Lompat ke isi

Konsep:Penyerangan Wahabi ke Karbala

Dari wikishia

Templat:Kotak info peristiwa Penyerangan Wahabi ke Karbala adalah sebuah peristiwa yang terjadi atas perintah Abdulaziz bin Muhammad dan di bawah komando putranya, Saud bin Abdulaziz, pada tahun 1216 H bertepatan dengan hari raya Idul Ghadir.[1] Pada hari itu, banyak penduduk Karbala yang pergi berziarah ke Haram Imam Ali as di Najaf sesuai dengan tradisi rutin pada hari raya Idul Ghadir, sehingga kota Karbala kosong dari kaum laki-laki.[2] Orang-orang Wahabi dalam serangan ini merusak Haram Imam Husain as dan Haram Hazrat Abbas as serta menjarah harta benda di dalamnya.[3] Mereka menimbulkan banyak kerusakan pada Haram Imam Husain as, membantai banyak orang, menawan sejumlah wanita, dan menjarah perbendaharaan serta barang-barang berharga di tempat suci tersebut.[4] Berdasarkan penukilan kitab Turats Karbala, dalam peristiwa ini sebanyak 4.500 orang tewas.[5]

Di antara orang yang meraih kesyahidan dalam serangan ini adalah Abdussamad Hamadani, seorang arif dan fakih Syiah abad ke-13 Hijriah penulis kitab Bahr al-Ma'arif.[6] Menurut para sejarawan, serangan ini adalah bencana terbesar yang menimpa Karbala setelah peristiwa Asyura.[7]

Templat:Kotak kutipan Isfahani dalam kitab Masir-e Thalibi berkeyakinan bahwa anggapan musyrik terhadap ziarah kubur serta membangun kubah, bangunan, hiasan, dan meletakkan lilin serta lampu di atasnya merupakan faktor utama serangan ini.[8] Dikatakan bahwa setelah penyerangan Wahabi ke Karbala, Sayyid Ali Thabathaba'i yang dikenal sebagai Shahib Riyadh pada tahun 1217 H membangun tembok di sekeliling kota Karbala dan mendirikan enam pintu gerbang di berbagai arah kota.[9]

Dinyatakan pula bahwa orang-orang Wahabi setelah menyerang berbagai kota termasuk Karbala, menyadari kelemahan Kesultanan Utsmaniyah, dan sebagai hasilnya, setelah serangan ke Karbala, mereka mulai memperluas kekuasaan mereka di Hijaz dengan tekad dan kegigihan yang lebih besar, sedemikian rupa sehingga setahun setelah peristiwa ini, serangan Wahabi ke berbagai wilayah Hijaz termasuk Thaif dan Makkah dimulai, dan pada tahun 1220 H, Syarif Makkah menerima kekuasaan Wahabi.[10]

Berdasarkan penukilan Abdul Jawad Kelidar dalam kitab Chahar Qarn az Tarikh-e Karbala, Abdulaziz bin Saud dibunuh oleh seseorang yang berasal dari Afganistan dan menetap di Baghdad. Menurut laporan ini, motivasi pembunuh adalah membalas dendam atas anak-anaknya yang telah terbunuh dalam peristiwa penyerangan Wahabi ke Karbala tersebut.[11]

Mohammad Reza Azri (wafat: 1240 H) telah menggubah sebuah qasidah sebanyak 65 bait mengenai peristiwa ini, di antaranya: Templat:Puisi Dan diserukanlah oleh penyeru kebaikan itu sembari menentukan tarikh: "Sungguh pada hari ini, penderitaan-penderitaan Karbala telah menjadi baru bagi kita!"[12]

Selain itu, Mohammad Samawi Najafi (wafat: 1370 H) penulis kitab Majali al-Lutf bi-Ardh al-Thaff juga menggubah syair mengenai hal ini: Templat:Puisi Maka ia menyerbu dan fitrah aslinya tidak mampu mengalahkan keinginan sekunder (hawa nafsu)-nya, dan ia merobek Al-Qur'an serta ayat-ayatnya! Ia menghancurkan jendela-jendela serta ruang shalat dan merampas perhiasan serta gantungan-gantungan! Ia membunuh kaum wanita dan anak-anak! Karena di kota Karbala ia tidak menemukan laki-laki sebab laki-laki Karbala telah pergi ke Najaf untuk ziarah Ghadir. Sejarah penjarahan ini pun ditentukan dengan kata (Baghadir = 1216).[13]

Orang-orang Wahabi pada bulan Jumadil Tsani 1223 H sekali lagi menyerang Karbala dengan 20 ribu tentara. Dalam serangan ini, penduduk Karbala mengepung mereka di balik tembok kota dan dalam bentrokan tersebut, banyak orang dari kedua belah pihak yang tewas.[14]

Catatan Kaki

  1. Thumah, Turats Karbala, 1393 HS, hlm. 116.
  2. Thumah, Turats Karbala, 1393 HS, hlm. 116.
  3. Thumah, Salman Hadi, Tarikh Marqad al-Husain wa al-Abbas, 1416 H, hlm. 263.
  4. Thumah, Turats Karbala, 1393 HS, hlm. 116.
  5. Thumah, Turats Karbala, 1393 HS, hlm. 116.
  6. Agha Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 47; Khansari, Raudhat al-Jannat, 1390 HS, jld. 4, hlm. 198.
  7. Kelidar, Tarikh Karbala wa Hair Husaini, 1389 HS, hlm. 307.
  8. Isfahani, Masir-e Thalibi, 1383 HS, jld. 3, hlm. 412.
  9. "Godzari bar Tarikhcheh-ye Kheimeh-gah-e Husaini", Hawzah Namayandegi Wali Faqih dar Umur Hajj wa Ziyarat.
  10. Zaini Dahlan, Umara' al-Balad al-Haram, Dar al-Muttahidah lil-Nasyr, hlm. 294–323; Wahbah, Jazirah al-Arab fi al-Qarn al-Isyrin, 1430 H, hlm. 221–225 dinukil dari: Mohammad Huseini, "Nakhostin Gozaresy-ha-ye Gharbiyan az Yuresy-e Alu Saud wa Wahabiyan be Karbala (1216 H)", hlm. 82.
  11. Mr. Stephen Hemsley Longrigg, Chahar Qarn az Tarikh-e Karbala, hlm. 246 dinukil dari: Kelidar, Tarikh Karbala wa Hair Husaini, 1389 HS, hlm. 321.
  12. Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 9, hlm. 285.
  13. Kelidar, Tarikh Karbala wa Hair Husaini, 1389 HS, hlm. 322.
  14. Thumah, Turats Karbala, 1393 HS, hlm. 121.

Daftar Pustaka

  • Agha Buzurg Tehrani, Mohammad Muhsin. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Beirut, Dar al-Adhwa', Cetakan Ketiga, 1403 H.
  • Amin, Sayyid Muhsin. A'yan al-Syiah. Riset: Hasan Amin. Beirut, Dar al-Ta'aruf lil-Matbu'at, 1403 H.
  • Isfahani, Abu Thalib bin Muhammad. Masir-e Thalibi. Koreksi: Hossein Khadivjam. Teheran, Sherkat-e Entisyarat-e Elmi wa Farhangi, Cetakan Keempat, 1383 HS.
  • Kelidar, Abdul Jawad. Tarikh Karbala wa Hair Husaini. Terjemahan: Muslim Sahibi. Teheran, Nasyr-e Masy'ar, Cetakan Pertama, 1389 HS.
  • Khansari, Mohammad Baqir. Raudhat al-Jannat fi Ahwal al-'Ulama wa al-Sadat. Riset: Asadullah Ismailiyan. Qom, Ismailiyan, Cetakan Pertama, 1390 HS.
  • Mohammad Huseini, Kamran. "Nakhostin Gozaresy-ha-ye Gharbiyan az Yuresy-e Alu Saud wa Wahabiyan be Karbala (1216 H)", dalam majalah Miqat-e Hajj, No. 110, Musim Dingin 1398 HS.
  • Thumah, Salman Hadi. Tarikh Marqad al-Husain wa al-Abbas (alaihima al-salam). Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Matbu'at, 1416 H.
  • Thumah, Salman Hadi. Turats Karbala. Teheran, Masy'ar, Cetakan Pertama, 1393 HS.
  • "Godzari bar Tarikhcheh-ye Kheimeh-gah-e Husaini", Hawzah Namayandegi Wali Faqih dar Umur Hajj wa Ziyarat, Tanggal Posting: 18 Azar 1397 HS, Tanggal Akses: 29 Bahman 1402 HS.