perang Uhud, Ikrimah menjadi salah seorang komandan untuk unit pasukan.[14] Setelah pasukan pemanah kaum Muslimin meninggalkan bukit, bersama Khalid bin Walid dan pasukan yang dipimpinnya, ia menyerang pasukan Muslimin yang menyebabkan kekalahan kelompok Muslim saat itu. [15]

Ikrimah setelah perang Uhud, bersama Abu Sufyan dan Abi al-A'war al-Salami mendapat jaminan keamanan dari Rasulullah saw yang dengan itu ia ke Madinah untuk melakukan dialog. Dalam pertemuan dengan Nabi saw, Ikrimah meminta agar Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin tidak melakukan penghinaan dan pelecehan pada sesembahan Quraiys yaitu Latta, Uzza dan Manat dan sebaiknya kaum Muslimin juga ikut menyembahnya. Sehingga dari pihak musyrikin Quraisy juga tidak melakukan penghinaan pada Tuhan yang disembah kaum Muslimin. Permintaan tersebut membuat Nabi Muhammad saw kecewa dan meminta Ikrimah segera meninggalkan Madinah. Dengan latar belakang peristiwa ini, turunlah ayat pertama dari surah al-Ahzab, یا أَیُّهَا النَّبِیُّ اتَّقِ اللَّهَ وَ لا تُطِعِ الْکافِرِینَ وَ الْمُنافِقِینَ, yang artinya, "Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah Swt, dan janganlah mengikuti orang-orang kafir dan orang-orag Munafikin. [16]

Ikrimah juga hadir pada Perang Khandak. Ia bersama 'Amru bin 'Abdud melewati Khandak dan menuju ke tengah-tengah kaum Muslimin. Namun setelah 'Amru terbunuh, Irimah kembali kepasukannya [17]

Masuk Islam

Pada peristiwa Fathu Makkah, Nabi Mummad saw memberi jaminan keamanan kepada semua warga Makkah, kecuali beberapa orang diantaranya adalah Ikrimah bin Abi Jahil [18] Setelah itu Ikrimah melarikan diri ke Yaman. Beberapa waktu kemudian berkat permintaan istrtinya kepada Nabi Muhammad saw, Ikrimah mendapat jaminan keamanan dan akhirnya kembali ke Makkah. [19] Nabi Muhammad saw menghimbau kepada para sahabat, ketika Ikrimah menemuinya jangan ada yang berkata buruk mengenai Abu Jahal ayahnya. [20] Ikrimah kemudian menyatakan masuk Islam di hadapan Rasulullah saw dan bersumpah akan mengeluarkan dua kali lipat untuk Islam di jalan Allah Swt dari harta yang telah dia keluarkan saat memerangi Islam.

Setelah Perang Hunain, Nabi Muhammad saw membagikan ghanimah (harta rampasan perang) kepada orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam, diantaranya kepada Ikrimah bin Abi Jalah. [22] Pada peristiwa Haji Wada, Ikrimah diutus Nabi Muhammad saw sebagai kepala pengumpul zakat untuk Kabilah Hawazan. [23]

Setelah Nabi Muhammad saw wafat, Abu Bakar mengirimnya ke Oman dalam pasukan untuk memerangi orang-orang seperti Asy'ath ibn Qays [24], Musalamah [25] dan beberapa kelompok yang murtad [26]. Abu Bakar juga menjadikannya penguasa di kawasan Syam. [27]

Kematian

Ikrimah terbunuh dalam perang Yarmuk yang terjadi pada tahun 15 H dimasa kekhalifahan Umar bin Khattab.[28] Putranya yang bernama Umar juga terbunuh dalam perang yang sama. [29] Sebagian sumber menyebutkan Ikrimah terbunuh pada peristiwa perang Ajnadain dan sebagian lainnya menyebut ia terbunuh pada perang Marju al-Shuffar pada tahun 13 H. [30]

Catatan Kaki

Daftar Pustaka