Konsep:Khotbah al-Bayan
Khotbah al-Bayan yang juga dikenal sebagai Khotbah al-Iftikhar, adalah khotbah yang dinasbatkan kepada Imam Ali (as) yang mencakup prediksi tentang masa depan, pengenalan karakteristik Imam Ali (as) dari lisan beliau sendiri, serta penjelasan tanda-tanda akhir zaman dan kemunculan Hazrat Mahdi (aj). Dalam khotbah ini, terdapat beberapa ungkapan terkait Imam Ali (as) yang dianggap oleh sebagian ulama tidak dapat dipertahankan karena kemiripannya tidak ditemukan dalam sumber lain dan dinasbatkan kepada kitab-kitab kaum ghalat. Selain itu, khotbah ini menekankan pada penyebaran kerusakan dan menjauhnya masyarakat dari agama di akhir zaman.
Menurut para peneliti, Khotbah al-Bayan tidak terdapat dalam Nahjul Balaghah maupun sumber-sumber lama Syiah, meskipun beberapa ungkapannya muncul dalam sumber-sumber seperti Basha'ir al-Darajat dan al-Kafi. Namun, sebagian meyakini bahwa khotbah ini adalah gabungan dari ungkapan-ungkapan sebelumnya. Dalam Ilzam al-Nashib, dinukil tiga versi khotbah ini, di mana untuk dua versi pertama tidak disebutkan sumbernya, sementara versi ketiga dinasbatkan pada sumber Ahlusunah. Beberapa ulama seperti Nasir Makarem Syirazi dan Jawad Tabrizi menganggap khotbah ini palsu. Perawi utama khotbah ini adalah Abdullah bin Mas'ud yang sudah wafat saat khotbah tersebut disampaikan, dan beberapa perawi lainnya tidak dikenal.
Kandungan Khotbah
Berdasarkan apa yang terdapat dalam Ilzam al-Nashib yang merupakan penukilan paling terperinci, kandungan utama Khotbah al-Bayan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bagian umum: penjelasan sifat-sifat Nabi Muhammad saw, penjelasan karakteristik pribadi Imam Ali (as) dari lisan beliau sendiri, dan poin-poin mengenai akhir zaman serta peristiwa terkait kemunculan Imam Mahdi (aj).
Dalam bagian karakteristik Amirul Mukminin, terdapat ungkapan-ungkapan dalam teks khotbah yang menyebabkan sebagian ulama Syiah menganggap khotbah ini dari sisi konten tidak dapat dipertahankan. Dalam bagian ini, dinasbatkan sifat-sifat kepada Imam Ali (as) yang tidak terlihat dalam teks-teks hadis lainnya, dan menurut beberapa pakar hadis seperti Allamah Majlisi, contoh dari ungkapan-ungkapan tersebut ditemukan dalam kitab-kitab kaum ghalat.[1]
Dalam bagian deskripsi karakteristik akhir zaman, penekanan khotbah ini adalah pada penyebaran kerusakan dan menjauhnya masyarakat dari aspek lahiriah agama.
Sumber dan Sanad Khotbah
Apa yang saat ini dikenal sebagai Khotbah al-Bayan tidak terdapat dalam Nahjul Balaghah maupun sumber-sumber lama Syiah lainnya. Menurut penulis artikel "Khotbah al-Bayan wa Syathahiyat-e 'Arifan", beberapa ungkapan khotbah ini terdapat dalam sumber-sumber yang lebih lama seperti Basha'ir al-Darajat, Rijal al-Kasy-syi, dan al-Kafi. Juga dalam Manaqib Ibn Syahr Asyub, dengan nama Khotbah al-Iftikhar, dirujuk beberapa bagiannya yang memiliki kemiripan sangat besar dengan Khotbah al-Bayan.[2] Namun menurut Mustafa Sadeqi, tidak satu pun ungkapan khusus khotbah ini terdapat dalam sumber-sumber sebelumnya, dan penyusun khotbah ini sebenarnya menggunakan ungkapan-ungkapan pendahulu untuk melengkapi karyanya.[3]
Penukilan Khotbah al-Bayan yang paling terperinci terdapat dalam kitab Ilzam al-Nashib. Penulis Ilzam al-Nashib menukil tiga versi khotbah ini dan untuk dua versi pertama tidak memperkenalkan sumber apa pun,[4] sementara versi ketiga dinasbatkan kepada Dar al-Muntazham karya Muhammad bin Thalhah Syafi'i yang merupakan sumber Ahlusunah.[5] Namun Mustafa Sadeqi yang menulis artikel mengenai sumber-sumber Khotbah al-Bayan, dengan meneliti naskah kuno terkait mengklaim bahwa penulis Ilzam al-Nashib telah melakukan dua kesalahan. Ia meyakini bahwa nama yang benar untuk kitab tersebut adalah al-Durr al-Munazh-zham fi al-Sirr al-A'zham dan juga menyimpulkan bahwa khotbah ini dicantumkan pada halaman-halaman naskah kuno yang tidak berkaitan dengan al-Durr al-Munazh-zham, serta karena adanya halaman yang hilang pada naskah tersebut, penulis bagian ini tidak diketahui.[6]
Hafiz Rajab Barsi dalam kitab Masyariq Anwar al-Yaqin[7] tanpa merujuk pada sumber lain, menukil sebuah khotbah dengan nama Khotbah al-Iftikhar yang volumenya lebih sedikit dari Khotbah al-Bayan namun ungkapan-ungkapannya terdapat dalam teks Khotbah al-Bayan.[8] Khotbah ini juga tidak dinukil dalam Bihar al-Anwar, dan Majlisi meyakini khotbah-khotbah semacam ini ditemukan dalam kitab-kitab kaum ghalian.[9] Nasir Makarem Syirazi menganggapnya palsu,[10] dan Jawad Tabrizi pun tidak menganggap keabsahan penisbatannya kepada Imam Ali (as) terbukti.[11]
Menurut Najmuddin Tabasi, perawi terpenting khotbah ini adalah Abdullah bin Mas'ud (wafat 33 H) yang tidak lagi hidup pada saat khotbah tersebut disampaikan, yaitu saat masuknya Imam Ali (as) ke Bashrah. Selain itu, salah seorang perawi lainnya dalam sanad hadis (kakek Thuq bin Malik) tidak dikenal dan namanya tidak ada dalam kitab-kitab rijal.[12]
Terjemahan dan Syarah
Aqabuzurg Tehrani dalam al-Dzari'ah menyebutkan dua terjemahan bahasa Persia untuk khotbah ini yang salah satunya berbentuk puisi.[13] Ia juga menyebutkan enam syarah untuk khotbah ini.[14] Templat:Bait
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 25, hlm. 348; Versi perangkat lunak Jami' al-Ahadits 3.5.
- ↑ Asadpur, "Khotbah al-Bayan wa Syathahiyat-e 'Arifan", hlm. 59.
- ↑ Sadeqi, "Khotbah al-Bayan wa Khotbe-haye Mansub beh Amir-e Mo'minan", hlm. 60.
- ↑ Yazdi Ha'iri, Ilzam al-Nashib, 1422 H, jld. 2, hlm. 148.
- ↑ Yazdi Ha'iri, Ilzam al-Nashib, 1422 H, jld. 2, hlm. 191.
- ↑ Sadeqi, "Khotbah al-Bayan wa Khotbe-haye Mansub beh Amir-e Mo'minan", hlm. 60.
- ↑ Hafiz Barsi, Masyariq Anwar al-Yaqin, 1422 H, hlm. 260.
- ↑ Aqabuzurg Tehrani, al-Dzari'ah, 1408 H, jld. 7, hlm. 210.
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 25, hlm. 348.
- ↑ Makarem Syirazi, Istifta'at-e Jadid, 1427 H, jld. 1, hlm. 531.
- ↑ Tabrizi, Sirath al-Najah, 1427 H, jld. 9, hlm. 70.
- ↑ Tabasi, "Sayid Hasani dar Khotbe-ye Bayan", hlm. 55.
- ↑ Aqabuzurg Tehrani, al-Dzari'ah, 1408 H, jld. 7, hlm. 210.
- ↑ Aqabuzurg Tehrani, al-Dzari'ah, 1408 H, jld. 13, hlm. 218-219.
Daftar Pustaka
- Aqabuzurg Tehrani, Muhammad Muhsin. al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Beirut, Dar al-Adhwa, cetakan kedua, 1403 H.
- Asadpur, Reza. "Khotbah al-Bayan wa Syathahiyat-e 'Arifan" (Khotbah al-Bayan dan Syathahiyat Kaum Arif). Tehran, Pazhuhesy-nameh Adiyan, nomor 3, Musim Semi dan Musim Panas 1387 HS.
- Hafiz Barsi, Rajab bin Muhammad. Masyariq Anwar al-Yaqin fi Asrar Amir al-Mu'minin (as). Beirut, Penerbit al-A'lami, 1422 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li Durar Akhbar al-A'immah al-Athar. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
- Makarem Syirazi, Nasir. Istifta'at-e Jadid (Fatwa-fatwa Baru). Madrasah al-Imam Amir al-Mu'minin (as), 1427 H.
- Sadeqi, Mustafa. "Khotbah al-Bayan wa Khotbe-haye Mansub beh Amir-e Mo'minan" (Khotbah al-Bayan dan Khotbah-khotbah yang Dinasbatkan kepada Amirul Mukminin). dalam Majalah Ulum-e Hadis, nomor 33, Musim Gugur 1383 HS.
- Tabasi, Najmuddin. "Sayid Hasani dar Khotbe-ye Bayan" (Sayid Hasani dalam Khotbah al-Bayan). Qom, Entezhare Mou'oud, nomor 32, Musim Semi dan Musim Panas 1389 HS.
- Tabrizi, Jawad. Sirath al-Najah. Dar al-Shiddiqah al-Syahidah, 1427 H.
- Yazdi Ha'iri, Ali bin Zain al-Abidin. Ilzam al-Nashib fi Itsbat al-Hujjah al-Gha'ib (aj). Koreksi: Ali Ashur. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1422 H.