Lompat ke isi

Konsep:Fairuz al-Dailami

Dari wikishia

Templat:Infobox Sahabat Fairuz al-Dailami adalah seorang sahabat asal Iran yang atas perintah Nabi (saw) meredam pemberontakan Aswad al-Ansi, sang pengklaim nabi, dengan cara membunuhnya. Karena tindakan ini, Nabi (saw) menyebut Fairuz sebagai pria yang diberkati dari keluarga yang diberkati dan hamba yang saleh.

Fairuz al-Dailami dianggap sebagai bagian dari kelompok al-Abna. Al-Abna adalah sebutan bagi orang-orang Iran yang pada masa Sasaniyah mengusir bangsa Habasyah dari Yaman dan memerintah di sana hingga munculnya Islam. Sebagian menganggap masuknya Fairuz ke dalam Islam terjadi pada tahun ke-10 Hijriah melalui utusan Rasulullah (saw) ke Yaman, sementara yang lain menganggapnya bertepatan dengan masuk Islamnya Badzan pada tahun ke-6 atau ketujuh Hijriah.

Dikatakan bahwa Fairuz al-Dailami mengambil alih kepemimpinan al-Abna setelah terbunuhnya panglima yang ditunjuk Nabi (saw) dalam perang melawan Aswad al-Ansi. Terdapat laporan dalam berbagai sumber mengenai kelanjutan kepemimpinannya setelah wafatnya Rasulullah (saw). Wafatnya Fairuz tercatat dalam beberapa sumber terjadi pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan dan dalam sumber lain pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan.

Posisi dan Latar Belakang

Fairuz al-Dailami adalah salah seorang sahabat Nabi (saw) asal Iran[1] yang atas perintah Nabi (saw)[2] meredam pemberontakan Aswad al-Ansi, pengklaim nubuwah, dengan membunuhnya.[3] Menurut nukilan sumber-sumber, Nabi (saw) mengetahui terbunuhnya Aswad al-Ansi di tangan Fairuz melalui Wahyu.[4] Nabi (saw) menyebut Fairuz al-Dailami karena perbuatannya ini sebagai pria yang diberkati dari keluarga yang diberkati[5] dan hamba yang saleh.[6] Dikatakan bahwa Nabi (saw) memberinya kunyah Abu Abdillah.[7] Fairuz al-Dailami dianggap sebagai salah satu perawi hadis dan riwayat-riwayatnya dinukil melalui putra-putranya, yaitu Sa'id, Dhahhak, dan Abdullah, serta beberapa orang lainnya.[8]

Fairuz al-Dailami ditulis sebagai bagian dari Abna al-Ahrar (anak-anak orang merdeka).[9] Dikatakan bahwa bangsa Arab sejak dahulu menyebut orang-orang Iran sebagai orang merdeka (al-ahrar) atau keturunan orang merdeka (abna al-ahrar).[10] Al-Abna di Yaman dianggap sebagai orang-orang Iran yang pada masa kerajaan Khosrau Anushirwan (memerintah: 531-579 M), raja Sasaniyah, mengusir bangsa Habasyah dari Yaman dan memerintah di sana hingga munculnya Islam.[11] Dikatakan bahwa mereka memeluk Islam setelah dakwah Nabi (saw).[12]Templat:Kotak Kutipan

Dari Masuk Islam Hingga Wafat

Thabari menganggap masuk Islamnya Fairuz al-Dailami terjadi di tangan Wabar bin Yuhannis al-Azdi, salah seorang utusan Nabi (saw) untuk mengajak al-Abna masuk Islam.[13] Ia mencatat tanggal peristiwa ini pada tahun ke-10 Hijriah.[14] Dalam beberapa sumber lain, masuk Islamnya Fairuz dicatat setelah ia mengetahui munculnya Nabi (saw) dan kehadirannya di hadapan beliau.[15] Waktu peristiwa ini dianggap bertepatan dengan masuk Islamnya Badzan, pada tahun keenam atau ketujuh Hijriah.[16]

Ali bin Husain al-Mas'udi menganggap Fairuz al-Dailami sebagai bagian dari utusan Badzan ke Madinah untuk menyampaikan pesan Khosrau Parviz, raja Sasaniyah, yang berisi perintah pengiriman Nabi (saw) ke ibu kota Sasaniyah karena telah menulis surat ajakan masuk Islam.[17] Beberapa peneliti meragukan hal ini dan menganggap Fairuz sebagai utusan Badzan ke Madinah untuk menyerahkan pesan keislaman al-Abna;[18] sebuah peristiwa yang terjadi setelah Nabi (saw) mengetahui secara gaib tentang terbunuhnya Khosrau di tangan putranya, Syiruyeh.[19]

Dikatakan bahwa Fairuz al-Dailami, setelah terbunuhnya Syahr bin Badzan dalam perang melawan Aswad al-Ansi, mengambil alih kepemimpinan al-Abna di Yaman.[20] Terdapat laporan mengenai kelanjutan kepemimpinannya setelah wafatnya Rasulullah (saw), yakni pada masa kekhalifahan Abu Bakar[21] dan Muawiyah bin Abi Sufyan.[22] Menurut nukilan sumber-sumber, Muawiyah mencopot Fairuz dari pemerintahan Sana'a dan menunjuk orang lain sebagai penggantinya.[23] Wafatnya ditulis pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan[24] atau pada masa pemerintahan Muawiyah[25] (tahun 53 H).

Pembunuhan Aswad al-Ansi

Dalam berbagai sumber, Fairuz al-Dailami diperkenalkan sebagai pembunuh Aswad al-Ansi.[26] Menurut nukilan sumber-sumber, setelah urusan Aswad al-Ansi memuncak di Yaman yang disertai dengan klaim kenabian dan pemberontakannya, beberapa kabilah menjadi murtad dan sebagian menyembunyikan keislaman mereka serta dipekerjakan oleh Aswad; di tengah kondisi ini Fairuz ditunjuk sebagai pemimpin al-Abna.[27] Aswad dalam sebuah peperangan membunuh Syahr bin Badzan, gubernur pilihan Nabi (saw), dan mengambil paksa istrinya yang merupakan sepupu Fairuz.[28] Nabi (saw) setelah mengetahui peristiwa-peristiwa ini menulis surat kepada tiga orang dari al-Abna, yaitu Fairuz al-Dailami, Qais bin Maksyuh, dan Dadzawaih, serta memerintahkan mereka untuk melawan Aswad.[29] Menurut nukilan sumber-sumber, setelah perintah Nabi (saw), Fairuz dan rekan-rekannya dengan bantuan istri Aswad melakukan konspirasi untuk membunuh Aswad.[30] Mereka memutuskan untuk membuat lubang (terowongan) menuju tempat tidur Aswad dan membunuhnya di waktu yang tepat.[31] Suatu malam Fairuz sendiri secara sembunyi-sembunyi hadir di samping tempat tidur Aswad dan bergulat dengannya.[32] Dalam perkelahian tersebut, Fairuz berhasil membunuh Aswad dan memenggal kepalanya.[33]

Catatan Kaki

  1. Ibnu Atsir, Usdu al-Ghabah, 1409 H, jld. 4, hlm. 71.
  2. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 231.
  3. Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 335.
  4. Ibnu Atsir, Usdu al-Ghabah, 1409 H, jld. 4, hlm. 71.
  5. Ibnu Abdil Barr al-Andalusi, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 3, hlm. 1266.
  6. Ibnu Atsir, Usdu al-Ghabah, 1409 H, jld. 4, hlm. 71.
  7. Ibnu Abdil Barr al-Andalusi, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 3, hlm. 1266.
  8. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, 1400 H, jld. 23, hlm. 323.
  9. Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 335.
  10. Delbari, "Iraniyan-e Azadeh dar Yaman (Abna al-Ahrar)", hlm. 54.
  11. Ibnu Sa'ad, Thabaqat al-Kubra, Dar Sadir, jld. 5, hlm. 533; Nöldeke, Tarikh-e Iraniyan wa Arab-ha dar Zaman-e Sasaniyan, 1378 HS, hlm. 247.
  12. Sajjadi, "Badzan", hlm. 76.
  13. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 158.
  14. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 158.
  15. Ibnu Sa'ad, Thabaqat al-Kubra, Dar Sadir, jld. 5, hlm. 533.
  16. Sajjadi, "Badzan", hlm. 76-77.
  17. Mas'udi, Al-Tanbih wa al-Isyraf, Kairo, hlm. 225.
  18. Sebagai contoh lihat: Syuja', Al-Yaman fi Sadri al-Islam, 1440 H, hlm. 122.
  19. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 2, hlm. 656.
  20. Mutahhari, Khadamat-e Mutaqabil-e Islam wa Iran, 1382 HS, hlm. 85.
  21. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 323.
  22. Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 234; Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 496.
  23. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 496.
  24. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 11, hlm. 547.
  25. Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 496.
  26. Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 335; Ibnu Atsir, Usdu al-Ghabah, 1409 H, jld. 4, hlm. 71.
  27. Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1409 H, jld. 3, hlm. 15-16.
  28. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 229-230.
  29. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 229-230.
  30. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 232.
  31. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 238.
  32. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 238-239.
  33. Thabari, Tarikh al-Thabari, Beirut, jld. 3, hlm. 239.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad, Usdu al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah, Beirut, Dar al-Fikr, 1409 H/1989 M.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad, Al-Kamil fi al-Tarikh, Beirut, Dar Sadir, 1385 H/1965 M.
  • Ibnu Sa'ad, Thabaqat al-Kubra, Beirut, Dar Sadir, tanpa tahun.
  • Ibnu Abdil Barr al-Andalusi, Yusuf bin Abdullah, Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ash-hab, riset: Ali Muhammad al-Bijawi, Beirut, Dar al-Jil, 1412 M/1992 M.
  • Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Abdullah bin Muslim, Al-Ma'arif, riset: Tsarwat Ukasyah, Kairo, Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-Ammah li al-Kitab, 1992 M.
  • Delbari, Shahrbanu, "Iraniyan-e Azadeh dar Yaman (Abna al-Ahrar)", dalam jurnal spesialis Fiqh wa Tarikh-e Tamaddun, nomor 24, musim panas 1389 HS.
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam, riset: Umar Abdu al-Salam Tadmuri, Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, 1409 H/1989 M.
  • Sajjadi, Shadiq, "Badzan", dalam Dairat al-Ma'arif Bozorg-e Islami, jld. 11, Teheran, Pusat Dairat al-Ma'arif Bozorg-e Islami, 1381 HS.
  • Syuja', Abdurrahman Abdul Wahid, Al-Yaman fi Sadri al-Islam min al-Bi'tsah al-Muhammadiyah hatta Qiyam al-Dawlah al-Umawiyah, Sana'a, tanpa penerbit, 1440 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarier, Tarikh al-Thabari (Tarikh al-Umam wa al-Muluk), Beirut, tanpa penerbit, tanpa tahun.
  • Mizzi, Yusuf bin Abdurrahman, Tahdzib al-Kamal fi Asma' al-Rijal, riset: Basyar Awad Ma'ruf, Beirut, Muassasah al-Risalah, 1400 H.
  • Mas'udi, Ali bin al-Husain, Al-Tanbih wa al-Isyraf, riset: Abdullah Ismail al-Sawi, Kairo, Dar al-Sawi, tanpa tahun.
  • Mutahhari, Murtadha, Khadamat-e Mutaqabil-e Islam wa Iran, Teheran, Penerbit Sadra, 1382 HS.
  • Nöldeke, Theodor, Tarikh-e Iraniyan wa Arab-ha dar Zaman-e Sasaniyan, terjemahan: Abbas Zaryab Khuyi, Teheran, Penerbit Pazhuheshgah-e Ulum-e Insani wa Motale'at-e Farhangi, 1378 HS.
  • Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, Dar Sadir, tanpa tahun.

```