Lompat ke isi

Konsep:Abi al-Lahm al-Ghifari

Dari wikishia
Abdullah bin Abdul Malik bin Abdullah al-Ghifari
Info pribadi
JulukanAbi al-Lahm
Terkenal untukMenolak memakan daging hewan yang disembelih untuk berhala
Informasi Keagamaan
Keikutsertaan dalam GhazwahPerbedaan pendapat: Perang Hunain, Perang Khaibar atau Perang Shiffin


Abdullah bin Abdul Malik bin Abdullah al-Ghifari (bahasa Arab: عبدالله بن عبدالملك بن عبدالله الغِفاری) dikenal dengan Abi al-Lahm (آبِی اللَّحْم), adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang mana Tirmidzi dan Nasa'i, para penulis Shihah Sittah, menukil hadis darinya.

Menurut Ibnu Qutaibah (W. 276 H/889 M), Abdullah bin Abdul Malik menolak untuk memakan daging hewan yang disembelih untuk berhala pada masa Jahiliyah[1], oleh karena itu ia dikenal dengan julukan Abi al-Lahm (orang yang menolak daging).[2] Sebagian juga mengatakan bahwa ia dikenal dengan julukan ini karena pada dasarnya ia tidak memakan daging.[3]

Terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu dan tempat syahidnya Abi al-Lahm. Ibnu Hazm (W. 456 H/1064 M) meyakini ia syahid dalam Perang Hunain[4], namun Ibnu Atsir dalam kitab Usd al-Ghabah menyebutkan ia syahid dalam Perang Khaibar.[5] Sayid Kazhim Musavi Bujnurdi, penulis artikel Abi al-Lahm dalam Dairah al-Ma'arif Buzurg Islami, menilai laporan Ibnu Atsir tidak benar.[6] Abdullah Mamaqani (W. 1351 H), pakar Rijal Syiah, menyebutkan syahidnya Abi al-Lahm terjadi di Perang Shiffin dan menganggap hal tersebut sebagai bukti atas ke-tsiqah-annya.[7]

Umair Maula (hamba sahaya yang dibebaskan) Abi al-Lahm meriwayatkan darinya.[8] Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, penulis biografi sahabat dari Ahlusunah (W. 852 H), Tirmidzi dan Nasa'i dari penulis Sihah Sittah telah menukil hadis darinya.[9]

Catatan Kaki

  1. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, Najaf al-Asyraf, jld. 3, hlm. 196.
  2. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, Penerbit Ismailiyan, jld. 1, hlm. 35; Ibnu Qutaibah, al-Ma'arif, 1960 M, hlm. 323.
  3. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, Penerbit Ismailiyan, jld. 1, hlm. 35.
  4. Ibnu Hazm, Jamharah Ansab al-Arab, 1403 H, hlm. 186.
  5. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1286 H, jld. 1, hlm. 35.
  6. Musawi Bojnourdi, "Abi al-Lahm", hlm. 71.
  7. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1350 H, jld. 2, hlm. 196.
  8. Hakim Naisyaburi, Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain, 1398 H, jld. 1, hlm. 327.
  9. Ibnu Hajar, al-Ishabah, 1328 H, jld. 1, hlm. 13.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Atsir, Izzuddin. Usd al-Ghabah. Kairo: 1286 H.
  • Ibnu Hajar, Ahmad bin Ali. Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah. Kairo: 1328 H.
  • Ibnu Hazm, Ali bin Ahmad. Jamharah Ansab al-Arab. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H.
  • Ibnu Qutaibah, Abdullah bin Muslim. Al-Ma'arif, editor: Tsarwat 'Ukasyah. Kairo: Dar al-Ma'arif, 1960 M.
  • Hakim Naisyaburi, Muhammad. Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain fi al-Hadits. Beirut: Dar al-Fikr, 1398 H.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal. Najaf: Al-Maktabah al-Murtadhawiyah, 1350 H.
  • Musawi Bojnourdi. Abi al-Lahm, Da'irah al-Ma'arif Buzurg-e Islami (Jld. 1).

Pranala Luar