Lompat ke isi

Konsep:Khotbah Imam Sajjad as di Kufah

Dari wikishia

Jangan tertukar dengan Khotbah Imam Sajjad as di Syam

Khotbah Imam Sajjad as di Kufah
TemaKhotbah Imam Sajjad as setelah Peristiwa Karbala dan saat dalam kondisi tertawan di Kufah
Periwayat utamaHudzaim bin Syarik al-Asadi
Sumber SyiahAl-Ihtijaj karya ThabrisiAl-Luhuf karya Ibnu Thawus

Khotbah Imam Sajjad as di Kufah (bahasa Arab: خُطْبَةُ الإِمَامِ السَّجَّادِ فِي الْكُوفَةِ) adalah pidato pertama Imam Sajjad as setelah Peristiwa Karbala yang disampaikan di tengah penduduk Kufah setelah khotbah Sayidah Zainab sa. Khotbah ini, meskipun singkat, mendapat perhatian dari segi kefasihan dan balaghah, dan isinya berfokus pada kritik terhadap perilaku penduduk Kufah serta gambaran kondisi politik dan sosial pada masa itu.

Dalam khotbah ini, Imam Sajjad as memperkenalkan dirinya sebagai putra Imam Husain as, menjelaskan musibah Karbala, pengkhianatan dan penipuan penduduk Kufah, memprediksi akibat dari perilaku mereka, serta menekankan perlunya kecintaan dan kesetiaan kepada Ahlulbait as. Selain itu, untuk menggambarkan kesyahidan Imam Husain as, beliau menggunakan istilah Qatl Shabr (pembunuhan dalam kesabaran) dan menganggapnya sebagai sumber kebanggaan.

Berdasarkan sumber-sumber sejarah, khotbah ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hadirin, dan sekelompok penduduk Kufah meminta Imam as untuk memimpin mereka dalam menuntut darah Imam Husain as. Imam as, dengan merujuk pada rekam jejak pengkhianatan penduduk Kufah, menolak permintaan ini dan hanya meminta mereka agar jika tidak mampu menolong Ahlulbait as, setidaknya tidak bergabung dengan musuh-musuh mereka. Beberapa penelaah menganggap khotbah ini, bersama dengan khotbah Sayidah Zainab sa, sebagai faktor yang berpengaruh dalam pembentukan Kebangkitan Tawwabin dan Kebangkitan Mukhtar.

Khotbah ini dinukil dalam sumber-sumber seperti Al-Ihtijaj dan Al-Luhuf; namun, Sayid Ja'far Syahidi meragukan penyampaiannya di Kufah dan menganggapnya sama dengan khotbah Imam Sajjad as di Damaskus.

Pengenalan dan Kedudukan

Khotbah Imam Sajjad as di Kufah diperkenalkan sebagai khotbah pertama Imam Sajjad setelah peristiwa Asyura, yang disampaikan setelah khotbah Sayidah Zainab sa di tengah sekelompok penduduk Kufah yang berkumpul untuk melihat tawanan Karbala.[1] Khotbah ini digambarkan sebagai ekspresi protes Imam as terhadap perilaku penduduk Kufah dan disesuaikan dengan kondisi waktu dan tempat.[2]

Menurut para penelaah, dengan menyampaikan khotbah ini, Imam Sajjad as selain memperkenalkan dirinya dan menjelaskan peristiwa Karbala, mampu mempengaruhi orang-orang yang telah lalai akibat propaganda Bani Umayyah, serta menghidupkan kembali semangat Jihad dan Syahadah dalam diri mereka. Khotbah ini dan khotbah Sayidah Zainab sa berpengaruh dalam pembentukan Kebangkitan Tawwabin dan Kebangkitan Mukhtar.[3]

Sayid Ja'far Syahidi (W. 1386 HS), seorang sejarawan Syiah, berpendapat bahwa karena kondisi Kufah, ketatnya pengawalan aparat pemerintahan Umayyah, dan ketakutan masyarakat terhadap mereka, ada kemungkinan khotbah dari Imam Sajjad as tidak disampaikan di Kufah, dan ucapan yang dinisbatkan kepadanya di Kufah mungkin sama dengan khotbah beliau di Masjid Damaskus, di mana seiring berjalannya waktu, para perawi mencampurkan peristiwa-peristiwa tersebut.[4]

Sanad Khotbah

Khotbah Imam Sajjad as di Kufah dinukil dalam berbagai sumber, antara lain kitab Al-Ihtijaj,[5] Al-Luhuf,[6] Mutsir al-Ahzan,[7] dan Bihar al-Anwar.[8]

Isi

Berdasarkan laporan kitab Al-Ihtijaj, setelah Sayidah Zainab sa selesai berkhotbah, Imam Sajjad as menghiburnya, memintanya untuk diam, dan menyebutnya sebagai Alimah Ghairu Mu'allimah. Kemudian beliau sendiri maju ke tengah penduduk Kufah dan menyampaikan khotbah.[9] Poin-poin terpenting dari khotbah ini, berdasarkan kitab Farhang-e Jame' Sokhanan-e Imam Sajjad as, adalah:

Qatl Shabr Imam Husain as

Dalam khotbah Imam Sajjad as, istilah Qatl Shabr digunakan untuk menggambarkan kesyahidan Imam Husain as, dan Imam as berbangga dengannya.[11] Husain Andalib Hamadani menganggap alasan kebanggaan ini adalah ketidakmampuan musuh dalam menghadapi Imam Husain as secara langsung dan keunikan jenis kesyahidan ini yang tidak dialami oleh satu pun dari para nabi dan Auliya' Allah.[12]

Reaksi Penduduk Kufah terhadap Ucapan Imam Sajjad as

Berdasarkan laporan sejarah, setelah Imam Sajjad as menyampaikan khotbah, penduduk Kufah yang terpengaruh emosinya meminta beliau untuk memimpin kebangkitan dan menuntut darah Imam Husain as. Imam, dengan mengingatkan pengkhianatan janji mereka dan perilaku mereka terhadap ayah-ayah beliau, menolak permintaan ini dan hanya meminta mereka: "Jika kalian tidak bersama kami, setidaknya janganlah bersama musuh-musuh kami."[13]

Teks dan Terjemahan Khotbah Imam Sajjad as di Kufah

Templat:Khotbah Imam Sajjad as di Kufah

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Thabrisi, Al-Ihtijaj, 1403 H, jld. 2, hlm. 305; Sayid Ibnu Thawus, Al-Luhuf, 1353 HS, hlm. 157; Husaini Ajdad, «Tahlil Gofteman Khutbah Imam Sajjad (as) dar Kufah...», hlm. 111.
  2. Husaini Ajdad, «Tahlil Gofteman-e Khutbah Imam Sajjad (as) dar Kufah...», hlm. 111.
  3. Makarem Syirazi, Asyura Risye-ha, Angize-ha..., 1387 HS, hlm. 576; Vahedi Fard dkk, «Syiveh-haye Hefz Hamaseh Hosseini...», hlm. 291-292; Farsi Madan, «Mukhatab Shenasi Khutbah-haye Imam Sajjad...», hlm. 102-103.
  4. Syahidi, Zendegani Ali ibnu al-Husain as, 1385 HS, hlm. 57.
  5. Thabrisi, Al-Ihtijaj, 1403 H, jld. 2, hlm. 305.
  6. Sayid Ibnu Thawus, Al-Luhuf, 1353 HS, hlm. 157.
  7. Ibnu Nama Hilli, Mutsir al-Ahzan, 1406 H, hlm. 89.
  8. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 45, hlm. 112-113.
  9. Thabrisi, Al-Ihtijaj, 1403 H, jld. 2, hlm. 305.
  10. Syarifi dkk, Farhang-e Jame' Sokhanan-e Imam Sajjad as, 1394 HS, jld. 1, hlm. 437-439.
  11. Rezai Tehrani, Sad Nokteh az Hezaran darbareh Nahzat Salar Syahidan, 1392 HS, hlm. 219.
  12. Andalib Hamadani, Tsarullah: Khun-e Hossein dar Rag-haye Eslam, 1379 HS, hlm. 277.
  13. Thabrisi, Al-Ihtijaj, 1403 H, jld. 2, hlm. 307.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Nama al-Hilli, Ja'far bin Muhammad, Mutsir al-Ahzan, Qom, Penerbit Madrasah Imam Mahdi (aj), 1406 H.
  • Husaini Ajdad, Sayid Ismail, «Tahlil Gofteman Khutbah Imam Sajjad (as) dar Kufah Bar Asas Baft Matni va Mogheiyati», Jurnal Sastra Teks Islam, Vol 1, No 3, 1395 HS.
  • Rezai Tehrani, Ali, Sad Nokteh az Hezaran darbareh Nahzat Salar Syahidan, Masyhad, Institut Studi Strategis Ilmu dan Ma'arif Islam, 1392 HS.
  • Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa, Al-Luhuf ala Qatla al-Thufuf, Teheran, Nashr Jahan, 1353 HS.
  • Syarifi, Mahmoud; Sayid Husain Sajjaditabar; Ali Gholami; Mahdi Ismaili; Muhammad Babai, Farhang-e Jame' Sokhanan-e Imam Sajjad (as), Dengan dukungan Pusat Penelitian Baqir al-Ulum (as), Teheran, Organisasi Promosi Islam, 1394 HS.
  • Syahidi, Sayid Ja'far, Zendegani Ali ibn al-Husain (as), Teheran, Kantor Penerbitan Budaya Islam, Cetakan ketiga belas, 1385 HS.
  • Thabrisi, Ahmad bin Ali, Al-Ihtijaj ala Ahl al-Lajaj, Peneliti Muhammad Baqir Kharsan, Masyhad, Nashr Mortaza, 1403 H.
  • Andalib Hamadani, Husain, Tsarullah: Khun-e Hossein Alaihissalam dar Rag-haye Eslam, Qom, Institut Dar Rah-e Haqq, 1379 HS.
  • Farsi Madan, Ali, «Mukhatab Shenasi Khutbah-haye Imam Sajjad (as) dar Kufah va Syam», Jurnal Ma'arif Husaini, Vol 6, No 21, 1400 HS.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, Beirut, Muassasah al-Wafa, 1403 H.
  • Makarem Syirazi, Asyura Risye-ha, Angize-ha, Ruidad-ha, Payamad-ha, Disusun oleh sekelompok ulama, Qom, Penerbit Imam Ali bin Abi Thalib (as), 1387 HS.
  • Vahedi Fard, Muhammad Shadiq; Muhammad Ramadhanpour; Hasan Ghaffari Ruzi, «Syiveh-haye Hefz Hamaseh Hosseini dar Manzar Imam Sajjad (as) va Moghayeseh An ba Doran Moaser», dalam Kumpulan Artikel Konferensi Internasional Imam Sajjad (as), Jilid 1, Qom, Lembaga Internasional Ahlulbait as, 1394 HS.