Lompat ke isi

Konsep:Syamail Nawisi

Dari wikishia
Terjemahan bahasa Persia dari kitab Syamail al-Tirmidzi yang dicetak di Lahore, Pakistan

penulisan syamail (bahasa Arab:وصف الشمائل) adalah cabang dari penulisan syamail di mana karakteristik fisik Nabi saw dan keutamaan akhlak beliau dijelaskan. Penyebab munculnya tulisan-tulisan semacam ini dianggap karena Nabi Muhammad saw diperkenalkan dalam Al-Qur'an sebagai suri teladan.

Berdasarkan sebagian karya penulisan syamail, isi karya-karya ini mencakup laporan tentang ciri-ciri fisik, tata cara sebagian perilaku pribadi, kualitas sebagian perlengkapan pribadi, dan tata cara perilaku akhlak serta keagamaan Nabi saw.

Di antara buku-buku yang ada dalam bidang penulisan syamail, yang pertama dan terbaik dianggap adalah kitab Syamail al-Nabi, karya Abu Isa Muhammad bin Isa Tirmidzi. Di antara karya-karya yang dinisbahkan kepada sebagian ulama Syiah, dilaporkan terdapat buku-buku dengan judul yang terkait dengan penulisan syamail; di antaranya kitab Aushaf al-Nabi karya Syaikh Shaduq (wafat: 381 H).

Latar belakang sejarah kemunculan penulisan syamail dianggap bersamaan dengan kebangkitan kembali aliran tekstual Ahli Hadis pada masa Mutawakkil Abbasi: Ahli hadis dengan menelusuri secara detail berita-berita masa Nabi saw dan Khulafaur Rasyidin berupaya menghapus metode masa dominasi Muktazilah. Berdasarkan hal ini, mereka berusaha menyajikan Sirah Nabi saw sebagai alternatif bagi metode rasionalis Muktazilah dengan menulis berbagai karya dan bersandar sepenuhnya pada tradisi periwayatan.

Definisi dan Latar Belakang Sejarah Kemunculan

Kitab Al-Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa karya Qadhi 'Iyadh (wafat: 544 H)

penulisan syamail adalah cabang dari penulisan sirah,[1] di mana diupayakan untuk menggambarkan karakteristik fisik Nabi saw dan mensifati keutamaan akhlak beliau.[2] Kata syamail adalah bentuk jamak dari kata syimal dan dimaknai sebagai perangai (karakteristik akhlak) dan rupa (sifat-sifat fisik).[3] Dikatakan bahwa jenis tulisan ini, selain disebut Syamail al-Nabi saw, juga disebut dengan judul lain seperti Akhlaq al-Nabi saw.[4]

Latar belakang sejarah kemunculan penulisan syamail dianggap bersamaan dengan kebangkitan kembali aliran tekstual Ahli Hadis setelah kemunduran Muktazilah yang rasionalis, pada masa Mutawakkil Abbasi:[5] Ahli hadis pada masa ini dengan menelusuri berita-berita masa Nabi saw dan Khulafaur Rasyidin berupaya menghilangkan metode masa dominasi Muktazilah (pada masa Ma'mun Abbasi); metode di mana solusi rasional untuk kehidupan disajikan melalui penerjemahan karya-karya ilmiah dan filosofis dari berbagai bangsa.[6]

Berdasarkan hal ini, ahli hadis berusaha menyajikan Sirah Nabi saw sebagai alternatif bagi metode rasionalis Muktazilah dengan menulis berbagai karya dan bersandar sepenuhnya pada tradisi periwayatan.[7] Hal inilah yang dianggap menjadi faktor bahwa buku-buku penulisan syamail, lebih dari sekadar penulisan sirah, dianggap lebih dekat dengan buku-buku hadis.[8]

Penulisan syamail di Kalangan Syiah

Kontribusi Syiah dalam penulisan syamail, mengikuti penulisan sirah, dianggap lebih sedikit dibandingkan Ahlusunah; karena karya-karya umum mengenai sirah Nabi saw sejauh menyangkut hal-hal umum telah disepakati oleh kedua belah pihak, dan Syiah, sebagai minoritas, lebih fokus pada hal-hal khusus yang diperselisihkan.[9]

Meskipun demikian, di antara karya-karya yang dinisbahkan kepada sebagian ulama Syiah, selain karya-karya yang mereka lakukan dengan berporos pada kitab Syamail al-Nabi karya Tirmidzi, dilaporkan terdapat buku-buku dengan judul yang terkait dengan penulisan syamail; di antaranya:

  • Kitab Shifat al-Nabi karya Wahab bin Wahab Qurasyi, yang dikenal sebagai Abu al-Bakhtari (wafat: 200 H);[10]
  • Kitab Aushaf al-Nabi karya Syaikh Shaduq (wafat: 381 H);[11]
  • Bagian dari kitab Ma'arij al-Nubuwwah fi Madarij al-Futuwwah karya Mu'inuddin Muhammad Miskin Farahi (wafat: 907 H);[12]
  • Risalah berbahasa Persia dengan judul Syamail al-Nabi yang salinannya tersimpan di Perpustakaan Mar'asyi Najafi;[13]
  • Kitab Syarh Ba'dh Aushaf al-Nabi saw karya Mirza Abi Abdillah bin Mirza Abu al-Qasim Mousavi Zanjani (wafat: 1313 H);[14]
  • Kitab Sunan al-Nabi karya Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i (wafat: 1360 HS).[15]

Selain itu, di antara karya Syiah tercatat buku-buku dengan judul terkait penulisan syamail yang menggunakan judul syamail mengenai Ahlulbait as; di antaranya kitab Al-Syamail al-Alawiyyah wa al-Khishal al-Murtadhawiyyah karya Baqir bin Ismail Waizh Kujuri Tehrani (wafat: 1313 H).

Alasan Kemunculan

Deskripsi Akhlak Rasulullah saw dari Kitab Sunan al-Nabi saw: Rasulullah saw menambal sendiri pakaian dan sepatunya, memerah susu dombanya sendiri, makan bersama budak, duduk di atas tanah, menunggang keledai... Rasa malu tidak menghalanginya untuk membeli sendiri kebutuhannya dari pasar dan membawanya sendiri ke rumah. Beliau berjabat tangan dengan orang kaya dan miskin... Kepada siapa pun beliau bertemu, baik kaya, miskin, besar, maupun kecil, beliau memberi salam. Beliau tidak meremehkan apa pun yang dihidangkan kepadanya, meskipun itu jenis kurma yang paling rendah. Beliau sedikit pengeluaran, berjiwa besar, bergaul dengan baik, dan berwajah cerah. Beliau selalu tersenyum, tetapi tidak tertawa terbahak-bahak, dan terlihat sedih namun tidak bermuka masam dan tidak kasar (pemarah). Beliau rendah hati, namun tidak menghinakan diri; dermawan, namun tidak boros. Beliau berhati lembut dan penyayang kepada seluruh kaum Muslimin.[16]

Penyebab munculnya tulisan-tulisan semacam ini ditunjukkan dalam cara pandang umat Islam terhadap kepribadian Nabi Muhammad saw; karena kepribadian Nabi saw dalam teks-teks agama (sebagai contoh Ayat 21 Surah Al-Ahzab) diperkenalkan sebagai teladan yang harus diikuti oleh umat Islam dalam perkataan dan perbuatannya.[17] Motivasi ini dianggap sebagai penyebab penelusuran mengenai tata cara perkataan dan perbuatan Nabi saw dalam segala urusan kehidupan dan di setiap saat siang dan malam oleh umat Islam.[18]

Selain itu, karena pengetahuan tentang bentuk fisik Nabi saw, seperti sirah perilaku beliau, memiliki arti penting bagi umat Islam, deskripsi bentuk fisik beliau juga menjadi perhatian banyak dari mereka.[19] Hal-hal ini dianggap menyebabkan banyak ulama Syiah dan Suni selama berabad-abad lalu berupaya mendeskripsikan wajah Nabi saw, di samping mendeskripsikan karakteristik akhlak beliau; upaya yang menghasilkan penyusunan banyak karya mandiri dan tidak mandiri dalam bidang ini.[20]

Isi Karya-karya penulisan syamail

Terjemahan bahasa Persia dari kitab Syamail al-Nabi karya Tirmidzi oleh Mahmoud Mahdavi Damghani

Berdasarkan sebagian karya penulisan syamail, isi karya-karya ini dilaporkan sebagai berikut:

  • Karakteristik fisik Nabi saw; termasuk rupa wajah, warna kulit, Stempel Kenabian, serta rambut dan cara menatanya.
  • Tata cara sebagian perilaku pribadi Rasulullah saw; termasuk duduk, berjalan, bersandar pada benda dan orang, tidur, makan, minum, lauk-pauk, minuman, tata cara mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Kualitas sebagian perlengkapan pribadi Nabi saw; termasuk pakaian, sepatu, sandal, serban, rida (selendang), izar (kain sarung), cincin stempel, dan cincin.
  • Laporan kualitas perlengkapan perang Nabi saw; termasuk pedang, baju besi, dan migfar (helm besi).
  • Tata cara perilaku akhlak dan keagamaan Nabi saw; termasuk perkataan, tawa, canda, kerendahan hati, rasa malu, Ibadah, menolong orang lain, memakai pacar (khadhab), memakai celak, berbekam, menggunakan wewangian dan minyak wangi.[21]

Contoh-contoh

Di antara buku-buku yang ada dalam bidang penulisan syamail, yang pertama[22] dan terbaik[23] dianggap adalah kitab Syamail al-Nabi (atau Al-Syamail al-Nabawiyyah wa al-Khasha'il al-Musthafawiyyah), karya Abu Isa Muhammad bin Isa Tirmidzi (wafat: 279 H). Menurut laporan sebagian peneliti, berbagai syarah telah ditulis untuk buku ini; juga telah diringkas, dijadikan syair, diterjemahkan, dan riwayat-riwayatnya dinukil dalam buku-buku Syiah dan Ahlusunah;[24] dalam karya-karya Syiah, riwayat-riwayatnya dinukil dalam Manaqib Ibnu Syahrasyub dan Bihar al-Anwar, dan Syaikh Abbas Qumi, muhadis Syiah, menyusun ringkasannya dengan judul Mukhtashar al-Syamail al-Muhammadiyyah.[25]

Deskripsi Rupa Nabi saw dalam Sunan al-Nabi saw

Rasulullah saw sangat agung dan berharga. Di mata tampak agung dan berwibawa, dan di hati sangat dicintai dan mulia. Wajahnya yang diberkahi bersinar seperti bulan purnama... Memiliki mata yang besar dan hitam, alis yang tipis dan melengkung, kepala yang besar, dan perawakan yang sedang dan pertengahan. Dahinya yang diberkahi lebar, dan hidungnya mancung dan panjang.[26]

Di antara contoh lain penulisan syamail disebutkan sebagai berikut:

  • Akhlaq al-Nabi karya Ibnu Abi al-Syaikh (wafat: 369 H)
  • Syamail al-Nabi karya Ja'far bin Muhammad Mustaghfiri (wafat: 432 H)
  • Al-Syifa bi Ta'rif Huquq al-Musthafa karya Qadhi 'Iyadh (wafat: 544 H)
  • Al-Syamail bi al-Nur al-Sathi' al-Kamil karya Ali bin Muhammad Gharnathi (wafat: 552 H)
  • Zahr al-Khamail 'ala al-Syamail karya Jalaluddin Suyuthi (wafat: 911 H)
  • Al-Wafa li Syarh Syamail al-Musthafa karya Ali bin Ibrahim Halabi (wafat: 1044 H)[27]

Catatan Kaki

  1. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339.
  2. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 6, hlm. 11.
  3. Tirmidzi, Syamail al-Nabi, 1372 HS, Pendahuluan Penerjemah, hlm. 14-15; Muhammadi, "Jamal-e Aftab: Syamayel Syenasi-ye Rasul-e Khoda saw", hlm. 162.
  4. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339.
  5. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339.
  6. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339-340.
  7. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339-340.
  8. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 340.
  9. Jafarian, Manabe'-e Tarikh-e Eslami, 1393 HS, hlm. 358.
  10. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1418 H, hlm. 430.
  11. Agha Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 478.
  12. Agha Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 21, hlm. 184.
  13. Agha Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 14, hlm. 220.
  14. Agha Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 13, hlm. 126.
  15. Parsa, Ketab Syenasi-ye Payambar saw, 1386 HS, hlm. 273-274.
  16. Thabathaba'i, Sunan al-Nabi, 1381 HS, hlm. 33-34
  17. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339.
  18. Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 339.
  19. Muhammadi, "Jamal-e Aftab: Syamayel Syenasi-ye Rasul-e Khoda saw", hlm. 162.
  20. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 6, hlm. 11; Muhammadi, "Jamal-e Aftab: Syamayel Syenasi-ye Rasul-e Khoda saw", hlm. 162.
  21. Tirmidzi, Syamail al-Nabi, 1372 HS, Pendahuluan Penerjemah, hlm. 19.
  22. Sakhawi, Al-I'lan bi al-Taubikh, Beirut, hlm. 168.
  23. Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 6, hlm. 11; Muhammadi, "Jamal-e Aftab: Syamayel Syenasi-ye Rasul-e Khoda saw", hlm. 162.
  24. Munjid, Mu'jam Ma Ullifa An Rasulillah saw, Kairo, hlm. 192-195; Muhammadi, "Jamal-e Aftab: Syamayel Syenasi-ye Rasul-e Khoda saw", hlm. 162.
  25. Tirmidzi, Syamail al-Nabi, 1372 HS, Pendahuluan Penerjemah, hlm. 13; Sekelompok Penulis, Syenakht-nameh-ye Muhaddits Qumi, 1389 HS, hlm. 21.
  26. Thabathaba'i, Sunan al-Nabi, 1381 HS, hlm. 13.
  27. Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunun, 1941 M, jld. 2, hlm. 1059; Munjid, Mu'jam Ma Ullifa An Rasulillah saw, Kairo, hlm. 192-195; Nashshar, Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw, 1399 HS, hlm. 347-353.

Daftar Pustaka

  • Agha Buzurg Tehrani, Muhammad Muhsin bin Ali. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Tahqiq: Sayid Ahmad Husaini Isykavari. Beirut, Dar al-Adhwa', 1403 H.
  • Haji Khalifah, Musthafa bin Abdullah Katib Chalabi. Kasyf al-Zhunun an Asami al-Kutub wa al-Funun. Baghdad, Maktabah al-Mutsanna, 1941 M.
  • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar bin Katsir. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Beirut, Dar al-Fikr, 1407 H.
  • Jafarian, Rasul. Manabe'-e Tarikh-e Eslam. Tehran, Nasyr-e Elm, 1393 HS.
  • Muhammadi, Ramadhan. "Jamal-e Aftab: Syamayel Syenasi-ye Rasul-e Khoda saw". Dalam Ketab-e Mah-e Tarikh va Joghrafiya, No. 61 dan 62, Aban dan Azar 1381 HS.
  • Munjid, Shalahuddin. Mu'jam Ma Ullifa An Rasulillah saw. Tahqiq: Nadi Aththar. Kairo, Dar al-Qadhi Iyadh li al-Turats, Tanpa Tahun.
  • Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal al-Najasyi. Tahqiq: Sayid Musa Syubairi Zanjani. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1418 H.
  • Nashshar, Ammar Abudi. Tahawvul-e Sireh Negari-ye Payambar saw Nazd-e Morrekhan-e Mosalman ta Payan-e Asr-e Abbasi. Penerjemah: Ameneh Mousavi Syajari dan Saifali Zahedifar. Qom, Pazhuhesygah-e Olum va Farhang-e Eslami, 1399 HS.
  • Parsa (Pangkalan Data Informasi Islam Nasional). Ketab Syenasi-ye Payambar saw. Tehran, Muassasah Ettela' Resani-ye Marja', 1386 HS.
  • Sakhawi, Muhammad bin Abdurrahman. Al-I'lan bi al-Taubikh li Man Dzamma al-Tarikh. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Tanpa Tahun.
  • Sekelompok Penulis. Syenakht-nameh-ye Muhaddits Qumi. Kongres Peringatan Muhaddits Qumi. Qom, Nur-e Mathaf, 1389 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Sunan al-Nabi. Penerjemah: Husain Ostadvali. Tehran, Payam-e Azadi, 1381 HS.
  • Tirmidzi, Muhammad bin Isa. Syamail al-Nabi. Penerjemah: Mahmoud Mahdavi Damghani. Tehran, Nasyr-e Ney, 1372 HS.