Konsep:Salat Salman
| Doa, Munajat dan Ziarah |
Ziarah
Ziarah Asyura • Ziarah Warits • Ziarah Arbain • Ziarah Aminullah • Ziarah Al Yasin • Ziarah Jami'ah Kabirah • |
Salat Salman, Salat mustahab tiga puluh rakaat yang diajarkan oleh Nabi saw kepada Salman Al-Farisi untuk dikerjakan pada bulan Rajab. Sepuluh rakaat dari salat ini dikerjakan pada awal bulan Rajab, sepuluh rakaat pada pertengahan bulan, dan sepuluh rakaat pada akhir bulan Rajab. Pengampunan dosa-dosa, terkabulnya hajat, pembebasan dari api neraka Jahanam, dan masuk ke Surga disebutkan di antara keutamaan dan asar dari salat ini.
Salat ini telah dinukil dalam berbagai sumber seperti Misbah al-Mutahajjid karya Syaikh Thusi, Al-Mazar al-Kabir karya Ibnu Masyhadi dan Iqbal al-A'mal tulisan Sayid bin Thawus.
Kedudukan dan Keutamaan
Salat Salman adalah salat mustahab yang diajarkan oleh Nabi saw kepada Salman untuk dikerjakan pada bulan Rajab.[1]
Dalam sebuah riwayat, Salman Al-Farisi meriwayatkan dari Nabi Islam saw tentang keutamaan dan pahala salat ini, bahwa setiap mukmin yang mendirikan salat tiga puluh rakaat ini di bulan Rajab, semua dosa kecil dan dosa besarnya akan diampuni; pahala orang yang berpuasa sebulan penuh di bulan Rajab akan diberikan kepadanya, hingga tahun depan ia akan dihitung dalam golongan orang-orang yang mendirikan salat; setiap hari baginya akan dicatat amal seorang syahid dari para syuhada Perang Badar; untuk setiap hari ia berpuasa, ibadah satu tahun akan dicatat untuknya; derajatnya dinaikkan seribu derajat; jika ia berpuasa sebulan penuh, Allah akan menyelamatkannya dari api neraka Jahanam dan mewajibkan Surga baginya.[2]
Dalam kelanjutan riwayat disebutkan bahwa setelah salat, orang yang mendirikan salat hendaknya memohon hajatnya dan doanya akan dikabulkan, serta Allah akan memberikan jarak tujuh parit antara dirinya dan Jahanam, yang setiap parit luasnya sejauh jarak antara langit dan bumi. Demikian pula setiap rakaat dari salat ini, dihitung sejuta rakaat, dan pembebasan dari api neraka Jahanam serta izin melewati jembatan Shirath akan diberikan kepadanya.[3]
Diriwayatkan bahwa salat ini adalah tanda pembeda antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik, dan orang-orang munafik tidak mengerjakan salat ini.[4]
Syaikh Thusi dalam Misbah al-Mutahajjid,[5] Ibnu Masyhadi dalam Al-Mazar al-Kabir,[6] Sayid bin Thawus dalam Iqbal al-A'mal,[7] Allamah Majlisi dalam Zad al-Ma'ad[8] dan Syaikh Abbas Qumi dalam Mafatih al-Jinan[9] menyebutkan salat ini di bawah bagian amalan-amalan bulan Rajab.
Tata Cara Pelaksanaan Salat
Salat Salman terdiri dari tiga puluh rakaat yang dikerjakan pada tiga hari yaitu awal Rajab, pertengahan Rajab dan akhir Rajab, dan setiap harinya dikerjakan sepuluh rakaat.
- Sepuluh rakaat awal Rajab: Pada hari pertama bulan Rajab, sepuluh rakaat salat dikerjakan. Pada setiap rakaat dibaca satu kali Surah Al-Fatihah dan tiga kali Surah Al-Ikhlas serta tiga kali Surah Al-Kafirun. Setelah salam, orang yang salat mengangkat kedua tangannya dan berkata: "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa hayyun la yamutu biyadihil khair wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Allahumma la mani'a lima a'thaita wa la mu'thiya lima mana'ta wa la yanfa'u dzal jaddi minkal jadd". Setelah doa, ia mengusap wajah dengan kedua tangannya.[10]
- Sepuluh rakaat pertengahan Rajab: Sama seperti hari pertama, ia mengerjakan sepuluh rakaat pada pertengahan bulan Rajab dan setelah salam, dengan mengangkat tangan, ia membaca doa ini: "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah - lahul mulku wa lahul hamdu - yuhyi wa yumitu wa huwa hayyun la yamutu biyadihil khair wa huwa 'ala kulli syai'in qadir - ilahan wahidan ahadan fardan shamadan lam yattakhidz shahibatan wa la walada". Setelah doa, ia mengusap wajah dengan kedua tangannya. [11]
- Sepuluh rakaat akhir Rajab: Pada sepuluh rakaat akhir Rajab, sama seperti dua puluh rakaat sebelumnya, ia membaca satu kali Al-Fatihah dan tiga kali Al-Ikhlas (Tauhid) dan Al-Kafirun. Setelah salam, ia mengangkat tangan dan berdoa: "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah - lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa hayyun la yamutu biyadihil khair wa huwa 'ala kulli syai'in qadir wa shallallahu 'ala muhammadin wa alihith thahirin wa la hawla wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim". Setelah doa, ia mengusapkan tangan ke wajah dan memohon hajatnya kepada Allah.[12]
Salat Lainnya
Syaikh Abbas Qumi dalam Mafatih al-Jinan juga menyebutkan salat lain untuk Salman pada hari pertama bulan Rajab yang terdiri dari sepuluh rakaat, dan pada setiap rakaat dibaca satu kali Al-Fatihah dan tiga kali Al-Ikhlas (Tauhid).[13] Di antara keutamaan salat ini disebutkan pengampunan dosa-dosa, terjaga dari fitnah kubur dan azab kiamat, serta hilangnya penyakit kusta, belang, dan pleuritis (zatul janbi).[14]
Catatan Kaki
- ↑ Muassasah Da'iratul Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh, 1382 HS, jld. 9, hlm. 126.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 817-819.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 819.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 818.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, jld. 2, hlm. 817-819.
- ↑ Ibnu Masyhadi, Al-Mazar al-Kabir, 1419 H, hlm. 201-203.
- ↑ Sayid bin Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 637.
- ↑ Majlisi, Zad al-Ma'ad, 1423 H, hlm. 22 dan 23.
- ↑ Qumi, Mafatih al-Jinan, Nasyr Uswah, Amalan Hari Pertama Bulan Rajab, hlm. 142.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 818; Ibnu Masyhadi, Al-Mazar al-Kabir, 1419 H, hlm. 201-202; Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 637.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 818 dan 819; Ibnu Masyhadi, Al-Mazar al-Kabir, 1419 H, hlm. 202; Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 637.
- ↑ Syaikh Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 819; Ibnu Masyhadi, Al-Mazar al-Kabir, 1419 H, hlm. 202 dan 2023.
- ↑ Qumi, Mafatih al-Jinan, Nasyr Uswah, Amalan Hari Pertama Rajab, hlm. 142.
- ↑ Qumi, Mafatih al-Jinan, Nasyr Uswah, Amalan Hari Pertama Rajab, hlm. 142.
Daftar Pustaka
- Ibnu Masyhadi, Muhammad Ja'far. Al-Mazar al-Kabir. Qom, Daftar Intisyarat Islami Wabasteh be Jami'ah-ye Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, 1419 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Zad al-Ma'ad. Koreksi: Alauddin A'lami. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1423 H.
- Muassasah Da'iratul Ma'arif Fiqh Islami. Farhang-e Fiqh Muthabiq-e Mazhab-e Ahlulbait (as) (Kamus Fikih Menurut Mazhab Ahlulbait as). Qom, Muassasah Da'iratul Ma'arif Fiqh Islami Bar Mazhab-e Ahlulbait (as), 1382 HS.
- Qumi, Syaikh Abbas. Mafatih al-Jinan. Qom, Nasyr Uswah, Tanpa Tahun.
- Sayid bin Thawus, Ali bin Musa. Iqbal al-A'mal. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1409 H.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. Misbah al-Mutahajjid wa Silah al-Mutahabbid. Beirut, Muassasah Fiqh al-Syi'ah, 1411 H-1991 M.