Salat Ja'far ath-Thayyar

Prioritas: b, Kualitas: b
Dari wikishia
(Dialihkan dari Salat Ja'far Thayyar)

Furu'uddin

Salat

Wajib: Salat JumatSalat IdSalat AyatSalat Mayit


Ibadah-ibadah lainnya
PuasaKhumusZakatHajiJihadAmar Makruf dan Nahi MungkarTawalliTabarri


Hukum-hukum bersuci
WudhuMandiTayammumNajasatMuthahhirat


Hukum-hukum Perdata
PengacaraWasiatGaransiJaminanWarisan


Hukum-hukum Keluarga
PerkawinanPerkawinan TemporerPoligamiTalakMaharMenyusuiJimakKenikmatanMahram


Hukum-hukum Yudisial
Putusan HakimBatasan-batasan hukumKisas


Hukum-hukum Ekonomi
Jual Beli (penjualan)SewaKreditRibaPinjaman


Hukum-hukum Lain
HijabSedekahNazarTaklidMakanan dan MinumanWakaf


Pranala Terkait
BalighFikihHukum-hukum SyariatBuku Panduan Fatwa-fatwaWajibHaramMustahabMubahMakruhDua Kalimat Syahadat

Salat Ja'far ath-Thayyar (bahasa Arab: صلاة جعفر الطيار ) adalah diantara salat sunnah yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Salat ini terdiri dari 4 rakaat (dua salat dua raka'at) yang keseluruhannya memuat 300 kali bacaan zikir سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَکبَر Salat ini diyakini memberi pengaruh besar pada pengampunan dosa dan terkabulnya hajat. Nabi Muhammad saw mengajarkan salat ini kepada Ja'far ath-Thayyar sekembalinya dari Habasyah setelah sebelumnya menetap dan berdakwah di kota tersebut selama 15 tahun.

Hadiah Nabi saw kepada Ja'far ath-Thayyar

Berita kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar dan juga kembalinya Ja'far bersamaan dengan kedatangan Nabi Muhammad saw. Ia bersabda, "Aku tidak mengetahui yang membuatku lebih bahagia adalah kedatangan Ja'far atau kemenangan dalam perang Khaibar. [1]Untuk menyambut kedatangan Ja'far, Nabi saw sendiri yang mendatangi dan memeluknya serta menciumi keningnya sembari berkata, "Apakah kamu bersedia aku berikan hadiah?". Ja'far berkata, "Iya ya Rasulullah."

Dengan kemenangan kaum Muslimin dalam perang Khaibar dan mendapatkan banyak ghanimah (harta rampasan perang), Nabi saw pun turut membagikan ghanimah untuk Ja'far. Ia memberikan emas dan perak kepada Ja'far. Namun Rasulullah saw berkata kepada Ja'far, "Sesuatu yang hendak aku berikan kepadamu, jika engkau mengerjakannya setiap hari, maka itu lebih baik dari seluruh dunia beserta isinya. Jika engkau melarikan diri dari perang, atau dosa-dosamu sebanyak lautan pasir dan sampai ke dasar lautan, Allah akan memberikan ampunan-Nya." [2]

Setelah itu Nabi saw pun mengajarkan salat kepadanya, yang kemudian dikenal dengan nama salat Ja'far ath-Thayyar.

Tata Cara Salat Ja'far ath-Thayyar

Salat Ja'far ath-Thayyar adalah dua salat yang masing-masingnya terdiri dari dua raka'at yang setiap dua raka'at itu memiliki tasyahud dan salam, dan keseluruhan salat ini adalah 4 raka'at.

  • Diawal salat berniat untuk mengerjakan salat Ja'far ath-Thayyar. Pada rakaat pertama, setelah membaca surah Al-Fatihah membaca surah al-Zalzalah dan pada rakaat kedua setelah bacaan Al-Fatihah membaca surah Al-'Adiyat.
  • Pada rakaat ketiga, atau raka'at pertama pada salat kedua setelah bacaan al-Fatihah membaca surah an-Nashr dan pada raka'at terakhir membaca surah Al-Ikhlas setelah bacaan Al-Fatihah.
  • Disetiap rakaat setelah bacaan al-Fatihah dan surah pendek, membaca 15 kali zikir tasbih arba'ah yaitu سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَکبَر ‌, dan membacanya 10 kali dalam keadaan rukuk pada setiap rakaat. Setelah bangkit kembali dari rukuk dalam keadaan berdiri sempurna kembali membaca tasbih arba'ah sebanyak 10 kali demikian pula saat sujud membacanya 10 kali, ketiba bangkit dari sujud kembali membacanya sebanyak 10 kali.

Jadi, disetiap rakaat zikir tasbih arba'ah terulang sebanyak 75 kali dan untuk kesemua rakaatnya terulang 300 kali. [3]

یا من لبس العزّ و الوقار، یا من تعطّف بالمجد و تکرّم به، یا من لا ینبغی التّسبیح الّا له، یا من احصی کلّ شیء علمه، یا ذا النّعمه و الطّول، یا ذا المنّ و الفضل، یا ذالقدره و الکرم، اسئلک بمعاقد العزّ من عرشک و منتهی الرّحمه بکتابک و بأسمک الأعظم الأعلی و کلماتک التّامّات ان تصلّی علی محمّد و آل محمّد و افعل بی‌کذا و کذا

Jika tasbih arba'ah lupa untuk dibaca dan gerakan salatnya telah lewat, salatnya tetap sah namun setelah salat diharuskan untuk membaca zikir sebanyak jumlah yang terlupa tersebut.

  • Disunnahkan pada sujud kedua pada rakaat kedua, setelah membaca zikir tasbih membaca doa berikut:

یا من لبس العزّ و الوقار، یا من تعطّف بالمجد و تکرّم به، یا من لا ینبغی التّسبیح الّا له، یا من احصی کلّ شیء علمه، یا ذا النّعمه و الطّول، یا ذا المنّ و الفضل، یا ذالقدره و الکرم، اسئلک بمعاقد العزّ من عرشک و منتهی الرّحمه بکتابک و بأسمک الأعظم الأعلی و کلماتک التّامّات ان تصلّی علی محمّد و آل محمّد و افعل بی‌کذا و کذا Setelah itu memohon hajat, meski itupun diucapkan dalam bahasa selain bahasa Arab.

Permohonan untuk Menikah atau Hajat lain yang penting

Ayatullah Muhammad Taqi Bahjat untuk sebuah urusan penting atau urusan penikahan agar dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah swt, ia menyarankan agar salat Ja'far dilakukan berkali-kali setiap hari Jum'at, sebelum waktu dhuhur. [4]

Setelah mengerjakan salat maka dianjurkan membaca doa yang dimuat dalam kitab Zād al-Ma'ād, setelah itu bersujud dan mengusahakan sebisa mungkin untuk menangis dalam keadaan sujud tersebut. Dengan mata berlinang air mata maka sampaikanlah hajat kepada Allah swt dengan keyakinan penuh, bahwa Allah swt pasti akan mengabulkannya.

Doa dalam kitab Zād al-Ma'ād yang dimaksud adalah yang diriwayatkan Imam Ja'far ash-Shadiq as berikut: "Setiap engkau memiliki hajat yang penting, lakukanlah salat Ja'far ath-Thayyar dan setelah salat sampaikanlah hajat-hajatmu kepada Allah swt, maka insya Allah akan dikabulkan."

Setelah salat tengadahkanlah kedua tanganmu dan berdoa,یا رَبِّ یا رَبِّ یا رَبِّsampai nafasmu terhenti, kemudian membaca رَبّاهُ یا رَبّاهُ یا رَبّاهُsampai nafasmu terhenti, kemudian membaca,رَبِّ رَبِّ رَبِّsampai nafasmu terhenti, kemudian membaca یا اَللّهُ یا اَللّهُ یا اَللّهُ,sampai nafasmu terhenti, kemudian membacaیا حَیُّ یا حَیُّ یا حَیُّsampai nafasmu terhenti, kemudian membaca, یا رَحیمُ یا رَحیمُ یا رَحیمُsampai nafasmu terhenti, kemudian membaca, یا رَحمانُ یا رَحمانُ یا رَحمانُ,sebanyak 7 kali. Kemudian membaca یا اَرحَمَ الرّاحِمینَsebanyak 7 kali. Kemudian membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّی أَفْتَتِحُ الْقَوْلَ بِحَمْدِک، وَ أَنْطِقُ بِالثَّنَاءِ عَلَیک، وَ أُمَجِّدُک وَ لَا غَایةَ لِمَدْحِک، وَ أُثْنِی عَلَیک وَ مَنْ یبْلُغُ غَایةَ ثَنَائِک وَ أَمَدَ مَجْدِک، وَ أَنَّی لِخَلِیقَتِک کنْهُ مَعْرِفَةِ مَجْدِک، وَ‌ای زَمَنٍ لَمْ تَکنْ مَمْدُوحاً بِفَضْلِک، مَوْصُوفاً بِمَجْدِک عَوَّاداً عَلَی الْمُذْنِبِینَ بِحِلْمِک، تَخَلَّفَ سُکانُ أَرْضِک عَنْ طَاعَتِک فَکنْتَ عَلَیهِمْ عَطُوفاً بِجُودِک، جَوَاداً بِفَضْلِک عَوَّاداً بِکرَمِک، یا لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ ذُو الْجَلَالِ وَ الْإِکرَامِ [5]

Menghadiahkan untuk yang Sudah Meninggal

Salat Ja'far ath-Thayyar juga bisa diwakilkan oleh orang lain untuk dihadiahkan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia. Pahala dari salat yang dipersembahkan tersebut dapat menambah derajat ruh-ruh yang telah meninggal dunia dan syuhada, sementara yang melakukannya, tetap mendapatkan pahala yang besar. Semakin besar kedudukan seseorang yang dihadiahkan pahala dari salat Ja'far ath-Thayyar yang dilakukan, maka pahala yang didapatkan juga semakin besar. [Butuh Rujukan]

Keutamaan Salat Ja'far

Dari hadis Rasulullah saw diriwayatkan, barangsiapa yang melakukan salat Ja'far, meskipun dosanya sebanyak pasir di gurun dan air di lautan, Allah swt akan memberikan ampunan-Nya. Dalam kitab Mafatih al-Jinan, barang siapa yang melakukan salat Ja'far di Haram Imam Ridha as setiap dari rakaatnya ia mendapatkan pahala seribu kali haji dan seribu kali umrah. [6]

Catatan Kaki

  1. Wasāil al-Syiah, jld. 8, hlm., 51.
  2. Man Lā Yahdhuruh al-Faqih, jld. 1, hlm. 553.
  3. Mafātih al-Jinān
  4. Site Hauzah
  5. Allamah Majlisi, Zād al-Ma'ād, Beirut, Muassasah al-'ILmi lil Mathbu'āt, 1423 H/2002, hlm. 323.
  6. Mafātih al-Jinān, Ziyārāt, hlm. 32, Intisyarat Astan Quds Rezavi.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Babwaih, Muhammad Ali, Man Lā Yahdhuruh al-Faqih, riset: Ghaffari, Ali Akbar, Jami'ah Mudarrisin, Qom, 1413 H.
  • Al-Hurr al-'Amily, Wasail al-Syiah, Muassasah Ali al-Bait, Qom.
  • Qomi, Abbas, Mafātih al-Jinān.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Zād al-Ma'ād, Beirut, Muassasah al-'Ilmi lil Mathbu'at, 1423 H.